MBOK AYU

MBOK AYU
Rencana pembunuhan putera mahkota


__ADS_3

Neneng berlari menuju istana Ratu,dia harus segera memberitahu Yang mulia Kanjeng Ratu perihal rencana pembunuhan putera mahkota,tak ada yang bisa ia percaya di dalam istana ini selain Kanjeng Ratu sendiri.


"Bugh!Aduh!"


Neneng menabrak seseorang karena tergesa-gesa.


"Mau kemana Yu,kamu sepertinya sangat terburu-buru!?"Ternyata yang ditabrak Neneng adalah Pakde Karwo.


"Aduh Pakde, pake nabrak Neneng segala,sakit tahu!"


Jawab Neneng sambil mengusap bahu nya yang terasa lumayan sakit.


"Jangan sembarang menyebut nama asli kamu seperti itu,Yu! Kalau ada yang dengar bisa mati kita! lupakan nama masa lalu kamu itu, sekarang kamu adalah Ayu , mengerti kamu!"Kata pakde Karwo tegas.


"Iya Pakde maaf! Pakde bisa bantu Aku masuk ke istana Ratu sekarang juga kan?!"Tanya Neneng meminta bantuan Pakde Karwo itu.


"Semakin lancang kamu ya!yang masuk ke istana Ratu tidak boleh sembarangan, hanya para abdi dalem pribadinya saja yang bisa masuk kesana!"


"Tapi Pakde ini darurat!baru saja Aku mendengar beberapa orang yang sedang berbicara merencanakan pembunuhan kepada putra mahkota!apa kita hanya bisa tinggal diam begitu saja?!"Bisik Neneng sambil celingukan takut ada yang mendengar.


"Yang benar kamu? Siapa mereka?"Pakde Karwo cukup terkejut mendengar penuturan Neneng.


"Aku tidak tahu siapa mereka Pakde!hanya saja Aku mendengar nya cukup jelas, besok mereka akan beraksi di bandara!"Bisik Neneng lagi.


"Ayo kita segera menghadap Kanjeng Ratu sekarang juga!"Kata Pakde Karwo sambil berlalu menuju istana Ratu diikuti Neneng.


Bukan hal yang baru di istana memang, sudah sering kali percobaan pembunuhan terhadap para petinggi kerajaan, persaingan kedudukan menjadi alasan perbuatan keji itu dilakukan,hanya orang yang paling kuat lah yang akan menang.


Apalagi terhadap putra mahkota, kedudukan nya sekarang belum aman, banyak pihak yang ingin menggulingkan nya.

__ADS_1


Menurut rumor yang beredar bahkan Raja yang sekarang pun bisa naik tahta karena dukungan kotor para petinggi kerajaan yang paling berkuasa saat ini,yaitu Ayah dari Selir Dewi Sinta,Tuan Margono,dia menguasai hampir seluruh tanah Jawa, oleh sebab itu dia sangat ditakuti semua orang termasuk Baginda Raja sekali pun.


Kanjeng Ratu tidak begitu terkejut begitu di beritahu tentang rencana pembunuhan putera mahkota,dia hanya terlihat berpikir keras bagaimana cara menjemput putera mahkota dengan aman hingga masuk ke dalam istana.


"Bagaimana kalau kita samarkan keberadaan putera mahkota,Yang Mulia?!"Neneng memberi saran.


"Jangan lancar Yu,ayo segera kembali ke tugas mu semula!"Bisik pakde Karwo.


"Biarkan saja dia Kepala Abdi dalem!apa maksudnya dengan menyamarkan keberadaan putera mahkota?!"Kanjeng Ratu terlihat tertarik dengan rencana Neneng.


"Rencana awal tentang waktu dan sistem penjemputan di Bandara tidak perlu di ubah Yang Mulia!Saya yakin yang merencanakan pembunuhan putera mahkota adalah orang dalam di istana,Yang Mulia hanya perlu membentuk tim khusus dengan menyamar menjadi pelancong atau orang biasa sebagai tim penjemput pangeran yang sesungguhnya, suruh seseorang untuk menyamar menjadi putera mahkota dengan memakai atribut yang biasa ia gunakan, kita hanya perlu mengubah rute penjemputan ke jalur lain, namun putera mahkota harus mengenakan pakaian biasa yang tidak mencolok, perintah kan semua orang untuk memakai masker dengan alasan kesehatan,jadi orang yang pengawal istana jemput bukan lah putera mahkota yang sesungguhnya karena putera mahkota yang sebenarnya akan kita evakuasi melalui jalur lain, mohon maaf jika saya lancar Yang Mulia!"Kata Neneng,ide itu ia dapatkan karena dulu ia sering nonton film box office dari Hollywood.


"Ide yang bagus! bagaimana menurut mu Pangeran Satria?!"Kanjeng Ratu meminta pendapat Putera keduanya itu,hanya Pangeran Satria, pakde Karwo dan kini Neneng lah yang hanya Kanjeng Ratu percayai di dalam istana, selain mereka adalah mata dan telinga orang orang yang ingin merebut tahta putera nya.


