MBOK AYU

MBOK AYU
Rahasia besar


__ADS_3

" Apakah sebenarnya Kau adalah seorang wanita penghibur? kau sengaja kan menggoda putra mahkota agar kau bisa menjadi permaisurinya!?"Kata Pangeran Agung Satria dengan ketus nya.


"Jangan mimpi kamu! Abdi dalam rendahan sepertimu paling bagus juga menjadi selir, itupun kalau kakakku mau! sebaiknya kau berkaca diri sebelum bermimpi terlalu tinggi!"ucapnya lagi dengan kata-kata tajam yang menyakitkan hati Neneng.


"Maksud Anda apa yang mulia? saya benar-benar tidak mengerti!"


kata Neneng balik bertanya,sambil dia bersiap untuk berlatih pedang dengan pangeran Agung Satria, Putra mahkota menyarankannya untuk berlatih agar dia dapat menjaga dirinya sendiri.


"Semalam kau sengaja tidur dengannya kan?!"kata Pangeran Agung Satria lagi sambil memakaikan ikat kepala di kepala Neneng.


"Apa?! hahaha! saya di sana hanya untuk menemaninya saja dan membantunya agar Putra mahkota tidur dengan nyenyak?! Anda pikir saya melakukan apa dengannya, pikiran Anda saja yang kotor Pangeran Agung!"ucap Neneng sambil mengayun-ayunkan pedang miliknya untuk pelemasan otot.


"Kau yakin tidak terjadi sesuatu? Aku tidak yakin di antara perempuan dan laki-laki ketika tidur bersama pasti akan terjadi sesuatu! apalagi Kakakku sudah lama tidak bersama dengan seorang perempuan!"


kata sang pangeran lagi kurang mempercayai Neneng.


"Terserah anda saja Yang mulia !sudahlah, Ayo ajarkan aku bermain pedang, bagaimana cara memegangnya seperti?ini atau seperti ini?"kata Neneng dia mulai memasang kuda-kuda.


"Pegang yang benar atau pedang itu akan melukai dirimu sendiri!"kata Pangeran Agung sambil memegang tangan Neneng.


"Ayunkan seperti ini,ke sini dan ke sini!"


Kata Pangeran Satria sambil memeluk Neneng dari belakang dengan memegang tangan Neneng yang sedang memegang pedang.


Namun karena grogi Neneng selalu melakukan kesalahan sambil cengengesan, dia tidak terlihat serius dengan latihan nya.


"Jika kau terus bercanda seperti itu,Aku tidak akan melepaskan mu!"Ancam Pangeran Agung Satria sambil hendak mencium Neneng.


"Apa yang akan Anda lakukan Yang Mulia!?"Tanya Neneng gugup.


"Menurut mu apa?!Kau jangan macam macam dengan ku, Aku tahu kau menyimpan banyak rahasia tentang siapa kamu yang sebenarnya,jika terbukti kau adalah seorang penipu,Aku sendiri yang akan menghukum mu,kau harus ingat itu!"


Tepat dalam keadaan wajah mereka terlihat begitu dekat, muncul lah putera mahkota dan melihat adegan mereka yang seperti sedang berciuman.


"Apa yang sedang mereka lakukan! berani beraninya mereka berbuat mesum di lingkungan istana ku!cepat kirim Ayu ke kamarku! sekarang juga!"Putera mahkota terlihat begitu marah setelah melihat kejadian itu


"Baik Yang Mulia!"Kata Pakde Karwo,ia juga ikut kesal kenapa Neneng berbuat seperti itu dengan pangeran Agung.


Semua wanita di istana Pangeran adalah milik Putra mahkota,dan sebelum putera mahkota merelakan nya, siapa pun tidak boleh menginginkan nya.


"Yang Mulia memanggil ku?!"Kata Neneng begitu berada di hadapan putra mahkota yang tengah minum minuman beralkohol.


"Ya,temani aku minum!"


"Itu minuman keras?!"


Neneng terlihat kurang nyaman.


"Iya, kenapa memang?!duduk sini dan minumlah dengan ku!"


"Maaf Yang Mulia, saya tidak minum minuman seperti itu!"Jawab Neneng menolak nya dengan sopan.


"Hahaha, sok suci kamu!Kau tenang saja, ini hanyalah air nira yang berasal dari air hasil suling pohon nira,kau tau kan pohon nira? gak mungkin kalau gak tahu!Ayo di duduk,kau tidak akan mabuk hanya karena minum satu dua tegak saja!"


