
"Apa semalam tidur mu nyenyak?!"Tanya Kanjeng Ratu sambil menuangkan teh untuk Neneng.
"Ah,,i,,i,,iya Yang Mulia!"Jawab Neneng gugup,ia tak berani mengangkat kepalanya.
"Minumlah!"Ucap Kanjeng Ratu sambil menyeruput teh milik nya.
Neneng pun mengambil cangkir cantik bermotif daun yang disuguhkan untuk nya,ia bersikap sangat hati-hati meskipun ia tak begitu mengerti tentang sopan santun dan adat istiadat di dalam istana.
"Apa kau sudah mendengar rumor yang beredar pagi ini?!"Tanya Kanjeng Ratu sambil menaruh gelas teh miliknya di ikuti Neneng.
"Belum Yang Mulia, rumor tentang apakah itu, jika saya boleh tahu!"Jawab Neneng begitu sopan.
Ia benar benar belum mendengar apapun, hanya saja saat ia berjalan tadi, terdengar semua orang berdesas desus sambil berbisik menatap ke arah nya,apa mungkin karena semalam ia tidur di kamar Putera mahkota?
Aduh!jika benar tentang itu,mau ditaruh dimana mukanya kali ini, Kanjeng Ratu pasti memanggil nya juga karena tentang masalah itu.
"Semua wanita di istana Pangeran adalah milik putera mahkota memang, namun itu hanya berlaku untuk para abdi dalem saja, tidak untuk Tuan Puteri seperti kamu, Raden Ayu! berbeda saat kau bertugas untuk melayani Putera mahkota atau pangeran yang lain nya, menjadi hal yang biasa jika kamu berada satu kamar dengan para pangeran karena sudah menjadi tugas mu untuk melayani atau menemani nya jika diminta,, , tapi sekarang menjadi sesuatu yang berbeda saat kamu sudah diangkat menjadi seorang Putri ,, orang orang akan menganggap mu murahan karena status mu sekarang,apa kamu mengerti?!"
Kanjeng Ratu begitu gamblang dan panjang lebar memberikan arahan kepada Neneng.
"Saya mengerti Yang Mulia! tapi tadi malam saya hanya tertidur saja di kamar Yang Mulia Putera mahkota, tidak terjadi apa apa diantara kami!"Jawab Neneng membela diri.
"Aku tahu,, justru kedekatan kamu dengan kedua putera ku lah yang memicu menyebar nya rumor, apapun yang kau lakukan sekarang akan menjadi sorotan,kau harus lebih berhati hati!"
"Baik Yang Mulia! terimakasih atas wejangan nya,akan saya ingat seumur hidup ku!"Kata Neneng sambil memberi penghormatan.
"Sekarang kita lupakan saja tentang masalah itu,aku percaya kamu bisa menjaga harga diri juga martabat mu sebagai seorang wanita bangsawan di istana ini, sekarang aku ingin bertanya kepadamu tentang perasaan mu kepada para Pangeran ku,aku dengar kau dekat dengan mereka setelah kau tinggal di istana para pangeran,,apa itu benar?!"
"Saya hanya berusaha beradaptasi dan akur dengan mereka Yang Mulia, meskipun tak semua dari mereka tak menyukai ku, misalnya Pangeran Duma, semenjak saya datang ke istana,dia tak pernah menyapa saya sama sekali, sedangkan Pangeran Arjuna,dia memang selalu ramah kepada semua orang,saya menyukai nya karena dia pintar dan bersahaja, lalu Pangeran Gunta,dia selalu menganggap ku sebagai Kakak perempuan nya,dia sangat manja dan menyenangkan,lalu Pangeran Agung Airlangga,dia sangat periang dan selalu membuat semua orang tertawa,kami menjadi akrab karena kami memiliki hobi yang sama, yaitu traveling,dia sering mengajak saya untuk berkeliling ke luar istana dan membelikan saya pernak pernik dari tanah Jawa,,,"
Neneng terlihat begitu sumringah menceritakan satu persatu pandangan nya terhadap para pangeran di istana, Kanjeng Ratu menyimaknya dengan baik, sesekali mereka tertawa bersama saat Neneng menceritakan kejadian lucu saat bersama para pangeran,dan kini Kanjeng Ratu penasaran tentang kedua Pangeran nya yang lain, Neneng seperti sengaja enggan mengungkapkan tentang perasaan nya,dia masih canggung dan ragu.
"Lalu bagaimana dengan Pangeran Agung Satria?Aku dengar kalian begitu dekat sehingga saat Kamu dan Putera jatuh ke dalam kolam, Satria malah menyelamatkan mu terlebih dahulu, bagaimana menurut mu tentang nya?!"
__ADS_1
Kanjeng Ratu terus memancing agar bisa mengetahui perasaan Neneng yang sebenarnya,ini penting karena Kanjeng Ratu ingin mencalonkan Neneng menjadi kandidat Puteri mahkota,tapi ia tidak ingin menjadi perpecahan diantara para pangeran Agung.
