MBOK AYU

MBOK AYU
mandiin Pangeran


__ADS_3

"Yang Mulia!Air hangat nya sudah siap! silahkan masuk ke ruang mandi untuk berendam!"Kata Pakde Karwo memberitahu Putera mahkota.


Putera mahkota pun turun ke bathtub berisi air hangat dengan dicampur ekstrak wewangian favoritnya yang sudah disiapkan para pelayan.


Setelah dia masuk,seluruh pelayan Putera mahkota menunggui nya di luar termasuk Neneng dengan kantuk nya yang masih belum hilang, berkali-kali dia menguap terus menerus.


Sedangkan Pakde masih berada di dalam, melayani nya jika saja ia membutuhkan sesuatu.


"Tok tok tok!Maaf mengganggu Yang Mulia! Kepala Abdi dalem dipanggil Baginda Raja di istana nya!"


Kata seorang pelayan dari luar pintu.


"Mohon Izin Yang Mulia,hamba tinggal dulu sebentar!"Kata Pakde Karwo meminta izin.


"Suruh dia masuk untuk mengobati luka ku!"


Perintah Putera mahkota, yang dia maksud adalah Neneng, karena hanya Neneng abdi dalem perempuan yang sudah mengetahui tentang kelemahan nya,jadi putera mahkota hanya percaya kepada nya saja kini, selain kepada Ibu nya, Adik nya,dan Pakde Karwo.


"Baik Yang Mulia!"


Pakde Karwo pun undur diri dan segera menyuruh Neneng untuk segera masuk ke dalam ruang mandi Putera mahkota.


Dilihatnya Neneng malah sedang duduk dipojokan sambil tertidur.


"Yu,masuk sekarang juga untuk melayani Putera mahkota!"Kata Pakde Karwo.


"Hoaaam! Pakde, yang lain saja bisa kan?!Aku tidak mau masuk ke dalam sana!"Jawab Neneng sambil menguap.


"Tidak bisa Ayu, Putra mahkota meminta kamu yang masuk!"


"Sendirian Pakde?!masa sendiri sih,kan risih Pakde!"


"Kamu harus terbiasa dengan tugas tugas seperti ini, jauhkan pikiran pikiran kotor mu itu dan segera masuk ke sana! ingat, masukkan ekstrak wewangian setiap lima menit sekali, gosok badan nya sampai dia meminta berhenti dan obati luka lukanya, ngerti kamu!? Pakde harus menghadap Baginda Raja sekarang!"


Kata Pakde mulai kesal,Ia menyerahkan obat yang harus diberikan kepada Putra mahkota dan menyeret Neneng masuk ke dalam tempat Putra mahkota berendam.


Neneng akhirnya hanya bisa meringis tidak berdaya.


"Yang Mulia,Saya akan memasukkan kembali ekstrak bunga sedap malam ke dalam kolam nya sekarang!"Kata Neneng sekedar memberitahu keberadaan nya, karena putra mahkota sedang memejamkan matanya seperti sedang tidur dengan rileks nya.


"Hemmm, gosok bahu dan lengan ku setelah itu!"Jawab nya tanpa membuka matanya.


Neneng mencari cari kain untuk menggosok tubuh sang Putra mahkota, namun tidak ada apa apa disana, Neneng kebingungan dan takut salah memperlakukan Sang pangeran, akhirnya ia menggunakan tangan nya sendiri sambil sedikit memijat lembut bahu dan lengan nya.


Sang Pangeran nampak menikmati pijatan lembut dari tangan mungil Neneng, padahal Neneng hanya asal asalan saja menggosok nya,jujur dia merasa risih berduaan seperti itu bersama seorang pria asing.


"Apa harus sampai seperti ini menjadi seorang pelayan kerajaan!?"Batin Neneng sambil terus menggosok lengan Sang Pangeran, sesekali dia menguap karena masih merasa sangat mengantuk.

__ADS_1


Namun lama lama pijatan nya semakin lemah dan terkadang berhenti acak, Putera mahkota mulai merasa terganggu dengan itu.


Dia menoleh ke arah dimana Neneng sedang duduk sambil memijat nya.


Dia tersenyum senyum begitu melihat Neneng ternyata ketiduran sambil tangan nya memegang bahunya.


"Dia pasti sudah sangat kelelahan dari kemarin."


Gumam Sang Pangeran, namun baru saja ia menoleh ke arah lain,tiba tiba ,,,


"Byurr!"


Neneng jatuh ke dalam kolam air hangat tempat Putra mahkota berendam.


Neneng yang tengah ketiduran begitu terkejut setelah sadar dia tercebur ke kolam milik Sang Pangeran.


Putra mahkota malah tertawa terbahak melihat kondisi Neneng yang gelagapan dihadapan nya, Neneng terlihat lucu dengan tingkah konyolnya.


"Maafkan saya Yang Mulia!"Kata Neneng tertunduk malu.


"Kau mengantuk?"Tanya Putera mahkota sambil masih terkekeh.


"Iya Yang Mulia!"Jawab Neneng sambil tersipu.


"Berarti kau harus ikut mandi agar kantuk mu hilang!"


"Hentikan Yang Mulia,saya jadi basah semua!"Teriak Neneng.


Namun Putera mahkota malah terus menggoda nya sambil mengejar Neneng san dan menarik nya agar mendekat.


