
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
......................
Matanya menatap lurus kelantai dengan telinga yang masih mendengarkan cerita Hana, tak ada hal yang bisa Karin lakukan lagi. Dia sudah basah kuyup, tak mungkin untuknya kembali lagi.
"Aku memilih menceritakan ini karena tidak mungkin lagi untukku menutupinya darimu, Karin. Aku pikir Liam sudah mengatakan semuanya" ucap Hana mengambil tempat di sebelah Karin.
"Jadi- sudah berapa banyak wanita yang dia pakai?"
"Liam hanya meniduri wanita yang dia pilih, bahkan kadang dia tidak melakukannya dan hanya memberikan bayaran pada mereka" kata Hana perlahan meraih tangan Karin menggenggamnya dalam satu genggamannya, memberikan sedikit ketenangan untuk Karin yang mungkin sedang meradang setelah mendengar kebenaran jika suaminya itu mantan penjahat k***min.
"Bagaimana dengan Liora? Kau tahu sesuatu tentang kebenaran hubungan mereka?" Karin itu jika sudah terlanjur mengetahui, dia tidak akan berhenti sekalipun kebenaran itu menyayat hatinya seperti saat ini.
Hana kembali bicara "Dia cinta pertama Liam, mereka memiliki hubungan karena Liam jatuh hati padanya. Liora di jual oleh Ayah tirinya dan orang pertama yang dia layani adalah Liam. Kehidupan Liora di jamin sampai titik di mana Liora tiba-tiba meninggalkannya dengan alasan ingin menenangkan diri karena putra mereka meninggal setelah dilahirkan, hanya itu cerita yang ku ketahui tentang Liora bahkan aku mengetahui itu dari Joy"
"Lalu hubungan Liam dan Joy?"
"Dari yang aku ketahui, Liam hanya menjalin hubungan serius dengan Liora dan Joy, sisanya hanya wanita bayaran untuk pelampiasan. Joy pergi meninggalkan Liam untuk mengejar mimpinya menjadi aktris papan atas dan tanpa sepengetahuan Liam dia pergi keluar negri untuk mengejar mimpinya padahal saat itu Liam hampir melamarnya walaupun Joy tahu hati Liam tetap saja akan menjadi milik Liora" Hana menjelaskan sesingkat mungkin "Tapi sekarang hatinya sudah menjadi milikmu" koreksi Hana.
Hana perlahan merangkul bahu Karin, menepuknya pelan sambil berucap "Aku tahu jika aku tak pantas untuk mengatakan ini, tapi-" Hana melepas rangkulannya, kemudian sedikit memposisikan tubuh Karin menghadap padanya dengan kedua bahu Karin yang sedang ia pegang "Liam tidak akan pernah dimiliki oleh masa lalunya, percaya padaku Karin. Sekarang saatnya untukmu membantu Liam keluar sepenuhnya dari masa lalu kelamnya " ucap Hana yakin.
"menangislah, kau pantas meluapkan semuanya" kata Hana lagi sadar Karin sedang menahan tangis sambil meremat ujung blazernya.
-
-
"Kau kenapa" Jessy lantas membawa Karin kedalam pelukannya membuat tangis wanita itu akhirnya pecah dalam kegelapan. "Kenapa semuanya sangat rumit untukku Jes?!" lirihnya pelan
"Ada apa? Bicara yang jelas"
"Liam- "Ada apa dengan Liam!" potong Jessy melepas pelukannya kemudian mengusap air mata sahabatnya itu. "Aku harus bagaimana? Semuanya sudah terlanjur, aku sudah basah kuyup Jess" ujarnya lagi semakin membuat Jessy bingung.
"Hey! Bicara yang jelas, katakan padaku" sekali lagi Jessy meminta Karin untuk menjawab pertanyaannya dengan benar.
Ting...
💬From : Liam
"Liam- "Hm, Katakan" ucap Jessy meyakinkan Karin hingga wanita itu buka mulut dan menceritakan semuanya.
Jessy terdiam. "Sekarang kemasi barangmu, kita pergi dari sini-
"Tapi Jess"
"Tidak ada tapi-tapian, cukup dengan Safira. Aku tidak ingin melihat sahabatku yang lain di sakiti lagi" Jessy bangun lantas menarik perlahan tangan Karin untuk ikut dengannya.
