
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
......................
"Karin" Liam bergerak cepat membalik tubuh istrinya yang tersungkur di lantai, yang Liam khawatirkan bukan hanya Karin tapi juga bayi yang ada dalam kandungannya.
Tanpa bicara Liam mengangkat tubuh Karin, sebelum dia pergi tatapannya langsung tertuju pada Riana yang masih berdiri di posisinya "Jika terjadi sesuatu pada Karin, anda harus ingat jika saya orang pertama yang akan menghabisi anda!"
"Kamu keterlaluan Riana " tegur Dion yang ikut pergi dari ruangan itu.
Arrghhh...
Riana mengacak rambutnya berteriak bak orang gila, menyapu habis seluruh benda yang ada di atas meja podium.
"Kenapa anak itu selalu ikut campur!"
"Stop!" tahan Nichole saat wanita itu ingin memukul perutnya melampiaskan amarah "Apa pedulimu! Semuanya sudah terbongkar, bagaimana bisa kamu kecolongan dari Karin!" Riana berteriak keras sekali hingga menggema di seluruh ruangan.
"Aku juga tidak tahu bagaimana Karin bisa mendapatkan informasi itu!" Kali ini Nichole tidak ingin mengalah lagi "Aku kan sudah bilang berhati-hati, Karin itu pintar" Setelah itu ia melangkah pergi meninggalkan Nichole sendirian.
Pria itu mendengus kesal, kali ini sudah di pastikan jika dia akan di usir dari MK Group.
......................
Jackson duduk di kursi kebesarannya menatap sebuah layar besar di hadapannya.
Senyum tipis tersemat di bibirnya kala menatap sosok wanita yang dia obsesikan sejak lama.
Kemudian ia melirik sekertarisnya "Kamu bilang apa waktu itu Kim!" Pria itu hanya bisa menelan salivanya susah payah "Kali ini ku maafkan, lain kali-" hanya dengan lirikannya nyali Kim menciut tak berani menatap majikannya itu.
......................
Liam segera bertanya kala dokter keluar dari ruang pemeriksaan "Bagaimana kondisinya dok?"
Dokter menghela napas, "Lain kali tolong lebih berhati-hati Pak, Ibu Karin masih di trimester pertama dan sangat rentan untuk mengalami keguguran"
"Jadi kesimpulannya apa dok? Baik-baik saja,kan?!"
"Pasien baik-baik saja, silahkan-" belum selesai dokter bicara pria itu sudah lebih dulu pergi membuat dokter mengelus dadanya.
Ditengah ke khawatiran setengah mati, Liam melihat istrinya itu tengah asik bermain ponsel membuatnya diam sejenak dan memperhatikannya, gelagatnya seperti sedang bertukar pesan dengan seseorang.
Liam curiga, dia tidak suka melihat tawa Karin untuk hal lain selain dirinya. Dengan cepat dia merebut ponsel Karin dari tangannya membuat wanita itu menatapnya kesal sekaligus heran.
"Kita pulang sekarang, tidak ada waktu untuk bermain ponsel" tanpa aba-aba Liam mengangkat Karin seketika berontak, dia tidak habis pikir dengan sikap Liam kali ini.
__ADS_1
Liam mendengus, Karin terus saja bergerak "Jangan membuatku menciummu di tempat umum Nyonya Liam!" ucapnya datar dengan intonasi tegas dan tatapan lurus kedepan.
Karin masih punya malu, dia sadar mereka sedang berada di loby rumah sakit terpaksa membuatnya mengalah lagi kali ini, perlahan merapatkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
"Anak pintar" Liam melangkah keluar dari loby rumah sakit dengan senyum yang tertera di bibirnya, namun sesuatu masih mengganjal di otaknya.
Dengan siapa Karin bertukar pesan?.
-
-
-
Keesokan harinya, Liam mengajak Karin untuk pergi ke acara pernikahan. Wanita itu tidak tahu siapa yang menikah mungkin ini rekannya demikian pikiran Karin.
......................
Jayden duduk dengan santai di rooftop gedung gedung Sky penthouse sambil mendengarkan musik kesukaannya ditemani air kolam yang sesekali berombak kala angin menyapu.
"Anda di larang masuk nona!"
"Kau tidak tahu aku siapa! Jangan sampai kau di pecat karena melarangku-"
Jayden sontak menegakkan tubuhnya menoleh kebelakang, menatap dua sosok yang sedang adu mulut di dekat pintu masuk.
