
"Wooo!Wooo!Awas hati hati Tuan Puteriii!"Teriak Pangeran Airlangga sambil refleks hendak menangkap tubuh Neneng yang hampir terjatuh dari tangga.
Namun ia terlambat, tubuh Neneng sudah terlebih dahulu berada di pelukan seseorang.
Ternyata dengan sigap Putera mahkota segera berlari menghampiri Neneng yang sudah melihat tubuh nya oleng dan akan segera jatuh tadi.
"Hati hati dengan langkah mu Tuan Puteri,jika tidak, bisa bisa tubuh mu bisa bonyok karena sering terjatuh!"Ucap Putra mahkota sambil merangkul tubuh Neneng yang dan menopang nya.
Pangeran Agung Satria pun menghentikan langkahnya tatkala melihat pemandangan itu, tadinya ia berniat menolong Neneng juga, tapi ternyata Putera mahkota lebih gesit dari dugaan nya.
"Lepaskan Yang Mulia!malu di lihat banyak orang!"Bisik Neneng karena Putera mahkota terus saja memeluk nya dengan erat padahal Neneng sudah tidak apa apa.
"Anda tidak apa apa My princess?!"Tanya Pangeran Airlangga dengan genit nya sambil melihat lihat tubuh Neneng dan memegangi nya.
"Singkirkan tangan nakal mu itu Airlangga!"Ucap putera mahkota,pelan namun terdengar tegas.
"Uuhhh! sejak kapan putera mahkota perhatian terhadap seorang wanita!?"Sindir Pangeran Airlangga.
"Kembali ke tempat mu,dan jangan ganggu dia!"Bentak Putera mahkota kepada adiknya yang satu itu, Pangeran Agung Airlangga memang terkesan genit dan mata keranjang.
"Tuan Putri,mari kita melihat lihat kediaman mu!Aku akan mengantarkan mu kesana!"Kata selir Kanjeng Nyai Roro, Ibunda Pangeran Arjuna.
"Aku juga akan mengantar nya!"Ucap Pangeran kecil Guntara.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi bersama ke istana para pangeran!"Ajak Kanjeng Nyai Roro dengan sikap nya yang ceria,dia enerjik, centil dan humoris, semua orang sangat menyukai nya.
"Apa?! istana para pangeran!apa aku tidak salah dengar!?"Ucap putra mahkota sambil matanya agak melotot.
"Iya! istana para pangeran,Yang Mulia! Paduka Raja memerintahkan agar Putri Raden Ayu tinggal disana bersama para pangeran!apa anda keberatan?!"Nyai Roro merasa ada yang aneh dengan sikap Putera mahkota yang terlihat aga posesif kepada Neneng.
__ADS_1
"Ahh,ti tidak!hanya saja kenapa harus di istana para pangeran!dia kan seorang perempuan, sedangkan yang tinggal disana laki laki semua!apa itu tidak akan jadi masalah!?"Kata Putera mahkota terlihat gugup,ia mencari cari alasan agar Neneng tidak tinggal bersama adik adiknya yang berandalan itu.
"Kenapa jadi masalah?Aku selalu ingin memiliki saudara perempuan! Kita bisa tidur bersama jika kamu merasa kesepian, saudariku!"Goda Pangeran Airlangga sambil memepetkan tubuh nya ke dekat Neneng.
Semua orang geleng-geleng kepala melihat tingkah pangeran yang satu itu.
Putera mahkota semakin khawatir dengan kelakuan nya,ia menjadi salah tingkah dan gusar ketika Neneng akan tinggal dengan para Pangeran dan menjauh darinya.
"Ayolah,kita segera lihat kediaman mu,Tuan Puteri!"
Ucap Pangeran Agung Satria sambil menarik tangan Neneng dari kerumunan adik adiknya, mereka akhirnya mengikuti langkah Neneng untuk menyambut kedatangan penghuni baru di istana mereka.
Putera mahkota semakin geram karena Neneng malah semakin berdekatan dengan Pangeran Agung Satria,dia tahu perasaan adiknya itu yang menyukai Neneng,kini kesempatan lebar semakin terbuka bagi Pangeran Agung Satria, itu membuat nya semakin resah.
Sedangkan kebingungan Neneng masih menyelimuti dirinya,ia masih menganggap bahwa semua ini hanyalah mimpi indah baginya.
...****************...
"Kurang ajar!Anak dari Patih Bimo!?apa itu sungguh benar adanya?!apa kalian sudah memastikan kebenaran itu?!"Ibu Suri Agung sangat marah dan murka,ia tidak bisa terima dengan keputusan Putera nya tentang pengangkatan status Neneng.
"Benar Yang Mulia, Hamba sudah memastikan jika hal itu adalah benar adanya!"Ucap anak buahnya yang biasa bertugas sebagai mata matanya.
"Sialan! berati mereka sudah merencanakan semua ini!"Gumamnya.
"Benar Yang Mulia! Paduka Raja memang sudah lama mencari tentang keberadaan Patih Bimo, namun karena sudah meninggal, akhirnya kepala Abdi dalem membawa Putri nya masuk istana!"Tambah Selir Dewi Sinta, membuat dada Ibu Suri semakin memanas.
