MBOK AYU

MBOK AYU
Bertemu seseorang yang dirindukan


__ADS_3

Neneng termenung di bawah sinar rembulan dekat jendela kamar nya,ia memikirkan apa yang Kanjeng Ratu katakan tadi kepada nya,,


Puteri mahkota???


Akhh, rasanya itu mustahil,ia ingin menjadi orang biasa saja dan menjalani hidup normal sesuai dengan keinginannya, bisakah itu terjadi?


Hidup berkecukupan tanpa memikirkan hutang yang menumpuk dan kontrakan yang harus dibayar setiap bulan, melihat adiknya berhasil lalu menikah dengan pria yang ia cintai,,


tunggu,,pria yang ia cintai?!


memangnya siapa?


Selama ini hanya satu orang yang mampu membuat hati nya bergetar tak karuan saat berpapasan dengan nya, senang saat berada di dekat nya,dan rindu jika tak melihat wajahnya,apa benar ia sudah jatuh cinta?


Seseorang yang sulit dijangkau, bahkan jika takdir menyatukan mereka, belum tentu kebahagiaan dapat ia rasakan,, bahkan mungkin hanya masalah yang akan ia sambut,,


Tapi,, bukan kah dengan cinta segalanya akan jadi lebih mudah,,ahh entahlah !!


Cinta adalah tentang dua orang,,yang lain hanya numpang hidup saja,,, iya kan,, hehehe


Neneng menutup jendela kamarnya karena malam sudah semakin larut.


Namun tiba-tiba seseorang menahan jendela nya agar tetap terbuka.


"Putra mahkota?! sedang apa disini,,"


Neneng begitu terkejut,ia menengok ke sekeliling, takut ada yang melihat.


"Suttt! biarkan aku masuk dulu nanti aku jelaskan!"Bisik putera mahkota, tingkah nya semakin hari semakin menggila.


"Tidak akan! kembali lah,,, bagaimana kalau ada yang melihat!"


"Memang nya kenapa!? aku tak peduli! ayolah keluar atau aku yang akan masuk!"


"Tidak mau!ini sudah malam dan saya tidak ingin menjadi bahan gosip! Kanjeng Ratu bisa marah jika ada yang melaporkan anda disini!"

__ADS_1


"Ohh, jadi karena Ibu ku kamar mu di jaga begitu ketat, bahkan aku tak di izinkan masuk lewat pintu depan!"


"Tentu saja,!Anda adalah seorang putera mahkota,dan tidak pantas untuk kita melakukan hal yang tidak seharusnya!"


"Aku tidak peduli!kalau begitu ayo kita kawin lari saja!Aku akan mundur menjadi putera mahkota!dan kita akan hidup sebagai rakyat biasa saja!itu kan yang kamu impikan?!"Putera mahkota menggenggam tangan Neneng dari bawah jendela,sinar matanya begitu terpancar memantulkan cahaya, seindah sinar rembulan, membuat siapa saja yang menatapnya akan kelepek kelepek dan bertekuk lutut dihadapan nya.


"Busyeett!makin gila aja ni Pangeran gendeng!apa lagi coba,, kawin lari??gak kawin lari aja aku mau kok!mohh ah aku capek kalo kawin lari!"


Batin Neneng sambil ingin cekikikan namun ia tahan.


"Jangan ngaco Yang Mulia! jangan buat saya terus terusan berada dalam masalah , kembali lah sekarang dan segeralah tidur Yang Mulia! selamat malam!"Kata Neneng sambil menutup paksa jendela nya, sedangkan putera mahkota terus saja menggedor gedor dari luar,ia masuk lewat pintu belakang karena pintu depan menuju kamar Neneng dijaga ketat oleh penjaga, bahkan Neneng tidak tahu alasan nya untuk apa.


Neneng mengetuk pintu kamarnya dari dalam, berharap ada penjaga yang membuka nya, karena ternyata pintu kamarnya di kunci dari luar.


"Ada apa!? Paduka Ratu melarang anda untuk keluar dari kamar Kanjeng Raden Ayu!"Jawab salah satu dari mereka.


"Ada seseorang di bawah jendela kamarku,dia sangat menggangu,aku sudah mau tidur!"Teriak nya dengan cukup keras, sengaja ia lakukan agar Putera mahkota juga mendengar nya.


Terdengar suara sepatu para pengawal menuju bagian belakang kamar Neneng,dan mereka menemukan Putera mahkota berada disana,,


"Mohon maaf Yang Mulia! Anda harus segera kembali ke istana Anda! Kanjeng Ratu memerintahkan kami untuk menjaga Kanjeng Raden Ayu agar tidak bertemu siapapun termasuk Anda!"


Sudah hampir tiga hari Neneng di kurung di kamarnya, entah apa alasan Kanjeng Ratu melakukan hal itu,, bahkan Neneng tak di beri kesempatan untuk bertanya apa kesalahannya, Pangeran Agung Satria pun tak nampak batang hidungnya.


