MBOK AYU

MBOK AYU
Neneng di hukum gantung


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa sebodoh itu!? dengan mudahnya kau akan menyerahkan dirimu kepada pria yang baru kamu kenal! Apa kau sadar akibatnya jika kau menyerahkan dirimu begitu saja kepada seorang calon Raja!?Kau pikir kau akan menjadi seorang Ratu,hah!?"Ucap Pangeran Agung Satria sambil mendorong tubuh Neneng dengan kasar.


Neneng hanya bisa menangis saking malunya, benar kata Pangeran Agung Satria,jika saja dia tidak datang tepat waktu mungkin kegadisannya akan lenyap begitu saja tanpa memikirkan konsekuensi yang akan ia terima.


Pangeran Agung Satria kemudian mendekatinya dan dengan perlahan membimbing Neneng untuk berdiri dengan tegak,ia merapikan baju Neneng yang berantakan dan mengancingkan kembali dua kancingnya yang hampir terbuka.


"Kau tahu, para anggota kerajaan tidak akan pernah bisa menikah dengan orang biasa seperti kamu,paling bisa juga dijadikan selir itupun harus dengan persetujuan para petinggi kerajaan,Aku tidak mau kamu hidup sengsara dan ditelantarkan di istana ini,apa kau tidak melihat Ibu dari Pangeran Arjuna atau Ibu pangeran Gunta!? mereka sangat diperlakukan tidak adil di istana ini hanya karena status sosial yang mereka miliki,apalagi kamu berasal dari luar suku Jawa, kerajaan akan menentang keras hubungan kamu dengan Putera mahkota,jadi sebaiknya kamu melihat dari sudut terburuknya sebelum kalian bertindak lebih jauh lagi!"Nasihat Pangeran Agung Satria begitu lemah lembut sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


Neneng mengangguk tanda mengerti.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan Satria?Kau berani membangkang ku!Apa kau ingin mati di tanganku, Satria?!"Putera mahkota yang setengah berlari mengejar Pangeran Agung Satria langsung menghampirinya dengan pedang yang siap menebas leher Adiknya, bergerak sedikit saja, pedang itu akan melukai lehernya dengan mudah.


"Aku hanya ingin melindungi dia dari apapun, termasuk dari Kanda yang hanya berniat mempermainkan nya saja!?"Ucap pangeran Agung tanpa berbalik badan.


"Mempermainkan katamu?!Apa kau tidak bisa lihat ada cinta diantara kami!? kenapa kau malah ikut campur terlalu jauh tentang urusan pribadi ku!"Bentak putera mahkota begitu murka.


"Cinta?!sejak kapan Kanda mudah jatuh cinta kepada seorang perempuan, apakah Kanda sudah benar benar melupakan Liodra?!"


Putera mahkota diam tak menjawab,ia memalingkan wajahnya untuk menghindari pertanyaan Adik nya itu.


"Aku tanya sekali lagi!Apa Kanda sudah benar benar melupakan Liodra atau bagi Kanda dia hanya pelampiasan mu saja, atau jangan jangan setiap sedang bersama nya, kanda menganggap nya sebagai Liodra!?Jawab Kanda,biar dia dengar perasaan Kanda yang sebenarnya, supaya dia tidak bertindak bodoh lagi seperti dia!"


"Apa kau meragukan ku?!Apa kau tidak lihat hidup ku semakin berubah setelah dekat dengan nya,dia begitu membawa energi positif bagiku,Aku nyaman dengan nya, begitu juga dia!Aku heran kenapa kau sampai berani membangkang ku seperti ini Satria?! Jangan jangan kau juga menginginkan nya!? Ingat Satria, semua wanita di istana Putera mahkota adalah milikku, bahkan kau tak berhak menginginkannya,atau kau akan mati Satria!"


"Apa menurut mu itu adalah cinta?!itu hanyalah cinta sesaat, Yang Mulia!cinta mu akan memudar jika kau mendapatkan wanita lain yang kau inginkan lagi.


