MBOK AYU

MBOK AYU
Seleksi tahap akhir


__ADS_3

"Apa kamu baik baik saja!?Aku sangat khawatir dan langsung datang kesini begitu kamu diculik!"Pangeran Agung Airlangga langsung menghampiri Neneng dan melihat keadaan begitu musuh dapat dipukul mundur.


"Aku baik baik saja, mereka memperlakukan kami dengan baik! terimakasih karena sudah datang tepat waktu!"


Ucap Neneng sambil membungkuk memberi hormat diikuti oleh yang lainnya.


Sedangkan para pengawal istana masih mengacungkan senjata mereka ke arah para warga karena sudah menyandera para relawan.


"Turunkan senjata kalian, mereka bukan orang jahat! mereka menculik kami karena mereka sedang benar benar membutuhkan uluran tangan kita! mereka juga memperlakukan kami dengan baik !"


Kata Neneng berusaha menetralisir keadaan.


"Tapi tindakan mereka tetap salah!dan mereka tetap harus di hukum karena sudah melakukan tindakan kejahatan dengan menculik kita!"Ucap Puteri Kinanti tetap dengan pendiriannya.


"Kami benar benar minta maaf karena sudah terlambat memberi bantuan untuk kalian, betapa kalian menderita saat ini dengan kondisi yang memprihatikan seperti ini!"


Putera mahkota malah membungkuk ke arah para warga yang terlihat sedang ketakutan, mereka semua tidak tahu jika Pria yang bernama dihadapkan mereka adalah seorang putera mahkota.


"Kami pantas di hukum karena sudah menculik Puteri mahkota,, sampaikan permohonan maaf kami kepada Putera mahkota!"Ucap para warga sambil bersujud memohon maaf di hadapan para Pangeran.


"Puteri mahkota?"pangeran Agung Airlangga merasa heran, bahkan pemilihan Puteri mahkota ditunda akibat banyaknya bencana alam yang melanda.


"Mohon ampunilah kami, Puteri mahkota!"Ucap para warga sambil bersujud ke arah puteri Kinanti, sedangkan Puteri Kinanti terlihat malu karena sudah mengaku ngaku sebagai Puteri mahkota.


"Hahaha,, Puteri mahkota??"Celetuk Pangeran Agung Airlangga sambil tertawa meledek, namun segera Pangeran Agung Satria menepuk pundak Adik nya itu agar berhenti dan berpura-pura tidak tahu saja.


Tiba tiba saja terdengar beberapa deru helikopter berputar putar di atas mereka,tak lama setelah agak rendah, helikopter tersebut menurunkan berbagai bantuan berupa makanan, obat obatan, selimut,kasur ,tenda dan peralatan tidur lainnya.


"Horee!"Teriak mereka begitu kegirangan,,

__ADS_1


"Itu semua bantuan untuk kalian, silahkan dipergunakan dengan sebaik-baiknya, kami akan terus memantau kondisi kalian sampai keadaan kembali normal dan benar benar kondusif, pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu ada saat kalian butuh bantuan!"


Ucap Putera mahkota dengan wajahnya yang tetap memakai masker,tak ada yang tahu jika sebenar ia ada seorang putera mahkota, calon Raja masa depan.


Mereka semua bertepuk tangan saking bahagianya, mereka berhamburan mengamankan semua bantuan yang ada,anak anak berhamburan memeluk Neneng sambil mengucapkan terimakasih yang begitu mendalam, senyum mengembang di bibir setiap Pangeran, ada perasaan yang berbeda begitu


0menyaksikan kebahagiaan mereka.


Tatapan Putera mahkota tertuju ke arah Neneng, begitu pun Neneng,ia tak sengaja juga menatap nya,mata mereka pun saling bertemu, senyuman hangat mengembang di antara keduanya, Neneng membungkuk kan badan nya , seakan mengucapkan banyak terimakasih dari kejauhan.


...****************...


Saat kembali ke istana, Putera mahkota kembali dirundung kesedihan,,ia enggan menghadiri seleksi puteri mahkota tahap akhir yang kembali dilanjutkan setelah beberapa kendala sudah dapat diselesaikan.


Ia tetap tak sebebas dulu bertemu dengan Raden Ayu yang sangat ia rindukan,, entah kenapa Putera mahkota bahkan merasa Raden Ayu selalu menghindarinya kini,,


Kini tinggal dua kandidat yang tersisa,, dengan proses yang panjang dan rumit, terpilihlah puteri Kinanti dan Raden Ayu yang maju sebagai calon puteri mahkota.


"Selamat atas terpilihnya dua kandidat yang nantinya akan dipilih sendiri oleh Putera mahkota tentang posisi kalian yang sebenarnya,, salah satu dari kalian akan dipilih langsung oleh beliau sebagai Puteri mahkota dan satu yang lainnya akan menjadi Selir agung yang terpilih!"Ucap Kanjeng Ratu begitu seleksi tahap akhir sudah hampir selesai.


