MBOK AYU

MBOK AYU
Ritual pengusiran Arwah


__ADS_3

"Bangunkan mereka!"


Kata seorang perempuan paruh baya yang memakai pakaian seragam abdi dalem senior tingkat satu.


"Brusss!?


Neneng dan kedua tawanan lainnya di siram dengan menggunakan air satu ember hingga ketiga nya bangun dari pingsan akibat pengaruh obat bius tadi.


"Kalian yakin mereka lahir pada malam Selasa Kliwon?!"Tanya perempuan itu yang ternyata adalah abdi dalem khusus yang melayani Ibu Suri Agung.


"Aku sudah mengecek identitas mereka,dan hanya mereka bertiga yang memiliki hari kelahiran yang sama, tapi aku tidak yakin apakah mereka masih perawan atau tidak,jadi aku membawa mereka semua!"


Jawab pengawal yang ditugaskan mencari perawan yang lahir di malam Selasa Kliwon.


"Bawa mereka ke hadapan Ibu Suri Agung, sekarang!"


Perintah abdi dalem senior itu sambil berlalu di ikuti para pengawal yang menyeret tiga tawanan itu.


Sesampainya di istana Ibu Suri, mereka disuruh berlutut di depan Ibu Suri.


"Mereka lahir di hari yang sama Yang Mulia!hanya saja kami belum yakin apakah mereka masih perawan atau tidak!"Kata abdi senior miliknya sambil membungkuk memberi hormat kepada Ibu Suri Agung.


"Suruh petugas medis memeriksa mereka!jangan lupa, rahasiakan tentang keberadaan mereka! apalagi Tuan Putri yang satu ini, seluruh istana para pangeran akan gempar jika mereka tahu Tuan Putri palsu ini tidak ada di kediaman nya!"Ucap Ibu Suri sambil tersenyum sinis penuh kemenangan,tanpa harus mengotori tangan nya , akhirnya ia memiliki jalan untuk menyingkirkan wanita kesayangan Putera mahkota itu.


Tak lama ketiga tawanan yang terdiri dari 2 abdi dalem junior dan Neneng itu di seret ke sebuah ruangan khusus untuk di periksa para medis perempuan apakah mereka masih gadis atau tidak.


Neneng yang tidak mengerti apa yang terjadi dan akan diapakan dirinya, saat itu hanya bisa pasrah karena tubuh nya pun masih terasa lemas akibat obat bius yang digunakan kepada nya tadi.


Para medis hanya memeriksa area sensitif ketiganya apakah selaput dara mereka masih utuh atau kah sudah pecah.


Tak lama mereka pun melaporkan hasilnya kepada Ibu Suri Agung.


"Yang Mulia, hasil dari pemeriksaan kami adalah, yang dua masih perawan,sedangkan yang satunya sudah tidak perawan!"Kata salah satu para meser itu menyampaikan hasil tes nya.


"Kurang ajar, berani beraninya wanita istana menyerahkan kehormatan nya kepada pria sembarangan, seluruh wanita istana adalah milik Paduka Raja, buang dia ke rumah bordil, dasar tidak berguna!"Ucap Ibu Suri meradang.

__ADS_1


"Jangan Yang Mulia! jangan kirim hamba kesana! tolong Yang Mulia!"Rengek salah satu Abdi dalem yang di deteksi sudah hilang kegadisan nya itu sambi diseret keluar istana.


Neneng hanya bisa menatap nya nanar, bahkan dia pun tidak tahu seperti apa nasibnya selanjutnya.


"Kurung mereka sampai besok malam,beri mereka makanan yang banyak dan jangan sampai mereka sakit!jika ada yang menanyakan tentang keberadaan mereka,bilang saja mereka keluar dari istana dan tidak kembali!"Perintah Ibu Suri,dia terlihat begitu senang dengan pencapaian nya kini, sambil menyelam minum air,dia tertawa terbahak-bahak begitu semua nya sudah undur diri.


Begitu hari itu tiba,saat Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria juga para pangeran kelimpungan mencari cari sosok Neneng yang menghilang begitu saja tanpa jejak.


Seluruh penghuni istana di wajibkan hadir di acara yang diadakan oleh Ibu Suri di istana Puteri mahkota yang sudah lama di tutup, bahkan Putera mahkota yang sempat melarang acara tersebut di adakan di istana Puteri tak dapat berbuat banyak karena keputusan Ibu Suri yang tidak bisa di ganggu gugat lagi.


Menurut cenayang yang akan memimpikan ritual tersebut,para arwah gentayangan berkumpul di istana putri mahkota paska ditemukan nya tubuh Liodra yang tergantung di sana,juga setelah itu banyak para wanita istana juga yang ikut menyusul tergantung disana,sebab itulah tempat itu dipenuhi aura kegelapan yang harus segera di bersihkan.


Semua penghuni istana sudah berkumpul memenuhi bagian luar istana Puteri mahkota yang sudah di tata sedemikian rupa.


Neneng dan seorang abdi dalem yang terpilih diseret naik ke atas altar di tengah kolam, di bawah cahaya rembulan Neneng nampak indah dengan memakai pakaian berwarna merah yang terbuat dari bahan sutra tipis , sedangkan sang abdi dalem junior dipakaikan kebaya merah dengan kain jarik bermotif batik kebanggaan keraton Jawa yang eksotik,dia pun nampak berbeda.


Mereka berdua nampak linglung entah dalam pengaruh obat apa, keduanya nampak tidak sadar dengan tatapan kosong mereka hanya mengikuti saja apa yang diperintahkan para abdi dalem yang mengawalnya.


Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, untuk apa Neneng berada disana dan apa yang sebenarnya akan Nenek mereka lakukan kepada Neneng.


