Meet In Trap

Meet In Trap
MIT - KUDETA


__ADS_3

Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


......................


Zea memutar malas bola matanya, "Kalian tahu kenapa Mark terus mengelak itu bukan kesalahannya? Itu karena Safira mengetahui sesuatu tentang hubungan Mark dan Riana. Keduanya pernah bertemu dan-" Zea menggantung ucapannya sekali lagi membuat Juan mendengus."Apa!"


"Sabar!" sahut Zea mengeluarkan ponselnya kemudian memutar sebuah rekaman suara yang entah dari mana dia dapatkan.


"Mark! Apa hubunganmu dengan wanita ini?"


"Tidak ada!"


"Jangan berbohong"


"Kau yang seharusnya jangan berbohong, kau selingkuhkan dengan dokter pria itu! Kemarin aku melihatmu pergi dengannya Safira"


"Jangan mengalihkan pembicaraan"


"Kau yang jangan mengalihkan pembicaraan!"


"Apa maksudnya dengan ini? Dia membayarmu untuk melukai sahabatku! Jawab Mark."


"Sini-


Brakh!


Bughhh...


"Mark-"


Rekaman suara itu berakhir dengan nada lirihan dari Safira yang mengerang kesakitan dan secara perlahan menghilang.


Karin terdiam, dia berpikir apalagi yang ingin di lakukan oleh ibu tirinya itu. "Menurutmu Safira tidak akan berakhir seperti ini jika dia tidak mengetahui hal itu?!" Mau tak mau Zea mengangguk pelan, "Sebenarnya kasus ini adalah ketidaksengajaan tapi aku memanipulasi beberapa bukti agar Mark mendapatkan balasan yang sesuai atas kekerasan yang dia lakukan" Zea sadar perbuatannya salah memandang dari posisinya sebagai jaksa yang seharusnya berlaku adil dan jujur, tapi dia punya prinsip lain yang membuatnya lebih mementingkan balasan yang setimpal untuk pelaku.


"Rupanya ibumu tidak bisa diremehkan begitu saja Karin- "Dia bukan ibuku." potong Karin dengan tegas "Ya itu, buktinya saja dia bisa keluar dengan melobi menteri hukum" lanjut Jayden.


"Dari awal aku memang tidak pernah mengabaikannya begitu saja, aku tahu dia licik" jawab Karin.


Liam jadi ikut berpikir "Bahkan waktu itu dia menggunakan Martin untuk menculik Karin"


Mendengar itu membuat Zea semakin bersemangat untuk menjebloskan Riana kedalam penjara. "Kali ini aku tidak akan gagal"


"Riana sudah terlalu jauh, tujuan utamanya adalah perusahaan Ayah dan mendapatkan ahli waris untuk putranya yang bahkan belum lahir itu" ucap Karin meremas kuat ujung bantal sofa.


Ting...

__ADS_1


From : Jason


"Ke kantor sekarang, Riana membuat rapat darurat. Dewan Direksi dan para investor sedang menuju ruang meeting"


Karin semakin dibuat emosi, tangannya mengepal sempurna lantas bangkit dari duduknya membuat yang lain bingung. "Antar aku ke perusahaan" pintanya pada Liam.


"Kenapa?"


"Riana berulah lagi. Kali ini aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri" Batas kesabaran Karin telah habis, ini benar-benar keterlaluan.


Liam tanpa bicara meraih kunci mobil di atas meja, kemudian mereka berdua pergi meninggalkan yang lain.


"Ayo Juan" ajak Zea yang ikut berdiri. "Kemana? tidak mungkin menyusul Karin, kan?!" jawab Juan yang masih duduk di sofa, akhir-akhir ini mereka sering terlihat berdua alhasil Jayden jadi main sendiri.


Zea melipat tangannya ke dada menatap datar pria itu "menurutmu!" Juan membuang napas kasar "Aish, ayo" dengan cepat dia bangun berjalan di depan meninggalkan Zea.


"Jomblo, jangan lupa kunci pintunya" ejek Zea yang cepat berlari sebelum bantal sofa melayang padanya.


"Mereka keterlaluan, selalu saja meninggalkanku sendirian" kesal Jayden mendengus kasar.


......................


Karin berusaha menghubungi Ayahnya tapi sama sekali tidak ada jawaban, sementara Jason yang sudah menunggu kedatangannya bersiap di depan saat Karin turun dari mobil.


Wanita itu melangkah cepat menghampiri sekretarisnya di iringi Liam yang mengekor dibelakang. "Bagaimana?"


Jason melirik jam tangannya, "rapatnya masih berlangsung, ayo" ajaknya berjalan di depan.


Brak!


Karin mendengus senyum, "Apa kalian sedang melakukan kudeta?" tanyanya bersandar di sudut pintu dengan tangan yang bersedekap menatap setidaknya 20 sampai 27 orang diruangan itu termasuk Riana.


Seluruh tatapan langsung tertuju pada Karin, sebagian ada yang bingung dan sebagian lagi gugup.


Riana terdiam, dia melirik pria ber jas yang berdiri di dekat pintu seolah memberi isyarat.