"Pria sepertinya tidak pantas bersamamu" Jessy marah saat mendengar masa lalu Liam yang tidak seharusnya di tanggung oleh Karin.
"Dengarkan aku Rin, masih banyak pria lain yang siap menggantikan Liam- Jangan bodoh, mana Karin yang ku kenal!"
__ADS_1
"Tapi- "Kita pergi sekarang, pria sepertinya tidak pantas mendapatkanmu. Biarkan saja dia menikahi pelac*r-pelac*r sialan itu"
Ting...
💬From : Liam
Cklek.
Pintu tertutup, Jessy membawa Karin pergi dan tinggal di apartemen miliknya.
......................
"Selama ini kamu membohongiku Riana?"
Tuan Morgan datang dengan amarah yang menggebu setelah mendapatkan informasi dari Jason.
"Apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura tidak tahu. Lebih baik kamu mengaku sebelum aku mengusir mu dari sini!" nada tinggi itu akhirnya keluar dari mulut Ayah Karin.
Riana menghela napas jengah, "Itu tidak benar sayang, itu bo- "Bohong kamu bilang! setelah kamu mendorong Karin?!"
"Sialan, anak itu mengadukanku" gumamnya pelan menoleh sedikit kesamping.
"mengaku saja sebelum aku murka!"
Ting...
💬From : Nichole
Bibirnya tersenyum tipis hampir tak terlihat "Benar! Aku melakukannya" sahut Riana yang akhirnya ikut meninggikan suaranya. "Dan jangan pernah berharap aku mengandung anakmu, sampai kapanpun aku tidak sudi menampung darah dagingmu dalam rahimku!" Tuan Morgan tak bisa berucap berusaha mencerna seluruh kalimat Riana.
Mendengar ucapan Tuan Morgan membuat amarah Riana semakin menjadi-jadi. "Kau bilang apa? Rendahan!"
Tuan Morgan mendengus remeh membuang muka ke sudut lain.
"Kemasi saja barang-barangmu, aku tidak sudi melihatmu lagi di sini!" lanjut Ayah Karin lantas melangkah pergi dari kamar.
"Ah-" Pria paruh baya itu berbalik "Surat cerai akan menyusul" kemudian kakinya kembali melangkah pergi.
Arrgghhh...
Meluapkan amarahnya, Riana menyapu habis seluruh benda yang ada di meja rias hingga jatuh berhamburan.
......................
Liam terlihat gusar, sejak tadi pria itu terus saja mondar mandir menunggu kabar dari Adam.
Ting...
💬"Karin tidak ada di apartemen."
Langkahnya terhenti, bahkan bola mata Kelvin ikut berhenti tepat di titik Liam berhenti.
"Kau sudah tahu kemana?" Ia memutuskan untuk langsung menelpon Adam.
"Sebentar aku baru saja diruang cctv-
"Pak, tolong rekaman di unit 0007"
__ADS_1
"Begini Liam-" Adam terlihat bingung ingin menjelaskannya seperti apa.
"Karin pergi dengan Jessy, tapi- "Tapi apa?"
"Disini Jessy terlihat emosi, dan Karin sedang menangis"
"Menangis kenapa?"
"Aku juga tidak tahu, lebih baik ku hubungi saja langsung"
"Kalau bisa, aku tidak akan menghubungimu Dam"
"Kalau begitu kau saja yang pulang"
"Tidak bisa, ini proyek penting. Tolonglah kau cek ketempat Jessy"
Adam mendengus, pasalnya ia harus segera berangkat ke tempat lain "Yasudah, akan ku cek sebentar"
"Oke, Thanks Dam"
Setelah menutup telponnya, Adam bergegas pergi.
-
-
-
Setelah mendapatkan informasi dari Juan, pria itu berhasil menemukan alamat Jessy.
Wanita itu keluar saat bel beberapa kali di bunyikan. "Kau! Mau apa ke sini?!" ketusnya.
"Dimana Karin!"
Jessy mendengus senyum, "Tidak ada. Lebih baik kau pulang saja"
"Jangan berbohong, aku melihatmu keluar bersama Karin"
"Kalau begitu suruh saja Liam yang datang!"
Brakh!
Pintu di tutup begitu saja membuat Adam terperanjat.
"Apa lagi yang di lakukan Liam" gumam Adam heran sampai Jessy ikut marah seperti tadi.
......................
.
.
.
.
.
...🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1