MBOK AYU

MBOK AYU
Identitas Neneng


__ADS_3

Semua Abdi dalem berkumpul di tempat hukuman gantung biasa dilaksanakan, mereka di haruskan menyaksikan hukuman yang akan di berikan kepada Neneng, sebagai peringatan bahwa siapa saja yang membangkang maka akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Tangan Neneng sudah diikat seperti penjahat, tatapan matanya kosong,ia tak menyangka jika jalan hidup nya akan seperti ini, bayangan Ibu dan Bapak nya terngiang-ngiang di kepala nya, mungkinkah ini saatnya tiba untuk berkumpul bersama mereka.


Kini ia pun teringat kepada Adiknya, Indra, bagaimana sekarang nasib nya tanpa ia disisi nya.


Air mata nya mengalir tak terbendung kan, mulut nya terlihat komat kamit meminta perlindungan kepada Yang maha kuasa,kini dia hanya bisa pasrah terhadap guratan takdir yang menimpa nya.


"Saksikan oleh kalian semua!ini adalah akibat dari pembangkangan terhadap peraturan di kerajaan ini! dengan kejadian ini Aku berharap akan menjadi pelajaran untuk kalian semua dan tidak akan pernah berani untuk melanggar aturan ataupun titah dari kerajaan!"Teriak Ibu Suri Agung memberikan sambutan nya sebelum Neneng benar benar di hukum gantung.


Semua penghuni Istana menyaksikan kejadian itu, termasuk para Pangeran dan para selir juga para petinggi kerajaan, kejadian ini begitu menyedot perhatian karena Ibu Suri dianggap memberi hukuman tanpa mengadili Neneng terlebih dahulu dan itu berarti telah terjadi sesuatu yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang abdi dalem sehingga sampai di hukum gantung seperti itu.


Pangeran Gunta nampak menangisi Neneng, meskipun kebersamaan mereka singkat namun terasa begitu berarti.


Tak lama setelah Ibu Suri puas menyampaikan sambutan nya,ia pun memberi aba-aba kepada pengawal kerajaan yang bertugas untuk mengeksekusi Neneng.


"Apa ada kata kata terakhir yang ingin disampaikan!?"Tanya pengawal itu.


Neneng menggelengkan kepalanya,tak ingin lagi ia menaruh harapan besar kepada siapapun, bahkan orang yang memiliki kekuasaan tinggi pun tak dapat menolong nya kini.


"Baiklah,satu ,dua,ti,,,"


"Tunggu, Paduka Raja membatalkan perintah nya,ini dia surat pembatalan yang ditandatangani langsung oleh Paduka Raja! "Teriak Pangeran Agung naksir sambil memperlihatkan sebuah dokumen pembatalan hukuman yang benar saja sudah di bubuhi dengan tanda tangan Paduka Raja sendiri.


Pengawal itu segera menghentikan proses eksekusi dan membacakan titah paduka Raja yang menyatakan jika Neneng tidak bersalah dan hukuman nya di batalkan.


Neneng yang hampir sudah tidak bernafas karena dadanya terasa begitu sesak sejak hukuman itu dijatuhkan kepada nya kini merasa sangat lega, seakan diterbangkan diatas nirwana setengah sadar setengah tidak,samar samar terlihat seseorang melepaskan ikatannya dengan cepat kemudian memeluk nya dengan erat, aroma yang khas yang ia sukai, ternyata tanpa banyak menunggu lagi, putera mahkota membawa Neneng turun dari tempat eksekusi gantung dan menggendongnya ke istana miliknya.


Tubuh Neneng sudah lemas tak berdaya karena shock nya.


Dengan perlahan putera mahkota membaringkan nya di tempat tidur milik nya,di suruh nya Pangeran Agung Satria yang juga mengikuti nya karena khawatir terhadap kondisi Neneng untuk mengambilkan air minum dan air hangat untuk mengelap wajah Neneng yang penuh dengan keringat dingin


"Ia pasti sangat ketakutan tadi!"Batinnya sambil mengelus lembut rambut Neneng.


