
"Apa?!Atas dasar apa dia melakukan itu?!"
Paduka Raja merasa heran dengan sikap Putera nya itu.
"Hamba kurang tahu Yang Mulia,yang Jelas Putri Kangmas Bimo sekarang berada di istana putera mahkota, memang sebelumnya dia adalah pelayan pribadi Putera mahkota Yang Mulia!"
Jawab Pakde Karwo sambil membungkuk.
"Segera siapkan upacara pengangkatan dan pemberian gelar untuk nya, tempatkan saja dia di istana para Pangeran dan beri dia fasilitas sebagaimana layaknya seorang Putri kerajaan,aku ingin dia diperlakukan dengan baik sebagai penghormatan ku kepada Kangmas Bimo yang begitu berjasa dulu semasa hidupnya,dia sudah mengabdikan dirinya untuk kerajaan ini jadi sudah selayaknya aku berbalas budi!"Paduka Raja memberikan titahnya.
"Bagaimana dengan Ibu Suri, Yang Mulia?!dia pasti akan sangat menentang rencana Anda!"
"Dia biar aku yang urus,mau tidak mau dia harus menerima keputusan ku ini!"Jawab Paduka Raja,ia tahu jika Ibunya itu selalu berambisi jika menginginkan sesuatu, bahkan tahta yang ia miliki saat ini pun adalah hasil tangan kotor Sang Ibunda nya itu dengan dalih demi kebaikan, namun Paduka Raja tetap menghormati nya sebagai orang tua yang sudah susah payah membesarkan nya selama ini.
...****************...
Neneng merasa aneh karena tiba-tiba saja ia diperlakukan istimewa oleh para abdi dalem.
Dipakaikan nya pakaian mewah yang biasa dipakai oleh para petinggi kerajaan, dipakaikan juga aksesoris yang sebelumnya belum pernah ia pakai, bahkan ia di dandani bak Puteri kerajaan.
"Pakde,ada apa ini? apakah akan ada acara penting?!"Tanya Neneng ketika pakde Karwo menemui nya saat ia di rias.
Pakde Karwo malah tersenyum.
"Iya, akan ada acara penting, Nduk!Kamu terlihat cantik sekali memakai pakaian ini!"
Jawab nya sambil menatap Neneng dengan senyuman hangat nya.
"Acara apa, Pakde?!kok aku di dandani sampai seperti ini?kalau aku disuruh menari tarian Jawa,aku nggak bisa Pakde!"
__ADS_1
"Hahaha,menari opo to Nduk!ndak opo opo di suruh menari di depan para petinggi kerajaan juga,kamu menari apa saja sebisa kamu,Nduk!"Pakde tergelak mendengar ucapan Neneng,ia belum memberitahu jika ini adalah acara yang sengaja paduka Raja selenggarakan khusus untuk nya.
Setelah selesai, Neneng digiring oleh para abdi dalem perempuan muda yang sengaja di tunjuk khusus untuk melayani nya.
Dengan kebingungan nya, Neneng hanya bisa mengikuti acara prosesi yang ada,dia sempat bertanya kepada salah satu abdi dalem senior,dia juga bilang tidak tahu,malah mereka menyangka Neneng akan dijadikan selir Paduka Raja.
Neneng sempat terkejut dan resah gelisah,ia sempat mau kabur karena tidak mau jika dijadikan selir Paduka Raja yang sudah tua itu.
Namun Neneng dijaga begitu ketat.
"Pakde apa benar aku akan dijadikan Selir paduka Raja?! Pakde,Aku gak mau pakde! pakde tolong Pakde, selamat Aku,Pakdee! tolong Aku!Pakde jahat! ternyata ini alasan Pakde membawa ku ke istana ini! Pakdee, Pakdee!"Neneng berteriak memanggil Pakde Karwo yang tak menghiraukan nya dan malah sibuk kesana kemari.
Neneng di dudukan di singgasana berjejer dengan para Pangeran.
Mereka juga tidak tahu sebenarnya ini acara apa, mereka juga heran kenapa Neneng bisa berada diantara mereka dan duduk sejajar, namun mereka juga tak kalah terpukau nya dengan kecantikan Neneng yang luar biasa, seorang abdi dalem yang biasa nya berdandan sederhana kini disulap menjadi seorang putri kerajaan,dia terlihat berbeda karena pakaian mewah yang ia kenakan, apalagi Putera mahkota dan pangeran Agung Satria, mereka berdua terus menatap Neneng seakan tanpa berkedip.
Tatapan mata tidak suka datang dari Ibu Suri Agung,selir Dewi Sinta,dan putera nya Pangeran Duma, mereka menatap Neneng begitu sinis, apalagi mereka mendengar rumor yang beredar,jika Neneng akan dijadikan selir oleh Baginda Raja.
Dewan Penasihat kanan selaku kepercayaan Paduka Raja,juga sebagai pendukung setianya berdiri di hadapan semua orang guna membacakan titah paduka Raja yang ditunggu tunggu semua orang.
"Dengan ini,Paduka Raja Wijaya Kusuma,selaku Raja dari kerajaan ini mengumumkan di hadapan semua petinggi dan anggota keluarga kerajaan!
Pada hari ini, Paduka Raja akan mengangkat Puteri dari mendiang Patih Bimo Raharjo,menjadi anggota keluarga kerajaan yang bergelar Raden Ayu Arimbi Siti Soleha Raharjo Kusuma, sebagai penghargaan atas jasa jasa beliau selama masa jabatannya.
