MBOK AYU

MBOK AYU
Surprise


__ADS_3

"Siapa perempuan yang satunya,dia berasal dari kubu mana?!"Tanya Putera mahkota kepada Pakde Karwo sambil berjalan menuju istana Putri mahkota.


"Hamba kurang tahu Yang Mulia! hamba tidak diberitahukan tentang keduanya!"


Jawab Pakde Karwo, sesuai perintah Kanjeng Ratu, putera mahkota tidak diberitahukan tentang siapa yang akan menjadi puteri mahkota yang harus ia pilih.


"Srattt!"


Tiba tiba saja ada anak panah yang tertancap di hadapan putera mahkota,ada surat kaleng yang ditujukan untuknya.


Pakde Karwo segera memerintahkan para pengawal untuk mengusut asal anak panah tersebut, sedangkan ia membuka dan membaca surat kaleng tersebut,,


#Jika kau salah memilih,,kau akan tahu akibatnya,kami akan menggantung putri mahkota terpilih jika tidak sesuai dengan keinginan kami!kau pasti tahu siapa yang paling berkuasa di istana ini!#


Begitu lah isi dari surat kaleng tersebut yang ternyata berbentuk sebuah ancaman,, putra mahkota meremas kertas itu dengan penuh amarah, kemudian melanjutkan langkahnya menuju istana Putri mahkota.


Hingga akhirnya dia masuk ke dalam istana Puteri mahkota dan melihat ada dua wanita dibalik tirai, tidak dari keduanya yang membuat ia ingin memperistri salah satu nya.


"Apa yang kalian tunggu!? bukan kah kalian berada di sini karena menginginkan ku!buka pakaian kalian berdua dan kita akan bercint* bersama sama malam ini!"


Ucap Putera mahkota membuat suasana begitu ambigu,, Puteri Kinanti dan Raden Ayu begitu bergetar ketakutan bahkan setelah melihat wajah Putera mahkota yang dingin tanpa ekspresi,,


Mereka semakin kalut begitu putera mahkota melucuti pakaiannya sendiri dan kini tubuh nya yang berdiri dihadapan mereka,tanpa pakaian sehelai benang pun.


"Mohon maaf Yang Mulia,,kami disini bukan untuk melakukan hal yang tidak pantas seperti itu!"Ucap Raden Ayu memberanikan diri,ia langsung menundukkan pandangan nya begitu putera mahkota melucuti pakaian nya sendiri dengan nada penuh amarah.


"Kau berani membantah ku!?"


"sranggg!"


Tiba tiba saja Putera mahkota langsung mencabut pedang nya dan mengarahkan nya kepada Raden Ayu yang masih tertunduk di balik tirai.


"Lalu apa tujuannya mu berada disini!? bukan kah kalian ingin menggoda ku untuk menghasilkan seorang putera untuk menguatkan posisi kekuasaan keluarga kalian!"Bentar Putera mahkota penuh amarah.


Keduanya terdiam,, mereka takut salah ucap dan malah membuat Putera mahkota semakin marah dengan pedang ditangan nya.

__ADS_1


"Mohon maaf Yang Mulia!jika saya sudah membuat anda begitu kesal, saya siap mendapatkan hukuman Yang Mulia!"


Raden Ayu kembali yang menjawab, sedangkan putri Kinanti hanya terdiam karena takut salah ucap.


"Lancang!kau berani menentang ku!Kau pikir aku tak sanggup menebas leher mu yang tak berguna itu! Akan ku tunjukkan bahwa siapapun yang berani menentang ku,dia akan berakhir dengan pedang ini dilehernya!"


Putera mahkota mendekati salah satu wanita yang selalu membantah nya yang tertunduk bersimpuh di balik tirai itu sambil mengacungkan pedang nya.


Ia curiga dengan sosok yang satu itu,selain ia merasa tidak asing dengan suaranya, kata kata dan logatnya yang berbeda dengan logat kerajaan nya begitu sering ia dengar,jika yang lain biasanya selalu mengatakan mohon ampun,dia akan mengatakan mohon maaf,jika yang lain biasanya akan mengatakan hamba,dia akan mengatakan saya,, apakah mungkin dia adalah dia?


Sosok yang sedang ia rindukan,yang membuat ia selalu marah marah tak jelas karena akhir akhir ini ia begitu sulit untuk menemuinya,dia selalu menghilang tanpa jejak dan sulit untuk mencari nya,,tapi rasanya tak mungkin, siapa yang akan mendukung nya untuk naik tahta menjadi seorang puteri mahkota.


Begitu batin Putera mahkota sambil menyobek tirai yang menghalangi di antara mereka,, bahkan perempuan itu pun masih memakai penutup wajah untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya.


Putera mahkota mengangkat dagu perempuan itu dengan pedang nya,ia ingin menatap matanya secara


langsung.


"Lihat aku!"


"Saya tidak berani Yang Mulia!"Ucapnya dengan mata yang terpejam.


"Kau tidak takut jika pedang ini yang akan mencongkel matamu itu!"


"Maafkan saya Yang Mulia!"Ucapnya sambil membuka matanya dan menatap mata putera mahkota yang tajam balik menatap nya.


Putera mahkota tersenyum sinis,kini ia tahu sosok yang berada di balik cadar itu, semua orang telah membohongi nya,dia semakin penuh diliputi rasa marah yang membuncah.