"Putera mahkota,biar Ayu dirawat oleh ahli medis, Hamba akan membawa nya ke balai pengobatan!"Ucap pakde Karwo yang tak kalah shock dengan apa yang akan terjadi kepada Neneng tadi,ia merasa bersalah karena apa yang terjadi kepada Neneng sampai saat ini adalah gara gara dia yang malah membawa nya ke dalam istana.


"Tidak,Aku yang akan merawat nya sendiri!"Ucap Putera mahkota sambil menatap wajah Neneng dengan sendu,tak henti hentinya ia menggenggam tangan Neneng yang sedari tadi tak ia lepaskan.


"Siapkan saja makanan dan minuman untuk memulihkan kondisi kesehatan nya,saat dia bangun ia pasti akan merasa kelaparan!"Perintah putera mahkota kepada pakde Karwo.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia!"Jawab nya sambil undur diri.


Neneng masih belum siuman juga dari pingsan nya, wajahnya terlihat pucat dan keringat dingin masih terlihat membasahi anak rambut diwajahnya.


Putera mahkota mengusap keringat di wajah Neneng dengan tangan nya, perlahan wajah nya merunduk bersiap akan mengecup bibir mungil Neneng.


Namun tiba-tiba Neneng membuka matanya dan menatap wajah putra mahkota yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Jangan seenaknya mencium saya Yang Mulia, ini adalah saya dan bukan lah Liodra!"


Ucap Neneng setengah berbisik, iya menutup mulutnya menggunakan tangannya, seolah mengatakan kepada putra mahkota,bahwa ia tidak ingin putra mahkota menganggapnya sebagai tunangannya yang telah tiada.


Namun putra mahkota menepiskan tangan Neneng sambil berkata,


"kini aku hanya melihatmu di mataku, sepertinya Aku tak bisa hidup tanpamu, Ayu!Kau adalah pelangi yang hadir setelah hujan reda, indah dan penuh warna! Cup!"


Putra mahkota benar-benar menempelkan mulutnya di mulut Neneng tanpa persetujuannya.


"Kanda ini air yang kamu min,,,"


tiba-tiba Pangeran Agung Satria datang sambil membawa air yang diminta oleh kakaknya, namun ia segera menghentikan langkahnya tatkala melihat pemandangan yang menyayat hatinya, Dia sangat cemburu ketika melihat kedekatan kakaknya dengan Neneng,apalagi putra mahkota sudah tidak malu lagi mengumbar kemesraan mereka, tingkah nya menjadi kikuk, tapi ia tetap berdiri disana.


"Taruh disini Tria!"Ucapnya


Pangeran Agung Satria memberikan Neneng minum, namun segera di ambil alih oleh Putra mahkota.


"Kau boleh pergi sekarang!biar aku yang akan mengurus nya, panggil kan dokter pribadi ku kemari!"Perintah nya kepada Adiknya yang terlihat termangu mangu.


"Baik Kanda!"Ucap Pangeran Agung seakan terpaksa.


Dengan telaten Putera mahkota mengurus Neneng, mengelap wajahnya dan tangan nya dengan air hangat, menyuapi makan dan terus menemani sambil menunggu kondisinya benar benar pulih.


Tak lama datang Dokter pribadi Putera mahkota yang khusus hanya akan menanganinya jika ia sedang sakit.


"Anda sakit Yang Mulia?!bagian mana yang sakit nya?!"Tanya Dokter itu sembari akan memeriksa Putera mahkota.


"Bukan Aku! periksa dia dan berikan obat yang terbaik agar kondisi nya cepat pulih!"Kata putra mahkota sambil menoleh ke arah Neneng yang tengah berbaring di tempat tidurnya.


Dokter tersebut terlihat terkejut melihat seseorang wanita berpakaian abdi dalem yang terbaring di tempat tidur Sang Pangeran, sebenarnya itu adalah sesuatu hal yang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun.