Teriakan itu membuat Jayden lantas berdiri dan memeriksa sendiri.
"Nona!" teriak penjaga saat wanita itu berhasil menerobos masuk membuat langkah Jayden berhenti. Dia terdiam sejenak menatap wanita yang berdiri didepannya dari ujung kaki sampai ujung rambut, kemudian kembali memindainya sekali lagi.
Jayden memiringkan sedikit kepalanya kemudian mengusap ujung bibirnya dengan ibu jari memikirkan sesuatu.
Kakinya melangkah maju mendekati wanita yang masih berdiri di posisinya sambil bersedekap kesal.
Ia memutari wanita itu dengan langkah perlahan "Kita kenal?" kalimat pertama yang baru keluar dari mulut Jayden.
"Jangan berpura-pura tidak kenal, bodoh!" dia menurunkan tangannya menghentakkan kaki kesal
"Joy. Joy- Kau masih sama saja seperti dulu" Pria itu beralih dan pergi menuju kursinya tadi.
"Siapa? Siapa jal*ng baru Liam!"
"Kau serius tidak tahu siapa?"
"Kalau aku tahu, aku tidak mungkin datang ke sini untuk bertanya brengsek"
"Owh- Santai Joy! Kau selalu saja tidak bisa mengontrol emosimu itu- "Siapa? katakan saja jangan berbelit" potong Joy.
Telunjuk Jayden menunjuk lehernya membuat Joy seketika menatap dirinya sendiri "Jangan mesum bodoh, aku tidak tertarik padamu!"
"Siapa yang mesum, maksudku itu kalungmu!" koreksi Jayden. "Kenapa dengan kalungku?"
__ADS_1
"Pemilik brand yang menghire-mu sebagai brand ambassador itu adalah istri Liam"
"Putri pemilik MK Group?"
Jayden mengusap kupingnya sambil mengangguk.
Joy ikut duduk "Sial! Kenapa harus dia"
"Kau kenal?"
"siapa yang tidak kenal? Dia kakak kelasku saat di sekolah" Jayden mengangguk.
"Lebih baik jangan mengganggu hubungan Liam, dia sudah bahagia sekarang. Cari saja pria kaya lain yang bisa kau poroti"
"aku ini masih waras, aku juga tidak akan mungkin menang melawannya"
"Aku suka wanita sepertimu Joy, yang bisa sadar diri ketimbang Liora" jawab Jayden meraih gelas minum. "Tapi kenapa kau pesimis duluan, bukankah biasanya kau tidak mau kalah?" sambungnya tiba-tiba penasaran, dia cukup mengenal siapa itu Joy.
"Dulu waktu sekolah, dia itu primadona sekolah. Cantik, pintar, jago balapan, terlebih dia putri konglomerat penyumbang terbesar di Clarine Senior High School . Waktu itu pernah ada insiden murid yang hilang setelah masuk ke ruangannya- "Ruangan" Jayden memotong.
Joy mengangguk "Iya ruangan. Kau pasti tahu jika anak orang kaya di negara kita itu punya space sendiri di sekolah- "Ah, maksudmu fasilitas?!" Joy membenarkan ucapan Jayden tadi. "Lalu-" Pria itu jadi penasaran.
"Banyak rumor yang bilang Karin itu sosiopat, hanya saja banyak yang bilang hal itu tidak terbongkar karena uang Ayahnya"
"Bagaimana dengan murid yang hilang?"
"Ya, dia ditemukan bunuh diri di gedung belakang sekolah"
"Tapi tidak ada bukti jika itu perbuatan Karin atau bukan?!"
"Terlepas dari benar atau tidaknya, lebih baik baik aku menghindar saja, dia masih saja sama menakutkannya seperti dulu" sahut Joy menyeruput jus milik Jayden.
"Kalau begitu kenapa kau setuju bekerja sama dengan Brand-nya?"
"Yang bekerjasama, kan agensi. Aku hanya melakukan photoshoot dan beberapa iklan saja jadi tidak bertemu langsung dengannya"
"Tapi aku penasaran kenapa Karin bisa menerima Liam yang seperti itu" Jayden paham maksud Joy yang merujuk pada masa lalu Liam.
"Tentu saja dia tidak tahu" dengan enteng kalimat itu keluar dari mulut Jayden membuat Joy menatapnya aneh.
......................
.
.
.
.
.
...🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1