MBOK AYU

MBOK AYU
seleksi puteri mahkota 3


__ADS_3

"Seleksi tahap kedua ini merupakan ujian tertulis, yang akan menentukan apakah kalian akan maju ke babak akhir atau kalian harus pulang dan gagal terpilih menjadi Puteri mahkota,kami akan memilih 5 gadis terbaik diantara kalian untuk menjadi penentu siapa yang layak maju sebagai Puteri mahkota dan mendampingi Putera Mahkota ke depannya,dan yang akan menjadi juri pada tahap kedua ini adalah Paduka Raja sendiri,,,,!"


"Apa?! Paduka Raja ikut terlibat?aku pikir para juri yang kemarin yang akan menjadi juri nya,,, gawat ini!"


Mereka tidak menyangka jika sistem yang dijalankan pada tahap kedua ini benar benar diluar dugaan mereka, sungguh sia sia saja usaha mereka untuk menyuap para juri agar meloloskan para kandidat masing-masing peserta.


"Kenapa begitu tiba tiba, biasanya Paduka Raja tidak pernah ikut campur dalam urusan pemilihan Puteri mahkota, karena ini sudah menjadi urusan istana bagian dalam!"Protes Selir Dewi Sinta.


"Mohon maaf, Kanjeng Selir,ini sudah menjadi keputusan Paduka Raja sendiri! beliau yang akan memberi kan beberapa pertanyaan dan beliau pula yang akan menilai nya!"


Kanjeng Ratu hanya tersenyum puas mendengar mereka semua ber desas desus dengan adanya sistem tersebut, padahal dia lah yang sudah memberikan saran kepada suaminya agar turun langsung dalam acara penyeleksian itu untuk mengurangi tingkat kecurangan.


"Paduka Raja telah tiba,,,,,!"


Abdi dalem utama memberitahukan kedatangan Paduka Raja.


Serentak semua yang hadir di aula puteri mahkota tersebut membungkuk memberikan penghormatan kepada Raja mereka.


"Aku senang karena sudah bisa berpartisipasi dalam proses seleksi puteri mahkota, kalian semua adalah para putri terbaik yang tentunya, siapa saja yang akan terpilih kelak, selain harus mendampingi Putera ku dalam menjalankan tugas negara sebagai calon Raja masa depan tapi juga memiliki tanggung jawab yang besar sebagai Ibu negara yang akan sangat berperan penting dalam menyelesaikan atau menghadapi segala tantangan yang ada,, Untuk itu hari ini Aku, sebagai Raja saat ini merasa perlu dan harus ikut andil dan ikut serta untuk mencari yang terbaik diantara yang terbaik!"


Tepuk tangan yang riuh dari kubu pendukung Putera mahkota dan Kanjeng Ratu begitu bergema memenuhi seluruh ruangan,di ikuti dengan terpaksa oleh kubu para saingan yang lain nya.


"Pertanyaan pertama adalah,, apa tindakan kalian di sebagai Ibu negara dalam menangani daerah yang diisolasi karena diakibatkan wabah penyakit yang takut menyebar ke daerah lain? Silahkan tuangkan ide kalian dalam selembar kertas yang sudah disediakan!"

__ADS_1


Para peserta pun dengan cepat berpikir dan segera menuliskan jawaban mereka di dalam selembar kertas sudah diberi nama, mereka semua berpikir dengan sangat hati hati agar mendapatkan jawaban yang terbaik supaya mendapatkan simpati dari Paduka Raja.


Waktu pun sudah berakhir, sudah saatnya para peserta memberikan lembar jawaban masing-masing, secara langsung Paduka Raja membacanya satu persatu,dan ada 10 jawaban yang terpilih, termasuk lembar jawaban milik Neneng, kemudian masing masing dari mereka berkewajiban memberikan penjelasan dari jawaban mereka,dan sejauh ini paduka Raja sangat terkesan dengan jawaban yang Neneng berikan,hanya saja paduka Raja sedikit terkejut jika ternyata Ratu mencalonkan Raden Ayu untuk menjadi Puteri mahkota, yang tadinya Akan paduka jodohkan dengan Putera keduanya, Pangeran Agung Satria.


Hingga seleksi tahap kedua berakhir,Neneng pun akhirnya terpilih untuk maju ke babak final bersama lima peserta yang lainnya, saingan nya tidak main main, mereka semua Puteri tercantik yang memiliki latar belakang pendidikan yang sangat bagus juga dari keluarga bangsawan yang terhormat,para penyokong mereka juga bukan orang sembarangan, namun Neneng tidak gentar sama sekali,dia hanya menjalankan segala nya dengan begitu tenang dan mengalir begini saja,toh dia tetap wanita kesayangan Putera mahkota, begitu yang Kanjeng Ratu katakan,jadi Neneng cukup percaya diri hanya dengan mengandalkan perasaan yang ia miliki.