__ADS_1


"Ampun Yang Mulia! Hamba tidak dapat melakukan hal itu , Hamba hanya boleh menyentuh Anda dan tidak pantas bagi seorang abdi dalem untuk berbaring di tempat tidur anda!Jika Ibu Suri tahu,dia pasti akan mendapat hukuman berat!"Ucapnya sambil membungkuk sopan.


"Lakukan saja perintah ku!atau kau yang akan ku hukum dengan berat!Kau bekerja untuk siapa sebelum?! untuk ku atau untuk Ibu Suri?!Ancam Putera mahkota sambil hendak mengambil pedangnya.


"Ampun Yang Mulia! baiklah akan hamba lakukan,dan hamba tidak akan membocorkan nya kepada siapapun!"Dokter tersebut berlutut begitu ketakutan, sifat keras Putera mahkota memang membuat siapapun tak dapat berkutik saat dia memerintahkan sesuatu.


"Bagus! seharusnya dari awal kau berkata begitu!"Kata putera mahkota sambil menyimpan kembali pedangnya.


...****************...


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Paduka Raja, kenapa tiba tiba saja dia membatalkan hukuman terhadap abdi dalem itu!? cepat cari tahu penyebabnya! sesuatu yang penting pasti terjadi!"


Teriak Ibu Suri marah marah setelah perintah hukuman terhadap Neneng di batalkan langsung oleh paduka Raja sendiri.


Segera anak buahnya mencari informasi tentang penyebab pembatalan tersebut untuk dilaporkan kepada Ibu Suri.


Lalu sebenarnya apa yang membuat Paduka Raja berubah pikiran?!


Tak lama setelah Neneng di seret ke tiang gantungan oleh para pengawal kerajaan, Pakde Karwo berlari ke arahnya dan menyerahkan sebuah dokumen yang membuktikan jika Neneng adalah Puteri dari Patih Bimo Raharjo.


"Tunggu Yang Mulia!coba lihat lah ini! abdi dalem itu ternyata benar benar putri dari Kangmas Patih Bimo Raharjo, lihat Yang Mulia!"kata Pakde Karwo sambil setengah berlari menghampiri nya.


Paduka Raja terlihat membaca dokumen itu dengan seksama.


"Ini sungguh asli,Karwo?!"Paduka Raja seakan ingin lebih yakin.


"Saya berani jamin keabsahan nya Yang Mulia!"Jawab Pakde Karwo dengan begitu yakin.


"Kenapa kau baru bilang sekarang!?"


"Informasi ini baru sampai hari ini Yang Mulia,Hamba mohon maaf!"


"Segera batalkan hukuman gantung terhadap Abdi dalem yang bernama Ayu itu,Ya Tuhan!!! hampir saja aku membunuh putri dari sahabat ku sendiri! setelah itu perlakuan dia dengan istimewa,beri dia pakaian yang mewah dan tempat kan dulu di istana para pangeran sebelum aku umumkan pengangkatan nya menjadi Puteri dari kerajaan ini dan aku akan memberinya gelar yang resmi,setelah kondisi nya benar benar baik!"


"Akan hamba lakukan sesuai perintah Anda Yang Mulia!"Ucap Pakde Karwo,saat itu segera ia memberitahukan kabar baik tersebut kepada Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria yang segera membawa Neneng turun dari tiang gantungan.


......................


"Bawa Putri dari Kangmas Bimo menghadap ku, kepala Abdi dalem!Aku ingin menyapa nya dengan benar dan meminta maaf atas tindakan kasar anggota keluarga ku selama ini terhadap nya!"Kata Paduka Raja kepada pakde Karwo, setelah beberapa hari Neneng di rawat.

__ADS_1


"Mohon ampun Yang Mulia! Putera mahkota menahan nya di istana miliknya, bahkan hamba dilarang untuk menemuinya!"Ucap Pakde Karwo.


__ADS_2