Meet In Trap

Meet In Trap
MIT - ASKING FOR A CAHANCE


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


......................


Liam memegang bahunya saat seseorang tanpa sengaja menabraknya dari belakang, pria berpakaian serba hitam bahkan mengenakan topi dan masker berwarna hitam.


"Maaf Tuan" ucapnya menunduk dan segera pergi meninggalkan Liam yang terdiam sambil menatap kepergian pria tadi.


......................



Liam masuk keruangan Jayden dimana pria itu sedang asik bermain game dengan komputernya.


"Liora mengancam ku!"


Tangan Jayden terhenti, ia lantas mengalihkan pandangannya pada pria yang tengah duduk di sofa.


"Kau tahu alasan sebenarnya Liora datang ke sini?!" Jayden bangun dari kursi berjalan ke arah Liam sambil memegang sebatang rokok di tangannya.


"Ku bilang juga apa!" Lanjut Jayden yang sedang menyalakan rokoknya.


Liam hanya diam, dia juga tidak ingin seperti ini tapi cinta yang dia rasakan pada Liora adalah sebuah bumerang untuknya sendiri. Buta, tuli dan bod*oh adalah kalimat yang sering orang lain definisikan tentang cinta.


Jayden menghela napas, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya. "Sejauh ini, hanya ini yang bisa kami dapatkan." meletakkan ponsel di atas meja tepat di depan Liam.


Tangannya meraih ponsel Jayden, dan melihat sebuah foto dari dalam sana. Ekspresi wajah Liam terlihat kaget namun tidak memberikan perubahan besar di wajahnya, "Ini-" Jayden lantas mengangguk, "Sepertinya mereka punya hubungan"


"Bagaimana bisa?" tanya Liam tak habis pikir, namun Jayden malah mengangkat bahunya dia dan Juan juga masih mencari lebih banyak informasi.


"Dia di bayar." Jayden beralih menatap Liam, "Sekarang kau paham maksudku? Dari awal Liora hanya mengejar uangmu" ucapnya seraya menyesap rokoknya.


Liam terlihat berfikir


"Lalu bagaimana dengan Zyan? Siapa Ayah kandungnya?"


"Kelvin masih menyelidiki hal itu, tapi aku jadi curiga pada Felix"


"Felix?!" gumam Jayden berusaha mengingat sesuatu.


"Maksudmu Felix yang itu?" Perjelas Jayden dan di angguki oleh Liam. "Kau tahu jika Liora adalah mantan pacar Felix kan" kata Liam mengambil sebatang rokok milik Jayden.


"Tapi lima tahun yang lalu dia menetap di luar negri, kapan mereka punya hubungan?" ucapan Jayden membuat Liam jadi ikut berpikir.


"Bagaimana dengan Karin? Apa dia tahu jika kalian pernah berteman?" Liam menggeleng, "Aku bingung bagaimana Felix bisa mengenal Karin, terlebih mereka seperti punya masa lalu"


Jayden semakin di buat bingung, "Pantas saja waktu itu Felix tiba-tiba berada di rumah sakit, kemungkinan besar mereka berdua pernah menjalin hubungan, terbaca dari sifat Karin yang terlihat menjauh" ucap Jayden.


"Apa Karin tidak pernah cerita?" lanjutnya.

__ADS_1


Liam memutar malas bola matanya, "Mustahil wanita itu cerita padaku"


"Kalian benar suami istri?" Jayden jadi mempertanyakan lagi rumah tangga Liam dan Karin.


"Menurut anda?"


"Haha. Tidak mungkin" Jawab Jayden.


"Kau sudah bicara pada Karin?" tanyanya lagi.


"Karin tahu Liora mantan pacarku"


Jayden hanya mengangguk, "Liora pasti sudah mengetahui siapa Karin"


"Sepertinya dia hanya mengetahui jika Karin sekretaris ku" jawab Liam.


"Setelah melihat foto tadi?" perjelas Jayden. "Mungkin sudah mengetahui dari awal Karin adalah istriku" sahut Liam.


"Liora orangnya nekat, lebih baik jaga jarak dulu sebelum kita berhasil mencari cara untuk membungkam mulutnya." ucap Jayden membuat Liam mengangguk.


"Jika sedikit saja rumor beredar, kejaksaan akan mengincar mu terlebih Zea benar-benar ingin menjatuhkan mu" lanjut Jayden.


Liam menghela napas gusar, tiba-tiba seorang pria masuk dengan langkah santai sambil bersiul menghampiri keduanya.


"Biang masalahnya muncul" cibir Jayden melirik adik sepupunya yang sedang duduk itu.


Juan reflek mendelik pada Jayden, "Kalian pasti sedang membicarakan ku kan!" tembak Juan.


Jayden memutar malas bola matanya, "kau masih belum baikan dengan Zea?" tanyanya.


