MBOK AYU

MBOK AYU
Rindu berat


__ADS_3

"Bagaimana,apakah ada pergerakan yang mencurigakan di istana Raja?!"


Tanya penasihat bagian kiri kepada seorang mata mata yang ia tempatkan di istana Raja dan menyamar sebagai abdi dalem.


"Tidak ada Tuanku! tidak ada yang berbeda dari hari hari biasanya, tidak ada gerak gerik yang mencurigakan di sana Tuanku!"Ucapnya sambil membungkuk.


"Tidak mungkin tidak terjadi apa apa disana, selidiki terus pergerakan siapa pun yang keluar masuk ke istana Raja,jika tidak mendapatkan apapun,nyawamu yang akan menjadi ganti nya!"


"Baik Tuanku!"Ucap mata mata itu sambil berlalu dari hadapan sang menteri yang paling ditakuti dan sangat berpengaruh itu.


Ia kerap melakukan kejahatan demi mencapai tujuan nya, seperti saat puteri nya sendiri yang kini memiliki gelar selir tingkat satu yang sampai sekarang berambisi ingin menjadi Ratu di kerajaan itu,,ia pun sudah berulang kali berusaha melenyapkan Ratu yang terpilih namun selalu gagal,dan kini saat cucunya, yaitu Pangeran Duma ingin menjadi Putera mahkota, berbagai macam cara ia lakukan juga, namun masih belum berharap,,, dia juga bersama Ibu Suri Agung dan Selir Dewi Sinta dibantu para antek antek nya yang menguasai hampir seluruh istana kerajaan, mereka lah yang sudah melenyapkan Putri mahkota terdahulu yang belum dilantik, yaitu Liodra, karena tidak sesuai dengan keinginan mereka.


Paduka Raja bukan tidak tahu tentang apa yang mereka lakukan, namun mereka begitu rapih dalam melakukan setiap kejahatan demi kejahatan, mereka tidak pernah meninggalkan bukti dan jejak apapun,makanya sulit bagi penyidik untuk menjebloskan mereka ke penjara,dan paduka Raja selalu kalah dengan perasaan pribadi nya,ia tak mungkin menghukum sang Ibu yang sudah melahirkan nya dan sudah menjadikan nya seorang Raja meskipun dengan cara yang kotor pula,,,tapi meski begitu paduka Raja selalu berusaha menjadi seorang Raja yang arif dan bijaksana demi rakyat nya.


"Jangan melakukan apapun untuk saat ini,jika ingin selamat!"Ucap menteri penasihat bagian kiri kepada Selir Dewi Sinta.


...****************...


Putera mahkota nampak hilir mudik di depan istana paduka Raja,ia ingin sekali bertemu dengan Raden Ayu yang sudah lebih dari dua hari tak bisa ia temui.


Sudah berulang kali ia merayu sang Ibu agar bisa mempertemukan nya dengan sang pujaan hati, namun Kanjeng Ratu pun sulit mendapatkan akses ke tempat persembunyian Raden Ayu,,dia di tempat kan di sebuah tempat khusus yang bahkan tak bisa di jamah oleh siapapun kecuali Paduka Raja sendiri.


"Masuklah Putera mahkota, Yang Mulia paduka Raja sudah mempersilahkan Anda untuk menemui nya!"Kata Pakde Karwo membawa pesan dari paduka Raja kepada Putera mahkota yang sudah menunggu nya seharian.


Dengan wajah yang begitu sumringah, Putera mahkota terlihat bahagia dan bersemangat menemui Ayahnya itu,dia akan memohon bahkan akan berlutut jika perlu,agar dapat dipertemukan dengan sang kekasih.

__ADS_1


"Apa kau tidak punya pekerjaan lain sehingga seharian menunggu ku di luar!?"Hardik sang Ayah dengan nada yang datar dan sedikit menggoda putera kesayangan nya itu.


"Bu bukan begitu Ayahanda! sangat sulit untuk menemui mu,jadi hamba tidak punya pilihan lain selain menuggu Ayahanda seharian!maaf jika hamba sudah mengganggu!"Jawab Putera mahkota begitu gugup,dia sedikit gemetar karena sepertinya ayah nya tidak menyukai kehadiran nya.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu! bukankah tugas negara itu lebih penting daripada urusan pribadi?!"Paduka Raja sepertinya sengaja ingin mencecar putra mahkota.


"Hamba sudah menyelesaikan nya terlebih dahulu, Ayahanda! Ayah boleh mengecek nya jika tidak percaya!"Jawab Putera mahkota sambil terus menunduk,ia tak berani menatap sang Ayah jika tidak diminta.


