
Hari ini putra mahkota terlihat muram, seharian ia tak banyak bicara dan hanya diam dengan wajahnya yang ditekuk, bahkan ia hingga tak berselera untuk makan, sampai sampai para abdi dalem kebingungan dibuatnya.
Sejak dia melihat Neneng berpelukan dengan adiknya, pikirannya menjadi kacau dan tak bersemangat melakukan apapun.
otaknya dipenuhi dengan berbagai keburukan tentang yang mereka lakukan dibelakangnya selama ini,hatinya begitu remuk redam,ia merasa dikhianati.
"Arghhh!prang prang!"
Putera mahkota mengamuk di kediaman nya,gelas dan piring pun beterbangan hingga berantakan di lemparkan olehnya.
"Yang Mulia,,apa yang terjadi!?Pakde Karwo yang baru saja tiba dibuat terkejut oleh tingkah putera mahkota yang tiba-tiba saja seperti itu, tangan nya berlumuran darah karena terkena pecahan kaca, Pakde Karwo segera menangkap pasti terjadi sesuatu diantara Putera mahkota dan Neneng.
Jika bukan karena cinta memang apalagi yang bisa membuat seseorang bisa menjadi gila?
"Katakan kepada hamba apa yang sebenarnya terjadi Yang Mulia, mungkin hamba bisa membantu Anda!"Kata Pakde Karwo begitu khawatir,ia pun mendudukkan putera mahkota di atas tempat tidurnya, lalu membersihkan luka luka nya dan mengobatinya.
"Apa kau bisa melakukan sesuatu untuk ku?!"Tanya Putera mahkota
"Dengan senang hati Yang Mulia!" Jawab Pakde Karwo sambil membungkuk memberi hormat,ia baru saja selesai membalut luka Putera mahkota.
"Atur agar Satria segera di kirim ke luar negeri untuk melakukan studi atau apalah alasan nya terserah kau saja,yang penting dia harus segera di jauhkan dari
istana dan tidak bertemu lagi dengan Raden Ayu!"Ucapan nya terdengar serius sehingga membuat Pakde Karwo cukup terkejut,ia akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi kepada Putera mahkota.,dia sedang di bakar api cemburu.
"Mohon maaf jika saya lancang Yang Mulia !tapi jika anda berpikir diantara Pangeran Agung Satria dan Raden Ayu ada hubungan, itu sama sekali tidak benar, mereka hanya berteman biasa dan tidak pernah ada hubungan yang spesial!"Pakde Karwo berusaha meredam amarah putera mahkota.
"Dari mana kau tahu,apa kau seorang Cenayang?!"
"Bukan begitu Yang Mulia, saya yang paling tahu perasaan Raden Ayu, karena kami cukup dekat!"
"Benarkah!? sedekat apa?"Putera mahkota terlihat kembali bersemangat, matanya berbinar sambil mendekatkan wajahnya ke wajah pakde Karwo.
"Hamba bisa melihat dari tatapan matanya, sepertinya dia sedang jatuh cinta, Yang Mulia!tapi bukan kepada Pangeran Agung Satria!"Jawab Pakde Karwo,ia senang akhirnya Putera mahkota kembali ceria.
"Benarkah, siapa menurut mu!?"Putera mahkota semakin penasaran.
"Hamba tidak yakin Yang Mulia, hanya saja hamba seringkali melihat mata nya berbinar jika sedang menatap Anda Yang Mulia!"
"Akhh! bagaimana kau bisa tidak yakin!kau tahu aku semakin tersiksa karena belum tahu perasaan yang sebenarnya terhadap ku, apalagi dia terlihat dekat dengan Satria,,,Aku benar benar hancur saat melihat mereka tengah berpelukan tadi!apalagi Raden Ayu tidak pernah sekalipun mengungkapkan perasaan nya!"
Pakde Karwo berusaha menahan tawanya,ia benar benar tidak mengerti kenapa percintaan anak muda selalu penuh dengan dilematis, bahkan mampu membuat siapapun yang sedang merasakan nya jungkir balik dan tergila gila.
"Oh iya Yang Mulia!ada yang harus saya sampaikan!"
__ADS_1
Pakde Karwo sampai lupa tujuan utama nya menemui Putera mahkota.
"Apa itu?apa tentang Raden Ayu!?"
Benar benar pikiran Putera mahkota sedang dipenuhi oleh gadis Sunda itu .
