MBOK AYU

MBOK AYU
Terciduk


__ADS_3

"Kita harus segera memilih calon Puteri mahkota untuk putera kita, Suamiku! seperti yang kita ketahui bersama, posisi nya sebagai Putera mahkota begitu rentan di guling kan, banyak pihak yang mengincar posisi nya, untuk mengukuhkan posisinya itu jalan satu satunya adalah hanya dengan menikah nya dengan pihak yang berkuasa agar bisa mendukungnya dan posisi nya akan stabil!"


Kata Kanjeng Ratu kepada Paduka Raja, mereka mengobrol di tempat favorit mereka biasa bertemu.


"Kamu atur saja Ratuku, kamu pasti akan melakukan yang terbaik demi kebaikan kerajaan kita ini,kamu yang paling mengerti keinginan ku,kita selalu sepaham selama ini, untuk urusan Putra mahkota kali ini pun aku percaya kan kepada mu sepenuhnya!"Jawab Paduka Raja begitu romantis, Kanjeng Ratu memang wanita yang paling ia cintai setelah Ibunya.


"Bagaimana menurut mu tentang Puteri dari Kangmas Bimo yang baru saja diangkat menjadi seorang Putri kerajaan,aku rasa dia adalah kandidat yang paling tepat untuk posisi Putri mahkota dan mendampingi Tirtayasa, selama ini dia sangat berperan pada kesembuhan mental Putra mahkota kita paska di tinggal kan tunangannya, karena nya dia kembali memiliki semangat hidup yang tinggi!"Kanjeng Ratu meminta saran Suami nya.


"Jangan dia,Raden Ayu sudah aku siapkan untuk Putera kedua kita, yaitu Pangeran Agung Satria,Aku dan Kangmas Bimo sudah memiliki kesepakatan untuk menikah mereka berdua!"Jawab Paduka Raja sambil menikmati kebersamaan bersama Ratunya itu.


"Dijodohkan?apa mereka setuju? maksudku ,apa putera kita dan Puteri Raden Ayu sudah tahu tentang hal ini?!"Kanjeng Ratu pura pura tidak tahu.


"Aku berniat memberitahu mereka hari ini,Karwo sedang memanggil Satria untuk datang menghadap,nah itu dia datang!"


"Salam Ayahanda!salam Ibunda!"


Ucap Pangeran Agung Satria memberi hormat kepada kedua orang tua nya begitu ia datang.


"Duduklah Putera ku!"


Ucap Paduka Raja sambil tersenyum hangat kepada putra kedua nya itu, begitu juga Kanjeng Ratu.


"Dimana Puteri Raden Ayu?"


Tanya Paduka Raja kepada Pakde Karwo.


"Hamba sudah mencarinya kemana mana Yang Mulia,tapi dia belum hamba temukan,tapi Hamba sudah menyuruh seseorang untuk mencarinya!"


Jawab Pakde Karwo.


Tak lama datang lah pengawal yang di tugaskan untuk mencari Neneng oleh Pakde Karwo.


Dia terlihat membisikkan sesuatu ke telinga Pakde, membuat paduka Raja dan Kanjeng Ratu penasaran dengan keberadaan Puteri dari sahabatnya itu.


"Apa kalian sudah menemukan nya?"


Paduka Raja mengulangi pertanyaan nya.

__ADS_1


"Mohon ampun Yang Mulia! Puteri Raden Ayu,,,dia,,,"


Pakde Karwo terlihat ragu mengatakan dimana sebenarnya keberadaan Neneng.


"Ada apa dengan nya, dimana dia sekarang?!"Tanya paduka Raja lagi sambil menghampiri pengawal itu.


"Tuan Putri,,dia,,, disana Yang Mulia!"Jawab pengawal itu sambil menunjuk ke seberang kolam yang agak tersembunyi,disana mereka melihat pemandangan yang menakjubkan.


Betapa terkejutnya paduka Raja tatkala melihat dengan mata nya sendiri, ternyata disana putera mahkota sedang bersama Putri dari sahabatnya yang akan ia jodoh kan dengan putera keduanya.


Mereka terlihat begitu intim, bahkan mereka terlihat sedang berpelukan mesra dengan penuh cinta.


Perlahan Paduka Raja menoleh ke arah Pangeran Agung Satria, hati nya penuh kebimbangan kini, antara memenuhi janjinya kepada sahabat nya atau mendukung putera mahkota untuk bangkit dari keterpurukan nya setelah sekian lama jatuh akibat patah hati ditinggal mati sang kekasih hati.


Karena penasaran dengan apa yang dilihat Ayahnya, Pangeran Satria bangkit ingin tahu apa yang sedang terjadi di ikuti Kanjeng Ratu, Ibunda nya.


Raut wajahnya langsung berubah setelah apa yang ia lihat di seberang sana, Pangeran Agung Satria dilanda cemburu yang amat sangat, betapa tidak,ia melihat wanita yang ia cintai tengah bermesraan dengan Kakaknya sendiri, bagaimana ia tak sakit hati.