"Terimakasih Yang Mulia,tapi sebaiknya saya tidak minum, Saya temani saja Anda mengobrol,oke!?"Ucap Neneng tetap tak nyaman.


"Bagaimana kalau kita melakukan permainan jujur atau minum,kita akan saling mengajukan pertanyaan,jika tak mau jawab jujur maka hukuman nya adalah minum air nira ini!jika kau menolak maka Aku akan menganggap mu seorang pembangkang,kau tahu hukuman nya bukan?!"


"Ah,iya,baik,baik, baiklah Yang Mulia,mari kita lakukan!"Jawab Neneng, daripada dia kena hukum cambuk.

__ADS_1


"Bagus! Aku yang akan pertama mengajukan pertanyaan!Apa arti Satria bagimu?!"Tanya putera mahkota dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.


Neneng terdiam.


"Mengapa dia mengajukan pertanyaan seperti itu?!"


Batin Neneng.


"Ayo Jawab dengan jujur, atau kau minum minuman itu!"Desak Putera mahkota.


"Tentu saja hanya sebatas atasan dan bawahan,dia adalah seorang Pangeran Agung dan saya hanya seorang abdi dalem,apa yang anda harapkan dari hubungan seperti itu?!"Jawab Neneng tanpa menatap mata putra mahkota.


"Ada yang lain lagi!?"


Desak putera mahkota lagi,dia yakin Neneng menyembunyikan sesuatu tentang dirinya.


"Kami saling menyimpan rahasia!"


Jawab Neneng.


"Ada lagi!?"


Putera mahkota masih belum puas dengan jawaban Neneng.


"Teman sekaligus pelatih bela diri!"


Jawab Neneng lagi.


"Ada lagi?!"


Putra mahkota terus mendesaknya, seakan tak percaya dengan jawaban apapun dari Neneng.


*Sebenarnya apa maksud kedua Pangeran menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi dari nya,gak mungkin kan jika keduanya mencintai ku!*


Batin Neneng begitu percaya diri.


"Baiklah,aku harap kau jujur dengan jawaban mu! sekarang kau boleh mengajukan pertanyaan kepada ku!"


"Apa Anda pernah melihat Saya sebagai Nona Liodra?!"pertanyaan Neneng membuat Putera mahkota gugup.


Saat menciumnya waktu itu ,dia memang melihat Liodra pada diri Neneng, bahkan saat mereka bersama Putera mahkota selalu merasa nyaman dekat dengan Neneng karena Neneng terasa begitu mirip dengan Liodra.


"Ti tidak , tidak pernah!"Putera mahkota berbohong.


"Saat Anda mencium saya waktu itu, siapa yang anda lihat!?"Neneng penasaran ingin mengetahui jawaban nya.


Pangeran tertunduk tak bisa menjawab jujur pertanyaan itu.


"Minumlah Yang Mulia! jika Anda tak bisa berkata jujur!"Ucap Neneng sambil menuangkan satu gelas minuman untuk Sang Pangeran.


Dia pun menegaknya dengan satu kali tegukan.


"Sekarang giliran ku lagi untuk bertanya!Apa kau masih gadis!?"Tanya Putera mahkota sambil tersenyum menggoda.


"Pertanyaan macam apa itu?!"Neneng cukup terkejut dengan pertanyaan nyeleneh Putera mahkota.


"Aku hanya penasaran,Aku tidak mungkin mencoba nya kan hanya karena ingin tahu jawabannya!?"


Putera mahkota semakin berani.

__ADS_1


"Dasar Pangeran gendeng! Tentu saja aku masih perawan! Anda pikir perempuan macam apa Aku ini!?"Jawab Neneng sewot.


"Benarkah?! Apa bisa Aku buktikan sekarang!?"Ucap Putera mahkota sambil mendekati Neneng semakin intens.


"Stop Yang Mulia!jika Anda terus begini Aku akan kabur saja keluar istana!"Ancam Neneng sambil berusaha bangkit hendak meninggalkan Putera mahkota yang tak berhenti menggoda nya.


"Baiklah, baiklah!Aku percaya, duduklah lagi,kini giliran kau yang bertanya!"Ucap Putera mahkota sambil meraih tangan Neneng agar kembali duduk.


"Hmmm,Apa Yang Mulia pernah bercinta dengan Nona Liodra,dan apakah dia hanya satu satunya bagi yang Mulia?!"Sepertinya Neneng berniat balas dendam.