"Bukan Yang Mulia,tapi,, Kanjeng Ratu akan segera mengadakan seleksi pemilihan Puteri mahkota, beliau memerintahkan Anda untuk segera bersiap dan beliau juga mengatakan, tidak ingin mendengar kata penolakan kali ini, Anda harus segera mendapatkan seorang istri Yang Mulia!"
"Tapi aku hanya menginginkan Raden Ayu,Pakde! apakah dia bisa dijadikan salah satu kandidat?!"
"Hamba tidak yakin Yang Mulia!jika tidak bisa , mungkin Raden Ayu bisa menjadi selir utama saja Yang Mulia! mengingat pihak pendukung nya tidak terlalu kuat, seperti Yang Mulia ketahui, sebagai calon Raja, perasaan sudah tidak penting lagi Yang Mulia!"
"Jadi Raja tidak berhak bahagia, begitu?Ibuku juga bukan dari keluarga terpandang, tapi dia berhasil menjadi seorang Ratu, Kenapa Raden Ayu tidak bisa!"
"Benar Yang Mulia,itu adalah keberuntungan bagi Kanjeng Ratu karena sangat dicintai paduka Raja!"
"Aku juga sangat mencintainya, lalu apa lagi yang kurang!"Desak Putera mahkota.
"Kita tidak bisa melawan keputusan Kanjeng Ratu juga Ibu Suri Agung, Yang Mulia!"
"Aku benci saat kau mengatakan itu,,!"Putera mahkota kembali terlihat lesu.
"Ampuni hamba Yang Mulia! hamba harus undur diri,ada sesuatu hal yang harus hamba urus!"
"Huh, menyebalkan,,, semuanya terlihat abu abu,dan aku benci sesuatu hal yang belum pasti,apa benar dia juga mencintai ku?!"
...****************...
Seleksi pemilihan calon puteri mahkota tahap awal sudah mulai dilaksanakan, setiap menteri berhak mengirimkan satu kandidat untuk memperkuat koalisi mereka.
Para Puteri tercantik dan terpintar dikumpulkan di dalam istana dan di seleksi dalam berbagai aspek dan langsung di nilai oleh Kanjeng Ratu,Ibu Suri dan Selir tingkat satu, Kanjeng Dewi Sinta.
Ada satu pemandangan yang tak biasa, ternyata Raden Ayu berada diantara para kandidat.
Sebenarnya Neneng sempat menolak tawaran Sang Ratu saat ia mengutarakan rencananya untuk menjadikan nya Putri mahkota.
"Mohon ampun, Saya tidak pantas untuk posisi penting seperti itu, Yang Mulia!"Jawab Neneng,saat Kanjeng Ratu menawarkan posisi itu untuk nya saat itu.
"Apa kau tidak menyukai putera ku?!"
"Bukan seperti itu Yang Mulia,hanya saja, seperti yang diketahui banyak orang, pendidikan saya rendah dan saya tidak suka dikekang, menjadi seorang calon Ibu negara tentu saja memiliki tanggung jawab yang besar dan beban berat yang harus saya jalankan, bahkan saya tidak pernah tertarik terjun ke dunia politik,saya ingin menjadi orang biasa saja Yang Mulia!"
"Kalau begitu kau akan menikah dengan Putera kedua ku, Pangeran Agung Satria,dan kau akan kehilangan kesempatan untuk berada disamping Putera mahkota untuk selamanya!apa kau sanggup?!"
__ADS_1
"Menikah dengan Pangeran Agung Satria?! kenapa bisa begitu Yang Mulia,itu juga tidak terpikirkan oleh Saya!"
"Sebenarnya Paduka Raja berniat menikah mu dengan Pangeran Agung Satria karena ada satu kesepakatan yang dibuat nya dengan Ayahmu dulu, namun aku lebih melihat putera mahkota di matamu, meskipun terjadi pergumulan yang hebat di batinku karena tak ingin menyakiti hati putera ku yang lain,, makanya aku memberikan penawaran bagus untuk mu, yaitu menjadi seorang puteri mahkota, meskipun berat dan bertolak belakang dengan keinginan mu, tapi itulah kehidupan yang harus kau jalani Raden Ayu,kau takkan tahu jalan mu akan berbunga atau kah akan berduri jika kau tak berani menjalani nya!"
Ucap Kanjeng Ratu memberikan pandangan hidup kepada Neneng, tentu karena dia lebih berpengalaman.
"Kau mengingatkanku dulu saat aku terpilih untuk menjadi seorang Ratu,aku pun tak jauh beda dengan mu, meskipun aku sangat mencintai Paduka Raja,tapi waktu itu aku pun enggan menjadi Ratu karena ingin kebebasan,tapi takdir berkata lain, sejauh apapun kita menghindar, takdir akan terus mengejar!dan kini aku dapat merasakan, berada disamping orang yang kita cintai ternyata lebih penting dari impian kita!"
