MBOK AYU

MBOK AYU
Menyuapi Putera mahkota


__ADS_3

"Apa?? siapa Liodra!?"


Gumam Neneng,sambil memegang bibir nya,dia sempat ge er dengan sikap Putera mahkota yang manis terhadap nya,dia sempat baperr, perasaan nya sempat melayang ke angkasa.


Namun angannya terjerembab jatuh,tatkala putera mahkota menyebut satu nama perempuan selain diri nya tepat setelah dia mencium dirinya.


Perempuan mana yang tak sakit hati,,,


Neneng ingat, Liodra adalah tunangan Putera mahkota yang sudah lama meninggal.


"Jadi Putera mahkota mencium ku karena dia pikir aku adalah tunangan nya?!Ck,,!nasib nasib! lagipula mana mungkin seorang putera mahkota akan menyukai seorang pelayan seperti ku!"


Gumam Neneng sambil berjalan menuju istana Pangeran mengikuti langkah para abdi dalem yang bersiap menyajikan makanan untuk Putera mahkota.


"Yang Mulia, makanan anda sudah siap! silahkan makan, Ibunda Ratu sengaja memasak sendiri makanan kesukaan Anda!"


Kata Pakde Karwo sambil menyuruh para abdi dalem menghidangkan makanan dihadapan Putra mahkota.


Makanan yang begitu banyak dan lengkap, aroma nya sungguh menggugah selera, membuat perut Neneng yang belum sempat terisi sejak tadi menjadi semakin keroncong.


Namun berbeda dengan Putera mahkota, nampak nya Ia tak berselera makan, padahal dihadapan nya tersedia makanan favorit nya.


"Makanlah Yang Mulia, tubuh Anda semakin kurus saja hari demi hari, Kanjeng Ratu dan Baginda Raja sangat khawatir dengan keadaan Pangeran jika terus seperti ini!"Kata pakde Karwo berusaha membujuknya.


Namun putra mahkota hanya menatap makanan dihadapan nya sambil menghela nafas dalam dalam,ia hanya mengaduk aduk nya sebentar lalu menaruh lagi sendok miliknya.


"Kruk kruk kruk!"Terdengar suara perut seseorang yang rupanya tengah kelaparan.


Semua Abdi dalem yang masih berada disana menoleh ke arah suara, rupanya itu adalah suara perut Neneng yang memang sudah sangat keroncongan.


Neneng hanya cengengesan sambil memegang perut nya, putera mahkota hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Neneng yang tak henti hentinya membuat kekonyolan.


"Kalian semua boleh pergi!"Ucap putra mahkota kepada semua abdi dalem nya.


Pakde Karwo memberi isyarat agar semua nya segera keluar, begitu juga Neneng,ia berjalan paling akhir karena berdiri paling ujung.


"Hei Kau, kecuali Kamu! tetap disini dan temani Aku makan!"Putra mahkota sengaja mencegah langkah Neneng yang juga hendak keluar dari ruangan nya.


"Saya Yang Mulia?!Aduh Yang Mulia, kenapa saya terus sih,dari tadi bahkan saya belum makan, please Yang Mulia, lepaskan Saya kali ini!"Rengek Neneng dengan mimik wajah yang lucu seperti kucing.

__ADS_1


"Kau berani membantah titah ku?!kemari dan duduk dekatku!"Kata putra mahkota menahan tawanya.


Entahlah, kenapa saat dengan Neneng suasana hati nya selalu menjadi baik.


Neneng tak bisa lagi membantah nya,dengan tertunduk lesu ia berjalan kembali menghampiri Putera mahkota yang sedang menghadapi hidangan nya.


Air liur Neneng bahkan hampir menetes melihat berbagai makanan yang terhidang dihadapan nya,aneka makanan unik yang belum pernah ia makan.


Sepertinya ini makanan khas Jawa yang biasa dimakan oleh para Bangsawan.


"Yang Mulia,Apa Anda kesulitan tidur setiap malam,dan Anda juga sering bermimpi buruk?!"Tanya Neneng setelah memperhatikan wajah Putera mahkota yang terlihat pucat,cekung dan terdapat garis hitam di bawah matanya.


"Bagaimana kau tahu?!"Putera mahkota balik bertanya.


"Anda juga sulit menelan makanan dan tak pernah berselera untuk makan?!"Neneng malah bertanya lagi tanpa menjawab pertanyaan Putra mahkota.


"Ya, begitulah, padahal terkadang perutku suka perih karena kelaparan,tapi tenggorokan terasa sulit untuk menelan makanan apapun!"Jawab Putera mahkota dengan lesu.


"Aduhh, Sayang sekali!padahal makanan ini pasti sangat enak dan banyak orang di luaran sana yang kelaparan karena tak memiliki makanan!"Ucap Neneng asal bunyi saja,dia menatap lapar ke arah makanan yang tersaji.


"Kau tahu untuk apa aku menyuruh mu disini?!"Tanya Putera mahkota sambil tersenyum geli melihat Neneng yang sudah tak tahan menahan perut nya yang lapar.


Neneng hanya menggeleng lemas.


"Apa!?Yang Mulia jangan gitu dong Yang Mulia!Kalau ternyata ada racun nya gimana?saya bisa mati dong!Mana aku belum kawin lagi!Ya Allah, nasib,nasib!Kok gini amat sih!"Rengek Neneng sambil memelas, wajahnya nampak lucu membuat Putera mahkota semakin gemas melihat nya.


"Tapi itu sudah menjadi tugas mu sebagai abdi dalem, jika tidak kau akan di siksa karena tidak menaati peraturan kerajaan!"Kata putera mahkota menakut nakuti Neneng.


