
"Kamu boleh menjadi apapun yang kamu inginkan saat bersamaku, asal kamu selalu bersama ku,aku tak akan keberatan sama sekali!"Putera mahkota memandang Neneng dengan penuh cinta, meskipun ia sempat kesal namun ia sangat senang karena akhirnya Raden Ayu akan menjadi miliknya selamanya.
Putera mahkota pun melepas penutup wajah (bukan cadar) yang menghalangi wajah cantik kekasih hatinya itu,ia meraih dagunya penuh dengan bergelora, kemungkinan bibir mereka saling berpagut satu sama lain, salon melepaskan rasa yang selama ini mereka pendam.
Neneng pun bahkan sangat menikmati dan membalas setiap kecupan indah dari sang Pangeran idaman,kini ia tak pedulikan lagi dengan apapun resiko yang akan ia hadapi ke depannya.
Cinta memang buta, namun Neneng tak ingin dibutakan oleh Cinta,,ia hanya mengikuti kata hatinya saja,tak ingin lagi menolak takdir yang digariskan untuk nya,ia harus siap bahkan jika nyawa yang akan menjadi taruhannya.
Saat mereka sedang saling menumpahkan perasaan mereka satu sama lain,, tiba-tiba saja terdengar gaduh di luar pintu kamar mereka,, suara Ibu Suri nampak samar samar terdengar,, rupanya ia marah karena kandidat dari pihak nya diusir keluar oleh Putera mahkota,,ia sudah dapat menebak jika putera mahkota akan lebih memilih Raden Ayu karena sangat mencintai nya, apapun resiko yang akan ia terima.
"Mohon ampun Yang Mulia Ibu Suri,, putera mahkota sedang bersama salah satu calon puteri mahkota,, beliau tidak bisa diganggu!"Ucap abdi dalem pribadi Putera mahkota sambil membungkuk kepada Ibu Suri Agung saat beliau memaksa masuk ke istana Puteri mahkota untuk menemui Putera mahkota begitu ia tahu Puteri Kinanti diusir keluar,ia ingin meminta penjelasan tentang Puteri mahkota yang terpilih.
"Buka pintunya sekarang juga!"Bentak Ibu Suri Agung kepada para abdi dalem.
Suara sampai terdengar begitu menggema ke seluruh penjuru istana Puteri mahkota.
Ibu Suri memaksa dengan menerobosnya masuk ke dalam ruangan dimana putera mahkota sedang bersama Raden Ayu.
Ibu Suri cukup terkejut dengan apa yang ia lihat di dalam sana.
Puteri Raden Ayu tengah bersimpuh dihadapan Putera mahkota dengan pedang yang teracung dileher nya,,ia nampak sangat ketakutan, tangan nya bergetar dan ia terdengar menangis dengan begitu terisak-isak.
"Apa yang terjadi putra mahkota?!"
Tanya Ibu Suri begitu melihat putera mahkota yang tengah mengacungkan pedang nya sambil terlihat begitu marah.
"Apa ini rencana mu juga Nenek?!apa kalian sengaja membodohi ku dengan mengirimkan perempuan rendahan ini untuk menjadi calon Ibu negara kerajaan kita ini!?Apa kalian sudah gila?!dia bukan berasal dari tanah Jawa asli tapi kalian malah meloloskan nya dalam seleksi,,apa kalian ingin merusak keturunan asli darah biru yang berasal dari darah ku,,apa kalian sengaja ingin merusak masa depan kerajaan kita!?"
Dengan mata penuh amarah, putera mahkota berbalik berpura pura tidak senang jika Raden Ayu yang akan menjadi puteri mahkota,,ia khawatir dengan ancaman surat kaleng yang baru saja ia temui saat ia menuju ke istana putri mahkota tadi.
Ia tak mau Raden Ayu menjadi korban keserakahan mereka yang menginginkan kematian puteri mahkota jika tidak sesuai dengan keinginan mereka.
"Aku tidak tahu menahu tentang ini, Cucuku! bahkan aku sangat menentang keputusan Ibumu itu, tapi kau tahu sendiri Ibu mu itu sangat keras kepala dan egois, mungkin dia berpikir kamu akan senang , karena kamu terlihat begitu dekat dengan mantan pelayan mu itu!"
Jawab Ibu Suri Agung,,ia sedikit lega jika mereka berdua ternyata bukan sedang bermesraan di dalam kamar tersebut.
__ADS_1
"Apa aku sebodoh itu?!Aku tidak akan mungkin jatuh cinta dan menjadi kan seorang pelayan untuk menjadi calon seorang Ratu ku,,aku hanya menganggap nya sebagai wanita penghibur semata,,tak ada niat sedikitpun untuk menaikkan status setinggi-tingginya seperti itu!"
Ucapan Putera mahkota cukup membuat Neneng begitu terpukul dan sakit hati,, apa maksud ucapannya baru saja!? begitu jauh berbeda dengan apa yang ia katakan tadi saat mereka berduaan,, bahkan putera mahkota sempat menciumnya tadi.
lalu sekarang?
ia bahkan sudah merendahkan diri nya dan menyinggung tentang status sosial nya,,
Neneng masih belum mengerti dengan perubahannya drastis dari Putera mahkota yang begitu secepat kilat berbalik seolah membencinya.
Ibu Suri berusaha menyembunyikannya rasa puas dan senang nya saat melihat kemarahan Putera mahkota karena mengetahui salah satu calon puteri mahkota ternyata mantan pelayan nya sendiri.
Begitu jelas terlihat bahwa Putera mahkota sangat tidak setuju dengan keputusan Ibunya tentang Puteri Raden Ayu yang ia dukung untuk menjadi putri mahkota.