"Jika kita tidak bisa menyingkirkan nya dengan cara sadis seperti kemarin,Aku akan membuatnya menjadi sumber masalah di istana ini!"Kata Pangeran Duma dengan percaya diri.
"Apa maksud mu Cucu ku!?"Tanya Ibu Suri penasaran.
__ADS_1
"Aku yakin ada sesuatu diantara Putra mahkota, Pangeran Agung Satria dan perempuan itu,Nenek!kita bisa membuat pertumpahan darah diantara para pangeran Agung dengan itu,jika menyangkut masalah perempuan, biasanya akan sangat sensitif, dengan itu, kita akan lebih mudah untuk menyingkirkan perempuan itu ,para pangeran Agung akan saling menyerah satu sama lain dan posisi putera mahkota akan goyah setelah nya,aku kan maju ke depan menjadi seorang Pangeran yang paling bersih dan layak di mata Ayahanda!"
"Kau selalu pintar dan bisa diandalkan Pangeran Duma! Nenek bangga kepada mu, itulah sebabnya kenapa nenek selalu berusaha menjadikan mu sebagai putera mahkota!kau memang layak untuk posisi itu!"Puji Ibu Suri.
"Anda berlebihan Yang Mulia!"Ucap Selir Dewi Sinta sambil tersenyum senang.
...----------------...
"Menurut Hamba, satu satunya cara agar posisi Putera mahkota aman hanya dengan segera mencarikan nya seorang Puteri mahkota Yang Mulia! dengan begitu akan banyak datang dukungan kepadanya, apalagi saat ini Ibu Suri begitu gencar ingin menjadikan Pangeran Duma sebagai Putera mahkota,itu sangat berbahaya Yang Mulia, mengingat Ibu Suri selalu melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya!"
Ucap Dewan penasihat kanan yang merupakan koalisi Kanjeng Ratu.
"Hmm, kalau begitu kita harus adakan segera seleksi
untuk pemilihan calon Puteri mahkota, segera beritahu paduka Raja agar kita mendapatkan dukungan penuh darinya sebelum Ibu Suri menghasutnya!"Kata Kanjeng Ratu sambil terlihat berpikir begitu keras, posisi Putera mahkota yang diduduki Putera nya begitu rentan di guling kan, apalagi nyawa Puteranya pun menjadi taruhannya demi mempertahankan posisi itu.
"Lalu siapa yang menjadi kandidat yang tepat untuk posisi calon Puteri mahkota menurut mu dewan penasehat kanan!?"Ia meminta pendapat untuk mendapatkan calon menantu ideal, bukan sekedar calon menantu,ini adalah tentang masa depan kerajaan, Puteri mahkota adalah calon Ibu negara,jadi tidak boleh sembarangan dan asal dalam memilih.
"Ada beberapa kandidat yang cocok Yang Mulia Ratu, seperti Puteri dari Menteri pertahanan, dia sangat berpengaruh dan akan bagus apabila menjadi pendukung Putera mahkota, atau Puteri menteri keuangan misalnya, mereka buka. pendukung Ibu Suri,Yang Mulia,tapi hamba dengar Putera mahkota sedang dekat dengan Puteri dari mendiang Patih Bimo,Ia juga sangat berpengaruh dan memiliki banyak pendukung yang merupakan pendukung Paduka Raja ,hamba rasa akan sangat menguntungkan jika mereka bersatu!"Yang dia maksud adalah Neneng,kini Neneng menjadi org penting di kerajaan, keberadaan cukup menjadi pro kontra karena kedudukan Ayah nya dulu yang cukup berpengaruh.
"Tapi Aku mendengar kabar jika Puteri mendiang Kangmas Bimo akan Paduka jodoh kan dengan Puteraku yang lain, yaitu Pangeran Agung Satria, bagaimana mungkin kita dapat mencalonkannya sebagai Puteri mahkota jika kabar itu benar adanya!"
Kata Kanjeng Ratu,ia tidak mungkin menyakiti putera nya yang lain demi kepentingan Putera mahkota.
"Tolong pertimbangkan kembali Yang Mulia! Apalagi Putera mahkota banyak berubah setelah bertemu dengan Gadis itu, hamba yakin Putera mahkota akan lebih kuat kedudukan jika disandingkan dengan nya,dia pintar dan berkarakter kuat,dia calon Ratu masa depan, Yang Mulia, hamba yakin!"Entah kenapa Dewan penasehat kanan begitu yakin dengan pendapat nya,dia seperti melihat sinar yang begitu terang dalam diri Neneng.
"Aku tidak tahu,Aku tidak ingin menyakiti salah satu putera ku hanya karena kekuasaan!"Ucap Kanjeng Ratu begitu bimbang.
"Jika Kanjeng Ratu ragu mengambil langkah yang terbaik,kita harus mencari tahu perasaan gadis itu yang sebenarnya, hatinya berlabuh kepada siapa, kepada Putra mahkota atau kepada Pangeran Agung Satria!"
__ADS_1