Untuk itu seluruh penghuni Istana kerajaan mulai saat ini harus memperlakukan nya sesuai dengan status nya saat ini, menghormati nya selayaknya Puteri dari kerajaan ini,jika ada yang menentang keputusan dari paduka Raja atau memperlakukan Putri Raden Ayu dengan buruk,maka akan berhadapan dengan hukuman kerajaan dan dianggap sebagai makar karena menentang titah paduka Raja!
Demikian pengumuman ini di buat dengan sebenar benarnya atas dasar kesadaran Yang Mulia Raja , tidak ada paksaan dari pihak manapun dan tidak akan menerima petisi dari pihak manapun!
Silahkan, kepada Puteri Raden Ayu untuk maju ke altar untuk menerima mahkota dari Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Kanjeng Ratu atas gelar yang baru saja diterima nya!"
__ADS_1
Kata Dewan Menteri penasihat kanan memberikan sambutan atas pembacaan titah paduka Raja.
Semua orang berdiri begitu kagetnya dengan titah dari Raja mereka saat itu yang begitu mendadak tanpa semua orang tahu dari awalnya bahwa Neneng yang seorang abdi dalem ternyata adalah seorang Putri dari Patih Bimo yang sangat terkenal itu, tidak ada yang tidak mengetahui tentang siapa Patih Bimo Raharjo yang terkenal dengan pengabdian dan loyalitas yang luar biasanya kepada Kerajaan.
Neneng yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar hanya terdiam termangu sambil menatap ke arah Paduka Raja dan Kanjeng Ratu yang berjalan menuju altar beriringan.
Tak lama Pakde Karwo juga memapah Neneng agar segera naik ke altar untuk menerima gelar penghargaan nya,dia terlihat begitu sulit berjalan karena kebaya nya yang terlalu ketat dengan sepatu kaca bertahtakan berlian ber hak tinggi yang ia pakai.
Semua mata menatap dengan sejuta keheranan yang mereka pikirkan, mereka sungguh tidak menyangka jika Neneng akhirnya akan menjadi seorang Putri dari kerajaan.
Riuh terdengar tepuk tangan dari para hadirin setelah Mahkota di pakaikan di atas kepala nya oleh paduka Raja dan Kanjeng Ratu,ada yang ikut senang ada juga yang semakin membenci Neneng atas kenaikan status nya, padahal Neneng sendiri masih bingung dengan apa yang terjadi pada hidup nya.
Tubuh Neneng di putar balikkan menghadap para hadirin oleh Pakde Karwo sebagai wali nya saat ini untuk mendapatkan penghormatan dan ucapan selamat dari para hadirin semua yang hadir disana.
"Selamat Yang Mulia Kanjeng Putri Raden Ayu ,terimalah salam hormat dari Kami!"
Kata semua hadirin serempak sambil memberi penghormatan kepada Neneng,hanya sebagian saja yang tidak melakukan nya,itu berarti mereka tidak mengakui keabsahan gelar yang di berikan kepada Neneng.
Neneng pun turut membungkukkan badannya ke arah para hadirin, kemudian dia di suruh membalikkan lagi badan nya menghadap Paduka Raja dan Kanjeng Ratu untuk memberikan penghormatan sebagai tanda terimakasih atas kasih sayang nya yang luar biasa.
Neneng pun turun perlahan menuju singgasana nya untuk menikmati pesta yang digelar khusus untuk nya,juga untuk menerima ucapan selamat yang langsung akan diucapkan oleh orang orang yang mendukung nya.
Tangan Pangeran Agung Satria menyambut tangan Neneng agar ia mudah untuk melangkah, senyuman yang tak pernah nampak pada siapa pun terlihat mengarah kepada Neneng saat itu.
Namun tidak dengan Putera mahkota, dengan diangkat nya Neneng sebagai anggota keluarga kerajaan berarti dia tak dapat lagi bersama nya terus sepanjang hari,jika kemarin detik demi detik nya ia habiskan bersama Neneng, sekarang bisa dipastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi karena status baru yang Neneng sandang kini.
Tatapan Putera mahkota begitu menyoroti Neneng yang tengah berjalan menuju tempat duduknya dengan di apit oleh Pangeran Agung Satria dan Pangeran Gunta, lalu ia pun di sambut hangat oleh Pangeran Agung Airlangga dengan tatapan nakalnya,Ia tak dapat menahan diri tatkala melihat wanita yang cantik, bahkan ia sampai mencium tangan Neneng sebagai tanda penghormatan.
Putera mahkota semakin kesal dibuatnya, kemarahannya semakin mendidih dengan gigi yang gemeletuk tatkala melihat keceriaan para Pangeran saat bersama Neneng, bagaimana tidak,kini Neneng akan tinggal bersama para Pangeran.
__ADS_1
Tanpa melihat langkahnya, Neneng berjalan sembari menyambut para hadirin yang menyalaminya memberi selamat ,namun tiba tiba saja ujung dress nya yang menjuntai ada yang menginjak nya dari arah samping, tak bisa dielakkan lagi, tubuh Neneng oleng sehingga terjatuh dari atas tangga dan hampir saja wajahnya terjerembab ke lantai bawah yang cukup curam jika saja tangan seseorang tak segera menahan tubuh nya hingga akhirnya tubuh Neneng jatuh ke pelukan nya.