MBOK AYU

MBOK AYU
Terbongkarnya Rahasia


__ADS_3

"Ya Tuhan!apa ini!? Siapa yang berani melakukan hal sekeji ini di istana Liodra ku!"


Teriak putera mahkota meradang ditengah terkejut nya semua orang.


Sedangkan Pangeran Agung Satria yang berada di situ menutup mata Neneng dengan tangan nya karena khawatir syock dan tidak kuat melihat kejadian mengerikan itu, kemudian ia membalikkan tubuh Neneng agar berlindung di dadanya menghindari melihat langsung tubuh seorang abdi dalem yang tergantung itu.


Para pengawal kerajaan segera menurunkan tubuh yang tergantung itu dan segera mengidentifikasi siapa abdi dalem yang bernasib nahas itu.


"Ya Allah Gusti!Sriii!"


Teriak seorang abdi dalem senior, seketika terdengar kericuhan terjadi diantara para abdi dalem yang hadir disana, mereka semua menangis dan meneriakkan nama Sri.


"Sri!?ya Tuhan!Sri?! benarkah itu Sri?!gak mungkin!Sriiiii!"


Neneng langsung melepaskan diri dari pelukan Pangeran Agung Satria dan menerobos kerumunan yang mengerumuni sosok tubuh yang sudah terbujur kaku itu yang tak lain adalah Sri, sahabat terdekat Neneng.


Mulut Neneng ternganga dan matanya melotot tak berkedip begitu melihat sosok yang ada dihadapan nya,itu benar benar Sri.


Bahkan Sri masih memakai sepatu milik Neneng yang semalam ia pinjam, Neneng begitu syock tak kala melihat kondisi tubuh Sri yang sangat mengenaskan itu, matanya melotot,lidah nya terjulur keluar dan tubuhnya bahkan sudah membiru dengan bekas jeratan tali di lehernya.


Tak berselang lama, tubuh Sri pun diangkat untuk dilakukan otopsi oleh para ahli atas perintah Putera mahkota, namun segera di cegah oleh Ibu Suri Agung dan malah menyuruh para pengawal membakar tubuh Sri yang dianggap hina karena sudah melakukan bunuh diri yang menurut adat kerajaan adalah perbuatan yang tidak pantas bahkan untuk mendapatkan penguburan yang layak pun dianggap tidak boleh dilakukan.


Begitu juga dulu,hal tersebut diberlakukan kepada jenazah Liodra, bahkan Putera mahkota sampai menangis memohon agar setidaknya menguburkan jenazah Liodra dengan layak dan akhirnya dikabulkan Paduka Raja untuk menghormati Putera nya.


Namun tidak dengan seorang abdi dalem rendahan seperti Sri,Jenazah nya terancam di buang begitu saja atau di bakar karena dia bukanlah dari kalangan atas ataupun petinggi kerajaan.


Neneng begitu terpukul atas kepergian sahabat nya itu, terlebih ia sangat merasa bersalah karena semalam dia lah yang mengizinkan Sri untuk keluar dan ia sangat tidak menyangka jika Sri malah akan berakhir tragis seperti ini.


Putera mahkota tak kalah merasa terpukul nya dengan kejadian ini,dia merasa kejadian yang menimpa tunangan nya dahulu kenapa harus terulang lagi dan merasa jika semua ini adalah salahnya.


Dia berjalan sempoyongan dan hampir terjatuh setelah melihat kejadian itu, mental nya kembali limbung dan hampir saja dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Yang Mulia! Anda harus kembali ke istana,Ayo bangkit lagi!Yang Mulia harus kuat!"Kata Pakde Karwo sambil memapah Putera mahkota agar kembali ke istana nya.


"Bagaimana ini bisa terjadi!? bukankah seharusnya abdi dalem ini bertugas sip malam untuk menjaga Putera mahkota tadi malam!?"Kata Ibu Suri di hadapan para abdi dalem,guna penyelidikan,ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi, padahal dia lah yang memerintahkan anak buahnya untuk menggantung seorang abdi dalem yang sebenarnya tujuannya adalah Neneng.


"Mohon ampun Yang Mulia, seperti nya semalam Ia berganti sip dan di gantikan oleh Abdi dalem Ayu, mereka tidak melapor kepada Hamba, jadi Hamba tidak mengetahuinya!"Jawab Abdi dalem senior yang bertanggung jawab di istana Putra mahkota.


"Apa benar begitu!?Bawa ke hadapan ku abdi dalem yang bernama Ayu itu!"Perintah Ibu Suri.

