
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
......................
"Juan, coba kau retas cctv di MK Group" lekas Juan membuka tas dan mengeluarkan laptopnya.
"Kapan?"
"Tadi pagi sekitar pukul 10.00 sampai 11:30 AM"
"Sebentar" jawab Juan. Dengan cepat jari-jarinya mengetik keyboard memecahkan kode-kode pemrograman yang tidak dipahami siapapun di ruangan itu kecuali Juan.
Juan memutar laptopnya mengarahkan pada yang lain "Maksudmu pria ini?"
"Tapi tidak ada cctv yang merekam pria ini masuk atau pergi keruangan Karin" Ucap Juan menampilkan rekaman lain dari cctv yang berbeda.
"Tunggu Juan" tahan Liam lalu menunjuk rekaman cctv yang berada di tangga darurat lantai enam. "Kau kenal wanita ini?" Tanya Jayden tapi Liam menggeleng dia juga tidak mengenali wanita itu, yang sepertinya salah satu staff resepsionis terlihat dari seragamnya.
Juan kembali menarik laptopnya dan dalam hitungan detik dia berhasil mendapatkan identitas wanita itu. "Dia resepsionis yang bertugas di lantai 23 ruangan Ayah Karin" Jelas Juan menampilkan data diri dari wanita itu.
Mereka terus menelusuri dari mana asal racun itu, kemana dan kepada siapa saja minuman itu di berikan sampai mereka menemukan titik tuju.
"Kau bisa memikirkan siapa yang memberikan perintah?!" tanya Adam pada Liam yang terlihat bisa menebak siapa orangnya.
"Kau berpikir itu ibu tiri Karin, kan?" tembak Jayden, Liam mengangguk.
Tapi tiba-tiba Juan menyela, "Tapi, pria ini terhubung dengan Liora" sontak perhatian mereka langsung mengarah pada layar laptop Juan.
"Dia Evan, pria yang sama dengan orang yang membelikan tiket untuk Liora kembali ke negara ini" Liam tak berkutik, Liora senekat itu sampai melukai Karin.
Tapi kita lihat siapa yang akan menang, dan berhasil menjatuhkan lawannya, apakah Liora yang licik dan manipulatif atau Karin yang tidak terbaca dan rada bar-bar.
"Sudah kubilang bukan, dari awal wanita itu tidak baik untukmu"Jayden berucap demikian, sekali lagi bukti untuk memberatkan Liora.
......................
Liam membantu Karin untuk berbaring di ranjang, kemudian memberikannya air untuk minum obat.
Selama seminggu, Liam merawat Karin di rumah sakit membuat hati Karin seperti terkikis secara perlahan bagai batu karang yang di kikis air laut.
Karin menyandarkan tubuhnya pada punggung ranjang "Tunggu!" ia menahan pergelangan Liam menariknya kembali untuk duduk. "Kenapa kau baik padaku? Padahal aku selalu saja membangkang padamu?" pertanyaan itu jadi beban pikirannya akhir-akhir ini.
Bukannya menjawab, Liam hanya menatap Karin lalu menyentuh dahinya menggunakan punggung tangan, "Kau masih demam?" lalu ia juga menyentuh dahinya membandingkan hangat tubuh Karin dengan dirinya.
Wajah Karin berubah jadi cemberut, Liam malah menganggap ucapannya sebagai bahan candaan. "Aku serius Liam" kesal Karin memanyunkan bibirnya membuat Liam tiba-tiba merasa gemas.
__ADS_1
Liam terkekeh, kemudian ia mendekat mengikis jarak antara mereka lalu menatap Karin intens. "Kau gugup?" tanyanya dengan nada santai.
Karin langsung membuang wajah, tapi Liam menarik lembut surai pipi Karin untuk kembali menatapnya, "Tetaplah seperti ini" Sial Liam berhasil membuat detak jantung Karin semakin cepat.
Liam merasakan damai saat menatap wajah Karin yang diam, cantik dan manis sekali. Tapi tak kalah dengan wajah sexy nya saat suka membantah dan marah.
"Kau tidak mau cerita tentang hubunganmu dengan Felix?" tiba-tiba ia menanyakan hal itu membuat Karin kembali memalingkan wajahnya ke kanan.
"Sama sepertimu, Felix hanya mantan kekasihku" jawab Karin tanpa berani menatap mata Liam.
Perlahan Liam menarik Karin kedalam pelukannya lalu mengusap lembut kepalanya. Karin mengulum bibirnya, perasaan ini? Karin merasakan kenyamanan yang tidak pernah dia temukan selain pelukan orang tuanya.
Ia bicara dalam hatinya, "Apa ini Karin, ada apa denganmu? Sadarkan dirimu" logikanya menolak tapi hatinya merasakan hal yang berbeda.
"Istirahatlah, hari ini kita tak perlu pergi" ucap Liam melepas pelukannya kemudian menyelipkan rambut Karin ke telinga.
Ya Tuhan, perlakuan Liam membuat Karin goyah pertahanannya untuk tidak mempercayai laki-laki lagi perlahan berubah.
"Aku baik-baik saja, kita bisa pergi. Ayah sudah memberikan kepercayaannya dan aku tidak ingin mengecewakannya"
Liam kembali memastikan, "Kau yakin?"
Karin mengangguk, "lagi pula aku hanya akan menyambut tamu-tamu penting"
Liam menghela napas, "Yasudah, dua jam lagi kita berangkat" ucapnya seraya bangun sambil menarik selimut untuk menyelimuti Karin.
"Ku mohon Liam jangan membuat pertahananku goyah" Ingin sekali Karin mengatakan itu pada Liam yang perlahan menghilang di balik pintu.
Karin menghentupkan kepalanya kebelakang beberapa kali secara pelan "Oh my God, bagaimana bisa dia se perfect itu" membuat Karin mengigit bibirnya.