Putera mahkota terdiam sejenak,


"Ya dia satu satunya untuk ku!dan Aku belum pernah melakukan sesuatu yang menghancurkan harga dirinya!"Jawab nya tegas namun terkesan malu-malu.


"Benarkah? berarti Anda masih perjaka Yang Mulia?!"


Neneng semakin penasaran dan berniat ingin menggoda nya.


"Ya, sepertinya begitu!"


"Aku tak percaya, minumlah Yang Mulia!"Kata Neneng sambil menuangkan satu gelas minuman.


"Aku berkata jujur!"


Tegas Putera mahkota.


"Ya?! Hahaha,ini sungguh luar biasa! putera mahkota kita ternyata masih perjaka! hahahaha!"Neneng tertawa terpingkal-pingkal, sampai akhirnya putera mahkota tertidur pulas,mereka terus bercengkrama, saling bertukar cerita diselingi suara tawa diantara mereka berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Katakan apa yang Kau sembunyikan tentang abdi dalem yang baru kau bawa ke istana Pakde!"


Tiba tiba saja Pangeran Agung Satria menerobos masuk ke kamar Pakde Karwo dan menodongkan pedang di lehernya.


"Siapa yang Anda maksud Pangeran!?"Jawab Pakde Karwo berpura-pura tidak mengerti.


"Siapa lagi! seorang gadis kecil yang kau samarkan nama nya menjadi Ayu!Aku tahu dia bukan saudara mu,dia berasal dari suku Sunda dan bernama asli Siti Soleha dan sering dipanggil Neneng,itu benar bukan!apa alasan mu menyembunyikan nya di istana ini dan menipu semua orang!?"Entah sejak kapan Pangeran Agung Satria mengetahui rahasia tentang Neneng.


Pakde Karwo diam tak menjawab,dia menatap Pangeran Agung kemudian yang kemudian menurunkan pedang nya.


"Dari mana Pangeran tahu?!"


"Seharusnya Pakde lebih berhati-hati, kehadiran dia di istana cukup mencuri perhatian semua penghuni istana, terlebih kini dia menjadi kesayangan Putera mahkota, seperti yang Pakde ketahui, banyak pihak yang mengincar putra mahkota, kemungkinan besar Ayu menjadi target mereka sekarang dan posisi Pakde ikut dipertaruhkan!"Kata Pangeran Agung mengingatkan Pakde Karwo yang sudah ia anggap sebagai ayah nya sendiri itu.


"Anda benar Pangeran, seharusnya aku tak membawa dia ke istana ini dan menyeretnya ke dalam masalah, apa Pakde boleh meminta pertolongan anda Pangeran Agung? tolong jaga dia untuk ku,Yang Mulia!ada kemungkinan besar Ayu adalah Puteri dari Kangmas Patih Bimo, itulah alasan kenapa pakde membawanya masuk ke istana!"Kata Pakde Karwo memohon dengan sangat.


"Apa?! Puteri paman Patih Bimo?!"Pangeran Agung terdengar kurang percaya.


"Tapi hamba belum yakin, Pangeran!masih perlu bukti yang nyata, dalam identitas nya tertulis nama Ayah nya adalah Agus Salim, tapi photo nya terlihat mirip dengan Kang Mas Patih Bimo,bisa saja Kang Mas sengaja mengganti identitas nya, bukan?!"


"Jika itu memang benar,dia harus dijaga dengan ketat, sebelum pihak lain mengetahui identitas yang sebenarnya!jika ada yang mengetahui tentang ini nyawa nya sudah pasti ada dalam masalah,dia akan di hukum karena Ayah nya diduga seorang penghianat, meskipun Ayah sudah memastikan Paman Patih tidak bersalah!"


"Anda benar Pangeran Agung! untuk itu tolong jaga dia sampai semuanya jelas!"


Ada rasa bahagia dari Pangeran Agung Satria begitu mendengar jika Neneng kemungkinan adalah Puteri dari Patih Bimo yang selama ini ia cari,dia tahu ada kesepakatan khusus diantara paduka Raja dan Patih Bimo yang sudah mendidiknya dulu, jika Patih Bimo memiliki seorang Putri,dia akan dinikahkan dengan Pangeran Agung Satria.


Namun tanpa mereka sadari,ada sepasang kuping yang mendengarkan obrolan keduanya,


Pangeran Duma tersenyum senang karena akhirnya mengetahui rahasia besar yang selama ini di cari Ibu Suri Agung.

__ADS_1


__ADS_2