"Pengawal!!"Teriak putera mahkota memanggil pengawal pribadi.
"Hamba Yang Mulia!"Segera para pengawal masuk menghadap sang putera mahkota yang tengah marah besar.
"Tangkap dan kurung dia ke dalam tahanan isolasi sampai aku memutuskan hukuman apa yang patut diterima oleh seseorang yang berani menghina ku,jaga dia dengan ketat dan jangan sampai ada yang mengunjungi nya tanpa seizin ku!" Perintah nya sambil menunjuk ke arah Neneng yang semakin menangis memohon penjelasan, kenapa ia sampai harus dihukum seperti itu.
"Baik Yang Mulia!"
"Dimana Ibuku sekarang!?"Tanya Putera mahkota kepada pakde Karwo yang tak kalah terkejut nya dengan apa yang sedang terjadi.
"Beliau sedang berada di istana paduka Raja, Yang Mulia! beliau tidak mungkin bisa diganggu di jam seperti ini!"
Seakan tak mendengarkan perkataan pakde Karwo,, putera mahkota segera keluar dari istri putri mahkota untuk mencari Kanjeng Ratu,,
"Tunggu putera mahkota,, apakah secara otomatis Puteri mahkota yang terpilih adalah Puteri Kinanti?!"
Ibu Suri Agung ingin segera memastikan nya.
"Aku tidak akan membuat keputusan sampai aku mengutus tuntas masalah ini, pemilihan Puteri mahkota akan aku tangguh kan samping waktu yang belum ku tentukan!"Jawab Putera mahkota sambil berlalu tanpa menoleh lagi ke arah Nenek nya itu.
Ibu Suri Agung tentu sangat kecewa,, meskipun ia sangat senang karena bukan si Raden Ayu yang terpilih,tapi rencana nya pun terancam gagal karena kemarahan Putera mahkota menghancurkan semuanya.
__ADS_1
"Sialan!"Umpat Ibu Suri sambil beranjak menuju bilik Puteri Kinanti.
...****************...
Neneng masih belum berhenti meronta ronta dan bertanya tanya kenapa ia sampai harus dihukum seperti itu.
Ia dimasukkan ke dalam ruangan yang gelap,pengap dan sempit,ia terus menangis dan berteriak minta agar jangan sampai ia di masukkan ke dalam tempat itu,, hingga akhirnya ia kelelahan dan hanya terduduk lemas di depan pintu yang terbuat dari besi yang sudah usang.
Ia masih tak habis pikir dengan apa yang sudah diperbuat oleh putera mahkota, sungguh sangat membingungkan segala nya.
Mendengar kabar jika Raden Ayu di masukkan ke dalam tahanan isolasi oleh sang kakak, pangeran Agung Satria langsung menemui Putera mahkota untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut.
"Aku dengar Puteri Raden Ayu dimasukkan ke dalam tahanan,, apakah itu benar Kakanda?!"
"Apa kau juga tahu jika Raden Ayu mengikuti seleksi calon Puteri mahkota?!"Putera mahkota malah balik bertanya.
"Apa karena sebab itu dia dihukum?! seharusnya kau juga menghukum ku, Ibunda Ratu dan aku yang sudah membuat rencana agar kalian bisa bersatu,apa itu sesuatu yang salah?!"Pangeran Agung Satria begitu marah karena ternyata kabar yang ia dengar benar adanya.
"Seharusnya kalian berunding dulu dengan ku sebelum merencanakan hal itu,,apa kalian tidak mempertimbangkan resiko apa yang akan Raden Ayu hadapi apabila dia menjadi menjadi seorang puteri mahkota?!"Terlihat jelas kekhawatiran di mata Putera mahkota.
"Apa maksudmu Kakanda,, kita semua tahu apapun bisa terjadi bukan bagi seseorang yang akan naik tahta!"Jawab pangeran Agung Satria belum faham maksud dengan ucapan Kakak nya itu.
"Jika dia terpilih, dia diancam akan gantung di istana Puteri mahkota,,aku sendiri yang mendapatkan ancaman itu!"Putera mahkota pun menyodorkan kertas ancaman yang dikirim orang tak dikenal lewat surat kaleng yang ia terima.
Wajah Pangeran Agung Satria langsung berubah penuh khawatir dan penuh amarah begini membaca pesan tersebut.
"Aku pikir masalah ini sudah lewat,, dimana Raden Ayu sekarang!?"Katanya dengan nada penuh ketakutan, takut terjadi sesuatu kepada Raden Ayu.
"Aku sengaja memasukkan nya ke dalam tahanan isolasi dan dia dijaga dengan ketat disana, tidak ada yang boleh menemui nya tanpa seizin ku, dengan begitu dia akan aman sampai masalah ini kita usut sampai tuntas!"Jawab Putera mahkota.
"Kita tidak akan mungkin menghukum siapa pun pelaku ancaman ini,,jika ini karena ulah Nenek kita,apa mungkin Ayahanda akan sanggup untuk menghukum nya hanya karena seorang Raden Ayu,dia begitu menghormati dan mengasihi Ibunya!"
"Setidak seorang Raja harus mampu melindungi nyawa rakyat nya dan melindungi orang terkasihnya agar tidak berbuat semena-mena,, segera cari bukti siapa sebenarnya dalang di balik semua ini!Aku akan menghukum siapa saja yang sudah berani berbuat semena-mena terhadap nyawa seseorang, dengan begitu kita juga akan bisa mengusut tuntas tentang pembunuhan tunangan ku waktu itu!"
Dengan tegas Putera mahkota memerintahkan penyelidikan.
__ADS_1
"Baik Kakanda, akan ku lakukan sesuai perintah mu,dan aku akan melakukan nya secara sembunyi-sembunyi!"
...****************...