
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
......................
Puluhan Wartawan memadati halaman gedung Rez Holding saat mobil Liam berhenti tepat di depan Loby gedung, barisan petugas kemanan menghalau para wartawan dengan membarikade setiap sisi jalan sampai Liam masuk kedalam gedung bersama Karin yang terlihat menggandeng lengannya, berjalan dengan dagu terangkat dan kacamata hitam yang membuat penampilannya begitu elegan berhasil menarik perhatian para wartawan.
Ini untuk kali pertamanya dia pergi dengan Liam di depan publik.
-
Semburat blit-blit kamera wartawan menerpa Liam dan Karin yang terlihat memasuki ruang konferensi di ikuti Kelvin.
Sepertinya pelaku harus benar-benar bersiap menghadapi serangan balik dari Liam. Perusahaannya terus mengalami kerugian setiap detiknya. Terlebih saham MK Group hampir terjun bebas akibat berita scandal itu.
'Putri konglomerat A (KZM) berselingkuh dengan pimpinan tertinggi RHolding, hubungan mereka akhirnya diresmikan setelah beberapa tahun berhubungan secara diam-diam, sebelumnya mereka berdua terlihat mesra dalam acara launching yang di selenggarakan pihak MK Group, pimpinan RHolding sebelumnya tidak pernah menghadiri acara tersebut. Dan dari beberapa bukti yang beredar di salah satu cafe internet, mereka sudah menjalin hubungan selama enam tahun terakhir dan pimpinan RHolding sengaja membunuh putranya dan mengasingkan calon istrinya keluar negri untuk membuatnya tutup mulut.' begitu lah kurang lebih cerita yang di karang seseorang dengan bermodalkan beberapa foto yang di ambil dan memancing kepercayaan para netizen untuk menghakimi berita dan cerita tersebut.
Liam membuka dengan ucapan terimakasih kepada para wartawan. "Seharusnya saya tidak perlu melakukan ini. Tapi karena citra perusahaan tercoreng karena rumor ini saya akan buka suara"
Seorang reporter mengangkat tangannya, membuat Liam menunjuknya untuk mengucapkan pertanyaannya.
"Bagaimana anda akan menyangkal ini, sementara bukti yang beredar jelas?"
Liam tersenyum lalu menekan laptop di depannya.
"Jangan sampai saya mempertanyakan bagaimana perusahaan kalian bisa menerima kalian bekerja, jika hal seperti ini saja tidak bisa kalian analisis dengan benar! Seharusnya jadi penulis novel atau naskah drama saja dari pada jadi wartawan" ucapnya lalu menoleh pada layar besar di belakang.
"Secara hukum hubungan saya dengan Karin sah!" Liam mengangkat tangan Karin mengekspos cincin yang melingkar di jari manis mereka. "Sebenarnya hal ini tidak seharusnya menjadi konsumsi publik. Dan mengenai bukti-bukti yang beredar tim kami sudah menganalisis keaslian bukti tersebut, dan itu semua adalah hasil manipulasi visual. Sekali lagi saya ingin menekankan jika saya Liam Oliver Ramirez tidak pernah berselingkuh, Karin adalah istri saya secara sah dan satu-satunya serta tidak pernah memiliki anak dari wanita manapun!"
"Lalu bagaimana dengan riwayat pembayaran rumah sakit lima tahun yang lalu? Di sana jelas nama anda terdaftar sebagai penanggung jawab dari wanita yang sedang melahirkan? Bahkan beberapa foto beredar tentang hubungan masa lalu anda, yang dengan sengaja meninggalkan kekasih dan mengasingkannya keluar negri untuk menjaga citra perusahaan setelah anda membunuh putra kalian yang anda anggap sebagai aib?" wartawan itu sukses menaikkan emosi Liam, tangannya mengepal kuat sementara Karin berusaha menenangkannya.
