
"Yang Mulia,, Anda harus segera bersiap untuk menghadiri seleksi puteri mahkota tahap akhir,hari ini yang mulia harus hadir untuk melihat nya langsung!"Kata Abdi dalem pria yang bertugas melayani nya.
"Kau tidak lihat,aku sangat sibuk hari ini! katakan kepada Ibu ku aku tidak bisa datang karena banyak pekerjaan yang lebih mendesak,aku serahkan kepada beliau apapun hasilnya!"Ucapnya tidak peduli,sejak ia tidak dapat menemukan Neneng dimana pun dan malah mendapat kabar jika Neneng mendapatkan tugas ke luar istana bersama Pangeran Agung Satria dari Ayahnya, Putera mahkota semakin menjadi lebih pendiam dan dingin,ia menyibukkan dirinya seharian di kantor tempat ia bekerja,tiga hari ini bahkan ia lupa kapan makan dan tidur dengan baik sehingga membuat khawatir para abdi dalem yang biasa melayani nya.
Perihal Neneng yang mengikuti seleksi puteri mahkota memang sengaja dirahasiakan dari putra mahkota sendiri oleh Kanjeng Ratu,selain ia ingin membuat kejutan untuk Putera nya itu,ia juga ingin Putera mahkota fokus dengan pekerjaan nya saat ini ,ia sedang banyak menangani kasus perihal bencana alam yang menimpa daerah yang masuk ke wilayah kerajaan,dan hari ini putera mahkota berniat turun langsung ke daerah tersebut untuk memberikan bantuan secara langsung menyusul adiknya yang sudah lebih dulu berada disana.
"Yang Mulia, putera mahkota berniat menyusul Pangeran Agung Satria ke daerah yang terkena bencana,jadi hari ini beliau sudah dapat dipastikan tidak akan hadir dalam seleksi tahap akhir!"Kata Pakde Karwo memberitahukan laporan nya.
"Jika begitu, seleksi tahap akhir ini kita akan lakukan di daerah bencana,kita akan kirim para putri terpilih untuk datang kesana sebagai relawan,dan kita akan lebih tahu bagaimana sepak terjang mereka dalam menangani kasus seperti ini sebagai calon Ibu negara,dan disana mereka pun akan bertemu langsung dengan Putera mahkota dalam penyamaran!"
Ucap Kanjeng Ratu dengan idenya yang brilian.
"Ide yang bagus Yang Mulia!"
Ucap yang lain menyetujui rencana Kanjeng Ratu.
"Apa, ke daerah bencana?! kenapa harus kesana Kanjeng selir!disana kan kotor dan pasti banyak penyakit,aku tidak mau sampai tertular!"Putri Kinanti protes dengan sistem seleksi tahap akhir yang dinilai nya kurang relevan.
"Kau adalah calon Ibu negara, Putri Kinanti!suatu saat kau akan turun ke tempat seperti itu , jangan banyak protes atau kau mundur saja dari sekarang!"Selir Dewi Sinta meradang tatkala tahu tabiat keponakan yang manja dan tidak peka terhadap keadaan sekitar.
...----------------...
Begitu para calon Puteri mahkota sampai di daerah bencana, Neneng yang paling terlihat antusias untuk turun langsung membantu mereka yang terkena dampak, dengan keahlian masing-masing yang mereka miliki,para Puteri dengan sigap menangani para korban,ada yang merawat para korban dengan keahlian medis nya,ada yang memasak di dapur istana, sedangkan Neneng menemui para anak anak kecil untuk menghibur mereka dan mengajak mereka bermain, Neneng juga memberi anak anak berbagai macam hadiah yang sengaja ia kirim untuk kebutuhan mereka.
__ADS_1
Mereka terlihat begitu bahagia di tengah bencana yang melanda, sedikit uluran tangan dan perhatian yang ditunjukkan para relawan begitu berharga dan diterima oleh para korban bencana, khususnya anak anak yang kehilangan orang tua dan keluarga jug rasa trauma yang mereka rasakan juga, mereka butuh dari sekedar bantuan materi saja, tapi juga bagaimana cara nya para relawan bisa memulihkan kembali keceriaan mereka yang hilang.
Semua relawan yang datang diwajibkan memakai masker dan sarung tangan untuk meminimalisir adanya penyakit yang mungkin saja menular.