Para pelayan yang menunggu di luar terlihat saling menatap mendengar tawa Putera mahkota yang selama ini hilang setelah kematian calon Puteri mahkota.


Mereka penasaran apa yang terjadi di dalam sana dengan abdi dalem baru itu.


Tiba tiba saja pangeran Satria datang menghampiri tempat berendam Putera mahkota,dia berjalan tergesa-gesa, sepertinya ada hal penting yang harus ia sampaikan.


"Buka kan pintunya!"Perintah nya kepada para abdi dalem.


Mereka pun segera membuka kan pintunya dan mereka cukup terkejut dengan apa yang mereka saksikan di dalam sana.


Putera mahkota terlihat sedang memeluk Neneng dan Neneng sedang memukul mukul bahu Putera mahkota, mereka seperti dua sejoli yang tengah bermesraan.


Melihat hal itu Pangeran Satria segera menutup kembali pintu nya agar para abdi dalem tidak melihatnya dan bergosip yang tidak tidak.


"Maaf Kanda, Ibunda Ratu ingin segera bertemu,ini terkait dengan kejadian kemarin!"Kata pangeran Satria.


Neneng yang nampak sangat malu merangkak naik dari kolam kemudian membantu Putera mahkota mengeringkan tubuh nya.

__ADS_1


"Baiklah Aku akan segera kesana!"Jawab putra mahkota seakan tak peduli dengan keberadaan adiknya,dia malah menatap wajah Neneng yang begitu dekat dengan nya, menikmati setiap lekukan nya yang indah, tubuhnya yang basah terpampang jelas di depan mata, pria mana yang tak akan tergoda.


Bukannya segera pergi, Pangeran Satria malah menonton adegan itu dengan seribu pertanyaan di benak nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka? Apakah kanda Tirtayasa sudah benar benar sembuh dari trauma nya? sebelum nya dia tidak bisa dekat dengan perempuan secantik apapun akibat trauma kehilangan Liodra, biasanya tubuhnya akan gatal gatal jika bersentuhan dengan perempuan manapun termasuk Ibunda Ratu,ini dia bersentuhan langsung dengan seorang abdi dalem biasa,dan tak terjadi apapun bahkan sejak semalam mereka bersentuhan langsung seperti itu,ini sangat luar biasa, sepertinya dia sudah sembuh total!"


Beragam pertanyaan muncul di benak Pangeran Satria sambil masih berdiri di tempatnya.


"Tria!Kau pergilah lebih dulu,Aku akan segera menyusul!"Kata Putra mahkota setelah menyadari jika adik nya masih berdiri disana.


"Ah iya!Aku tunggu disana Kanda! segera selesaikan pekerjaan mu dan ganti bajumu sebelum keluar dari sini!"Tegas Pangeran Satria kepada Neneng.


"Baik Pangeran!"Jawab Neneng sambil membantu Putera mahkota memakaikan pakaian kebesaran nya.


Dia terlihat kesulitan memakaikan pakaian kebesaran putera mahkota yang baru saja ia melakukan hal itu.


Putra mahkota kembali tersenyum senyum dengan kebingungan Neneng,dia membiarkan Neneng meraba raba bagian tubuhnya karena terus menerus salah memasangkan posisi baju nya.


"Kau benar benar belum ahli,apa ini yang pertama bagimu!?"Tanya nya sambil tersenyum.


"Iya Yang Mulia, ini sulit sekali,bisa Anda beritahu caranya?!kalau begini terus sampai malam pun kita tak akan selesai selesai!"Rengek Neneng,dia benar benar sudah kelelahan hingga sampai sulit berkonsentrasi.


"Hahaha, baiklah!taruh tangan mu disini, disini, lalu kesini, lipat disini, lalu ikat disini!kamu bisa?!"Kata Putera mahkota sambil memegang tangan Neneng dan menuntunnya memakaikan pakaian kebesaran nya.


"Tidak bisa Yang Mulia!otak ku sedang tidak bisa diajak kompromi kayak nya!"Jawab Neneng polos.


Putra mahkota terkekeh mendengar jawaban nyeleneh dari Abdi dalem nya itu,dia mengerti Neneng sudah sangat kelelahan.


"kalau begitu segera ganti pakaian mu, jangan sampai kamu masuk angin, setelah ini bawakan makanan ke kamarku!Kata Putera mahkota, sejujurnya dia pun tak bisa fokus melihat tubuh Neneng yang berlekuk karena bajunya basah semua.


"Yang Mulia kapan Saya bisa istirahat kalau begitu,,Saya benar benar sudah le,,,,"


"Cup!"


Tiba tiba saja Putera mahkota mengecup bibir Neneng yang tak berhenti mengomel sedari tadi, mereka berciuman cukup lama, mata Neneng melotot saking terkejutnya,dia tidak sempat untuk menolak.


Nurani nya ingin menolak, tapi cengkraman tangan Putera mahkota begitu kuat.


Akhirnya Putera mahkota melepaskan pagutan nya,ia menatap Neneng sekilas.


"Aku mencintaimu Liodra!"


Bersambung,,,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author menunggu yang komen,kok gak nongol nongol sih😔

__ADS_1


Biar author nya semangat gitu 🤭 komen dikit boleh lah❤️🗣️


__ADS_2