"Tenangkan dirimu, jika mereka masih meremehkan mu artinya pergerakanmu tidak bisa mereka tebak" bisik Karin tepat di telinga Liam sebelum ia memberikan sebotol air mineral.
__ADS_1
Setelah meletakkan botol minum Liam kembali menarik mic-nya. "Kalau begitu kenapa anda tidak menyelidikinya secara menyeluruh? Kalau seperti ini saya jadi mempertanyakan. Apakah anda sengaja menanyakan pertanyaan dari setengah kebenaran saja?!"
Pria itu terdiam, tujuan utamanya adalah menyerang sisi lemah Liam. "Maksudnya ini kan?-" Sebuah berkas administrasi dari rumah sakit yang di gunakan untuk menjatuhkannya terpampang nyata di layar "Coba kalian lihat lagi nama yang tertulis di sana- apakah benar Liam Oliver Ramirez atau Lion Oliver Sanchez? Jika benar saya akan merekrut anda untuk menduduki posisi direktur periklanan di Rez Holding!"
Liam sudah memperkirakan jika masalah lima tahun lalu pasti akan naik lagi ke permukaan, karena itu dia meminta Juan untuk berjaga dan meretas data rumah sakit untuk mengganti namanya dan meminta Kelvin menyingkirkan seluruh berkas fisiknya. Ingat, yang mereka lawan tidak semudah itu untuk di gugurkan terlebih Liam memiliki teman-temannya. Jujur pria itu tidak bisa di kategorikan sebagai pria baik.
Semua perhatian langsung tertuju pada pria itu, ia membelalakkan matanya saat membandingkan kedua berkas yang dia miliki dengan yang dimiliki Liam.
"Jika kalian masih menanyakan keasliannya, silahkan hubungi rumah sakit yang bertanggung jawab. Tidak ada pencarian bekas untuk nama saya lima tahun yang lalu, terlebih anda mengatakan saya bertanggung jawab untuk wanita tersebut? Kalau memang begitu, saya pasti sudah menyelesaikan masalah ini agar tidak menimbulkan keributan seperti ini di kemudian hari, bukankah itu lebih aman? Dan mengenai hubungan saya dengan Karin, kami menikah atas dasar kecocokan masing-masing bukan karena perselingkuhan atau apapun itu, semua foto yang di ambil adalah hasil rekayasa" jelasnya.
"Sekarang saatnya kalian mengambil kesimpulan. Apakah yang ada di layar adalah berkas asli, atau yang di miliki wartawan- Liam menunjuk pria itu - Bahkan dari informasi yang beredar anda memang suka membuat berita palsu hingga beberapa korban bunuh diri karena itu?"
Hampir semua wartawan terdiam, mereka tidak ingin bernasib sama dengan pria itu.
"saya rasa penjelasan saya sudah menjawab lebih dari cukup untuk pertanyaan-pertanyaan yang masih tersimpan di benak kalian"
Seorang wartawan wanita tiba-tiba mengacungkan tangannya, "Silahkan"
"Dari berita yang beredar, istri anda Karin di sebut sebagai perebut suami orang. Apakah itu faktor keturunan?" Wanita itu bertanya seolah ingin menyampaikan ejekannya pada Karin.
Karin tersenyum tipis, kali ini dia kembali mendengar omong kosong tentang Ibunya yang juga di sebut sebagai perebut suami orang.
"Anda menanyakan apakah ini ada faktor keturunan? Kalau begitu saya tanya secara pribadi kepada anda. Apakah jika saya menyebut anda tidak bermutu itu adalah faktor keturunan karena orang tua anda juga tidak bermutu?" Wanita itu kesal dan menyangkal pertanyaan Karin, "Tidak, apa anda sedang mengejek keluarga saya sekarang-"
Karin menyela dengan tangannya "Jangan menyela orang yang sedang bicara itu memperlihatkan bagaimana kualitas anda. Dan benar, Sepertinya itu tidak. Melihat anda bisa berdiri di sini sebagai seorang wartawan. Mereka pasti susah payah untuk membesarkan dan merawat anda."