Sambung nya dengan mata yang berbinar sambil mengenang kisah percintaan nya dengan paduka Raja.
"Beri saya waktu untuk berpikir Yang Mulia!"Jawab Neneng tak berdaya.
"Baiklah,kau akan di hukum dengan ditahan dikamar mu sampai kau mempunyai keputusan yang jelas karena kau sudah berani menolak tawaran ku!"
Itulah kesepakatan yang dibuat antara Neneng dan Kanjeng Ratu hingga datang Indra dan akhirnya ia pun di bebaskan karena akhirnya Neneng setuju dengan tawaran Kanjeng Ratu,ia sempat bicara kepada Pangeran Agung Satria untuk sekedar meminta pendapat nya, dengan wajah yang yang muram namun dengan senyuman yang dipaksakan ia berkata,,
"Aku bahagia jika kamu bahagia,dan aku sakit jika kamu pun sakit , keputusan apapun yang kamu ambil aku akan selalu mendukungmu,dan aku selalu akan menerima mu andaikan kamu butuh seseorang meskipun untuk dimanfaatkan!"
Neneng terharu dan memeluk Pangeran Agung sebagai sahabat nya, itulah yang membuat Putera mahkota salah paham dan cemburu.
"Yang Mulia apakah saya boleh meminta sesuatu kepada Anda?!"Kata Neneng ketika ia bertemu lagi dengan Kanjeng Ratu setelah masa hukuman nya selesai.
"Apakah itu?"Jawab Kanjeng Ratu sambil tersenyum hangat,ia sangat menyukai Neneng karena ia begitu handal dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi nya,ia yakin Neneng lebih dari mampu untuk mendampingi Putera nya dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin kerajaan nya kelak.
"Bisakah jika saya menjadi pelayan pribadi Putera mahkota saja seumur hidupku?!"Tanya Neneng dengan polosnya, entah karena alasan apa dia berkehendak demikian.
"Kenapa begitu?"
"Saya hanya ingin berada di samping putera mahkota saja Yang Mulia!jika menjadi Ratu atau Selir Raja,saya tidak bisa selalu berada di samping nya,hanya pelayan saja yang bisa terus menerus melayani dengan sepenuh hati, menyentuh nya, memakai kan pakaian nya, bahkan berada terus disampingnya saat ia makan, tidur dan kemanapun ia pergi,saya melihat Kanjeng Ratu dan Paduka Raja pun tidak setiap saat bersama, karena Paduka Raja harus membagi waktunya dengan yang lain!"Ucap Neneng sambil menunduk tanda penghormatan.
"Apa?! Hahahaha!Baru kali ini aku mendengar permintaan aneh seperti itu, disaat perempuan lain berlomba lomba untuk menjadi Ratu atau Selir seorang Raja,kamu malah meminta jadi pelayan nya seumur hidup!kau sangat lucu, Raden Ayu!"Kanjeng Ratu tertawa begitu lepas begitu Neneng menyampaikan keinginan nya itu,ia tak habis pikir dengan pikiran gadis yang satu ini.
"Seperti yang anda katakan Yang Mulia, berada didekat orang yang kita cintai itu ternyata lebih penting dari segala nya,dan selalu berada disampingnya sudah lebih dari cukup bagi saya, Yang Mulia!"
"Jadi kau lebih memilih menjadi wanita Putera mahkota selamanya tanpa status dan pengakuan? kau tahu bagaimana nanti pandangan orang lain terhadap mu,jika begitu kau tak lebih dari wanita penghibur simpanan Raja dan itu akan sangat merugi mu! Dengar kan Aku Raden Ayu,aku sangat tahu jika Putera ku itu sangat mencintaimu,dia bahkan tak makan dan tak tidur saat tahu kau sedang berada dalam hukuman, dampingi lah dia dan teruslah berada disampingnya untuk mendukungnya dalam suka ataupun duka apapun posisi mu!ini adalah permintaan seorang Ibu untuk Putera nya,apa kau sanggup?!"
Neneng menarik nafas nya begitu dalam, kemudian membuangnya dengan kasar.
"Baiklah Yang Mulia! Saya akan melakukan nya sesuai dengan perintah Anda!"
Jawab Neneng, meskipun masih berat hati ,
Apakah ia akan mampu mengemban tugas itu?
__ADS_1