Jika benar benar cinta, kau tidak akan merusak dirinya seperti itu, bahkan kau berani menyentuhnya padahal tubuhnya sedang kesakitan karena luka di seluruh tubuhnya!"Ucap Pangeran Agung Satria dengan nada cukup tinggi.


Putera mahkota cukup tertegun mendengar ucapan Adiknya itu, sekilas ia menatap Neneng yang wajahnya penuh dengan luka, bahkan di sekujur tubuhnya mungkin.


Benar apa yang dikatakan Adiknya,dia bahkan tidak berperikemanusiaan,tapi tetap saja menerobos masuk ke dalam kamar nya lalu membawa lari wanita seorang putera mahkota adalah perbuatan membangkang yang tidak bisa dimaafkan!"

__ADS_1


"Lawan Aku jika kau berani! siapa yang menang maka ia berhak untuk membawanya!"


Ucap putera mahkota dengan jubah nya yang terbuka, pedang nya tetap mengarah ke leher Pangeran Agung Satria.


"Sranggg!"


Pangeran Agung Satria mencabut pedang nya dan siap bertarung.


Namun tiba-tiba saja tubuh Neneng oleng dan jatuh di hadapan mereka, mereka berdua segera membuang pedang nya dan memburu tubuh Neneng yang terjatuh ke tanah dengan begitu lemas nya.


"Yu, bangun Yu! Kamu sudah berjanji akan selalu ada di sisiku,Yu, Bangun!"Putera mahkota terlihat begitu panik melihat kondisi Neneng,dia begitu trauma kehilangan seseorang dan ia pun tak ingin terjadi sesuatu kepada Neneng kini.


Pangeran Agung Satria menggendong Neneng untuk di bawa ke kamarnya dan segera menyuruh pengawal nya memanggil ahli medis.


"Jika terjadi sesuatu yang serius terhadap nya, Aku tidak akan memaafkan mu! untuk saat ini jangan ganggu dia sampai keadaan nya sembuh total!"Kata Pangeran Agung Satria sambil berjalan melewati Putera mahkota sambil menggendong Neneng.


"Arrhgg! Prangg!"


Putra mahkota marah terhadap dirinya sendiri, dia melemparkan pedang nya sembarangan.


Rupanya Ibu Suri tak tinggal diam,dia melaporkan perihal kasus Neneng kepada Putera nya, yaitu Paduka Raja Wijaya Kusuma.


Ibu Suri tentu saja tidak puas karena akhirnya Neneng diselamatkan oleh putera mahkota,dia tetap menginginkan Neneng disingkirkan dari istana.


"Ibunda, seharusnya urusan seperti ini diselesaikan di Istana bagian Dalam bukan, tidak perlu melaporkan nya kepada ku!"


Ucap paduka Raja dengan lemah lembut,Raja Wijaya Kusuma memang terkenal sangat menghormati dan menyayangi Ibunya itu.


"Ibunda tahu Putera ku, tadinya Ibunda juga ingin nya seperti itu, tapi setelah kepulangan Putera mahkota ke istana, kedisiplinan para abdi dalem menjadi semrawut putera ku! dengan seenaknya dia mengeluarkan abdi dalem yang tengah di interogasi oleh penyidik dari dalam penjara hanya karena dia adalah pelayan kesayangan, padahal kesalahan nya patal, abdi dalem itu terbukti menggunakan identitas palsu untuk masuk ke istana dan sudah menyebabkan rekan nya terbunuh,jadi aku bisa apa Putera ku!? sebagai nenek, Aku tidak berbuat banyak apalagi terhadap putera mahkota,dia selalu membenciku, padahal Aku sangat menyayangi nya! bahkan ada rumor yang beredar, semalam Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria bertengkar memperebutkan cinta abdi dalem rendahan itu, sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota keluarga kerajaan!"


Sengaja Ibu Suri mengadu dan ingin memprovokasi paduka Raja agar segera mengambil tindakan sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Benarkah?! baiklah, panggilkan kedua putera ku dan abdi dalem perempuan itu!"Perintah Paduka Raja ingin membuat senang Ibunya,dan Ia juga ingin semua masalah diselesaikan dengan baik dan benar.