"Dia tidak mau damai"


"kenapa Zea mengincar Liam?" pria itu malah bertanya balik.


"Liora mengancam ku, tidak menutup kemungkinan untuknya membocorkan hal itu ke publik. Jika Zea tidak berada di pihak kita dia pasti akan mengejar ku seperti anjing gila untuk menyelesaikan kasusnya" jelas Liam membuat Juan mengangguk paham.


"Nanti ku bujuk"


Liam dan Jayden kembali men anggukkan kepala mereka.


......................


Karin memijat pelipisnya seraya duduk di stool bar dapur, meraih gelas dan teko air untuk minum sekedar mengusir rasa hausnya.


Bel pintu berbunyi membuatnya menghela napas dan melangkah malas menuju pintu, "Siapa?" serunya seraya membuka pintu tanpa melihat di monitor kecil siapa yang datang.


Iris mata Karin melebar, "Sedang apa kau disni!"


"Kau sudah gila?" lanjutnya berusaha untuk menutup pintu yang di tahan oleh Felix.


Pria itu menahan pintu sekuat tenaga hingga Karin tak bisa melakukan apapun, Felix bersandar di sudut pintu menahan pintu dengan tangannya.


"Ku mohon pergi Felix, kau bisa memperkeruh keadaan!" pinta Karin sedikit memohon. dia hanya tidak ingin bertengkar dengan Liam saat ini, ia lelah dan ingin istirahat.


"Tenanglah, Liam juga belum pulang" kalimatnya terdengar ambigu seolah menginginkan orang yang mendengarnya salah paham.


Karin sekali lagi menarik pintu tapi benar-benar tidak bisa karena tangan kekar Felix menghalangi.

__ADS_1


"Felix!" kesabaran Karin hampir habis, di satu sisi dia takut Liam marah terlebih ini sudah jam pulang suaminya.


"Sekali saja dengarkan aku, ku mohon!"


"Katakan, lalu pergi"


"Oke" Felix mulai menurunkan tenaganya dan Karin perlahan bisa menggerakkan pintu.


"Semua yang kamu lihat itu tidak benar, aku tidak pernah selingkuh darimu dia hanya temanku yang kebetulan sedang ada problem"


Karin mendengus senyum remeh, "Mau sebanyak apapun kau menjelaskan, selingkuh tetap selingkuh Felix! Aku sudah bilang jika tidak ada toleransi untuk perselingkuhan sekali ketahuan semua berakhir" ia berusaha menekankan setiap kalimatnya pada pria di depannya.


"Sekali ini saja ku mohon, aku masih mencintaimu Karin" Felix menyatukan kedua tangannya berharap Karin luluh dan memberinya satu kesempatan walaupun dia tahu Karin sudah bersuami.


Tiba-tiba dengan cepat Felix meraih tangan Karin dan menggenggamnya, "sekali ini saja"


"Kau benar-benar sudah tidak waras rupanya? Untuk memaafkan mungkin perlahan aku bisa melupakannya, tapi untuk kesempatan jangan berharap apapun!" Karin menepis tangan Felix hingga tautan mereka terlepas.


Ting~


Pintu lift terbuka, memperlihatka dua pria yang berdiri di dalam.


Sementara dengan cepat Felix meraih kembali tangan Karin yang tatapannya terhalang pintu tanpa mengetahui siapa yang datang.


Akh~


Liam melangkah cepat disusul Jayden sambil mengepalkan tangannya, dan dalam hitungan detik tangan kirinya menyentuh bahu Felix memutar tubuhnya dan-


Bughhh


Satu pukulan berhasil Felix terima dari buku tangan Liam yang mengepal sempurna, keras bagaikan batu.


Entah kenapa emosi Liam memuncak saat melihat tangan Karin dipegang oleh pria seperti Felix, teman yang sekarang menjadi musuh bebuyutan.


Sementara Karin membulatkan sempurna matanya melihat Liam memukul Felix hingga tersungkur ke lantai.


Felix tersenyum miring, mengelap sudut bibirnya yang berdarah menggunakan ibu jari. Ia perlahan beralih menatap Liam yang berdiri di depannya lalu berdiri.


"Apapun caranya, Karin pasti akan kembali ke tuan nya yang asli jadi lebih baik berhenti menjadi tuan palsu untuknya. Breng*sek!" bisik Felix tepat di telinga Liam lalu menyeringai.


"Aku akan kembali lagi" ujarnya yang masih sempat meraih cepat surai pipi Karin.


Liam langsung menepis tangan Felix dan dengan intonasi tinggi mengusir Felix dari sana di ikuti Jayden yang memilih pamit guna membiarkan keduanya bicara.


Di dalam lift, Jayden dan Felix berdiri bersebelahan sama-sama menatap ke depan.


"Apa hubunganmu dengan Karin?" Jayden bertanya tanpa menatap lawan bicaranya.


......................


.


.


.


.

__ADS_1


.


...🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2