
"Dimana ini?!"
Putera mahkota melihat sekeliling begitu ia bangun dari pingsannya.
Kini ia berada di tempat asing yang begitu indah.
Bunga bunga bermekaran indah di taman mungil yang terdapat air terjun didalam nya.
Ikan ikan berenang dengan lincah nya seakan menikmati jernihnya air di sungai buatan yang di bangun sedemikian rupa indahnya,burung burung dengan berbagai jenis berkicau dengan nada yang begitu merdu nya.
"Apakah ini didalam syurga?!"Gumam nya sambil bangkit dan terus melihat semua, tangan dan kakinya sudah tidak terukur lagi.
Ia berjalan menyusul tempat mungil tersebut, menikmatinya keindahan nya yang begitu terpampang nyata dihadapan nya, tak pernah ia mendapati tempat se elok itu.
Tiba-tiba saja ia melihat seseorang wanita yang tengah duduk di sebuah ayunan sambil membaca sebuah buku.
"Apakah dia seorang bidadari,ya Tuhan,dia sangat sempurna!"Gumam nya lagi sambil terus mendekat ke arah wanita cantik tersebut.
"Raden Ayu!?"Betapa ia terkejut dengan sosok yang ia lihat, ini benar benar berada di dalam mimpi, bahkan ia memimpikan wanitanya yang ia rindukan berada dihadapan nya kini.
"Putra mahkota?! bagaimana kamu bisa berabe disini?!kamu kemana saja?!aku menunggu nunggu kamu menjemput ku, kenapa baru sekarang datang nya?!"Ucap Raden Ayu dengan lirih,ia langsung berhambur memeluk Putera mahkota, begitu terasa kehangatan tubuh dan aroma tubuh nya yang khas, menjalar ke seluruh tubuh Putera mahkota dan begitu menembus jantung nya.
Putera mahkota hanya terdiam melongo,ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi kepada nya ,ia masih berpikir jika semua ini hanya mimpi belaka.
"Yang Mulia?!apa Yang Mulia baik baik saja?!"Ucap Neneng sambil memegang wajah Putera mahkota yang masih terlihat terkejut.
"Apakah kau seorang bidadari? apakah ini di Syurga?!"Ucapnya sambil menatapnya ke arah Neneng dengan tatapan sendu.
__ADS_1
"Ini aku Yang Mulia!Aku Raden Ayu!dan ini bukan di Syurga,tapi ini adalah taman rahasia milik Paduka Raja! beliau sengaja meminjam kan tempat favorit nya kepada ku sampai kondisiku benar benar pulih!"Jawab Neneng dengan senyuman nya yang begitu indah merekah.
"Benarkah,tapi aku masih belum yakin,coba kau pukul aku!"kata Putera mahkota sambil mengarahkan tangan Neneng ke wajahnya.
Neneng tersenyum, bukannya memukul putera mahkota,ia malah mengecup nya manja di bagian pipi putra mahkota.
"Apa sekarang Anda percaya, putera mahkota?!"Ucapnya sambil masih memegangi wajah sang calon Raja.
Putera mahkota masih terdiam dan menatap genit ke arah Neneng,,
"Belum!"Jawab nya setengah menggoda.
Neneng memicingkan matanya ke arah Putera mahkota, rupanya ia sadar jika putera mahkota sedang menggoda nya.
Tanpa aba aba , Neneng menjinjit kan kaki nya lalu dengan berani mengecup bibir sang Pangeran.
...****************...
"Kenapa ayah ku menyembunyikan tempat seindah ini?apa benar tak ada yang pernah menginjakkan kakinya di sini selain kamu?kamu sungguh beruntung Raden Ayu!"Ucapnya sambil tersenyum dan memegangi tangan Neneng dengan mesra, baginya masih terasa seperti mimpi bisa bertemu dengan belahan jiwa nya kini,jika dia bisa memilih,ia inginkan selama nya berada ditempat itu selamanya dan hanya berduaan dengan Raden Ayu yang sudah begitu mencuri hatinya.
"Hanya Kanjeng Ratu yang pernah kesini! begitu kata paduka Raja,itu pun Kanjeng Ratu tak pernah diberitahu jalan menuju kesini!"Jawab Neneng, Paduka Raja memang pernah menceritakan jika hanya Kanjeng Ratu saja yang pernah di ajak ke tempat ini.