"Apakah kalian menemukan bukti tentang pernikahan pertama suami saya? Pasti tidak! Karena itu memang tidak benar, jika dia saja tidak pernah menikah, dari sisi mana kalian bisa menyebut saya sebagai perebut suami orang?!" satu ruangan benar-benar dibuat bungkam oleh Karin.
"Biar saya luruskan. Ibu saya sudah meninggal lima tahun yang lalu, dan dalam record pengadilan dia hanya terdaftar dalam satu pernikahan yaitu dengan Ayah saya" Karin terlihat bicara santai di iringi beberapa senyum kecil yang dia lemparkan.
"Apa sampai detik ini kalian menemukan dimana kebenarannya? Benar, bagaimana orang yang terdaftar hanya satu kali menikah bisa menjadi seorang pelakor? Apakah kalian melihat faktor keturunan disini sementara sudah saya jelaskan di point awal? Saya tebak anda mendapatkan infomasi konyol ini dari wanita yang lebih muda dari ibu saya misalnya Ibu tiri saya? Sekarang tolong berpikir cerdas siapa yang merebut dan siapa yang direbut. Sekian, terimakasih." Secara halus Karin menyeret nama Riana dalam pernyataannya, membuat para wartawan beropini semakin liar.
"Lain kali tolong berikan pertanyaan yang lebih berkualitas, kalian itu wartawan. Para penerus bangsa yang seharusnya menjunjung kejujuran, bukannya menggiring opini liar dari sebuh rumor tak berdasar" sambung Karin tersenyum lebar.
Liam terlihat mengulum bibir menahan senyum atas jawaban Karin.
"Apakah kalian masih memiliki pertanyaan?" tanya Kelvin. Tidak ada jawaban semua orang sibuk mengetik pernyataan Liam dan Karin.
"Baiklah, konferensi ini saya tutup dan berharap media mampu memberikan berita yang sesuai dengan kebenaran kepada masyarakat umum, dan bukannya menyebarkan fitnah tidak berdasar."
Liam dan Karin berdiri dan melangkah pergi dari ruang konferensi di ikuti Kelvin di belakangnya.
__ADS_1
"Vin, cabut beberapa iklan kita pada dua perusahaan yang menaungi wartawan tadi" Kelvin mengangguk paham, dia sudah menandai dua wartawan tadi kedalam list.
Karin duduk di sofa panjang, ini pertama kalinya dia berkunjung ketempat itu.
Sedari tadi Liam hanya tersenyum, dia semakin penasaran dengan sifat istrinya yang tak bisa di tebak setelah mendengar jawaban Karin yang berani dan tanpa ragu menyeret ibu tirinya.
"Kau mau menunggu ku disni sampai aku pulang kerja?"
Karin tersenyum paksa, "Aku ada janji dengan ibumu" lalu wajahnya kembali datar.
"Kau tidak perlu pergi dengan ibuku, temani saja aku disini" ucap Liam bergeser untuk lebih dekat dengan Karin, wanita itu menyipitkan matanya menyadari posisi Liam semakin dekat dengannya.
Hm. Karin mencium bau-bau mencurigakan. "Jangan modus di siang bolong siluman buaya!" jari telunjuknya mendorong dahi Liam menjauh darinya.
Karin lantas berdiri, "Aku ini wanita sibuk, jadi jangan membuang waktuku" lalu ia beranjak dari ruangan itu, meninggalkan Liam yang hanya terdiam membiarkan Karin pergi.
-
-
-
Karin mendengus, lalu menatap wanita yang tengah bicara dengannya dengan tatapan datar.
"Karin, Nak. Kesini sebentar-" Panggil Nyonya Catherine yang sedang berada di dalam ruangan VIP. "Iya, Bu" sahut Karin mengibarkan bendera kemenangan.
......................
.
.
.
.
.
...🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1