MBOK AYU

MBOK AYU
Para berandal


__ADS_3

"Bagaimana kondisi Anda sekarang Pangeran, apa sudah lebih baik?!jika tubuh Anda masih terasa lemas,Anda tidak perlu mengikuti kelas pagi ini.


Kata Ibunda pangeran Guntara Kanjeng Maharani.


"Gunta sudah merasa lebih Baik, Ibunda!lagipula mulai hari ini Ibunda tidak perlu merasa khawatir lagi,ada Mbok Ayu yang akan terus menjaga ku!"Ucap remaja yang masih berusia 12 tahun itu sambil tersenyum ke arah Neneng yang sekarang bertugas di istana para pangeran untuk mengurus Pangeran Gunta.


"Sekali lagi aku ucapkan terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan putera ku, mulai sekarang Aku percayakan pangeran Gunta ditangan mu,jaga dia dengan sepenuh hatimu!"Kata Kanjeng Maharani kepada Neneng.


"Sudah menjadi kewajiban Saya untuk menjaga nya yang mulia!"Jawab Neneng dia berusaha se sopan mungkin dalam berbicara dan meniru gerak gerik para abdi yang lainnya.


"Kalau begitu kawal pangeran Gunta ke kelas nya pagi ini, pastikan dia datang tepat waktu!"


"Tentu Yang Mulia!"


Mereka pun berangkat ke kelas dimana para pangeran belajar secara khusus, sesampainya di sana para pangeran yang lain pun sudah nampak hadir kecuali tiga pangeran Agung yang seperti nya belum hadir.


"Bisa mati aku hari ini!Aduh bagaimana ini!para pangeran Agung masih belum bangun! padahal hari ini Paduka Raja,Ratu dan Ibu Suri akan mengadakan kunjungan ke kelas para pangeran hati ini "Terdengar seorang abdi dalem yang bertugas mengurus para pangeran Agung mengeluh.


"Aku juga tidak tahu harus berbuat apa lagi! bahkan Pangeran Agung Airlangga masih belum pulang,tak tahu dimana dia sekarang!"Keluh yang lainnya panik.


Neneng berusaha mendekati mereka, bukan apa apa, secara khusus Yang Mulia Ratu menugaskan diri nya untuk mengurus para Pangeran Agung jika terjadi sesuatu yang darurat dan dia akan mendapatkan upah tambahan.


"Masih berapa lama sampai kelas di mulai!?"Tanya Neneng kepada mereka.


"Sekitar 30 menit,dan itu akan sangat terlambat!"Jawab salah satu dari mereka.


"Antar Aku ke tempat mereka!"


Kata Neneng sambil bergegas menuju kamar di mana pangeran Susena dan Pangeran Satria tinggal, sedangkan pangeran Airlangga seperti biasa,dia pergi tadi malam dan belum kembali.


Neneng langsung masuk ke kamar pangeran Susena, membuka tirai jendela hingga matahari yang mulai bersinar masuk ke dalam kamar, terlihat sang pangeran menggeliat terganggu oleh hangatnya sang mentari.


"Tutup lagi!Aku masih ngantuk!"Katanya dengan kesal,ia menarik kembali selimut nya.


Neneng menarik kembali selimut itu hingga terhempas ke bawah lantai.

__ADS_1


Kemudian dia membangun kan tubuh Pangeran lalu mendudukkan nya,Dia mengambil air di baskom dan mengelap wajah sang Pangeran dengan cepat.


Dengan cekatan ia membuka baju sang pangeran dengan di bantu pengasuh nya.


Tanpa sepatah katapun ia segera memakai kan seragam yang biasa di pakai Pangeran untuk belajar, memakai kan sepatu nya, menyuapinya sedikit sarapan lalu menyeret nya keluar untuk segera pergi ke kelas.


Pangeran Susena yang masih sedikit syock dengan perlakuan baru yang dia terima tak dapat menolak perlakuan dari Abdi dalem baru yang baru saja mengurus nya,dia hanya menatap Neneng dengan tatapan kosong dengan sedikit bingung.


Namun akhirnya usaha Neneng berhasil kepada satu pangeran.


