
"Dehh,,degh,,degh!"
Dada Neneng bergemuruh, wajah nya merah merona dan bulu kuduk nya mendadak merinding.
Siapa yang tidak terpana dengan ketampanan Sang Pangeran, semua perempuan pasti akan dibuat klepek-klepek oleh nya,tak bisa di pungkiri Neneng pun salah satu dari para wanita itu,ia memejamkan matanya, berharap Sang Pangeran melakukan sesuatu terhadap nya, dia tidak akan menolaknya,kapan lagi bisa sedekat ini dengan Pangeran tampan.hihihi
Batin Neneng,dia memang sedikit narsis.
"Pakai sabuk pengaman mu dengan benar!dan awas jangan sampai muntah di dalam mobil kesayangan ku ini!"Kata Pangeran Satria sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Neneng.
'Busyet!kirain mau ngapain nih pangeran! ternyata sabuk pengaman doang!'batin Neneng,dia jadi malu sendiri dibuatnya.
"Apa!? kenapa wajah mu jadi merah begitu?!kau pikir aku mau nyium gitu?! hahahaha! dasar pelayan mesum!ngaca dong Lo! alergi gue deket deket sama Lo!"Rupanya pangeran Satria sengaja menggoda Neneng, dia masih punya dendam pribadi karena Neneng selalu ikut campur urusan nya.
Neneng hanya cemberut,dia malas berdebat kali ini.
Sesampainya di sana, ternyata Pangeran Satria sudah membuat rencana dengan begitu matang,dia menempatkan agen rahasia di setiap titik untuk melindungi putera mahkota yang juga adalah Kakak nya sendiri.
Neneng berjalan bergandengan dengan Pangeran Satria sambil menenteng sebuah tas di sebelah kirinya dan tangan kanannya memegang pasport dan mereka berpura-pura menjadi sepasang kekasih.
Mereka benar benar terlihat seperti pelancong yang hendak pergi berwisata.
Pangeran Satria merangkul pinggang Neneng dan mereka berdiri berhadapan,dia berpura-pura membetulkan anak rambut Neneng yang terurai ke wajah nya ,dia mendekatkan mulutnya ke telinga Neneng, membisikan sesuatu sebagai peringatan.
"Perhatikan di lantai 2, Pria yang menelpon adalah musuh,dia memegang pistol dan siap menembak, seperti nya mereka menempatkan anak buahnya di setiap sudut Bandara,kita harus waspada, jangan membuat langkah yang mencurigakan dan bersikap biasa saja!"
"Ada yang memperhatikan kita, Pria yang sedang membaca koran dekat tong sampah!"Bisik Neneng mulai kebingungan.
"Peluk Aku dan kita akan berciuman sebentar, jangan sampai mereka curiga!"Bisik sang pangeran.
Kini Neneng harus memerankan perannya dengan baik.
Neneng mengikuti apa yang diperintahkan oleh Sang pangeran,dia menyambut pelukan Pangeran Satria dan mereka pun berciuman begitu lembut.
"Wah! rejeki nomplok ini mah! hihihi!no baperr Neng!ini cuma akting doang!"batin Neneng narsis.
"Sebentar lagi Putera mahkota akan segera tiba,kau harus mengalihkan perhatian mereka sementara Aku mengamankan putera mahkota ke dalam mobil! setelah Aku beri tanda,kau harus segera beraksi!"
Kembali Pangeran Satria berbisik setelah mereka berciuman, Neneng mengangguk perlahan tanda mengerti.
__ADS_1
Mereka terlihat berpencar, Pangeran Satria menuju resepsionis sedangkan Neneng menuju gerai penjual ice cream,dia membeli satu ice-cream dan berjalan kembali ke arah Pangeran Satria.
Terdengar suara pemberitahuan jika pesawat dari Inggris baru saja tiba, sebentar lagi mereka akan beraksi.
Terlihat para penumpang sudah mulai masuk ke area bandara, pangeran Satria mulai memberi kode kepada Neneng untuk bersiap.
Neneng berjalan ke arah seorang pengawal istana yang bertugas menjemput Putera mahkota.
"Bugh! Aduh!"
"Hati hati dong Mas kalau jalan! ice-cream ku jadi tumpah kan!"Neneng sengaja menabrak salah satu pengawal kerajaan yang sedang berjalan menuju titik penjemputan.
pakaian yang ia kenakan jadi kotor kena tumpahan ice-cream yang sengaja Neneng tumpahkan.
"Maaf Nona,Saya tidak sengaja! saya akan mengganti ice-cream milik Anda!"Kata Pria bertubuh tinggi besar itu sambil mengeluarkan uang 50 ribu dan menyodorkan nya kepada Neneng.
"Enak saja!Kau pikir Aku orang miskin!?Aku banyak uang,dan aku hanya ingin ice-cream ku kembali!"
Bentak Neneng.