Paduka Raja dan Kanjeng Ratu berbalik menatap Pangeran Agung Satria yang terlihat sangat patah hati, begitu terlihat raut kekecewaan di wajah nya, sebagai orang tua tentunya mereka merasa iba.


Neneng yang tengah menikmati buaian dari Sang Putera mahkota melihat sekilas ada yang memperhatikan nya,sontak ia merasa tak nyaman dan segera berontak ingin melepaskan diri dari dekapan Putera mahkota,tapi putra mahkota tetap memaksa Neneng agar tetap berada di dekapan nya, karena terjadi tarik-menarik terus menerus hingga mereka tak sadar berada di tepian kolam dan akhirnya,


"Byurrr!!"


keduanya nyemplung ke kolam ikan yang memiliki kedalaman yang cukup tinggi.


Mereka yang melihat langsung panik dan terkejut.


"Putera mahkota jatuh ke dalam kolam, putera mahkota jatuh ke dalam kolam!"


Teriak mereka.


Begitu juga Paduka Raja dan Kanjeng Ratu yang melihat kejadian itu, mereka langsung panik ketika melihat putera mahkota telah jatuh ke dalam kolam, mereka takut putera mahkota tenggelam.


Dengan cekatan, Pangeran Agung Satria langsung menceburkan diri ke kolam tersebut bermaksud untuk menolong.


Ia menarik tubuh Neneng ke pinggir kolam dan mendudukkan disebuah bangku taman.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja?"Tanya Pangeran Agung Satria,dia terlihat begitu khawatir terhadap Neneng.


Neneng hanya mengangguk sambil terengah-engah karena hampir kehabisan nafas.


"Apa kamu hanya menyelamatkan ku saja? Dimana Putera mahkota?"


Neneng malah mengkhawatirkan Putera mahkota,ia pun bangkit untuk mencarinya.


"Astaga,Aku lupa!"


Pangeran Agung Satria baru sadar jika yang tenggelam bukan saja Neneng tapi juga kakak nya.


Segera ia kembali menceburkan dirinya ke dalam kolam dan mencari tubuh kakaknya, namun sepertinya putera mahkota bisa berenang dan dia sudah hampir sampai di tepian kolam tersebut.


Sambil terengah-engah, matanya melotot tajam ke arah Adiknya yang juga merangkap sebagai kapten pengawal pribadinya itu, seharusnya sebagai kapten pengawal yang bertugas melindunginya,ia harus mendahulukan menyelamatkan dirinya sebagai Putera mahkota diatas segala galanya,ini dia malah membiarkan dirinya hampir tenggelam dan kehabisan nafas.


"Aku tidak percaya, Kau malah memilih menyelamatkan nya terlebih dahulu dibandingkan Aku?!"Bentaknya dengan tatapan konyol, diantara kesal dan senang melihat Neneng tidak apa apa.


"Maafkan kebodohan ku Yang Mulia, hamba pantas dihukum!"Ucap Pangeran Agung Satria meminta ampun.


"Ini kesalahan saya Yang Mulia!Saya yang pantas dihukum!"Ucap Neneng sambil ikut bersimpuh di dekat Pangeran Agung Satria,tak lama muncul Paduka Raja dan Kanjeng Ratu.


"Kau bahkan malah membela nya!?"Putera mahkota terlihat kesal karena Neneng seperti membela adiknya.


"Bukan begitu Yang Mulia,sa sa saya,,,"


"Apa kamu baik baik saja, putera mahkota?!"Tanya Kanjeng Ratu sambil menyentuh pundak kedua putera satu persatu,dia berusaha untuk bersikap adik terhadap keduanya.


"Kamu selalu sigap dalam melindungi Kakak mu!"Ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Segeralah ganti pakaian kalian, nanti kalian masuk angin jika berpakaian basah terlalu lama begitu!"Ucap Paduka Raja,tak lama Ia pun berlalu bersama Kanjeng Ratu menuju istana nya.


Neneng yang merasa bersalah karena sudah membuat Putera mahkota hampir tenggelam segera membantu Putera mahkota untuk bangkit dan memapahnya menuju istana nya.


"Saya akan membantu Anda berganti pakaian Yang Mulia! atau Anda ingin mandi air panas terlebih dahulu?!"Tanya nya sambil berjalan beriringan bersama putera mahkota, sedangkan Pangeran Agung Satria hanya bisa menatap mereka dari kejauhan.


"Sebelum janur kuning melengkung,Aku akan berusaha mendapatkan mu, Neng, meskipun aku harus bersaing dengan Putera mahkota atau kakak ku sekalipun!"Gumam nya dengan tekadnya yang begitu kuat,baru kali ini ia terlihat begitu berambisi dalam mendapatkan sesuatu,ia pun sepertinya enggan untuk mengalah dari Kakak nya dalam urusan cinta.

__ADS_1


__ADS_2