Dengan terpaksa Neneng mencicipi semua makanan yang tersaji satu persatu.


Karena dirasa tidak ada sesuatu yang terjadi ketika dia memakan makanan itu, dia malah semakin lahap memakan semua makanan yang ada sambil sesekali menyuapi Putra mahkota.


"Makanan ini enak Yang mulia Ayo dicoba!"kata Neneng sambil menyuapinya berkali kali.


Putera mahkota terlihat lahap makan bersama Neneng hingga tak ada satu makanan pun yang tersisa.


"Euuu!Aduh kenyang banget nih! Makanan nya enak kan Yang Mulia!?"Kata Neneng sambil mengusap perut nya yang sudah penuh dengan makanan.


"Lama sekali Aku tak merasakan makanan seenak ini!"Ucap Putera sambil merebahkan badannya saking kekenyangan.

__ADS_1


"Anda akan mulai tidur dengan nyenyak mulai saat ini Yang Mulia! sering sering saja ajak Aku makan bersama mu Yang Mulia!"Kata Neneng tidak tahu malu.


"Terimakasih karena sudah membuat ku makan dengan nyaman,Oh iya, bahkan Aku belum tahu nama mu, siapa namamu?!"Tanya Putera mahkota sambi bangkit dari tempat berbaring nya.


"Panggil saja saya Ayu Yang Mulia, silahkan waktu Anda beristirahat sekarang!"Kata Neneng sambil membereskan meja makan bekas mereka makan.


"Tapi Aku belum mengantuk,apa ada cara agar aku dapat tidur dengan nyenyak setiap malam?"


"Kau tau bayangan Liodra selalu terngiang-ngiang di kepala ku bila Aku tidur,dia selalu minta tolong kepada ku dengan darah yang mengalir dari mulutnya, itu yang membuat ku frustasi,Aku pikir dia tidak akan pergi dengan tenang sebelum pembunuh nya terungkap!"Putera mahkota mengenang Liodra, tunangan nya yang satu tahun lalu ditemukan gantung diri di kamarnya, Putera mahkota tidak percaya wanita yang paling ia sayangi melakukan hal seperti itu,dia yakin Liodra di bunuh oleh orang yang tidak menyukainya.


Liodra bukanlah berasal dari kalangan bangsawan suku Jawa,dia adalah perempuan biasa keturunan suku Batak, meskipun kedua orang tuanya adalah seorang pengusaha, tetapi tetap saja para petinggi kerajaan menentang hubungan Putera mahkota dengan nya, mereka lebih menginginkan Putra mahkota menikah dengan perempuan yang sudah di siapkan pihak kerajaan untuk nya, namun sifat keras Putera mahkota malah menyeret Liodra ke dalam kematian yang tragis.


Sejak saat itulah Putra mahkota menjadi lemah dan tidak bergairah menjalani kehidupan,dia lebih sering mabuk mabukan dan tak peduli lagi tentang jabatan nya sebagai Putera mahkota.


Kanjeng Ratu yang sangat khawatir dengan kondisi Putera nya itu,dia segera mengirim nya ke luar negeri untuk pengobatan psikologi nya dengan dalih belajar di universitas di Inggris.


Kini setelah ia kembali, kondisi nya ternyata belum ada perubahan.


Namun kini setelah ia bertemu dengan Neneng,ada keceriaan tersirat meskipun setetes dalam dirinya,ia seperti menemukan kembali warna dari hidup nya.


"Bagaimana kalau kita berjalan jalan sebentar untuk mencari udara segar Yang Mulia??"


Neneng menawarkan pendapat nya.


"Baiklah,Ayo kita berjalan jalan sebentar!"


Kata Putera mahkota sambil bangkit dan memakai pakaian yang cukup tebal.


"Dia memakan semua makanan nya?!"bisik para pelayan begitu melihat makanan yang dihidangkan untuk putra mahkota habis tak tersisa.


"Wah,hebat!apa yang dilakukan Ayu kepada Putera mahkota? setelah sekian lama memasak untuk Putera mahkota tak pernah dimakan,kini akhirnya dia mau menghabiskan semua makanan nya!"Ucap yang lain, semua Abdi dalem terheran heran karena akhirnya putra mahkota mau makan juga.


...****************...


"Yang Mulia, bagaimana jika Anda berolahraga, lihat lah, tubuh Anda sangat kurus kerempeng seperti tak bertenaga, tubuh seorang pangeran itu harus tetap berisi seperti Pangeran Agung Satria, lihat lah dia begitu gagah perkasa!"Ucap Neneng memanas manasi Putera mahkota agar mau beraktivitas lagi dan gairah hidup nya kembali segar. dan penuh semangat.


"Apa kau bilang?! Kau bilang tubuh ku kurus kerempeng! Kau bilang lebih bagus tubuh Satria daripada tubuh ku!?"Putera mahkota meradang mendengar ucapan Neneng yang seenaknya.


"Apa anda tidak melihatnya, lihat lah tubuh Pangeran Agung Satria! tubuhnya terlihat berotot dan sangat tegap!wahhh benar benar impian semua wanita!"Kata Neneng sambil memperhatikan Pangeran Satria yang sedang berlatih pedang dengan para pengawal nya,mata genit nya terlihat berbinar melihat Pangeran Satria, membuat Putera mahkota sebal terhadap nya.

__ADS_1


Putera mahkota menghampiri Satria seraya mengambil pedang dari tangan para pengawal dan menodongkan nya ke leher pangeran Satria.


"Lawan Aku, Satria!kita akan lihat siapa yang lebih hebat!"


__ADS_2