"Tok tok tok,,,!"


"Ada tamu untuk anda Kanjeng Raden Ayu!"


Kata abdi dalem yang biasa mengurus nya.


"Ya, masuklah!"Neneng harap harap cemas, siapa gerangan tamu yang dimaksud,ia berharap Putera mahkota mengunjungi nya atau Kanjeng Ratu yang akan membebaskan nya dari tahanan yang sudah membuat hampir mati karena bosan.


"Teteh!!Ya ampun Teteeeeh!"


Ini benar benar sebuah kejutan, tiba tiba saja Indra muncul di hadapan Neneng, seakan tak percaya, Neneng hanya diam terpaku.

__ADS_1


"Indra, Ini beneran kamu!?"Indraaa!hu hu hu !"


Neneng memeluk erat Adik tercinta nya itu sambil menangisinya.


Cukup lama mereka berpelukan melepas rindu, keduanya menangis sesenggukan saking bahagianya.


"Bagaimana kamu bisa kesini Ndra!?"Tanya Neneng setelah mereka puas melepas rindu.


"Kakak ini yang menyelamatkan ku dan membawa ku kesini Teh! kalau saja dia tidak datang,mungkin aku sudah kehilangan tanganku ini!"Jawab Indra dengan sikap manja nya di hadapan sang Kakak,dia pun memperlihatkan tangan nya yang di balut dengan kain, sepertinya dia terluka cukup serius.


Ternyata Pangeran Agung Satria lah yang menjemput dan membawa Indra masuk ke dalam istana, pantas saja ia tak terlihat beberapa hari ini, sepertinya dia pergi ke kota kelahiran Neneng untuk mencari Adiknya.


"Ya ampun Ndraaa,,, Indra, kamu teh kunaon atuh,tangan mu sampai seperti itu!"Ucap Neneng sambil masih menangis adiknya itu.


"Cerita nya panjang Teh, nanti aku ceritain kalo udah nyantai, sekarang Indra lapar Teh!"Rengek Indra sambil memegang perut nya yang terdengar keruyukan, perjalanan yang jauh membuat nya lapar terus, padahal di perjalanan pun Pangeran Agung Satria selalu memberinya makan yang cukup.


"Ya udah, sekarang kamu mandi dulu,terus setelah itu baru makan,ya!"Kata Neneng sambil menyuruh adiknya untuk berdiri.


"Makan dulu lah teh,baru mandi,laper nih!"Rengek Indra.


"Mandi dulu Ndra, tubuh kamu bau keringat!ini di istana, bukan tempat biasa kita bisa seenaknya,disini kamu harus bersih dan rapih juga harus bersikap sopan jika tidak ingin diusir, kamu mengerti?!"


"Iya deh,iya!"Kata Indra, akhirnya ia bangkit dan mengikuti langkah abdi dalem yang akan mengantarkan nya ke kamar yang akan ia tempati.


"Terimakasih karena sudah menemukan Indra dan membawa nya kesini Yang Mulia!"Ucap Neneng sambil membungkuk ke arah Pangeran Agung Satria sebagai tanda terimakasih nya,ia amat senang kini ia sudah berkumpul bersama adik tercinta nya.


"Aku bahagia jika melihat mu bahagia,dan aku juga akan sakit jika melihat kamu sakit, bagiku kebahagiaan mu adalah prioritas ku,jadi aku berusaha membawa Indra untuk mu,aku tahu kamu pasti sangat merindukan nya, bukan!?"


Ucapan Pangeran Agung Satria begitu menyentuh hati, Neneng begitu terharu hingga ia pun memeluk Pangeran Agung saking bahagianya.


"Terimakasih karena selalu ada untuk ku Yang Mulia! sekali lagi terimakasih banyak!"


Pelukan hangat dan tulus dari Neneng membuat Pangeran Agung Satria begitu bahagia, baru kali ini ia merasa sangat dekat dengan gadis yang sudah memenuhi seluruh bagian dari hidup nya itu, ingin rasanya ia memeluk nya dalam waktu yang lama, sungguh ia sangat merasakan kebahagiaan yang sedang Neneng rasakan


Dan mereka pun berpelukan cukup lama hingga mereka tak sadar jika putera mahkota yang berniat memberitahu Neneng bahwa ia sudah terbebas dari hukuman yang Kanjeng Ratu berikut untuk nya,dan dia berniat untuk mengajak nya keluar setelah tiga hari ia di kurung di kamar nya,,

__ADS_1


Putera mahkota hanya berdiri di ambang pintu sambil melihat ke arah mereka, darahnya mendidih hingga naik ke ubun-ubun,ia marah karena ia merasa adik nya sudah berani merebut wanita pujaan hati nya itu.


Dengan amarah yang membuncah di dada, putera mahkota pergi dari kediaman Neneng dengan sejuta rasa kekesalan yang memenuhi pikiran nya.


__ADS_2