Karena Paduka Raja dan Kanjeng Ratu sudah tiba pula disana,Para Pangeran hanya diam menyaksikan, karena tidak ingin ada keributan jika mereka menyuruh Neneng untuk duduk didekati mereka.


"Aku juga tidak tahu! padahal aku sudah mencari nya ke segala penjuru istana, ternyata dia bersama Ibu Suri."Jawab Adiknya sambil berbisik juga. Ada


"Apa Paduka yakin dengan kedua tumbal itu?apa mereka benar benar sudah memenuhi syarat?!"Tanya sang Dukun tatkala ia melihat kedua gadis yang ia minta sudah berada di tempat yang ia sediakan.


"Tentu saja,Aku sudah memastikan segalanya agar ritual ini berjalan dengan lancar, keduanya lahir di malam Selasa Kliwon dan mereka masih perawan! apakah ada masalah!?"Ibu Suri balik bertanya karena ia melihat sang cenayang seperti resah begitu melihat kedua gadis yang akan dijadikan persembahan dalam ritual itu.


Sang Dukun terlihat tersentak setelah beberapa saat ia memejamkan matanya,ia yang baru melihat Neneng berada di istana sangat terkejut dengan apa yang lihat dalam penerawangan nya.


"Cahaya apa itu?! kenapa gadis itu memiliki cahaya yang Ibu Suri cari,dan itu bukan hanya sekedar sinar seorang Ratu saja, sinarnya terlalu terang dan itu akan menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri,itu adalah sinar seorang penguasa,sinar yang sama saat aku melihat aura paduka Raja,ini tidak mungkin!


dia juga dikelilingi bahaya yang mengintainya,tapi takdir nya adalah menjadi seorang Naga, siapa dia sebenarnya!?"


Batin sang Cenayang sambil bangkit berdiri mengawasi kedua gadis yang akan dijadikan persembahan itu.

__ADS_1


"Apa adalah masalah dengan mereka,Mbah!?"Ibu Suri mengulangi pertanyaan nya.


"Ti tidak Yang Mulia, Paduka memilih gadis yang tepat!"Ucapnya dengan terbata,kini tinggal lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya, apa yang akan dilakukan gadis itu saat ia akan melawan arwah jahat yang masuk ke dalam tubuhnya...batin dukun itu sambi tersenyum menyeringai.


Dengan di dampingi para asisten nya,sang Cenayang memulai ritual di hadapan seluruh penghuni istana termasuk para petinggi kerajaan yang sengaja dihadirkan agar semua nya terhindar dari aura negatif dan semuanya harus bersih dari segala macam marabahaya yang mengintai.


Begitu menurut nya.


Dia terlihat komat kamit dengan segala sesajen dan dufa yang sudah mulai di nyalakan di atas altar,asap ringan terlihat membumbung menambah aura mencekam di tengah keremangan malam Jum'at Kliwon di bulan purnama.


Angin yang tadinya sejuk berubah menjadi terasa semakin berhembus kencang, seluruh penghuni istana yang hadir pun merasakan aura mistis yang mulai hadir diantara mereka.


Putera mahkota dan pangeran Agung Satria begitu cemas kepada Neneng, apa yang sebenarnya akan Dukun itu lakukan terhadapnya.


"Degh!"


Semua orang terkejut karena tiba-tiba gadis abdi dalem itu membuka matanya dengan begitu menyeramkan,dia mencekik leher Neneng dan menyeret nya ke pinggir kolam.


Sontak kejadian itu membuat semua orang berdiri karena khawatir, bahkan Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria juga sebagian pangeran lain berniat menghampiri Neneng untuk menolong nya, namun mereka di halangi oleh para asisten sang Cenayang.


Dengan suara tinggi dan terdengar begitu mencekam,gadis itu berbicara sambil terus mencekik leher Neneng.


"Seharusnya Kaulah yang mati pada malam itu,bukan Aku!Aku bersumpah akan membunuh satu persatu para wanita di istana untuk menemaniku dan akan ku pastikan kau yang pertama...


inikah yang kalian inginkan?


para wanita istana harus menahan diri dan akhirnya harus mati sebagai perawan tua tanpa menikah karena peraturan istana yang merugikan kami ,para abdi dalem! Kami juga menginginkan kebahagiaan dalam hidup dan kalian harus saksikan malam ini!Dia akan menjadi tumbal sebagai gadis perawan yang akan mati ditangan ku, hihihi hihi hihihi!"


Kata gadis itu yang sepertinya sudah kerasukan arwah mendiang abdi dalem Sri yang masih penasaran.


Tawanya terdengar begitu menakutkan,seiring dengan semilir angin yang terasa menusuk ke setiap pori pori.


"Hentikan dia!dia bisa membunuh Raden Ayu!"Teriak Putera mahkota sambil berusaha menuju altar di tengah kolam,di ikuti pangeran Agung Satria yang tak kalah khawatir nya.


Neneng tersentak, seperti nya ia baru sadar dari pengaruh obat yang dari tadi membuat nya linglung.

__ADS_1


Neneng yang tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi cukup shock mendapati dirinya sedang berada di ambang kematian di tangan seorang abdi dalem yang siap menenggelamkan nya, namun akhirnya dia sadar, sepertinya abdi dalem tersebut sedang kerasukan Arwah mendiang Sri yang menyalahkan diri nya atas kematian nya yang tidak wajar malam itu.


Sang Dukun masih terlihat komat kamit membacakan berbagai mantra,tak lama tubuh Neneng terlihat bangkit seperti ada yang menarik nya ke atas,dia kerasukan Arwah mendiang Liodra.


__ADS_2