"Itu adalah ide yang biasa saja dan pasaran, bahkan tanpa kau beritahu juga ide itu akan kita gunakan untuk menyelamatkan putera mahkota, jangan besar kepala dulu pelayan lancang,kau tidak berarti apa apa di kerajaan ini!"Terpampang nyata sikap sombong dan arogan serta tidak mau kalah nya pangeran Satria oleh orang rendahan seperti Neneng.


Kanjeng Ratu hanya tersenyum melihat kelakuan putera nya itu,dia sudah tahu sifat putera nya yang dingin, ceplos ceplos dan sedikit arogan, namun dia adalah tetap anak penurut yang selalu menghormati nya.


"Baiklah kau yang akan bertugas melakukan penyamaran untuk menjemput kakak mu di bandara besok bersama kepala Abdi dalem!"Perintah Kanjeng Ratu.


"Tidak Yang Mulia! Pakde harus tetap berada di istana, mereka akan curiga jika kepala Abdi dalem tidak ada di dalam istana, bukan kan besok juga akan diadakan pesta penyambutan Putra mahkota, biarkan Kepala Abdi dalem yang menjadi penanggung jawab nya!"Sela Neneng memberikan pendapat nya.


"Kau benar juga ,kalau begitu kau dan pangeran Satria besok akan menyamar menjadi sepasang kekasih yang hendak pergi berlibur di bandara,buat rencana sesempurna mungkin Pangeran Satria!nyawa Kakak mu sedang di pertaruhkan!"Kata Kanjeng Ratu kepada putera nya.


"Apa?! kenapa harus dengan nya Ibunda?!Aku banyak bawahan yang lebih profesional untuk menjadikan misi ini agar berhasil!Dia hanya akan menghambat gerakan kita, Ibunda tolong pertimbangkan lagi tentang perekrutan pelayan bodoh itu!dia hanya berlagak sok pintar Ibunda!"Rengek Pangeran Satria meremehkan Neneng.


"Hanya dia yang bisa kita percayai sekarang Pangeran ! Jangan mengeluh dan laksanakan saja sesuai perintah!"Tegas Kanjeng Ratu.


Pangeran Satria tak bisa lagi membantah perintah Ibunya,dia menatap sinis ke arah Neneng,

__ADS_1


"Awas saja kalau kau hanya akan merepotkan ku selama misi berlangsung besok,tapi lumayan lah!kau bisa aku gunakan sebagai umpan untuk membuat musuh lengah!"Bisik nya sambil pergi melewati Neneng yang masih berdiri di tempatnya.


Neneng hanya bisa meringis.


...****************...


Mobil mewah anti peluru sudah bersiap di belakang sebuah gedung yang dijadikan titik pertemuan Neneng bersama Pangeran Satria untuk menjalankan misi penjemputan Pangeran Tirtayasa di bandara hari ini.


Neneng sudah dipermak habis habisan di sebuah salon kecantikan, warna rambut nya berubah menjadi pink seperti permen arumanis yang warna warni dan dipotong pendek, kacamata hitam bertengger di atas hidung nya,rok selutut dipadupadankan dengan sepatu boot warna hitam, terlihat matching dan cocok di badan nya,dia terlihat sangat berbeda , cantik dan modis.


"Bagaimana penampilan ku! Anda terlihat terpukau oleh kecantikanku Pangeran!"Goda Neneng begitu masuk ke dalam mobil yang ternyata disana sudah ada pangeran Satria yang sudah siap sedia.


Dia memang terlihat terpana dengan penyamaran Neneng yang akan bertindak sebagai kekasihnya dalam misi ini.


Bahkan penampilan pangeran Satria pun tak kalah berbeda,dia disulap menjadi seorang pelancong asing yang sangat tampan, warna rambutnya menjadi kuning keemasan,celana pendek dan pakaian pantai yang ia gunakan sangat serasi dengan sepatu kets yang ia pakai,tak ketinggalan kamera digital digantung kan di lehernya sebagai pelengkap, sangat terlihat bahwa mereka akan pergi berlibur ke suatu tempat.


"Ckk!kau bahkan lebih mirip seperti wanita penghibur yang sering menjajakan diri nya di pinggir jalan!"ledek pangeran Satria seenaknya.


"Sembarangan! masa aku disamakan dengan wanita malam!"desah Neneng begitu kesal, dimata pangeran Satria, Neneng selalu salah.


Nasib, nasib,,,,,


Batin Neneng,


Tak disangka, tubuh Pangeran Satria mendekati Neneng yang duduk disampingnya, wajah mereka berdekatan seperti hendak berciuman, aroma tubuh Sang pangeran begitu kontras menusuk sampai ke jantung hati nya.


"Dehh,,degh,,degh!"


Dada Neneng bergemuruh, wajah nya merah merona dan bulu kuduk nya mendadak merinding.

__ADS_1


__ADS_2