"Besok malam Putera mahkota akan datang menemui kalian di kamar kalian masing-masing,, setelah itu beliau akan memutuskan sendiri siapa yang akan menjadi calon Ratu nya,,maka dari sekarang, kalian berdua bersiaplah! persiapkan diri kalian sebaik baiknya untuk menyambut Putera mahkota dan mengambil hatinya,,!"Ucap Ibu Suri Agung kepada kedua nya,ia seakan begitu percaya diri jika kandidat nya yang akan terpilih,dia sudah menyiapkan banyak hal agar Putri Kinanti lah yang akan menjadi Puteri mahkota.


Sehari sebelum keduanya bertemu dengan Putera mahkota, mereka benar benar dirawat dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, tubuh mereka di lulur dan diberikan wewangian yang begitu menggoda, wajah mereka pun di rias sedemikian rupa,juga dipakaikan pakaian terbaik dengan warna favorit putra mahkota.


Keduanya nampak begitu mempesona dan siap menyambut kedatangan sang Pangeran yang menjadi pujaan hati semua perempuan di Istana.


"Puteraku,, jangan lupa,nanti malam kamu harus menemui kedua finalis calon Puteri mahkota di kamar mereka masing-masing,, berhentilah menyibukkan dirimu dengan segala pekerjaan mu itu,,ini demi masa depan kerajaan kita, jangan sampai kamu salah memilih!"Ucap Kanjeng Ratu begitu ia menemui Putera nya di sela sela kesibukan nya.


"Ibunda,,Aku kan sudah menyerahkan segalanya kepada Ibunda sendiri, apapun keputusan seleksi,Aku akan menerima nya,Aku tak ingin menemui mereka malam ini,aku masih sangat sibuk!"Bantah Putera mahkota sambil menikmati makan siangnya.

__ADS_1


"Ibunda sudah memberimu kesempatan untuk memilih! meskipun dengan penuh kesulitan agar kamu bisa memilih sendiri seperti itu,kau ingin mereka yang memenangkan kemauan mereka sendiri,hah! berhentilah bersikap keras kepala, Putera mahkota!temui mereka nanti malam,atau Ibunda sendiri yang akan menyeret mu!"Kanjeng Ratu begitu kesal,, entah kenapa Putera mahkota menjadi sulit diatur seperti ini, bahkan dia belum melihat wajah calon istrinya.


Kanjeng Ratu pun meninggal putera nya dengan kemarahan nya.


"Aku temui mereka atau tidak, tidak akan ada bedanya, Ibunda ! mereka bukan lah istri yang aku inginkan!"Gumam Putera mahkota setelah kepergian Ibunya,,ia hanya mengucek ucek makanan nya tanpa melahapnya sedikit pun.


...----------------...


Malam yang ditunggu tunggu pun akhirnya datang,,


Kedua calon Puteri mahkota sudah bersiap di bilik masing-masing menunggu kedatangan Putera mahkota pujaan mereka dengan perasaan was was dan tegang.


Putera mahkota pun bersedia menemui mereka tapi dengan satu syarat,,ia tetap tak ingin melihat wajah mereka dan hanya akan menilai dari suara dan tingkah laku mereka saat melayani nya makan dan minum,,ia ingin keduanya di satukan dalam satu ruangan agar ia bisa sekaligus menilai keduanya dan membandingkan mereka.


"Putera mahkota telah tibaaaaa!"


Teriak salah satu abdi dalem yang bertugas di kediaman puteri mahkota.


Pintu istana putri mahkota pun terbuka dengan penuh ketegangan,, kedua calon puteri mahkota sudah duduk menunggu disana dengan wajahnya yang tertutup tirai dan memberi penghormatan begitu Putera mahkota tiba dihadapan mereka.


Putra mahkota pun duduk diantara keduanya tanpa menoleh sedikitpun ke arah mereka,,dia sempat mendengar jika salah satu kandidat Puteri mahkota yang terpilih adalah dari kubu Ibu Suri Agung dan Kanjeng Selir, berarti dia adalah musuh yang harus diwaspadai,dan kandidat satu lagi dia tak mendengar sedikit pun tentang nya, namun ada rumor yang beredar dia memiliki hubungan dengan pria didalam istana, seseorang pernah melihatnya berduaan dengan pria ketika seleksi tahap kedua berlangsung.


Berarti dari keduanya,Putera mahkota tak ada satupun yang berada di pihak nya, yang harus ia pilih.


"Apa yang kalian tunggu!? bukan kah kalian berada di sini karena menginginkan ku!buka pakaian kalian berdua dan kita akan bercint* bersama sama malam ini!"


Ucap Putera mahkota membuat suasana begitu ambigu,, Puteri Kinanti dan Raden Ayu begitu bergetar ketakutan bahkan setelah melihat wajah Putera mahkota yang dingin tanpa ekspresi,,


Mereka semakin kalut begitu putera mahkota melucuti pakaiannya sendiri dan kini tubuh nya yang berdiri dihadapan mereka tanpa pakaian sehelai benang pun.

__ADS_1


__ADS_2