Paduka Raja tersenyum tanpa diketahui Putera nya itu,ia sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putera yang tengah di mabuk asmara itu,ia pun mendapatkan laporan jika Putera mahkota begitu giat bekerja agar cepat cepat bisa menemui Raden Ayu.


"Lalu apa yang ingin kau katakan kepadaku,, apakah sepenting itu hingga kau harus menunggu ku seharian?!"Paduka Raja berpura pura tidak mengerti akan kedatangan putera mahkota.


"Izinkan hamba menemui Raden Ayu, Yang Mulia! sebentar saja! hamba ingin memastikan jika dia baik baik saja!"Dengan cepat dan cekatan Putera mahkota mengutarakan keinginannya,ia sampai bersimpuh dihadapan Ayah nya agar paduka Raja mengabulkan permintaan nya.


"Sudah,,Kembali lah! lakukan saja pekerjaan mu dengan baik,biar Ayah yang mengurus nya kini,dia lebih aman bersama Ayah, sampai keadaan mereda dan pelaku kejahatan yang sudah berusaha membunuhnya tertangkap,kau tidak boleh menemui nya!"


"Kenapa harus seperti itu Yang Mulia!itu tidak adil! hamba mohon, izinkan hamba menemui nya satu kali ini saja!"Rengek Putera mahkota memohon kepada Ayahnya.


"Aku bilang pergilah!Aku sibuk dan harus melakukan rapat bersama para menteri, datang lah ke aula pertemuan,kau juga harus hadir disana bukan?!"Tegas Yang Mulia, sengaja ia melakukan itu agar tidak mengundang kecurigaan dari para musuhnya,dia tahu musuh memiliki banyak mata mata di setiap penjuru istana.


"Ayahanda, tolong lah Ayahandanya! Ayahandaaa! Aku tak bisa melakukan apapun jika belum bertemu dengan Raden Ayu, Ayah!"


putera mahkota terus berteriak teriak sedangkan tubuh nya di seret pengawal kerajaan agar segera meninggalkan istana Raja dan kembali ke kediaman nya.


Merasa usaha nya tidak membuahkan hasil sama sekali, Putera mahkota tidak putus asa,dia terus mencari tahu dimana sebenarnya Neneng disembunyikan,ia menemui pakde Karwo dan mendesaknya agar bisa membantunya untuk bertemu dengan Raden Ayu.

__ADS_1


"Pakde kurang tahu Yang Mulia, Pakde pun belum pernah bertemu Raden Ayu sejak itu!"Jawab nya begitu Putera mahkota mencecarnya dengan berbagai pertanyaan tentang Raden Ayu.


"Gak mungkin Pakde,,lantas bagaimana dia makan dan minum,, tidak mungkin kan jika dia tidak di beri makan!"Putera mahkota terus saja mendesak nya,ia yakin Pakde Karwo lah yang mengurus Raden Ayu,dia adalah orang terdekat paduka Raja juga orang terdekat Raden Ayu,jadi tidak mungkin jika dia tahu.


"Hamba sungguh tidak tahu Yang Mulia,, selama ini Paduka Raja sendiri yang mengurus Raden Ayu, itu saja yang hamba ketahui!"


Putera mahkota terdiam sambil menatap Pakde Karwo,ia sedang meneliti apakah dia berbohong atau berkata jujur.


"Apa mungkin Satria tahu?"


Gumam nya.


"Hamba tidak yakin Yang Mulia! Pangeran Agung Satria pun sempat menanyakan hal sama kepada Hamba!"Jawab Pakde Karwo.


"Arghhh! tidak mungkin Raden Ayu disembunyikan di luar istana,aku yakin Ayahanda menyembunyikan di tempat rahasia di dalam istana nya!"


Ucapnya frustasi,dia pun pergi meninggalkan Pakde Karwo begitu saja.


Ia berjalan mengendap-endap di belakang istana Raja, berusaha mencari mungkin saja ada jalan rahasia yang tersembunyi di suatu tempat,ia masih terus berusaha mencari dan mencari keberadaan kekasihnya,dia begitu tak sabar menunggu waktu dimana Raden Ayu kembali akan ditampilkan kepada publik oleh Ayahnya, kerinduan nya begitu berat, hingga apapun akan ia lakukan agar bisa menemuinya.


"Bugh!"


Tiba tiba saja seseorang memukul tengkuk kepala nya sampai ia pingsan, abdi dalem yang biasa menemani nya juga raib entah kemana.


Tangan dan kaki Putera mahkota di ikat dan mulut nya pun di bekap, matanya di tutupi kain dan dia di bawa entah kemana dan oleh siapa, tidak ada yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2