"Keluar lah jika kau ingin selamat, kembali ke kamar mu dan aku akan menemui mu disana!Aku akan menghukum dulu orang yang sudah berani menantang ku!"Ucap Putera mahkota kepada Puteri Kinanti dengan nada yang di lembut lembut kan, sedangkan pedangnya masih ia arahkan kepada Neneng.


"Baik Yang Mulia!"Jawab Puteri Kinanti sambil memberi hormat lalu ia pun keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Raden Ayu yang sedang kena marah Putera mahkota, puteri Kinanti pikir ia lah yang akan di pilih oleh putera mahkota.


"Tuan Puteri di usir dari dalam?! kenapa Tuan Puteri, apakah Anda tidak terpilih?"Tanya abdi dalem pribadi yang khusus melayani putri Kinanti.


"Jangan bicara sembarangan kamu! justru aku yang terpilih, Aku disuruh putera mahkota untuk keluar karena Raden Ayu sedang kena hukuman karena sudah berani menantang putera mahkota, mungkin dia akan dipenggal sebentar lagi!"Ucap Puteri Kinanti begitu percaya diri.

__ADS_1


Tak lama rumor langsung menyebar ke seluruh penjuru istana,jika Puteri Kinanti lah yang terpilih dan Raden Ayu akan dihukum dengan dipenggal.


"Bagaimana kau bisa membohongiku ku!?Aku mencari mu sampai aku hampir gila,dan kau ternyata mengikuti seleksi untuk menjadi Puteri mahkota?! Apa kau puas melihat ku tampak begitu bodoh!"Putera mahkota begitu marah tatkala ia mengetahui jika salah satu calon puteri mahkota adalah Raden Ayu,ia merasa sudah dibohongi semua orang di tengah kekalutan nya mencari cari sosok Raden Ayu yang menghilang.


"Maafkan saya Putera mahkota,,saya pikir anda mengetahui nya!"Jawab Neneng begitu gugup, dengan pedang dilehernya, bagaimana ia tidak ketakutan.


"Kau tahu begitu putus asa nya diriku mencari mu kemana mana, bahkan semua orang bersekongkol membohongiku dan mengatakan tidak tahu tentang keberadaan mu,,aku pikir kau sengaja pergi karena aku akan segera dinikahkan dengan orang lain,,,!"


Prang!


Putera mahkota menjatuhkan pedangnya,ia bersimpuh dihadapan Neneng dengan mata yang berkaca kaca,, terlihat jelas di mata nya,betapa ia senang karena dapat menemukan Neneng kembali.


"Yang Mulia,,,, maaf!"


Neneng begitu merasa bersalah,ia tak menyangka jika Putera mahkota akan sampai seperti itu,ia menyentuh pipi Putera mahkota dan mengusap air matanya yang mengalir, kemudian ia pun memeluknya begitu erat.


Putera mahkota menangis dalam pelukan Neneng, seakan seorang anak yang baru saja kehilangan ibunya lalu bertemu kembali, Neneng begitu terharu, putera mahkota adalah satu satunya orang yang menangisi nya karena takut kehilangan nya.


"Jangan pernah tinggalkan aku,, tetap lah berada di sisiku apa pun yang terjadi,aku mohon!"Ucap nya begitu lirih.


Neneng hanya mengangguk namun penuh dengan kepastian.


"Aku tak bermaksud mempermainkan mu,aku hanya mengikuti perintah Kanjeng Ratu,mungkin ia ingat memberimu kejutan, bahkan aku sudah sempat menolak tawaran nya untuk menjadi Puteri mahkota!"


"Kamu tidak ingin menjadi Ratu ku?! kamu bahkan sudah menolak ku?! apakah Kamu lebih mencintai adik ku?!"


Putera mahkota melepaskan pelukannya,ia penasaran kenapa Raden Ayu sampai menolak nya terus.


"Bukan begitu Yang Mulia ,, tadi nya aku lebih menginginkan menjadi pelayan pribadi mu seumur hidupku, selalu berada di samping mu,itu lebih dari segalanya bagiku,aku hanya tak ingin orang lain menyentuh mu, memakai kan pakaian mu, menyuapi mu makan, menemani kemanapun engkau pergi Yang Mulia, itulah yang aku inginkan!"Ucap Neneng dengan masih memegang wajah sang Pangeran.


"Kamu boleh menjadi apapun yang kamu inginkan saat bersamaku, asal kamu selalu bersama ku,aku tak akan keberatan sama sekali!"Putera mahkota memandang Neneng dengan penuh cinta, meskipun ia sempat kesal namun ia sangat senang karena akhirnya Raden Ayu akan menjadi miliknya selamanya.


"Mohon ampun Yang Mulia Ibu Suri,, putera mahkota sedang bersama salah satu calon puteri mahkota,, beliau tidak bisa diganggu!"Ucap abdi dalem pribadi Putera mahkota sambil membungkuk kepada Ibu Suri Agung saat beliau memaksa masuk ke istana Puteri mahkota untuk menemui Putera mahkota begitu ia tahu Puteri Kinanti diusir keluar,ia ingin meminta penjelasan tentang Puteri mahkota yang terpilih.


"Buka pintunya sekarang juga!"Bentak Ibu Suri Agung kepada para abdi dalem.

__ADS_1


__ADS_2