Karin langsung membentangkan satu tangannya menghalangi pria itu untuk menutup pintu.


"Kudeta apa maksudmu Karin?" seru seorang pria yang baru saja datang, dia salah satu investor MK Group.


Karin menurunkan tangannya kemudian berbalik menatap pria yang berdiri sejajar dengan Liam itu.


Karin mengarahkan telunjuknya menunjuk Riana yang berdiri di dekat meja podium "Wanita itu sekarang sedang melakukan kudeta Paman" jawab Karin kemudian menoleh tajam sejenak pada Riana.


Tuan Dion yang tidak tahu menahu masalah ini langsung ikut menatap Riana. "Benar begitu?"


Riana melangkah cepat menghampiri posisi Karin sambil membawa kertas yang entah apa isinya. "Aku hanya ingin mengambil milikku!" jawabnya memperlihatkan hak ahli waris yang ada di tangannya membuat Karin melebarkan iris matanya.


Dan dalam hitungan kurang dari satu detik-


Plak!


Tamparan keras melayang di pipi Riana, wanita itu memegang pipinya yang memanas akibat tamparan Karin "Kau pikir Ayahku sudah tiada! Dan ini-" Karin merebut kertas itu dari tangan Riana lalu merobeknya hingga tak berbentuk dan melempar kasar ke wajah Riana. "Kau pikir aku tidak tahu! Dasar Jal*ng" Kakinya melangkah maju membuat Rina reflek mundur.

__ADS_1


"Parasit rendahan sepertimu hanya ingin menguasai harta keluargaku, menjijikan! Dan kau bilang ingin mengambil hak-mu? Ini milikku, berani sekali kau menyentuh apa yang bukan milikmu"


"Kalian lihat! Kalian masih berpikir wanita kasar seperti ini bisa memimpin MK Group?!" Namun semua orang masih diam sesekali bisikan terdengar dari beberapa orang.


Plak!


Satu tamparan kembali Karin daratkan, darahnya mendidih matanya memerah menahan rasa marah dan air mata.


"Sekarang kalian pilih, uang kalian di kelola oleh koruptor seperti dia!" Karin menunjuk Riana di wajah "Atau pimpinan kasar sepertiku yang jelas keturunan sah keluarga morgan!" sentak Karin menatap mereka bergantian.


"Kau benar-benar memancing emosiku Riana!" seru Karin dengan nada pelan dan tatapan yang begitu tajam.


"Bayi yang dikandung wanita ini bukan darah daging keluarga Morgan!" pernyataan Karin sekali lagi membuat semua orang diam. "Kenapa? Kau bingung kenapa aku mengetahui hal ini?" ia mendengus remeh saat melihat ekspresi terkejut Riana.


"Berani sekali-" Riana melayangkan tangannya tak tahan dengan mulut kasar Karin, namun Liam sudah lebih dulu menangkap tangannya "Jangan berpikir kau bisa menyentuh Karin dengan tangan kotor mu itu!" ucapnya pelan penuh penekanan.


"Kau ada buktinya Karin?" taya Dion ikut buka suara membuat Karin mengangguk, bahkan Liam tidak tahu kapan serangan balik ini Karin siapkan.


Karin meraih ponsel yang di berikan Jason dan mulai memperlihatkan foto perselingkuhan Riana dengan Nichole "Kalian berdua sama saja! Kau Nichole-" Karin menatap Nichole dengan tatapan penuh kekecewaan "Ayahku memberimu kepercayaan selama ini! Tapi kau mengkhianatinya? Kau pikir aku tidak tahu? Kalian berpikir aku terlalu bodoh untuk tidak mengetahui hal ini!" kemudian Karin memperlihatkan salinan asli dari surat ahli waris yang asli miliknya.


"Wanita ini-" sekali lagi Karin menunjuk wajah Riana yang berdiri di belakangnya tak bisa berbuat apa-apa lagi "Memanipulasi semuanya, kalian masih berpikir ingin mendukungnya" semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Riana, Nichole, Jason dan Liam mulai bicara.


"Kalau itu bukan keturunan keluarga morgan, bagaimana bisa anakmu mendapatkan hak ahli waris!" tanya salah satu anggota dewan direksi.


"Tidak! itu tidak benar, wanita ini berbohong" sanggah Riana berusaha memperbaiki keadaan.


"Dia mau menipu kita-"


"Parasit menjijikan sepertinya tidak seharusnya berada di perusahaan kita-"


"kita keluar saja, aku tidak tahan dengan wanita sepertinya-"


cemoohan itu terdengar jelas di telinga Riana.


Semua anggota dewan direksi dan para investor mulai meninggalkan ruang meeting membuat Riana sangat kesal.


"Kau Karin!" suara Riana membuat Karin reflek berbalik menatapnya dengan tatapan remeh. "Sudah saatnya kau untuk sadar diri dan kembali ke tempat asalmu! Ketempat Sampah." Karin lantas melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dan di detik itu juga Riana bergerak cepat mendorong Karin hingga terhuyung menabrak meja dan jatuh kelantai.


"Karin!" teriak Liam, Jason dan Dion bersamaan.


......................


.


.


.


.


.


...🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


__ADS_2