"Jantungku hampir keluar dari tempatnya"
Acara dimulai sebentar lagi, sementara Liam dan Karin baru saja tiba.
Mobil mewah milik Liam berhenti tepat di depan gedung hotel bintang lima. Terlihat hiruk pikuk para tamu undangan yang menghadiri acara launching tersebut.
Liam turun setelah petugas membukakan pintu sama hal nya dengan Karin yang juga ikut turun, Liam mengenakan setelan jas hitam dari Dior yang di padukan dengan kemeja putih valentino dan dasi kupu-kupu yang membalut tubuh tegapnya, dia lebih terlihat seperti aktor ketimbang pimpinan perusahaan.
Menunjang style Liam tentunya penampilan Karin juga tak kalah memukau, saat keduanya melewati deretan para tamu undangan tatapan kagum mengiringi langkah keduanya. Karin mengenakan long dress berwarna senada dengan Liam yang dipadukan dengan jaket berbulu dan tas tangan dari brand Chanel.
Mereka benar-benar bintang untuk acara malam ini, Karin berjalan dengan anggun mengiringi langkah Liam dengan lengan yang saling tertaut.
Dengan senyum lebar Liam melewati para tamu mengingat wanita di sampingnya benar-benar mendukung penampilannya, sangat Cantik. Hanya kata itu yang bisa Liam definisikan untuk menggambarkan Karin saat ini. Bahkan saat mereka masih di Apartment, Liam merasa jika Karin tidak boleh di lirik pria lain selain dirinya. Liam bingung di satu sisi Karin mulai menariknya ke jalur kanan persimpangan sementara Liora berusaha menariknya untuk kembali ke jalur kiri.
"Dia Liam, kan? Direktur Rez Holding" bisik salah satu tamu pada rekan di sebelahnya saat melihat Liam dan Karin sedang bicara dengan tamu VIP "Benar, tapi tidak biasanya dia di undang?" jawab wanita di sebelahnya.
"Apa mereka pacaran?"
"Entahlah, tapi sepertinya iya"
__ADS_1
"Kalau begitu ini berita besar"
"Kenapa?"
"Anak konglomerat A berkencan dengan direktur muda tersukses abad ini" jawabnya dan dengan cepat mengambil gambar keduanya tanpa sepengetahuan petugas keamanan.
Karin berusaha menjaga senyum ramahnya saat terpaksa harus mengambil beberapa foto dengan Riana.
Selang beberapa menit kemudian, pria berjas hitam yang sedang berdiri di atas panggung mengambil seluruh perhatian tamu undangan. "Baiklah semuanya, acara akan di mulai dengan sambutan dari Nona Karin yang mewakili Tuan Morgan" riuh tepuk tangan tamu undangan mengisi seluruh ruangan.
Karin melepas jaketnya dan naik ke atas podium sambil membawa kotak perhiasan berwarna biru gelap di tangan kanannya.
Semburan bunyi klik-klik dan blit-blit dari kamera wartawan yang datang untuk mengabadikan acara itu menerpa Karin.
"Selamat malam. Saya selaku perwakilan dari MK Group, mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang berhadir di acara malam ini, terutama para tamu-tamu terhormat yang menyempatkan waktunya untuk hadir di acara launching malam ini."
"MK Group, merupakan satu-satunya produsen perhiasan dan jam mewah yang sudah menjual jutaan produk dan berhasil bersaing dengan brand mahal lainnya seperti Cartier dan BVLGARI . Semoga dengan pembukaan acara malam ini semua bisa bekerja keras dan tetap bisa mempertahankan kinerjanya, dan terus melangkah maju bersama perusahaan yang semakin sukses kedepannya"
Di atas podium Karin kembali menjadi sosok wanita cantik dan jenius seperti yang selama ini dibanggakan Tuan Morgan.
"Dalam kesempatan kali ini, saya selaku manajer perencanaan ingin mempresentasikan dan menjelaskan detail dari produk terbaru kami. Produk ini adalah rancangan saya semasa kuliah dan berhasil di realisasikan dengan bantuan seluruh pegawai MK Group yang sudah berdedikasi atas perusahaan." Karin membuka kotak perhiasan yang memperlihatkan satu set kalung berlian lengkap dengan sepasang anting, berhasil membuat tamu undangan khususnya para customer VIP terkesima akan kemewahan desain-nya yang begitu elegan bahkan detail terkecil sekalipun.
Liam menatap terpana istrinya, tapi berbeda dengan Felix yang benar-benar dibuat tak bisa bicara. Satu kesalahan fatal yang dia lakukan adalah menyelingkuhi Karin.
Pada dasarnya sebuah perselingkuhan hanya akan menimbulkan satu kenikmatan tapi di iringi ribuan keburukan yang siap menghadang para pelaku.
Sekali lagi tepuk tangan di berikan untuk Karin bahkan beberapa tamu berdiri memberikan apresiasi atas penjelasan Karin tadi.
"Liam" panggil seseorang dari belakang, membuatnya sontak menoleh hanya untuk membuat matanya membelalak. "Liora!"
Liora duduk tepat di sebelah kiri Liam saat Karin masih berjalan ke arah meja, "Mau apa kau ke sini?"
"Aku juga tamu, Liam. Tolong hormat sedikit"
Karin duduk di sebelah kanan Liam dan reflek pria itu memasangkan kembali jaket Karin.
"Oh, kita bertemu lagi" sapa Karin basa-basi, tapi Liora tidak menjawab dan beralih menatap Liam. Melihat tanggapan Liora membuat Karin tersenyum tipis.
......................
Mohon maaf ya ges ya kalo typo berseliweran😭
Up tiap hari jam 15.00
.
.
.
.
.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻...