
Dengan mata merah menyala, tubuh gempal Ibu Suri berdiri tegak menghadang langkah ketiganya, wajah nya dingin tanpa ekspresi,dia kerasukan Arwah jahat yang begitu kuat.
"I i ibu Suri,,!"Ucap Putera mahkota sambil berdiri di ikuti Pangeran Agung Satria dan juga Neneng.
Matanya menatap tajam ke arah Neneng, kemudian ia mencekik leher Neneng dengan begitu kuat hingga tubuhnya terangkat ke atas.
"Nenek lepaskan dia!Nenek sadarlah!"Teriak putera mahkota sambil berusaha melepaskan tangan Nenek nya dari leher Neneng.
Neneng sudah hampir kehabisan nafas,wajah nya memerah dan matanya melotot, Pangeran Agung Satria menarik tubuh Ibu Suri dari belakang, berharap Nenek nya itu akan melepaskan cekikan nya.
Ibu Suri marah dan berbalik menyerang Putera mahkota dengan satu tangan nya yang lain, entah kekuatan apa yang menyelimuti nya,ia mampu mengangkat tubuh Neneng dan tubuh Putera mahkota secara bersamaan.
"Nenek, Nenek! lepaskan mereka,Nenek sadarlah!"
Teriak Pangeran Agung Satria sambil menggoyangkan tubuh Ibu Suri.
Tiba tiba,,,
bruk!
Tubuh Ibu Suri lemas dan terjatuh, cengkraman tangan nya terlepas dari keduanya,Ibu Suri pun pingsan tak sadarkan diri.
Rupanya Sang dukun sudah kalah telak,ia terkapar tak berdaya,dari mulutnya keluar darah segar dan tiba tiba saja tubuh nya terbakar dan menjadi gosong.
Orang orang yang kerasukan pun berangsur angsur sadar,para roh jahat sudah lenyap di usir dan kembali ke tempat yang semestinya.
Neneng dan Putera mahkota ter batuk batuk akibat di cekik tadi, tubuh mereka lemas kehabisan tenaga.
Pangeran Agung Satria memapah keduanya menuju istana Putra mahkota karena tempat itu yang paling dekat jaraknya dari istana Puteri mahkota.
Ketiganya menjatuhkan diri di tempat berbaring putera mahkota, mereka sangat kelelahan setelah bertarung melawan para arwah jahat yang menguasai istana.
"Cepat ganti pakaian mu, nanti kau bisa masuk angin!"Kata Putera mahkota mengusir Adik nya.
Pangeran Agung Satria pun bangkit dan segera berdiri.
"Aku akan mengantarkan dia ke kamar nya!"Ucap pa Pangeran Agung Satria sambil hendak menggendongku Neneng.
__ADS_1
"Biarkan saja dia!dia nampak sangat kelelahan!"larang putera mahkota sambil menatap Neneng yang lemah terbaring di tempat tidur nya.
"Baiklah,akan ku bawakan dia baju ganti!"
"Aku bilang biarkan saja dia!kau boleh pergi sekarang!"Kata Putera mahkota setengah membentak adiknya.
Dia tak ingin diganggu siapapun kali ini,ia ingin menikmati kebersamaannya bersama perempuan yang sudah mencuri perhatian nya itu meskipun hanya sekedar memandang nya saja.
Tanpa banyak bertanya lagi, Pangeran Agung Satria membungkuk lalu pergi meninggalkan mereka, meskipun hatinya pedih karena harus menekan rasa cemburunya yang begitu menggebu-gebu, tentu saja tak dapat dibayangkan, apa yang akan terjadi jika dua orang insan berduaan dalam satu kamar.
"Ganti pakaian mu dengan ini dulu!"Putera mahkota mengambil pakaian yang biasa ia gunakan untuk tidur, melihat Neneng yang terlihat sangat kelelahan,ia tak tega membiarkan nya berjalan lagi untuk mengganti pakaian nya.
Entah itu hanya alasan nya saja, karena sebenarnya ia hanya ingin berdekatan terus dengan gadis itu.
"Aku malas bangun Yang Mulia! biarkan saja aku tidur seperti ini,kaki ku lemas sekali!"Jawab Neneng dengan nada suara yang pelan dan terdengar malas.
"Ayolah! pakaian mu basah semua,kau bisa membasahi semua tempat tidur ku!"Putera mahkota terus memaksa Neneng untuk segera mengganti pakaian nya yang basah.
