
"Maafkan saya Yang Mulia!Jika saya harus mati malam ini,saya ikhlas! Tapi saya mohon maaf,kali ini saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda!"
Jawaban Neneng sungguh tidak terduga.
Dia berlutut dihadapan pangeran Satria,dia pasrah dengan nasib nya kali ini.
Sebelumnya tak ada yang pernah berani menentang perintah nya, Neneng memang berbeda,dia tak gentar meskipun ada pisau dileher nya,dia tetap pada pendiriannya, namun ini semakin membuat pangeran Satria frustasi, nyawa lebih putera mahkota lebih penting sekarang.
Apa yang harus dia lakukan dengan sikap abdi dalem nya kali ini.
Dia juga tak mungkin membunuh nya sekarang,dia masih membutuhkan nya.
"Sial!"Umpat Pangeran Satria.
Tindakan tak terduga kini dilakukan nya,dia menanggalkan sifat angkuh dan harus rela merendahkan dirinya di hadapan seorang abdi dalem demi nyawa Kakaknya.
"Aku mohon dengan sangat, selamatkan nyawa Kakakku, sebagai imbalannya Aku akan mengabulkan tiga permintaan mu!"Pangeran Satria bahkan bersimpuh di hadapan Neneng,dia sangat serius dengan ucapannya, sedangkan kondisi putra mahkota semakin mengkhawatirkan.
Neneng cukup terperangah dengan sikap pangeran Satria kali ini.
Dia bangkit dan membangunkan pangeran Satria agar segera berdiri.
"Tidak perlu seperti ini Yang Mulia! bangunlah!Ucap Neneng.
"Kenapa tidak anda saja yang menghangatkan tubuhnya, Yang Mulia!?sebenarnya saya risih jika harus melakukan hal itu!"Kata Neneng sambil menatap tubuh Putera mahkota yang masih belum berhenti menggigil.
"Aku harus menjaga kalian, takut nya mereka masih mengejar kita sampai kesini! Aku mohon lakukanlah demi keselamatan kerajaan ku!"Pangeran Satria terus saja memelas kepada Neneng.
Neneng masih terlihat bingung, namun ia tidak memiliki pilihan yang lain lagi,ini demi misi kemanusiaan, "maaf hambamu ini Ya Allah!"
Batinnya sambil membuang nafas nya kasar.
Akhirnya Neneng membuka baju yang dikenakan putra mahkota, kemudian membuka resleting jaket yang ia kenakan,ia melirik ke arah pangeran Satria agar berpaling wajah dan menjauh darinya karena malu.
Pangeran Satria mengerti,dia beranjak meninggalkan mereka berdua dan duduk di depan api unggun sambil membelakangi mereka.
Neneng tidur bertelanjang dada di atas dada Putra mahkota yang kedinginan dengan di selimuti jaket milik pangeran Satria.
Benar saja, kondisi Putera mahkota membaik dan mereka berdua pun tertidur begitu pulas dengan penjagaan ketat dari Pangeran Satria.
Sesekali Pangeran Satria menatap mereka,dia menepis segala perasaan yang kemungkinan timbul di dalam hatinya, baginya keselamatan Putera mahkota adalah segalanya.
Namun entah lah ia merasa tak nyaman dengan pemandangan yang ada dihadapan nya kini.
Tidak tahu apa penyebabnya.
Pagi menjelang,,
burung berkicau menimbulkan suara indah yang begitu natural,
Mentari terasa begitu hangat menembus ke dalam pori-pori menatap semangat geliatnya hari ini.
Putera mahkota membuka matanya,ia melihat ke samping kirinya yang dia rasa seperti ada beban di pundak nya.
__ADS_1
"Ya Tuhan!"
Ucapnya terkejut,ia segera menutup kembali matanya dan segera berpaling begitu melihat dua gundukan gunung yang putih mulus menempel di dadanya,dia berpura-pura kembali tidur.
