
"Hentikan penyelidikan yang kamu dan Kakak mu lakukan segera,, kalian tidak tahu akibat jika sampai semuanya terungkap!" Kanjeng Ratu langsung menegur Pangeran Agung Satria begitu tahu ia dan putera hamba kembali menyelidiki kasus peristiwa kematiannya Puteri mahkota.
"Apa maksudnya Ibunda Ratu?! Nyawa Raden Ayu kini sedang dalam bahaya,dia akan dihukum gantung seperti Liodra jika ia terpilih menjadi puteri mahkota, sebelum itu terjadi kita harus menyelidiki siapa dalang di balik itu semua , lalu kenapa Ibunda Ratu malah menyuruh kami untuk berhenti!?"
Pangeran Agung Satria tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Ibu nya itu, biasanya dia akan selalu mendukung apapun tindakan yang dilakukan oleh nya jika itu menyangkut untuk kebaikan kerajaan dan demi menegakkan keadilan.
"Jika kasus itu sampai terungkap, Ibunda yakin itu akan sangat membahayakan posisi ayah kamu,kita semua tahu siapa pelaku yang sesungguhnya, hanya saja kita tak cukup bukti untuk menangkap mereka bukanlah?! Ayah mu juga pasti tahu jika Ibunya lah yang bertanya jawab atas kericuhan yang selalu terjadi di istana,tapi dia tidak bisa melakukan apa apa karena Ibu Suri adalah Ibunya,,dan tahta yang didapatkan oleh ayah mu sekarang juga adalah hasil dari kelicikannya dari Nenek mu, Pangeran Agung!"
Pangeran Agung Satria terdiam ambigu mendengar penuturan Sang Ibunda.
Dia memijit kepala nya karena pusing dan galau harus berbuat apa lagi, kehidupan istana yang penuh intrik dan drama membuat semua orang harus memiliki pertahanan diri untuk bisa bertahan hidup, meskipun jalan yang ditempuh bukan lah jalan terang dan indah.
"Lalu kita harus bagaimana lagi, Ibunda!kita tak mungkin membiarkan ini terus berlanjut kan!"Pangeran Agung Satria terlihat begitu Frustasi dengan masalah yang ada, apalagi ini menyangkut nyawa orang yang ia ingin lindungi.
"Kalau begitu suruh Kakak mu untuk tidak memilih Raden Ayu sebagai Puteri mahkota!itu akan lebih aman, lagipula apapun posisi yang akan didapatkan oleh Raden Ayu,dia tetap akan menjadi kesayangan Kakak mu!"
Kanjeng Ratu pun tidak memiliki lagi solusi yang lain.
"Itu sama saja dengan menyerahkan kekuatan kita kepada pihak Ibu Suri, Ibunda!itu tak akan pernah Kakak lakukan,dia selalu memiliki strategi untuk mempertahankan tahta dan kekuasaan kita agar tak jatuh ke tangan yang salah!"Jawab Pangeran Agung Satria,ia sangat tahu watak Kakak nya yang keras dan berpendirian sangat kuat itu,ia tak mungkin mengalah begitu saja.
"Jika begitu, angkat saja keduanya menjadi Puteri mahkota, untuk saat ini, hanya itu jalan keluar satu satunya, pihak musuh tidak akan bisa berbicara banyak dengan adanya dua Puteri mahkota yang terpilih!"Kanjeng Ratu mengutarakan ide nya yang lain, bukan suatu yang mudah memang, mengambil suatu keputusan agar tidak membahayakan posisi Putra mahkota,ia juga sempat menyesali keputusan nya menjadikan Raden Ayu sebuah Putri mahkota,kini nyawa nya sudah tidak aman lagi.
......................
"Kreett!blugghh!"
Suara deritan pintu sel yang terbuat dari besi yang sudah tua dan berkarat, begitu jelas terdengar,,,
"Yang Mulia,,!"
Teriak Raden Ayu begitu mendengar suara sel tahanan nya di buka, sudah satu malam dia berada sana,dan rasa nya sudah satu abad saja.
"Kenapa?Kamu mengharapkan orang lain yang datang!?"Pangeran Agung Satria sengaja mengunjungi Neneng di sel nya atas permintaan Kakaknya.
Jujur saja iya, Neneng berharga Putera mahkota lah yang datang,ia ingin menanyakan alasan dia harus ditahan.
Raut wajah nya pun langsung berubah saat tahu jika diharapkan datang tak kunjung menemuinya, entah apa yang terjadi, apa Putera mahkota sengaja ingin membuang nya?
__ADS_1
pertanyaan itulah yang selalu muncul dibenak nya dari saat ia dimasukan ke dalam sel bahkan sampe hari ini.
"Kenapa kamu tidak memakan makanan mu?!apa semua ini tidak enak?! Padahal Putera mahkota sengaja menyuruh Koki pribadinya untuk selalu memasak makanan kesukaan mu!"
Ucap Pangeran Agung Satria begitu melihat tumpukan makanan yang teronggok di pojok sel tahanan tersebut, sepertinya neneng tidak menyentuh makanannya sama sekali.
Neneng tetap tidak bersuara,ia masih duduk di pojokan sambil memegang lutut nya,ia nampak terpuruk dan terlihat tidak seperti biasanya.
"Kamu tenang saja, semua makanan yang disajikan untuk mu aman dan sudah di pastikan oleh para pengawal yang ditugaskan untuk menjaga mu,kamu harus makan yang banyak dan menjaga kondisi mu agar tetap sehat sampai hari pelantikan mu tiba!"