"Aku butuh penjelasanmu kenapa malah Raden Ayu yang kau calonkan, Ratu ku, bahkan tanpa berdiskusi dulu dengan ku!apa kau tidak melihat Putera kedua mu yang pasti akan sangat patah hati?!Kau juga tahu tentang perjanjian ku dengan Kangmas Bimo,bukan!?"


Ucap Paduka Raja begitu seleksi di hari kedua selesai.


"Mohon maaf suamiku,Aku harus bertindak sendiri tentang masalah ini! Aku bahkan sudah mempertimbangkan,juga memastikan bagaimana perasaan serta kepribadian dan tentu juga kemampuan Raden Ayu dalam memutuskan kemana jalannya akan melangkah, Raden Ayu pun sempat menolak keduanya,saat aku menawarkan salah satu putra ku untuk dinikahkan dengan nya, tentu saja dia sangat menjaga hubungan baik antara kedua Kakak beradik yang takut menjadi buruk gara gara dia, tapi aku dapat melihat Putera mahkota di matanya,,,apa kau tahu suamiku? bahkan dia menginginkan hanya menjadi pelayan seumur hidup nya demi bisa dekat terus dengan putra mahkota, sungguh itu adalah hal yang paling romantis pernah yang aku dengar!"


Jawab Kanjeng Ratu dengan matanya yang berbinar.


Paduka Raja masih sangat kecewa dengan keputusan Kanjeng Ratu yang dianggapnya tidak sesuai dengan keinginannya.


"Masa depan kerajaan kita lebih penting diatas segala nya , Suamiku!kita harus egois jika itu menyangkut demi kebaikan dalam segala aspek, Raden Ayu lebih dari mampu untuk mendampingi Putera mahkota,dia ditakdirkan untuk melahirkan seorang Naga masa depan!"


"Kenapa kau begitu yakin,Ratuku?apa kau juga mulai seperti Ibuku yang percaya kepada dukun?!"


"Tentu saja tidak Yang Mulia,Aku hanya mengikuti naluri ku saja, Putera mahkota berubah begitu drastis setelah bertemu Raden Ayu, apalagi yang membuat mu ragu Yang Mulia?!jika tentang Pangeran Agung Satria yang membuat mu risau, bahkan loyalitas dia terhadap kelangsungan kerajaan ini tidak perlu dipertanyakan lagi, lagipula kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang, Raden Ayu lebih mencintai Putera mahkota!"


"Baiklah jika menurut mu itu yang terbaik,aku yakin kau sudah mempertimbangkan nya dengan begitu matang,Ratuku!hanya kaulah yang paling mengerti keadaan ku sampai kapanpun,aku percayakan segala nya kepadamu, sayang ku!"

__ADS_1


Ucap paduka Raja begitu manis sambi mengecup kening wanita kesayangan nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana ini!ada kemungkinan gadis kampung itu yang akan terpilih karena dia memiliki pendukung yang kuat dari Kanjeng Ratu sendiri,kita harus menggunakan segala cara untuk menyingkirkan nya,Ayah!"


Selir Dewi Sinta begitu panik dan resah,dia tidak rela jika harus kalah dari Kanjeng Ratu.


"Besok adalah hari penentuan, sepertinya akan ada seleksi memasak tentang makanan kesukaan Putera mahkota dan apa yang tidak ia sukai,aku tahu Putera mahkota alergi terhadap udang, masukkan bahan makanan itu ke dalam menu yang akan di buat gadis itu, putera mahkota bahkan bisa mati jika memakan nya, sambil menyelam minum air,, bagaimana dengan ideku itu, hebat bukan?!"Ucap Ibu Suri Agung sambil tertawa lepas.


"Akan hamba atur Yang Mulia,,kalian tidak perlu khawatir!"


Ucap menteri penasihat kiri dengan penuh keyakinan.


"Lagipula keponakan ku memiliki senjata lain yang tak kalah ampuhnya untuk menyingkirkan gadis itu!jika sampai rahasia itu bocor besok saat seleksi ?final,, gadis itu pasti akan dihukum gantung!"


Selir Dewi Sinta begitu yakin jika Neneng akan segera tersingkir besok, bahkan ia yakin Neneng akan dihukum berat jika apa yang Puteri Kinanti lihat dilaporkan dihadapan para juri esok hari.


"Ayah bahkan sudah membayar para abdi dalem agar menjalankan rencana yang sudah Ayah buat supaya gadis itu mendapatkan nilai terendah besok!"


Mereka bertiga tersenyum puas dan merayakan kemenangan yang belum mereka raih dengan minum teh bersama Ibu Suri Agung.


Mereka sungguh tak sabar menunggu hari esok tiba.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2