Neneng menggeliat sambil menguap, namun sepertinya dia baru menyadari jika dia ketiduran di atas dada Putra mahkota.
Segera ia beringsut menjauh, menutup resleting jaketnya dan berlalu mengambil pakaian nya .
"Kakanda sudah bangun?! Syukurlah!"Ucap Pangeran Satria yang melihat posisi putera mahkota sudah terduduk.
"Kenapa kau membiarkan abdi dalem itu tidur di atas ku, bahkan tanpa busana!?"Tanya putra mahkota sambil menunjuk ke arah Neneng yang sedang menyiapkan pakaian Putera mahkota yang sudah mulai kering.
"Semalam Kanda mengalami hipotermia, Aku yang menyuruh nya untuk menghangatkan mu, Kanda tahu?! sepertinya dia adalah perempuan pertama yang menolak tidur dengan mu,Hahaha!"Kata Pangeran Satria terkekeh.
"Kenapa bisa begitu!?"Putra mahkota merasa heran.
"Kau tahu?! bahkan aku harus merendahkan diriku bersimpuh di hadapan nya agar dia menghangatkan tubuh mu dengan tubuh nya,Aku pun sampai menodong kan belati di lehernya,eh dia malah memilih untuk mati!baru kali ini aku menghadapi perempuan seperti dia!"Jelas pangeran Satria sambil memperhatikan Neneng yang berjalan ke arah mereka.
"Siapa dia sebenarnya dan berasal dari mana?!"
putera mahkota bahkan penasaran tentang Neneng.
"Kenapa Kanda bertanya, tidak seperti biasanya!?Apa kanda tertarik kepada nya.
"Dasar Kau! sembarangan!Di hatiku hanya ada Liodra,dia takkan tergantikan!Aku hanya merasa penasaran,dia tidak seperti perempuan Jawa lainnya!Dari suku mana dia berasal?!"Kata Putera mahkota sambil memukul kepala Adik nya dengan cukup keras.
"Aku juga belum tahu tentang asal-usul nya, sejujurnya aku berharap pertahanan mu akan hancur oleh nya, Kanda!Kau harus segera menikah,dan bukalah pintu hati mu untuk perempuan lain, sudah saatnya Kanda melupakan Liodra!"
Ucap pangeran Satria.
"Kanda,,,,!"
"Sudahlah Tria! Sudah saatnya kita kembali ke istana!"
Kata Pangeran Tirtayasa sambil memakai pakaiannya dengan di bantu Neneng.
...****************...
"Yang Mulia,,,!!!"
"Putera mahkota sudah tidak ada!Kita harus segera mengisi kekosongan jabatan nya, agar rakyat tidak bingung!"
"Benar Yang Mulia!!!!
Hampir semua petinggi kerajaan berdiri di depan istana Raja melakukan petisi kepada Baginda Raja.
Baginda Raja masih belum mengambil tindakan setelah Putera mahkota menghilang, Beliau masih percaya jika Putera mahkota masih hidup.
"Putera mahkota baru saja satu hari menghilang, Kalian sudah meributkan ingin mencari pengganti!
Aku jadi curiga,apa mungkin salah satu dari kalian dalang dari pembunuhan Putera mahkota!"
Tiba tiba saja Kanjeng Ratu muncul dan berbicara di hadapan mereka.
__ADS_1
"Ampun Yang Mulia Ratu! Tuduhan Anda tidak berdasar!"
Jawab mereka serempak.
"Aku setuju dengan ucapan Ratu, Putera mahkota masih dalam pencarian,jadi tidak etis rasanya kita membicarakan tentang pelengseran nya saat ini!! kalian sungguh keterlaluan! Bubar sekarang juga!Aku tidak ingin lagi mendengar petisi kalian!"
Baginda Raja meradang di hadapan para petinggi kerajaan.
"Anda tidak boleh mencampurkan perasaan pribadi dalam urusan politik Yang Mulia!Jika itu terjadi, kerajaan ini akan hancur!"
