
"Diseleksi pertama ini, kalian akan membatik!
kalian bebas mengekspresikan ide dan keterampilan kalian untuk di tuangkan di kain dengan motif batik terbaik kalian, hasilnya akan sangat menentukan lulus atau tidak nya kalian di tahapan pertama ini! motif batik nya bertema bebas namun harus mencerminkan karakter,emosi dan kepribadian kalian,Apa kalian mengerti?!"Kata Abdi dalem senior kepercayaan istana, orang yang terlibat dalam seleksi ini harus lah orang yang netral dan tidak berpihak kepada siapapun, mereka sengaja dipilih istana untuk menjadi panitia seleksi puteri mahkota.
"Busyett!nge batik?! bahkan aku belum pernah melakukan nya!apa yang harus aku lakukan?"teriak Neneng dalam hatinya,ia masih terlihat sangat bingung,ia malah celingukan kesana kemari dan terlihat menggaruk kepalanya meski tak gatal.
Ia berasal dari suku berbeda dan belum pernah mengenal batik sekalipun, meskipun suku Sunda pun memiliki batik kebanggaan daerah nya sendiri.
"Gambar saja sesuka Anda Raden Ayu, pejamkan mata anda dan bayangkan motif batik yang pernah anda lihat!"Bisik abdi dalem pribadinya sambil menyodorkan peralatan untuk mem batik.
"Batik, batik,batik,,,,?hmm,apa ya?aduhhh,gimana ini?!"Neneng semakin frustasi, apalagi para peserta yang lain bahkan sudah hampir selesai, mereka nampak memandang rendah kepada Neneng yang belum melakukan apa apa.
Tak sengaja ia melihat kain batik yang digunakan Ibu Suri Agung, berwarna gelap dengan motif keris yang menonjol, terlihat kuat dan berkarakter, terlihat pas dengan karakter Ibu Suri yang terkesan garang dan berkuasa..mungkin itulah yang mereka maksud.
Neneng mulai mengambil alat canting dan mencelupkan nya ke dalam pewarna favoritnya,dan ia pun mulai berimajinasi dengan liar.
Para peserta pun semuanya sudah selesai dengan waktu yang ditentukan,para juri tengah menikmati dan menilai hasil dari kreasi mereka.
"Aku sangat menyukai hasil yang ini, siapakah yang membuat nya?!"Ibu Suri yang pertama menilai.
"Itu milik hamba Yang Mulia!"
Jawab seorang peserta yang terlihat paling cantik dan tinggi semampai.
"Dia adalah keponakan Menteri penasihat bagian Kiri yang mulia, Puteri Kinanti namanya!"Jawab Ketua panitia.
"Dia lulusan sekolah busana di Paris, Yang Mulia dan pernah menjuarai kompetisi internasional, catatan prestasi sangat banyak dan dia sangat pintar dalam bidang perekonomian!"Kanjeng selir Dewi Sinta menambah kan dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi, sebagai pengusung kandidat yang paling kuat,ia harus memperlihatkan yang terbaik dihadapan para juri tamu, mereka yang berasal dari berbagai keahlian sengaja diundang khusus untuk acara seleksi ini ,ada juga orang luar negeri yang memang sangat menyukai budaya tradisional tanah Jawa yang ingin ikut menyaksikan seleksi puteri mahkota.
Mereka cukup terkesan dengan hasil membatik dari para peserta, sungguh sangat menakjubkan,puji mereka.
__ADS_1
"Wait,,, but I like this one more, it looks very unique and character,,,look, friends!"
Kata seorang juri tamu yang berasal dari negara asing,dia menunjukkan hasil karya Neneng yang menurut nya lebih indah dan berkarakter.
"Benar sekali ,,!naturalis,ceria dan ,,apa ini?penuh rasa cinta dan loyalitas, sangat bersahaja! Bahkan dia berani mencampurkan dua budaya yang berbeda,ini adalah motif dari Sunda dan Jawa yang menjadi satu!Aku sungguh bisa merasakan aura yang tertuang dari setiap goresan sang empunya!saya penasaran siapa gerangan sang pemilik maha karya ini?!"
Kata seorang budayawan yang asli orang Jawa dan dia adalah seorang pengamat budaya tanah air.
"Sa sa saya!"
Ucap Neneng sambil gugup,ia berdiri sambil mengacungkan tangan nya, "sungguh selera yang aneh! bahkan aku pun tak mengerti dengan hasil karya ku sendiri!"batin Neneng.
"Dia adalah Raden Ayu Siti Soleha Raharjo,dia adalah Puteri dari mendiang Patih Bimo Raharjo, sahabat dekat Paduka Raja yang sudah di angkat menjadi anggota keluarga kerajaan dan di beri gelar Puteri kerajaan, dia memiliki darah campuran Jawa dan Sunda,dan ia di usung langsung oleh Paduka Raja dan Kanjeng Ratu!"Kata ketua panitia menjelaskan dengan begitu detail.
