
"Lawan Aku Satria!Kita buktikan siapa yang lebih hebat diantara kita!"Kata Putera mahkota sambil mengayunkan pedang nya dan siap bertarung malam malam dengan Pangeran Agung Satria.
"Sret sret sret srang!"
"Aku ragu dengan kemampuan sekarang putera mahkota!"Balas Pangeran Satria sambil menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan oleh ???kakak nya.
"Kau meremehkan ku, Pangeran kecil!"
"Jangan panggil aku anak kecil,kini aku adalah?? seorang pangeran yang akan mengalahkan mu!hiaaat!"Teriak pangeran Satria sambil menghunuskan pedangnya ke arah Putera mahkota, namun segera ditangkis oleh nya, dengan cepat Putera mahkota melumpuhkan Adiknya hingga ia memohon ampun.
Kemampuan bermain pedang putera mahkota tetap hebat meskipun kondisi nya lemah seperti sekarang.
"Kau memang tetap yang terbaik Kakanda! Kemampuanmu tak berubah sedikitpun!"Puji Pangeran Satria setelah mereka selesai berlatih.
"Tentu saja,dari dulu aku selalu menjadi yang terbaik! hanya orang bodoh saja yang menganggap ku lemah!"Ucap Putera mahkota sambil melirik ke arah Neneng yang hendak mengelap keringatnya,dia sengaja menyindir nya.
"Saya akan bersihkan keringat Anda Yang Mulia!"
Kata Neneng sambil mengelap wajah Putera mahkota yang berkeringat.
"Bagaimana menurut mu,Apa Satria tetap lebih hebat dariku!Aku bahkan bisa mengalahkan nya sambil menutup mata!"Kata Putera mahkota menyombongkan diri di hadapan Neneng.
"Dia hanya mengalah kepada Anda Yang Mulia, Pangeran Agung Satria tidak ingin membuat anda kecewa!"Jawab Neneng sekenanya.
"Apa!?Kau benar benar meremehkan kemampuan ku?kita lihat besok, akan ada banyak pertunjukan yang akan kau lihat,Ayu!"Tegas Putera mahkota sambil mencengkram tangan Neneng yang masih mengelapi wajah nya, bahkan dia heran kenapa Abdi dalem yang satu ini selalu mampu membuat nya ingin melakukan lagi segala hal yang sudah lama ia tinggalkan setelah kehilangan Liodra.
"Benarkah?!kita lihat nanti, seberapa hebat Putera mahkota kita ini!"Goda Neneng sambil mencubit gemas pipi Sang Putera mahkota, satu hal yang bahkan tidak ada yang berani melakukan hal itu terhadap para petinggi ataupun keluarga kerajaan .
"Sudahlah,Aku ingin istirahat sekarang, semoga saja Aku bisa tidur malam ini setelah mulai agak lelah!"Ucap Putera mahkota sambil berjalan menuju istana nya kembali, Neneng mengekor di belakangnya sambil tak berhenti menggoda nya, sesekali Putera mahkota terlihat tertawa karena kekonyolan yang Neneng buat.
Pangeran Agung Satria memperhatikan mereka yang semakin jauh menghilang di telan kegelapan malam menuju istana Putra mahkota.
Ada rasa senang karena akhirnya Kakak sudah kembali ceria setelah bertemu dengan abdi dalem yang bernama Ayu itu, seperti nya Kakak nya sudah kembali membuka diri setelah sekian lama ia menutup diri untuk dunia luar setelah kematian Liodra.
Namun ada rasa yang hilang dari hatinya tatkala Kakaknya itu dekat dengan abdi dalem yang selalu menjengkelkan nya itu,tapi dia juga merasa senang saat dekat dengan Ayu, tapi tak mungkin juga kan ia menyukai seorang abdi dalem rendahan itu?
Batinnya sendiri.
__ADS_1
...----------------...
"Apa kau sudah menemukan Kakang Patih Bimo Raharjo, Kepala abdi dalem?!"
Tanya Paduka Raja kepada Pakde Karwo.
"Mohon ampun Yang mulia,sulit untuk menemukan nya, setelah Kang Mas Patih Bimo di usir dari istana dia menjalani hidup menjadi orang biasa dan menikah dengan wanita yang berasal dari Tanah Sunda, Hamba sempat mencari sampai ke daerah Jawa barat sana untuk menyelidiki nya, namun menurut kabar yang hamba terima Kang Mas Bimo sudah meninggal, begitu pula dengan istrinya!"Jawab Pakde Karwo dengan nada penuh kesedihan yang mendalam.
"Apa kau tidak salah Karwo?! Kang Mas Bimo sudah meninggal?!"
Baginda Raja seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Mohon maaf Yang Mulia, begitu menurut informasi yang Hamba terima!"Jawab Pakde Karwo meyakinkan Paduka.
"Apa kau tidak menemukan hal lain yang dia tinggalkan?!Anak misalnya,dia pasti memiliki seorang anak agar kita jaga untuk nya, Karwo!"Tegas Baginda.
"Mohon maaf Yang Mulia, Hamba belum menemukan nya!"Kata pakde Karwo sambil menunduk.
"Kau harus menemukan nya Karwo,Aku sudah berhutang nyawa kepada Kang Mas Bimo!dia begitu berjasa kepada ku,di saat genting,dia yang membesarkan Satria dan mendidik nya hingga menjadi anak hebat seperti sekarang,Aku sudah berjanji akan menikah kan Satria dengan salah satu Puteri nya dan mengangkat anak jika ia memiliki seorang putera!"Ucap sang Baginda dengan nada lirih.
