
"Bagaimana perasaan mu sekarang, sudah lebih baik?!"Tanya Pangeran Agung Satria begitu Neneng selesai diobati oleh dokter khusus kerajaan.
"Ya , terimakasih Pangeran Agung!Aww!"Ucap Neneng sambil tersenyum tipis menahan rasa sakit yang mendera seluruh tubuh nya.
"Beristirahat lah! jangan banyak dulu bergerak,kau harus benar-benar pulih!"Kata Sang Pangeran sambil mengelus lembut jemari Neneng.
"Ah iya!Aku harus menemui Putera mahkota,dia pasti sangat membutuhkan ku setelah adanya kejadian kemarin,dia pasti sangat shock!"Kata Neneng sambil berusaha bangkit hendak menemui Putera mahkota.
Namun Pangeran Agung Satria menarik tangan nya dan menahan nya agar tidak pergi.
"Berhenti Neng!Kamu tidak perlu lagi mencemaskan Putera mahkota, keselamatan mu lebih penting sekarang!"Tegas Pangeran Agung Satria.
Neneng menatap tajam pangeran Agung yang berdiri tepat di hadapan nya,baru pertama kali sejak ia datang ke istana itu,ada yang memanggil nama aslinya.
"Seperti yang pernah Anda katakan Pangeran, Putera mahkota lebih penting dari segala nya, begitu juga bagiku saat ini, Aku pun ingin melindungi nya dengan segenap jiwa ku!"Ucap Neneng serius
"Tapi bagiku sekarang kau jauh lebih penting,Aku tak ingin kau kehilangan nyawamu dengan sia sia di istana ini!Jadi tolong dengarkan Aku! Kau tak perlu datang lagi ke istana putera mahkota!Aku bisa membantu mu keluar dari istana ini dan menjalani hidup yang normal sebagai orang biasa!Ayo pergilah bersama ku!"Kata Pangeran Agung Satria,dia mengajak Neneng kawin lari atau apa sebenarnya,sikap kedua Pangeran sungguh membingungkan bagi Neneng, tapi meskipun tawaran Pangeran Agung cukup menggiurkan, entah kenapa hatinya tak ingin jauh dari Putera mahkota.
"Saya tahu maksud anda baik Pangeran!Saya sangat berterimakasih atas tawaran anda!Tapi ini adalah pilihan Saya, Saya harus menemui Putera mahkota sekarang!"Jawab Neneng sambil menepis cengkeram tangan Pangeran Agung, namun dia tak mau melepaskan nya.
"Aku harap kau tidak menyesal nantinya dengan keputusan mu ini! baiklah,Aku akan mengizinkan mu untuk tetap berada di istana putera mahkota tapi dengan satu syarat!"Ucapnya bernegosiasi.
"Syarat apa?!"Tanya Neneng dengan malas.
"Kau tidak boleh jatuh cinta kepada Putra mahkota!Apa kau bisa berjanji!?"
"Atas dasar apa Anda melarang ku untuk menyukai Putra mahkota!?"Neneng balik bertanya.
"Karena kau adalah milikku, Neng,Aku tidak mau kau dimiliki siapapun, apalagi kakak ku sendiri!"
"Cukup Yang Mulia!Kita tidak boleh melewati batas! hubungan kita tidak boleh lebih dari seperti sekarang ini! bagi saya, Anda adalah seorang teman,dan tetap ingin seperti ini sampai kapanpun!Saya minta maaf Yang Mulia!Saya harap hubungan kita tidak berubah setelah ini!"Ucapan Neneng terasa begitu menghujam di dada sang Pangeran Agung.
__ADS_1
Dia hanya bisa menatap punggung Neneng yang semakin hilang menuju istana Putra mahkota.
Dia terdiam ambigu, dadanya terasa sesak,tak disangka dia di tolak mentah-mentah oleh seorang abdi dalem yang tak bisa ia pungkiri telah mencuri hatinya, sejujurnya ia tak rela jika Neneng harus jatuh ke dalam pelukan kakaknya.
Tak disangka Pangeran Agung Satria mengejar Neneng ke tempat Kakak nya.
...----------------...
Putera mahkota terduduk di atas tempat tidurnya nya sambil memeluk lututnya, perkataan Ibu Suri begitu terngiang-ngiang di telinga nya.
"Sebaiknya Kau lepaskan abdi dalem itu Putera mahkota!jika dia berada terus di sisimu justru itu akan mengancam nyawanya,Kau tahu abdi dalem yang tergantung tergantung di kediaman Liodra? seharusnya dia kerja bagian sip malam waktu itu, namun abdi dalem yang bernama Ayu itu menggantikan posisi nya,kau tahu itu apa artinya?! Artinya sesungguhnya target pembunuhan yang sebenarnya adalah Abdi dalem yang bernama Ayu itu, seharusnya kau menyadari itu sebelum kau bertindak lebih jauh Putera mahkota!Aku bisa menjamin keselamatan nya dengan satu syarat!"Kata Ibu Suri Agung,dia berusaha bernegosiasi dengan memanfaatkan kelemahan Putera mahkota, hatinya selalu goyah jika menyangkut orang yang ia sayangi.