Dan mereka pun tidak menyadari bahwa putera mahkota juga berada disekitar mereka.
"Satria,, dimana Raden Ayu, bukan kah kau datang bersama nya?!"
Tanya putera mahkota sambil celingukan mencari cari sosok Neneng.
Pangeran Agung Satria berniat membungkuk memberi hormat, namun segera Putera mahkota mencegah nya.
"Bersikaplah biasa saja,aku datang sebagai relawan, bukan seorang putera mahkota!"Ucapnya, pangwiatkn Agung Satria pun bersikap normal tanpa memperlakukan istimewa Kakaknya itu.
Abdi dalem juga memberi isyarat kepada Pangeran Agung jika putera mahkota tahu nya Pangeran Agung Satria datang bersama Raden Ayu.
"Bagaimana bisa begitu!? bagaimana jika terjadi sesuatu kepada nya?kau sudah aku tugas kan untuk menjaga nya bukan?!"Tegas putera mahkota meradang, meskipun ada sedikit perasaan lega karena Raden Ayu tidak selalu berdekatan dengan adik nya, disana mereka sama sama sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Pangeran Agung! beberapa Relawan perempuan diculik oleh daerah tetangga yang sama-sama terkena dampak gempa, mereka menuntut pasokan bantuan lebih banyak dan cepat karena daerah mereka yang terisolir dan sulit dijangkau!"
Pengawal Pangeran Agung Satria memberikan laporan setelah baru saja ia mendapatkan laporan bahwa terjadi kericuhan di perbatasan daerah, mereka berebut pasokan bantuan dan sama sama ingin didahulukan, beberapa relawan disandera dan di bawa ke daerah mereka yang terpencil dan sangat terisolir karena berada di tempat paling curam.
"Apa yang terjadi Satria?!"Putera mahkota yang mencium ada sesuatu yang tidak beres segera menanyakan kepada adiknya itu.
__ADS_1
"Beberapa relawan disandera oleh warga dari daerah sebelah, mereka menuntut bantuan yang lebih banyak dan ingin di segera kan!"Jawab Pangeran Agung Satria dengan wajahnya yang terlihat cemas.
"Apa mereka tidak mendapatkan bala bantuan?!"
Tanya putra mahkota lagi.
"Jalan menuju ke sana tertutup longsoran batu,kami sedang mencari jalan lain agar dapat segera membantu mereka juga,kami sudah mendatangkan alat berat dan mengirimkan utusan juga kesana untuk membawakan sebagian bantuan,hanya saja mungkin mereka merasa tak sabar dan masih kurang bantuan nya!"
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Yang Mulia!? mereka mengancam akan membunuh para sandera jika hari ini juga tak ada bantuan ke daerah mereka!"Kata para pengawal memberitahu kan situasi sekarang.
"Berapa orang yang mereka sandera?!Tanya Putra mahkota.
"Tujuh orang Relawan perempuan Yang Mulia, tiga orang relawan adalah para relawan yang baru saja tiba hari ini!"
"Raden Ayu!Cari segera lima relawan Perempuan yang baru tiba hari ini di istana,dan kumpulkan mereka di posko relawan, mereka adalah para calon puteri yang di utus dari istana!"Pangeran Agung Satria terlihat begitu panik, segera ia mencari sosok Neneng yang menurut laporan baru tiba hari ini bersama empat calon puteri mahkota lainnya.
"Satria apa yang kau maksud dengan Raden Ayu,apa dia salah satu yang disandera?!"
"Belum ada kepastian Yang Mulia!kami baru mau mencari tahu siapa saja yang disandera!"
"kalau begitu kumpulkan semua relawan perempuan dan periksa mereka satu persatu,kirim segera bantuan ke daerah tersebut menggunakan helikopter dan kirim juga utusan ke daerah itu untuk bernegosiasi,Aku sendiri yang akan pergi kesana,Ayo ,,cari orang yang tahu jalan dan kondisi serta situasi di daerah sini!"
"Tapi ini akan sangat berbahaya Yang Mulia, mereka membawa senjata tajam dan bergerombol!"
__ADS_1
"Bawa saja aku kesana,,,aku akan berusaha bernegosiasi, segera siapkan helikopter untuk mengirim bala bantuan,aku akan berjalan kaki menuju daerah tersebut, agar tahu situasi yang sebenarnya!
...----------------...