__ADS_1


Neneng pun maju ke depan menghadap Ibu Suri.


"Mohon maaf apabila Saya lancang Yang Mulia!ini adalah tugas penyidik untuk melakukan interogasi!"Ucap Pangeran Agung Satria yang juga ada disana.


"Aku tahu!tapi sebelum itu,dia harus di interogasi kedisiplinan oleh pihak biro abdi dalem di istana Dalam yang berada di bawah kekuasaan ku! setelah semuanya jelas dan apabila terdapat unsur pidana baru Aku akan menyerahkan nya ke pihak penyidik,dan kau tidak diperkenankan ikut campur masalah di bagian Istana Dalam, Pangeran Agung!"Sanggah Ibu Suri mengusir keluar Pangeran Agung Satria yang berniat melindungi Neneng.


Tak dapat membantah Pangeran Agung Satria pun tak mampu berbuat banyak,ia harus mengikuti peraturan yang berlaku.


"Kau tahu kesalahan mu?!"Tanya Ibu Suri mulai mengintrogasi Neneng dengan perangai nya yang kejam dan diktator itu.


Neneng hanya diam tertunduk lesu.


Dia memang bersalah karena sudah mendukung Sri untuk keluar istana tadi malam.


"Seharusnya kau melapor kepada kepala Abdi dalem kalian jika ada yang melanggar peraturan Istana Dalam, Abdi dalem yang bernama Sri itu sudah jelas melanggar aturan dengan keluar malam malam di jam tugas nya! bahkan keluar malam dilarang bagi semua abdi dalem dan Kau malah mendukung tindakan nya itu! apabila terjadi sesuatu seperti ini apa kau bisa bertanggung jawab hah!"Bentak Ibu Suri dengan kemarahan nya, sebenarnya dia kesal karena anak buahnya sudah melakukan kesalahan dengan salah mengidentifikasi targetnya, yang dia bunuh seharusnya adalah Neneng dan dia malah membunuh orang lain.


"Kesalahan nya sudah jelas dan dia tidak bisa di maafkan,dia sudah melanggar aturan Abdi dalem,,,"


"Mohon izin Ibu Suri,dia juga ternyata seorang penipu! bahkan namanya juga palsu dan dia berasal dari suku Sunda, Yang Mulia!"


Tiba tiba Pangeran Duma muncul dan memberikan sebuah dokumen kepada Ibu Suri, terlihat Ia memakai kacamata nya dan membaca setiap detail dari dokumen tersebut.


Perintah Ibu Suri,dia begitu percaya diri dan merasa terpuaskan dengan adanya informasi dari pangeran Duma tersebut.


Dengan segera Neneng di ringkus dan di seret masuk ke dalam penjara untuk di interogasi, bahkan dia dimasukkan ke dalam penjara kelas pembunuh dengan penjagaan yang ketat dan penyiksaan yang mengerikan.


Mendengar hal itu Pangeran Agung Satria segera meminta pertolongan Ibunda Ratu untuk menyelamatkan Neneng,namun karena tuduhan kepada Neneng adalah benar adanya dengan bukti yang jelas, bahkan Kanjeng Ratu pun tak dapat lagi menolong nya.


"Ibunda tak bisa berbuat banyak Pangeran ku! tuduhan nya sangat jelas dan dia dinyatakan bersalah, tentu saja dia harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia perbuat!"


Jawab Kanjeng Ratu begitu Pangeran Agung Satria bersikeras ingin menolong Neneng.


"Tapi Ibunda,,,,dia akan di siksa disana dan di hukum berat,Aku tak mungkin tinggal diam! bahkan Pakde Karwo pun di tangkap karena dianggap bersekongkol, lakukan sesuatu untuk menolong mereka Ibunda,Aku mohon!jika perlu Bunda tolong bujuk Ayahanda untuk menolong mereka!"Rengek Pangeran Agung memohon sambil memelas.


Bahkan Ratu pun merasa heran dengan sikap Putera keduanya itu, tidak seperti biasanya dia menyimpan perhatian dan kekhawatiran yang begitu dalam terhadap seseorang, terlebih terhadap abdi dalem yang biasa nya ia hanya acuh dan tak peduli.


"Kenapa kau begitu bersikeras ingin menolong nya Putera ku! Siapa dia bagi mu?!"Tanya Kanjeng Ratu,ia ingin tahu perasaan yang sesungguhnya Pangeran Satria terhadap abdi dalem milik Putra mahkota itu.