Dengan begitu malas, Neneng bangkit lalu meraih pakaian yang diberikan oleh putera mahkota, tanpa aba-aba, ia pun menanggal kan pakaian nya saat itu juga,ia tak memperdulikan jika putera mahkota ada di depan nya.
Neneng seakan tak peduli,ia terus saja menanggalkan satu persatu pakaiannya sambil sesekali menguap.
Akhirnya putera mahkota yang mengalah,ia memasang kan tirai disekitar tempat tidur nya,dan mengganti pakaian nya di luar tirai.
"Apa kau sudah selesai?"Tanya Putera mahkota karena sudah terlihat tidak ada lagi pergerakan dari Neneng.
Tak ada jawaban.
Putera mahkota pun membuka tirai dan melihat Neneng sudah tertidur lelap.
Dilihatnya pakaian milik Neneng begitu berserakan disekitar tempat tidurnya.
"Ya Tuhan,,apa ini?!"Ucap nya sambil berdecak,ia memunguti satu persatu pakaian milik Neneng dan menaruh nya sembarangan,ia menggeleng geleng kan kepalanya karena merasa heran ada seorang gadis yang kelakuan nya nyeleneh seperti itu, berani sekali dia kepada seorang calon Raja seperti dirinya, yang orang lain bahkan tak berani menatap wajah nya sekali pun.
Kemudian Ia tersenyum sambil menatap wajah polos Neneng.
"Apa dia selalu secantik ini ketika tidur!dia sangat imut dan lucu!"Gumam Putera mahkota,ia pun terbaring di samping Neneng sambil terus menatap nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan tidur semalaman,aku ingin puas memandang wajah kecilmu ini!"Ucap nya lagi sambil ingin menggigit hidung minimalis milik Neneng,meski akhirnya karena kelelahan ia pun tertidur sambil memeluk tubuh Neneng yang mungil.
Pagi harinya, Putera mahkota bangun terlebih dahulu sebelum Neneng,ia kembali menatap wajah Neneng begitu lama, tangan nya kembali menyentuh menyusuri hidung Neneng yang menggemaskan,Neneng terlihat begitu seksi dengan memakai pakaian milik nya yang longgar dan transparan, ia merasakan jatuh cinta luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Ini sungguh aneh,ada rasa yang berbeda yang bahkan tak ia rasakan saat bersama Liodra.
Semakin memandang nya, perasaan Putera mahkota semakin resah, debaran yang luar biasa yang begitu menggelora membangkitkan gairah nya pagi ini,ia segera bangun karena takut ia tidak bisa menahan dirinya dan terbuai oleh keindahan angin surga dihadapan itu.
Dengan wajah yang cerah, secerah mentari pagi yang bersinar di musim semi, Putra mahkota begitu bersemangat menjalankan aktivitas nya hari ini.
Ia berjalan perlahan dengan mengendap-endap, khawatir membuat Neneng terbangun,,
Para abdi dalem sudah menunggunya di luar pint u kamar nya, begitu ia keluar mereka langsung memberi hormat sambil memanggil nama nya dengan suara agak keras.
"Suttt!pelan kan suara kalian!Ehmm!bereskan kamar tidur ku, tapi kalian tidak boleh menimbulkan suara, berikan dia pakaian baru untuk ganti,dan jangan bergosip!"Perintah nya sambil berdehem dan tampak malu malu.
Ia pun pergi ke aula pertemuan untuk mengadakan rapat pagi bersama para petinggi kerajaan.
Para abdi dalem langsung saling menatap melihat begitu cerianya Putera mahkota pagi ini,aura nya terpancar sangat menyilaukan mata setiap orang yang menatapnya, betapa tidak, biasanya wajah putera mahkota terlihat pucat, lusuh dan selalu di tekuk, seperti tak ada gairah dalam hidup nya selama ini.
Kini ia begitu berbeda.
Mereka bertanya tanya,apa gerangan yang terjadi?
siapa yang dimaksud Putera mahkota dengan dia yang berada di dalam kamar nya itu,ia pasti menyembunyikan seseorang didalam kamarnya,,
begitu para abdi dalem saling berbisik.
Namun gosip terlanjur menyebar luas ke seluruh penjuru istana.
Kabar Neneng sudah tidur dan menggoda Putera mahkota begitu hangat dibicarakan oleh setiap orang, hingga sampai ke telinga paduka Raja dan Kanjeng Ratu.
Siang ini ia di panggil ke istana Ratu untuk di interogasi,,,
Mengingat pemilihan Puteri mahkota akan dilaksanakan sesegera mungkin,,,
...****************...
__ADS_1