Ucap Menteri penasihat kiri dengan sinis.
Sepertinya dia lah yang paling menginginkan petisi ini.
Dia adalah Ayah dari Selir Dewi Sinta.
"Sepertinya Kau sangat menginginkan Aku mati,Tuan penasihat kiri!"
Tiba tiba saja Putera mahkota hadir di istana di ikuti Pangeran Satria, sedangkan begitu tiba di istana Neneng langsung membersihkan diri lalu merebahkan dirinya hingga terlelap saking kelelahan nya.
"Putera mahkota?!"
Mereka semua yang hadir begitu terkejut dengan kedatangan putera mahkota, mereka semua sudah menganggap nya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil, namun dia malah kembali dalam keadaan sehat dan sugar bugar.
"Putra ku!"
Teriak Kanjeng Ratu sambil berhambur memeluk kedua Putra nya ,dia begitu senang melihat keduanya selamat tanpa terluka sedikitpun.
"Kau memang bisa diandalkan, Pangeran ku!"Ucapannya kepada pangeran Satria,dia sangat bangga memiliki putera sepertinya.
"Hamba senang Putera mahkota kembali dalam keadaan selamat! selama datang di istana Putra mahkota!"Kata Menteri penasihat kanan,di ikuti oleh yang lainnya.
"Silahkan beristirahat Yang Mulia!"Kata Pakde Karwo, sebagai kepala Abdi dalem,dia bertugas bebas mengurus para keluarga kerajaan yang membutuhkan nya.
"Aku ingin berendam di air hangat!suruh abdi dalem yang bersamaku tadi yang mengurus ku!"Kata putera mahkota sambil berlalu menuju istana kediaman nya.
"Baik Yang Mulia!"Jawab Pakde Karwo sambil berlari menuju kamar Neneng.
"Yu,Ayu! bangun Yu!hei, bangun!"Kata Pakde Karwo membangunkan Neneng yang tengah tidur begitu pulasnya.
"Aduhh, Pakde!ada apa sih!?ganggu aja deh!Aku kan capek Pakde!Aku baru aja datang!"Jawab Neneng sambil menutupi tubuhnya dengan selimut,dia benar benar lelah dan masih mengantuk.
"Eh , bangun Ayu! Putra mahkota ingin berendam dan minta kau yang mengurus nya!Ayo bangun sebelum dia marah marah!"Pakde Karwo menarik selimut yang menutupi tubuh Neneng.
"Apaan sih Pakde! apalagi ini?!masa Aku harus memandikan nya juga, bahkan setelah semalam Aku ti,,,"Neneng segera menutup mulut nya yang hampir keceplosan mengatakan sudah tidur dengan putra mahkota.
"Apa? semalam sudah apa Yu?! jangan bilang kamu sudah tidur dengan putra mahkota?!itu tidak mungkin terjadi! bahkan bersentuhan dengan perempuan saja sudah membuat nya gatal gatal!"Kata Pakde Karwo seolah tahu apa yang akan Neneng katakan.
"Bukan Pakde, maksud ku semalam dia sudah menyiksa ku karena harus menjaga nya semalaman! Sekarang Aku capek Pakde, pokok nya aku masih ingin tidur!"Neneng mencari kata kata lain untuk mengelak.
"Tidak bisa Yu,kau harus bertugas sekarang!Kau tidak bisa membantah keinginan Putera mahkota!Ayo bangun!"
"Tapi Pakde,,,!Kan ada pelayan yang lain banyak, katakan saja Aku kelelahan!"
__ADS_1
"Tidak bisa yang lain Yu, Putra mahkota alergi terhadap perempuan,baru kali ini dia minta di layani abdi dalem perempuan, biasanya Pakde yang mengurus nya! Ayo segera siapkan bak mandi untuk putra mahkota!"
"Apa lagi ini?!masa Aku harus memandikan nya juga!"Batin Neneng sambil cemberut,dia bangun dengan malas dan berjalan sambil marah marah.