Degh

__ADS_1


Ditanya seperti itu Pangeran Agung Satria tak dapat menjawabnya,dia terdiam sambil menunduk,ia bahkan tak berani menatap mata Ibunya lagi.


"Dia adalah wanita kesayangan Putera mahkota,jadi yang dapat menyelamatkan nya hanya lah Kakak mu sendiri Pangeran Satria, Yaitu putera mahkota sendiri!"Kata Kanjeng Ratu seolah mengingatkan putera kedua nya itu bahwa ia tidak berhak menginginkan wanita Putera mahkota, meskipun hanya seorang abdi dalem, apabila putera mahkota menyayangi nya tak seorangpun boleh menginginkan nya, termasuk Pangeran Agung sekalipun.


"Ibunda benar!Aku harus memberitahukan Kanda Tirtayasa!"


Pangeran Agung Satria pun bergegas menemui Kakak nya yang mengurung diri di istana nya pasca ditemukan nya seorang abdi dalem yang tergantung di kediaman Liodra.


...****************...


"Katakan apa tujuan mu masuk ke dalam istana!?dan katakan siapa yang membawamu masuk dan melindungi mu selama disini,huh!?"


Tanya seorang penyidik yang ditugaskan Ibu Suri untuk menginterogasi Neneng.


Wajah Neneng penuh luka,dia di pukuli karena tak kunjung buka suara, pakaian pun sudah berantakan karena berkali kali bagian tubuhnya di pukul karena masih tidak mau menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan kepada nya.


Neneng hanya bingung harus menjawab apa,toh setiap tuduhan yang dialamatkan kepadanya semua benar adanya dan kini ia hanya bisa pasrah untuk menerima hukuman terhadap dirinya.


"Cepat katakan!siapa nama asli mu!jika kau tetap tak mau menjawab,maka terpaksa besi panas ini akan mendarat di wajah mu yang mulus ini!"Kata pengawal itu sambil menodongkan sebuah besi panas yang menyala ke wajah Neneng.


"Katakan siapa yang membawamu masuk ke dalam istana, wanita ******!?"


"Aku,,,!Aku yang menyuruh kepala Abdi dalem untuk membawanya masuk ke dalam istana! Beraninya kau memasukan nya ke dalam penjara dan menyiksa nya dengan begitu brutal! Siapa yang memerintahkan mu menyiksa pelayan pribadi ku,huh!?"Tiba tiba saja Putera mahkota muncul ke dalam penjara dimana Neneng sedang di siksa,dia mencengkram kerah baju pengawal tersebut dan membantingnya ke tanah.


"Ampun Yang Mulia!dia terindentifikasi memakai identitas palsu,jadi untuk kepentingan penyelidikan dia harus di interogasi untuk mengetahui tujuan nya masuk ke dalam istana,bisa saja dia adalah mata mata yang sengaja di kirim ke kerajaan kita,,,"


"Cukup! tuduhan mu tidak beralasan,dia memakai identitas palsu atas perintah ku karena tidak ingin ketahuan jika ia berasal dari suku Sunda, peraturan gila kerajaan seperti itu harus dihapuskan!dia adalah pelayan kesayangan ku! menyiksa nya sama dengan menyiksa tubuh ku! tangkap pengawal ini dan jebloskan dia ke dalam penjara!siksa dia sebagaimana dia menyiksa pelayan ku!"Perintah putera mahkota dengan tegas,dia terlihat sangat murka tatkala mendengar laporan jika Neneng sedang di interogasi dan di siksa dengan kejam.


Pangeran Agung Satria melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Neneng yang sudah berlumuran darah.


Putra mahkota yang miris melihat kondisi Neneng segera melepaskan jubah kebesaran Putera mahkota dan di pakai nya untuk membungkus tubuh Neneng yang sudah lemah tak berdaya.


Kemudian dia membopongnya dan segera membawa Neneng keluar untuk segera di obati.


"Yang Mulia,Saya bisa berjalan sendiri"Ucap Neneng lirih sambil menatap wajah putera mahkota yang sedang menggendong nya.


"Diamlah! jangan banyak bergerak dulu! tubuh mu penuh dengan luka , bagaimana kau bisa jalan sendiri dengan kondisi mu!"Ucap Putera mahkota sambil menatap miris wajah Neneng yang penuh dengan darah, hati nya merasa sakit tatkala melihat kondisi pelayan kesayangan nya itu.


Amarah nya membuncah kepada Ibu Suri, setelah mengantar kan Neneng ke ruang medis, ia segera menemui Ibu Suri Agung untuk meluapkan amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2