"Aku tidak butuh perlindungan apapun dari Anda Ibu Suri Agung,Jika Anda berani menyentuh orang orang ku,Aku tak segan bertindak lebih jauh,tak peduli siapapun dia!"Putera mahkota berusaha menguatkan diri di hadapan semua orang,dia tahu,dia tak boleh memperlihatkan kelemahan kepada siapapun.
"Hahaha,kau tidak pernah berubah dari dulu, Cucu ku!kau tetap angkuh, sombong,dan tidak tahu sopan santun!Kau seharusnya sadar, seorang Pangeran tidak bisa menikah dengan seorang Abdi dalem!"
"Siapa yang bilang tidak boleh!? peraturan kerajaan yang memuakkan itu akan aku rubah segera! pikiran pikiran kuno seperti itulah sesungguhnya yang akan menghambat perkembangan zaman, ingat Yang Mulia! usia Anda sudah tidak muda lagi! seharusnya Anda yang sadar,jika dunia ini tak selamanya akan bisa kau genggam!"Tegas Putera mahkota tanpa rasa takut.
Dia membungkuk memberi hormat kemudian berlalu dari istana Ibu Suri.
...----------------...
Neneng menerobos masuk ke dalam kamar Putera mahkota.
Dengan perlahan dia duduk dihadapan nya sambil menatap nya sendu.
"Yang Mulia, Anda baik baik saja?!"Tanya nya lirih.
Putera mahkota membalas tatapan sendu Neneng,ada sesuatu dibalik tatapan mereka, bukan sekedar antara atasan dan bawahan,rasa khawatir yang tak seharusnya ada diantara mereka,memang tak semestinya ada.
Neneng mengambil tissue didepan nya, lalu dengan lembut mengelap wajah Putera mahkota, kehangatan dan ketulusan sikap Neneng begitu menusuk jantung Sang putera mahkota,menjalar ke seluruh tubuhnya, membangunkan gairah hidupnya yang sudah lama redup.
__ADS_1
Mereka tak dapat lagi membendung perasaan nya.
Perlahan Putra mahkota menyentuh tangan Neneng yang dengan lembut menyentuh wajahnya, senyum diantara kedua mengembang.
Disentuh nya perlahan ujung bibir Neneng yang terluka, seakan ia merasakan sakit yang Neneng derita, begitu pula sebaliknya, Neneng ikut merasakan kesedihan yang Putera mahkota rasakan selama ini.
"Yu,,, tetaplah berada di sisiku, jangan pernah meninggalkan ku,apa kau bisa berjanji!?"Ucap putera mahkota memohon begitu tulus.
"Entah apa yang menahan ku disini Yang Mulia, bahkan aku ingin tetap di sisimu meskipun hanya menjadi seorang pelayanmu seumur hidupku,Aku rela meskipun Aku dianggap sebagai pengganti tunangan mu yang sudah pergi!"
Batin Neneng sambil mengangguk penuh kepastian.
"Baik Yang Mulia,Saya akan selalu di sisimu! asalkan Anda berjanji untuk tetap tegak berdiri seperti matahari, kokoh seperti gunung, jadilah Raja yang arif dan bijaksana, selama Saya berada di sisimu, Anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun,Saya akan setia mengabdi kepadamu,Yang Mulia!"Entah dari mana kata kata itu berasal, ucapan itu keluar dari mulutnya begitu saja.
Neneng membungkuk begitu dalam tanda kesetiaan.
Putra mahkota tersenyum bahagia, diraihnya tubuh Neneng dan mendekapnya begitu erat, seakan saling menyatukan perasaan mereka.
Perlahan bibir Putera mahkota turun dan menempel pada mulut Neneng yang berwarna merah muda dan terlihat sangat ranum itu,Ia bergerak lembut dan perlahan karena bibir Neneng yang terluka,ia takut Neneng merasa kesakitan.
Neneng membalas sentuhan lembut Sang putera mahkota dan lidah mereka pun saling bertaut satu sama lain, tangan Putera mahkota turun ke leher Neneng lalu menarik nya sehingga pagutan mereka semakin dalam dan indah , semakin lama sentuhan mereka semakin panas dan brutal, kecupan kecupan indah mulai berani putera mahkota lakukan dan naluri Neneng pun tak mampu menolak nya,dia menikmati setiap irama dan gerakan lawan jenisnya kali ini.
Ini adalah yang pertama kali bagi keduanya.
Kedua insan saling menyembuhkan rasa sakit satu sama lain, perlahan namun pasti, tangan Putera mahkota melucuti kancing baju Neneng,dan tiba tiba,,,
"Brakkk!"
Pangeran Agung Satria menerobos masuk ke dalam kamar kakaknya itu,lalu menarik tangan Neneng yang tengah asyik bermesraan dengan Putra mahkota, tanpa se ucap patah kata pun ia membawa Neneng keluar dan meninggalkan putera mahkota yang terkejut bukan main dengan sejuta kemurkaannya terhadap adiknya itu.
"Lancang! Satria apa apaan kau!kembali dan jangan bawa wanita ku!Atau kau akan ku bunuh!"
__ADS_1
Sranggg!
Putera mahkota mencabut pedang miliknya dan bergegas lari mengejar Pangeran Agung Satria yang membawa lari kekasihnya.