"Baik Nona,Akan saya belikan yang baru!harap Anda tunggu disini!"Kata dia sambil berlari ke arah gerai penjual ice cream.
Neneng hanya berdehem memberi kode.
"Nona ini ice-cream milik Anda, sekali lagi saya mohon maaf!"Kata pria tadi sambil memberikan sebuah ice-cream dengan merk dan rasa yang sama persis dengan milik Neneng tadi.
"It's oke, thanks!"Ucap Neneng sambil mengambil ice cream nya lalu berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kecurigaan sedikit pun bagi para informan mereka.
Neneng pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya,dia duduk di kursi depan di samping Pangeran Satria.
"Beri hormat kepada beliau, beliau adalah putera mahkota!"Perintah pangeran Satria.
Neneng menoleh ke kursi bagian belakang, seorang laki-laki tampan yang memakai pakaian pilot sedang duduk disana sambil menatap nya sambil tersenyum begitu hangat dan manis.
Seperti nya Putra mahkota sengaja menyamarkan dirinya menjadi seorang pilot untuk mengelabui para penjahat yang berniat membunuhnya.
"Oh my God!"
Untuk sekejap Neneng begitu terpesona,dia terlihat mirip dengan Pangeran Satria, namun pembawaan putera mahkota lebih cool dan berwibawa,.
__ADS_1
Satu kata untuk nya.
"Sempurna!"
"Menatap putera mahkota adalah termasuk suatu kejahatan,apa kau tidak tahu tentang itu!?"Ucap pangeran Satria membuyar kan ke terpesonaan Neneng yang tidak terbendung.
Dia melajukan mobilnya dengan cepatnya dan meninggal kan bandara melalui jalur lain menuju istana.
"Mohon ampun yang mulia!Salam hormat saya haturkan kepada Yang Mulia Putera mahkota!"
Kata Neneng terbata,dia hampir lupa dengan kata kata penghormatan yang sudah pakde Karwo ajarkan.
Putera mahkota tertawa,dia menganggap kalau Neneng terlihat begitu lucu dengan tingkah nya.
"Siapa dia Tria? salah seorang agen kita!?"Tanya putera mahkota.
"Dia hanya abdi dalem biasa, tidak usah hiraukan dia!dia orang baru,jadi wajar kalau dia sedikit kurang ajar!"Jawaban pangeran Satria sedikit menyinggung Neneng,apa yang salah dengan seorang pelayan,toh pada akhirnya mereka juga membutuhkan orang yang mereka anggap rendah untuk membantu pekerjaan mereka.
Sungguh menyebalkan! status sosial selalu dipermasalahkan!
Batin Neneng kesal.
"Mohon ampun yang Mulia!di tengah jalan kita di cegat perampok dan Putera mahkota dibawa oleh mereka,kita sudah berusaha mengejar, namun sayang,mobil yang dikendarai beliau sudah terbakar bersama para penumpang nya, termasuk Putera mahkota!Kami pantas mati karena tidak bisa melindungi Putera mahkota, Yang Mulia!"
Salah seorang komandan pasukan khusus yang bertugas menjaga putra mahkota selama penjemputan berlutut di hadapan Baginda Raja. Semua orang yang hadir di pesta penyambutan begitu terkejut mendengar hal tersebut , Baginda Ratu terlihat tegang dan gelisah karena belum mendapat kabar dari pangeran Satria.
"Siapa yang berani melakukan pemberontakan terhadap kerajaan?!Bawa semua jasad korban untuk kembali memastikan tubuh putra mahkota dan cari siapa pelakunya dan pastikan masalah ini di usut sampai tuntas!Aku tidak akan pernah mengampuni orang yang berani melenyapkan putera ku, siapapun itu!"Tegas Baginda Raja, semua petinggi kerajaan terlihat panik dan histeris, begitu juga Kanjeng Ratu,dia berpura-pura tidak tahu yang sebenarnya terjadi.
"Sial!dia bukan Putera mahkota!kita sudah terkena jebakan, segera laporkan kepada Bos besar!"Kata salah seorang penjahat yang bertugas memastikan jasad putra mahkota, setelah di cek, ternyata dia hanya orang lain yang sengaja disamarkan menjadi putera mahkota,dia adalah narapidana yang sudah di vonis hukuman mati.
"Cari sampai dapat, atau kalian dan keluarga kalian yang akan menggantikan nyawa putera mahkota!"Kata Bos mereka begitu tahu misi mereka sudah gagal.
"Baik Yang Mulia,akan hamba laksanakan!"
Jawab mereka ketakutan.
"Aku ingat! perempuan muda berambut pirang yang menabrak salah satu pengawal kerajaan,Aku yakin di a adalah pengalih perhatian kita saat putera mahkota tiba di bandara!"Ucap salah seorang dari mereka.
"Periksa cctv di bandara!cari tahu siapa dia dan bekerja untuk siapa,lalu kemana mereka pergi!kita akan melakukan pemburuan segera!"
__ADS_1