Ucap Pangeran Agung Satria sambil memegang bahu Neneng sekedar untuk menenangkan nya.
Neneng mengangkat wajahnya dan menatap Pangeran Agung Satria,,
"Pelantikan apa? tidak akan ada pelantikan untuk ku,kau tidak lihatlah, putera mahkota malah menjebloskan ku ke penjara,dan aku hanya tinggal menunggu saja eksekusi ku!"Ucapnya lirih sambil kembali membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya,dia menangis perlahan.
"Hey,,, jangan menangis,aku paling tidak tahan jika melihat mu menangis,,!"Pangeran Agung Satria merangkul Neneng dan membenamkan wajahnya di dada bidang nya, Neneng pun menangis tersedu, terdengar begitu memilukan.
"Disini adalah tempat paling aman untuk mu saat ini! Percayalah,, putera mahkota melakukan ini adalah untuk kebaikan mu!"Kata pangeran Agung Satria sambil mengelus lembut kepala Neneng.
"Kebaikan apa?!dia sengaja ingin menyingkirkan ku!"
Pangeran Agung Satria terkekeh, mental Neneng benar benar terpengaruh pengap nya sel tahanan yang gelap dan lembab.
"Jadi kamu benar benar tidak tahu alasan mu berada disini?!"
Neneng menggelengkan kepalanya dengan perlahan.
"Duduklah disini kalau begitu! jangan membuat putera mahkota salah mengambil langkah karena tangisan mu itu!"Ucap pangeran Agung Satria sambil tersenyum tipis,ia pun mengusap air mata di pipi Neneng yang sembab.
Neneng pun berdiri dengan dibantu oleh sang Pangeran , mereka pun duduk di kursi usang yang tersedia.
"Dengar! menjelang pelantikan Puteri mahkota, nyawa mu berada dalam bahasa, Raden Ayu!Aku, bahkan putera mahkota sekalipun tidak bisa menjamin keselamatan mu karena terang terangan pihak musuh semakin gencar ingin memburu mu,kami sepakat ini anda cara terampuh untuk menghentikan mereka, berpura-pura tidak menginginkan mu adalah cara Putera mahkota untuk melindungi mu ,makanya sampai saat ini dia belum menemui mu,dan dia sengaja mengutus ku untuk memastikan keadaan mu,,jadi, tolong bertahan lah sampai kami menemukan cara untuk menghentikan mereka! kamu bisa kan?!"
Neneng mengangguk mengerti,kini ia mulai bisa bernafas lega, meskipun ia sempat meragukan Putera mahkota, namun akhirnya ia mengerti kondisi genting saat ini,ia pun tak ingin nyawa nya melayang dengan sia sia.
"Bagus! ingat kata kata ku,makan yang banyak dan kamu harus tetap menjadi kesehatan mu,oke?!"
__ADS_1
"Aku janji!"Ucap Menneg dengan sumringah,kini garap hidup nya kembar bersinar.
"Tapi bisakah kamu mengabulkan satu permintaan ku?!"
"Tentu saja,, apapun itu!"Jawab Pangeran Agung Satria,ia bersiap untuk kembali keluar.
"Aku ingin bertemu adik ku , Indra,, sebentar saja!"Neneng setengah memohon,ia tidak ingin membuang adiknya itu khawatir.
"Untuk yang satu itu,aku minta maaf!aku tidak bisa menjanjikan nya, Putera mahkota melarang mu untuk bertemu siapapun, sesuatu bisa saja terjadi jika ada orang yang masuk kesini, termasuk adikmu,kau tahu sendiri kan bagaimana kehilangan keras di istana ini!"
"Baiklah aku mengerti! kalau begitu katakan kepada Indra jika aku baik baik saja,jika dia bertanya tentang keberadaan ku,katakan saja aku sedang bertugas di luar istana!"
Neneng pun harus kembali menelan kenyataan jika ia tak bisa bertemu siapapun di sel tahanan itu, demi menjaga keselamatan dirinya sendiri juga orang banyak.
"Tentu akan ku sampaikan! setelah ini segeralah makan,para penjaga sudah menyiapkan makanan baru untuk mu!"
Kata Pangeran Agung Satria sambil berlalu keluar dari sel dimana Neneng di asing kan.
"Pastikan semua makanan untuk nya aman dan tidak mengandung apapun yang membahayakan nyawanya, jangan biarkan siapapun menemui nya,jika kalian lengah, nyawa kalian yang akan menjadikan ganti nya! apa kalian mengerti?!"
Pangeran Agung Satria segera memberikan arahan kepada para pengawal yang menjaga ketat Raden Ayu.
"Siap Pangeran Agung! semua makanan sudah dicicipi dan dipastikan aman!"
Jawab Mereka.
"Bagus!segera hidangkan untuk nya! perilaku dia dengan baik! ingat!dia adalah wanita kesayangan Putera mahkota!"
"Akan kami laksana Pangeran!"
Ucap mereka serempak.
Tak lama setelah kepergian Pangeran Agung Satria, salah satu pengawal pun masuk ke dalam sel tahanan dan menghidangkan aneka makanan lezat untuk Raden Ayu,ia pun mengambil kembang makanan kemarin yang masih utuh.
Saking laparnya karena dari kemarin perut nya belum diisi apapun, tanpa pikir panjang ia pun segera memakan makanan yang tersedia.
Semua makanan memang aman dan tidak mengandung racun, namun tiba tiba saja perut Neneng terasa sakit dan mual, tenggorokan nya terasa tercekik dan kepalanya langsung merasa pusing,, entah apa yang terjadi, tiba tiba ia muntah darah dan langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
...****************...