Kedua Pangeran malah tertunduk di hadapan paduka Raja, keduanya tidak menjawab apapun pertanyaan yang diajukan kepada mereka perihal apa yang dituduhkan oleh Ibu Suri Agung.


Begitu juga Neneng,dia hanya bisa memohon ampun atas tindakan yang dianggap meresahkan dan sudah melanggar aturan istana,tapi dia mengatakan tidak tahu apa apa perihal pembunuhan yang terjadi kepada Sri, bahkan Neneng dan Pangeran Agung Satria malah membeberkan fakta fakta mencengangkan yang mengarah kepada Ibu Suri,hanya saja mereka belum memiliki bukti yang kuat.


"Berani kalian menuduh ku membunuh abdi dalem rendahan yang bahkan nyawanya tidak berarti sama sekali! Begini kalian membesarkan Putera kalian Ratu?! mereka selalu membuat masalah dan arogan, dan kau percaya kepada mereka Putera ku?!"


Seperti biasanya,Ibu Suri memutar balikan fakta dan menekan Paduka Raja dengan memanfaatkan kasih sayang nya sebagai anak kepada orang tua untuk menutupi kejahatan kejahatan nya.


Karena kepala nya sudah sakit, akhirnya dengan terpaksa paduka Raja memutuskan sesuai dengan keinginan Ibunya.


"Baiklah kalau itu keinginan Ibunda, Pengawal seret Abdi dalem yang melayani Putera mahkota ini dan usir dia dari istana!"perintah nya.


"Tidak bisa semudah itu,Aku ingin dia di hukum gantung seperti yang terjadi kepada rekan nya kemarin! sebagai peringatan untuk yang lainnya, jika siapa saja yang menentang aturan istana maka akan dihukum begitu berat!"Tegas Ibu Suri tidak puas dengan keputusan Paduka Raja.


"Apa, hukum gantung?!Itu berlebihan Ayahanda!"Bantah Putera mahkota berusaha membela Neneng.


"Jika tidak, Aku yang akan menggantung diriku sendiri! Ancam Ibu Suri mengeluarkan jurus terakhirnya.


"Ibunda,,,!"Paduka Raja begitu tertekan dan bingung harus berbuat bagaimana lagi, sedangkan Kanjeng Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Ibu mertua nya itu.


"Baiklah, lakukan sesuai perintah Ibu Suri!"Kata Paduka Raja setengah terpaksa.


"Kalian dengar Perintah Raja kalian!seret dan gantung dia dihadapan para abdi dalem!"Teriak Ibu Suri,dia merasa puas karena akhirnya menang dan mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Ayahanda! Ayah tidak adil!bahkan dia belum diserahkan ke pihak pengadilan agar di hukum sesuai dengan kesalahan nya,ini malah main gantung gantung saja, apa bagi kalian nyawa seseorang itu benar benar tidak ada artinya!para abdi dalem juga sama seperti kita, manusia biasa yang berhak untuk hidup!"Pangeran Agung Satria berusaha membela Neneng.


"Siapa pun yang membangkang titah Raja, maka dia dianggap berkhianat!Kau tahu hukuman untuk pengkhianat?! Diam,atau aku akan menyuruh para pengawal untuk ikut menggantung kalian!"Kata Ibu Suri Agung kepada kedua Pangeran yang berusaha menghalau para Pengawal yang akan menyeret Neneng ke tiang gantungan.


"Srang!Srang!Srang!

__ADS_1


Para pengawal mengepung kedua Pangeran dengan Pedang yang mengarah ke leher kedua Pangeran atas perintah Ibu Suri, sedangkan Pengawal lainya menyeret Neneng ke tiang gantungan untuk di hukum mati.


Neneng terus menatap ke belakang sambil terus berjalan, air mata nya terus mengalir,seolah meminta pertolongan agar seseorang menyelamatkan, langkah nya di iringi tatapan kedua Pangeran yang tidak bisa berbuat banyak karena mereka pun di cekal agar berhenti menolong Neneng.


__ADS_2