Tinggal dua pangeran lagi.


Neneng bergegas menuju kamar pangeran Satria, tanpa mengetuk pintu,ia menerobos masuk ke dalam kamar nya.


Di lihat nya pangeran Satria sedang memakai pakaian nya dengan begitu lambat, seperti nya dia baru saja tiba di dalam istana.


"Mohon izin Yang mulia,hari ini Paduka Raja akan mengadakan kunjungan ke kelas para pangeran,Anda harus segera tiba disana terlebih dahulu sebelum Yang mulia Raja datang!"Kata Neneng sambil membantu pangeran Satria memakai baju seragam nya, memasang kan ikat kepalanya sambil menyuapinya sedikit susu dan roti untuk sarapan, gerakan nya begitu cepat dan cekatan.


Namun saat Neneng akan menyeret tubuh Sang pangeran, pangeran Satria malah mencengkram lengan Neneng dengan erat.


"Mohon maaf Yang mulia! nanti saja bertanya nya, kedudukan Yang Mulia Ratu sedang dipertaruhkan oleh sikap kalian para putera nya,saya yakin Anda pun tidak ingin Ibu Anda terus berada di dalam masalah karena kelakuan Anda yang seenaknya!Mari Pangeran,Saya sudah tidak ada waktu lagi!saya harus mencari Pangeran Airlangga!"


Tanpa ba bi bu lagi,Neneng menyeret langkah pangeran Satria dan menyerahkan nya kepada abdi dalem yang lain untuk membawa nya segera ke kelas.


Seorang abdi dalem segera mengantar Neneng ke tempat biasa pangeran Airlangga menginap dengan para wanita penghibur nya.


Tempat nya tak begitu jauh dari Istana,dan waktu hanya tersisa 20 menit lagi, seperti Pangeran Airlangga akan sangat terlambat kali ini.


Neneng mendobrak pintu kamar sebuah hotel yang masih milik kerajaan,di lihatnya pangeran Airlangga masih dalam keadaan tidur tanpa sehelai benang pun, disampingnya tertidur seorang gadis cantik yang menemani nya semalam.


"Yang Mulia, pakai pakaian anda atau Saya laporkan kepada Baginda Raja, Yang Mulia Ratu menginginkan anda untuk segera hadir di kelas pagi ini, jika tidak Yang mulia akan di usir dari istana tanpa membawa aset apapun!"Ancam Neneng.


"Aku tidak peduli, keluar Sekar juga dari kamar ku!"Kata pangeran Airlangga tanpa membuka matanya.


"Yang mulia Ratu juga akan di lengserkan jika Anda terus membuat ulah,hari ini adalah ujian penentuan Yang Mulia dan anda harus ikut serta!"Kata kata itu Neneng dapatkan dari mulut Yang mulia Kanjeng Ratu sendiri, meskipun mereka para berandal namun mereka sangat menghormati Ibu mereka.

__ADS_1


Tak ada waktu lagi, Neneng segera memakaikan seragam kerajaan kepada pangeran Airlangga, kemudian dia menyuruh seorang pengawal yang mengantarnya untuk memakaikan juga celana nya, segera ia mengelap wajah sang Pangeran dengan air hangat dan memberinya sandwich sebagai sarapan, diseret nya tubuh sang pangeran untuk segera datang ke istana.


Sesampainya di sana, benar saja,kelas baru saja di mulai, Baginda Raja pun baru saja tiba bersama Ibu Suri, beliau baru saja hendak duduk di kursi yang disediakan, tubuh nya membelakangi para pangeran,jadi Baginda dan Ibu Suri tidak menyadari kedatangan pangeran Airlangga yang terlambat.


Neneng menyelinap masuk dan mendudukkan pangeran Airlangga di kursi miliknya tanpa disadari siapapun, kecuali Yang Mulia Ratu karena dia sudah cemas dari tadi.


Yang mulia Ratu mengacungkan jempolnya ke arah Neneng sambil tersenyum lebar,di balas anggukan sopan dari Neneng.


"Mengagumkan,dia benar benar bisa di andalkan!"Gumam Sang Ratu lega,dia menghela nafasnya dalam.