Pikiran nya menerawang ke beberapa belasan tahun silam,dimana saat itu kericuhan terjadi akibat perebutan tahta keturunan kerajaan terdahulu terhadap nya.
Patih Bimo Raharjo yang merupakan kepercayaan dan orang terdekat Baginda Raja sejak mereka kecil bersama Pakde Karwo juga, mereka bertiga adalah sahabat sedari kecil, hingga Baginda naik tahta mereka saling melindungi.
Saat kericuhan waktu itu terjadi Patih Bimo terusir dari kerajaan karena difitnah ikut makar oleh Ibu Suri Agung, Baginda Raja yang tidak percaya dengan tuduhan itu menitipkan Putera mahkota dan Pangeran Agung Satria untuk dibawa serta oleh Patih Bimo keluar istana karena kondisi yang sedang genting dan membahayakan nyawa kedua Putra nya.
Setelah suasana kembali normal, Putera mahkota dijemput kembali ke dalam istana, sedangkan Pangeran Agung Satria tetap berada di bawah pengasuhan Patih Bimo sampai berusia 15 tahun.
Kemudian setelah itu Patih Bimo akhirnya terbukti tidak bersalah dan dijemput kembali ke dalam istana bersama Pangeran Agung Satria, namun ia menolak karena mencintai seorang wanita yang berasal dari luar daerah dan memilih menikah dengan perempuan itu dan menetap di sana.
Sampai kini Baginda Raja kehilangan jejaknya dan berusaha terus mencari nya karena ia ingin mereka kembali bersama dan Baginda juga membutuhkan Patih Bimo di sisinya sebagai pelindung nya.
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 23.30.
Suara jangkrik terdengar begitu nyaring bersamaan dengan suara burung hantu yang terdengar begitu mencekam di malam yang seharusnya setiap insan sudah terlelap tidur.
__ADS_1
Malam ini Neneng kebagian sip malam di istana Putra mahkota, setelah Pangeran Tirtayasa kembali ke istana, Neneng dipindahtugaskan untuk melayani Putera mahkota atas permintaan putera mahkota sendiri.
Pangeran Gunta sampai merengek-rengek menangis meminta agar Neneng kembali ditugaskan di istana para pangeran dan mengurus nya,tapi apa daya, Putera mahkota harus didahulukan dan tidak ada yang bisa membantah nya.
Semua pelayan yang bertugas malam itu nampak sangat mengantuk dan tengah tertidur di posisi nya masing-masing, hingga terdengar suara teriakan dari dalam kamar Putera mahkota.
"Apa ada orang di luar?!"Teriak putera mahkota, seperti nya ia terbangun akibat bermimpi buruk.
"Aduh! bahaya kalau sudah bangun jam segini,dia suka tidak bisa tertidur kembali,!Kau saja yang masuk!"Kata salah satu pelayan.
"Kau saja!ini kan bagian kamu yang masuk!"Bantah yang lain.
"Biar Aku yang saja masuk!"Kata Neneng menawarkan diri,dia harus berbuat sesuatu agar Putera mahkota tertidur kembali dan tidur dengan nyaman setiap hari nya.
Semua pelayan mengangguk senang dan mengacungkan jempol mereka.
"Apa ada yang anda butuhkan Yang Mulia?!"Tanya Neneng begitu masuk ke dalam kamar Putera mahkota.
"Aku tidak bisa tidur, bisakah kau melakukan sesuatu agar Aku tertidur?!"Ucap Putera mahkota,dia terlihat tersiksa dengan kantung mata yang menghitam di bawah matanya.
"Hmmm,apa ya?!Mau Saya bacakan satu cerita?! Anda suka cerita tentang apa?!"Neneng mencoba menawarkan solusi,dia berusaha mengalihkan pikiran Putera mahkota dari mantan tunangan nya.
"Hmm, baiklah! ceritakan tentang mu!"Putera mahkota berusaha mengorek tentang masa lalu Neneng.
"Ya??emm,tapi saya tidak memiliki cerita menarik dalam hidupku,mau saya ceritakan tentang kehidupan di luar istana? mungkin anda akan menyukainya,ini tentang kehidupan seorang anak yatim piatu yang harus menanggung beban sendiri setelah ditinggalkan orang tua nya,,,
bla bla bla,,
Neneng bercerita kesana kemari, apapun ia ceritakan, terkadang terdengar suara tawa Sang putera mahkota, hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur bersama di ranjang Putra mahkota.
Putera Mahkota tertidur begitu pulas dengan Neneng yang juga tertidur di samping nya,,,
Kini Neneng memiliki peranan penting bagi seorang putra mahkota,ia mampu melakukan apapun untuk menenangkan sang calon Raja.
Pangeran Agung Satria berdiri dihadapan kamar tidur Kakaknya pagi ini, abdi dalem nya mengatakan Putera mahkota masih tertidur karena semalam begadang bersama abdi dalem Ayu.
Perasaan nya semakin goyah kini setelah tahu Ayu semalam tidur di kamar Kakaknya, pikiran nya berkecamuk kesana kemari.
__ADS_1
Apa yang mereka lakukan semalaman?
Batin Sang Pangeran penasaran.