"Pangeran Agung Satria adalah hadiah terindah yang saya dapatkan begitu masuk ke dalam istana Yang Mulia,dia bagaikan malaikat pelindung sekaligus teman, sahabat juga partner dalam segala hal,dia selalu ada ketika saya dalam masalah, jujur saya sangat terkesan terhadap nya, loyalitas nya untuk melindungi Putera mahkota yang merupakan Kakak sekaligus atasan nya,dia begitu profesional!"
Kanjeng Ratu manggut-manggut mendengar penuturan Neneng, beliau melihat mata Neneng berbinar saat menceritakan tentang Pangeran nya itu.
"Lalu putera mahkota, bagaimana kamu memandang nya sebagai seorang Pria !?"
Kanjeng Ratu menatap Neneng dengan seksama,ia ingin melihatmu reaksi nya saat menceritakan tentang putera mahkota nya .
Seketika Neneng menundukkan pandangan nya,dia tersipu malu seakan enggan mengungkapkan isi hatinya, sudah dapat ditebak jika ada rasa yang tak biasa yang Neneng rasakan saat mendengar kata Putera mahkota disebut di hadapannya.
"Emhh,,,,,beliau adalah calon Raja yang hebat Yang ng Mulia, hamba sangat beruntung bisa kenal dengan beliau,,,,"
Neneng menghentikan ucapan nya.
"Hanya itu?"
Kanjeng Ratu tidak puas dengan jawaban Neneng yang menggantung, bukan itu yang ingin ia dengar.
Neneng berusaha tidak terpancing.
Dia kembali menyeruput teh milik nya yang masih terasa hangat meskipun sudah didiamkan sedari tadi.
"Maksudku adalah, apakah kamu menyukai salah satu putera ku?apa kamu memiliki perasaan suka, apakah itu kepada Pangeran Agung Satria atau kepada Putera mahkota?!"
Tegas Kanjeng Ratu gemas.
"Uhuk uhuk uhuk!"
Neneng langsung terbatuk-batuk
begitu mendengar pertanyaan Kanjeng Ratu,itu yang selama ini ia sembunyikan.
__ADS_1
Neneng tidak menjawab dan malah sibuk mengelap bajunya yang basah karena terkena air,ia terlihat begitu gugup dihadapan Yang Mulia Kanjeng Ratu.
"Jangan menghindariku, Raden Ayu, jawab lah pertanyaan ku!"Ucap Kanjeng Ratu sambil menahan tangan Neneng agar diam dan fokus terhadap nya.
"Ampun Yang Mulia!saya bahkan tidak pantas memiliki perasaan yang lebih kepada mereka, saya hanya orang biasa dan saya juga berasal dari luar suku Jawa, Yang Mulia, jelas itu sangat dilarang!"
Jawab Neneng sambil bersimpuh.
"Siapa yang bilang tidak boleh,apa ada yang memberitahukan mu?!"
"Begitu kata Ibu Suri Agung, Yang Mulia!"
Kanjeng Ratu tertawa ringan mendengar jawaban Neneng.
"Kamu bukan sekedar orang biasa,Ayah mu adalah Kangmas Bimo Raharjo, beliau adalah seorang Patih juga sahabat paduka Raja, jelas bahwa darah biru mengalir di dalam tubuh mu, meskipun ibumu berasal dari suku Sunda,tapi darah bangsawan ayahmu lebih kuat,, Kangmas Bimo adalah putera dari penasehat kerajaan dari Raja sebelumnya, Kakek mu adalah orang yang paling dekat dan berkuasa pada masanya, jadi siapapun yang meragukan garis keturunan mu,itu hanyalah akal akalan nya saja untuk menyingkirkan mu!"
Neneng bahkan baru tahu silsilah dari keluarga nya, kembali ia teringat kepada adiknya yang masih berada jauh disana, dirinya yang kini sudah bisa menikmati hidup yang layak belum tentu dengan adiknya itu, mungkin ia masih terlunta lunta di jalanan.
Pikiran Neneng jadi melayang kemana-mana,dia hanya diam terpaku tanpa merespon perkataan Kanjeng Ratu.
"Aku berniat mencalonkan mu menjadi kandidat Puteri mahkota, bagaimana menurut mu?!"
"Degh!"
Neneng seakan berhenti bernafas,ia tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan,ia tak lagi bisa fokus, bahkan ia bingung harus berkata apa lagi .
"Calon Puteri mahkota, berarti calon Ratu kerajaan ini,ini tidak mungkin terjadi!ini hanyalah mimpi! bangunlah Neng, bangun dari mimpi mu!"
Batin Neneng sambil terdiam melongo, menatap nanar perempuan paruh baya dihadapan nya,,
"Anda pasti bercanda Yang Mulia!"
Perkataan itu terlontar begitu saja dari mulutnya,,,
__ADS_1
...****************...