"Pantas saja, hasil karya mu terlihat begitu unik, rupanya kau sengaja ingin mencampurkan kedua budaya agar bisa bersatu! sungguh sesuai dengan karakter mu yang memiliki jiwa persis seperti yang kau tuangkan di dalam batik ini!"
Ucap pengamat budaya itu memuji dengan begitu tulus nya.
"Sialan, kenapa Ratu malah membawa dia kesini?! segera singkirkan dia,sudah dapat dipastikan Putera mahkota akan memilih nya!"Bisik Ibu Suri kepada Selir Dewi Sinta yang berada di pihak nya, setelah kejadian pengusiran Arwah,Ibu Suri menjadi tidak berleluasa untuk melakukan apapun karena mendapatkan hukuman tahanan kamar yang cukup lama, dia tidak diizinkan untuk pergi kemanapun dan melakukan apapun.
"Tapi keputusan bukan ditangan Putera mahkota, Yang Mulia! tetap berada di tangan para juri!"Jawab Selir Dewi Sinta dengan berbisik pula.
"Lakukan segala cara supaya para Juri berpihak kepada kita!"
Ibu Suri masih tetap dengan sifat nya yang kelam.
"Tentu Yang Mulia! Ayah hamba tidak akan tinggal diam, dia akan menemui mereka satu persatu!"Selir berkepala ular itu tentu saja tidak akan membiarkan posisi Puteri mahkota jatuh ke tangan orang lain.
"Jadi siapa pemenang di seleksi pertama ini? silahkan masing-masing dari juri menilai dengan seadil-adilnya!dan kita harus tentukan siapa yang akan lolos ke tahap berikutnya!" Kata Kanjeng Ratu kepada semua juri.
__ADS_1
"Aku suka dia Yang Mulia!dia biasa saja tapi sangat istimewa!"Ucap salah satu juri sambil menunjuk ke arah Neneng,di ikuti oleh juri lain, meskipun banyak juga yang memiliki pilihan yang berbeda, namun baru tahap satu,Neneng sudah terlihat menonjol dan cukup membuat Kanjeng Ratu puas atas kerja kerasnya.
...----------------...
"Para Menteri gencar melakukan segala cara agar calon puteri mahkota bisa terpilih dari kubu nya,ini akan sangat membahayakan untuk posisi kita Yang Mulia! bahkan mereka menyuap para Juri agar berpihak kepada mereka! sehebat apapun kandidat kita,itu tidak akan berpengaruh jika uang sudah berbicara!"
Kata menteri sekertaris utama yang berada di pihak Kanjeng Ratu melaporkan yang ia ketahui.
"Kalian tenang saja,aku memiliki cara untuk menghentikan mereka!"Ucap Kanjeng Ratu sembari terlihat berpikir begitu keras,ia tidak boleh kalah hanya karena permainan kotor dari lawannya.
Setiap kubu mencari tahu konsep yang akan digunakan dalam seleksi tahap kedua,, agar mereka dapat mempersiapkan diri untuk menampilkan yang terbaik dari setiap peserta, mereka pun tak berhenti menemui para juri agar mereka berada di pihak mereka.
Seleksi tahap kedua ternyata adalah ujian tertulis seputar politik, ekonomi dan permasalahan kenegaraan yang harus diselesaikan oleh seorang Ibu negara.
Ini semakin membingungkan untuk Neneng,apa yang harus ia isi nanti?
Benar benar membuat nya semakin stres.
Ia duduk di sebuah ayunan yang berada di depan taman tempat karantina para calon puteri mahkota sambil merenungi apa yang harus ia lakukan esok hari.
"Duarrr!! wkwkwk!Kakak lagi ngapain ngelamun disini sendirian?!Ya ampun kak! Indra tuh nyari nyari Kakak dari kemarin,kok kita sulit banget ketemu sih, padahal kita tuh berada di tempat yang sama!"
Indra yang tiba-tiba muncul entah dari mana langsung memeluk kakaknya bermanja-manja.
"Aku akan sibuk beberapa hari ke depan, tidak usah mencari ku Ndra,kamu jangan keluyuran terus dan jangan bikin masalah,kita tuh numpang disini, jangan bikin malu!"Kata Neneng menasihati Adik nya sambil mengelus pipinya.
Seseorang berdiri memperhatikan mereka sambil tersenyum sinis penuh kemenangan,,
"Ini adalah senjata bagus untuk menyingkirkan nya,tak usah aku susah susah mengotori tangan ku, ternyata memang dia adalah wanita murahan!"
__ADS_1
Puteri Kinanti begitu senang dan puas , karena ia pikir akan mudah menyingkirkan saingannya yang satu itu,Ia pikir Neneng sedang berselingkuh dengan pria lain di istana.