"Tentu saja! Ibu ku adalah wanita yang paling dicintai Ayahku!tapi apakah dia juga mengalami hal seperti ku saat akan di bawa kesini,jika iya,,hemm sungguh tak berperikemanusiaan Ayah!"Gumam nya sambil membayangkan bagaimana ia di pukul dan di ikat seperti akan di culik, sebelum akhirnya ia teen di bawa ke tempat seindah itu, ayah nya memang selalu tidak dapat di tebak, sepak terjangnya selalu tertata rapi tanpa tercium sedikit pun oleh pihak manapun, sistem gerilya masih ia gunakan dalam segala hal,tapi selalu berhasil dalam mempertahankan kerajaan dan membuat nya semakin berjaya di hadapan dunia.
Keduanya menghabiskan kesempatan berduaan yang begitu jarang terjadi dengan penuh sukacita.
Apapun mereka lakukan,jalan jalan menyusuri sungai,saling menyuapi makanan dan saling menceritakan tentang segala hal yang sedang atau pun yang ingin mereka lakukan ke depannya.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia berada disini Raden Ayu?!"Tanya Putra mahkota sambil tiduran di pangkuan Neneng, hal yang paling ingin dia lakukan saat kesempatan berduaan seperti ini terjadi.
"Tidak juga!Aku lebih suka terbang bebas menikmati dunia daripada terkurung di sebuah sangkar emas!"Jawab Neneng sambil mengelus lembut rambut sang Pangeran.
"Jika berdua dengan ku seperti ini terus menerus,apa kamu suka?!"Kembali Putera mahkota melemparkan pertanyaan kepada Neneng.
"Suka,, tapi aku lebih menyukai tantangan di dunia luar, bertemu dengan adikku satu satunya, bercengkrama dengan teman teman ku, bermain dengan pangeran Agung Airlangga, berpetualang dengan Pangeran Agung Satria,dan yang paling penting adalah aku ingin selalu mendampingi memimpin kerajaan dan berada di samping mu seterusnya adalah impian terbesar ku!"Jawaban yang paling ditunggu tunggu oleh Putera mahkota akhirnya keluar juga.
Pangeran Agung Tirtayasa yang dinobatkan akan menjadi calon Raja masa depan bangkit dari pembaringan nya dan menatap perempuan di hadapan nya itu.
"Apa ucapan mu itu sungguh sungguh?!Apa kamu siap jika aku memilih mu menjadi Puteri mahkota dan kita akan hidup bersama selamanya dengan segala resiko yang akan kita hadapi?!"
Putera mahkota begitu serius dengan apa yang ia tanyakan kali ini kepada Neneng, dengan tatapan penuh pengharapan ia menggenggam tangan Neneng setengah memohon.
Dengan mata berbinar Neneng pun akhirnya menganggukkan kepalanya dengan penuh kepastian.
Namun tiba-tiba saja putera mahkota menundukkan kepalanya dengan penuh kesedihan,ia mengelus Elis tangan Neneng dengan penuh kekhawatiran.
"Tapi aku takut kehilangan mu, mereka akan mengambil nyawa siapa pun yang terpilih menjadi Puteri mahkota jika tidak sesuai dengan keinginan mereka!"Ucapnya dengan begitu lirih.
"Kenapa kamu begitu takut, mereka bukanlah pemilik nyawa ku!apa kamu lupa aku memiliki sembilan nyawa, sudah berapa kali mereka mencoba membunuhku, tapi tak pernah ada yang berhasil,aku ditakdirkan berumur panjang sampai aku melahirkan calon Putera mahkota kita kelak dan melahirkan banyak anak bersama mu, Putera mahkota ku!"Ucap Neneng begitu yakin dan percaya diri,ia mengelus lembut wajah Putera mahkota dengan mata yang berbinar.
Senyum diantara keduanya mengembang begitu indah, mereka pun berpelukan begitu eratnya,, tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka dari kejauhan, sambil tersenyum, seakan ikut terhanyut ke dalam keindahan perasaan keduanya.
Ia pun ingat bagaimana dulu ia melakukan hal yang sama dengan wanita yang paling ia cintai, saling mengikat janji sehidup semati, meskipun rintangan yang paling berat sekalipun akan mereka hadapi bersama.
...----------------...
__ADS_1