Hanya saja Ibu Suri seperti nya menyadari keterlambatan para pangeran Agung itu.


Tak ada senyum diwajahnya, dia terlihat menahan kekesalan dan ingin segera menumpahkan kepada Ratu.


"Selamat pagi semuanya para Pangeran ku! Ayahanda senang melihat kalian masih tetap semangat menimba ilmu dengan para pengajar yang sengaja Ayahanda pilih untuk mengajar kalian agar menjadi seorang pangeran yang akan membawa kerajaan kita ini mendunia, kalian harus ingat, apapun posisi kalian, kerajaan ini adalah milik kita bersama,maka kita lah yang harus berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan kerajaan kita ini maju dan selalu dipandang baik dimata dunia,apa kalian siap!?"


Sang Baginda Raja begitu lantang memberikan sambutan.


"Siap Yang Mulia!"Jawab para pangeran sambil berdiri penuh semangat.


"Bagus!Aku kagum dengan semangat muda kalian yang begitu membara! Aku yakin kalian semua penasaran kenapa Ayahanda sampai datang ke sekolah kalian bersama Ibu Suri Agung dan Juga Yang Mulia Ratu, seperti yang kalian ketahui, Putra mahkota sudah menyelesaikan studi nya di luar negeri, sudah menjadi tradisi dan ketentuan dari kerajaan kita jika Putera mahkota tidak mungkin mengemban tugas nya seorang diri,dia butuh seseorang untuk membantu nya menyelesaikan tugas tugas nya sebagai calon Raja kerajaan kita, biasanya pihak kerajaan akan menyeleksi calon tangan kanan putera mahkota atau teman belajar nya dari para cendekiawan, namun kali ini akan sedikit berbeda, putera mahkota sendiri mengusulkan teman belajar nya akan di pilih dari para saudara nya sendiri, yaitu kalian!Kalian semua berhak mengikuti seleksi ini,dan siapapun yang terpilih maka dia akan mendampingi putra mahkota sampai dia naik tahta dan menjadi Raja negeri ini, bagaimana apa kalian sanggup?!"Baginda Raja mengumumkan keputusan kerajaan untuk memilih teman belajar putra mahkota dan yang akan mendampingi nya sampai putra mahkota naik tahta.


"Ya , Yang Mulia!kami siap melaksanakan titah paduka Raja!"Jawab para pangeran serentak,hanya ketiga pangeran Ah yang terlihat tidak bersemangat, mereka memang paling malas untuk belajar dan tidak tertarik dengan seleksi apapun.


Ibu Suri Agung memandang mereka begitu rendah dan yakin mereka tidak akan terpilih.


"Ujian akan di mulai hari ini,dan para Guru kalian yan akan menjadi juri tapi tetap Aku yang akan menentukan layak atau tidak nya kalian untuk mendampingi Putera mahkota!"Seru Baginda,dia akan menentukan soal apa saja yang akan dijadikan bahan ujian para pangeran dan dia sendiri yang akan menilai nya, untuk menjaga tidak ada kecurangan apapun.


Para pangeran pun bersiap untuk melakukan ujian pertama mereka hari itu juga.


Sedangkan Ibu Suri Agung dan paduka Ratu keluar dari kelas dan di luar ternyata sudah ada para selir yang sedang menunggu putra putra mereka, seperti nya mereka sudah mendengar jika akan diadakan seleksi teman belajar putra mahkota.


"Sebaiknya kau suruh saja para pangeran Agung untuk mundur dari ujian ini, sebelum kau menanggung malu karena mereka akan mendapatkan nilai terendah!"Ejek Ibu Suri kepada Paduka Ratu dihadapan para selir yang lain.


"Kita lihat saja nanti, Saya mohon maaf jika nanti salah seorang putra ku yang akan terpilih, jangan sampai anda terkejut,Yang Mulia!"Jawab Paduka Ratu dengan santainya.

__ADS_1


Dia memang tidak pernah diam dan selalu membalas ketika siapa pun ada yang merendahkan putera putera nya.


__ADS_2