
"pelan-pelan kamu akan tahu" Edi tidak menjawab pertanyaan Azkara "ingat saat kamu bertemu dengan ku lagi dimasa depan panggil nama ku saja"
"baik pak"
Setelah mengatakan itu Edi langsung pulang dari sana...
........
Keesokan harinya pagi-pagi sekali dengan rambut berantakan dan mata mengantuk, Edi mengendarai motor listriknya ke kawasan bisnis paling makmur di kota D.
Tadi malam Sumanto Simon meneleponnya dan mengatakan bahwah prosedur serah terima perusahaan telah selesai, hari ini setelah menanandatangani dokumen dokumen yang diperlukan perusahaaan itu akan menjadi miliknya,
sekertaris hanny sudah menunggunya di perusahaan.
Dikarenakan perusahaan ditukar dengan uang 6 triliun perusahaan ini sangat penting bagi Edi, oleh karena itu dia sudah pergi menuju perusahaan pagi-pagi sekali bahkan sebelum makan/sarapan.
Company Entertaimen terletak dikawasan bisnis paling makmur dipusat kota D, sederet mobil mewah terparkir di depannya, banyak dari mobil-mobil sprot itu adalah kendaraan para selebriti, yang berada di bawah naungan Company Entertaimen.
Perusahaan itu meliliki peraturan yang mengharuskan para selebritinya melapor setiap hari dan jika ada keadaan darurat mereka juga harus meminta izin, itu sebab nya ada banyaj pqparazi yang bersembunyi di dekat perusahaan.
Para paparazi menghasilkan uang dengan mengambil foto selebriti dan jika mereka berhasil mendapatkan foto skandal mereka bisa menghasilkan uang yang sangat banyak.
Sial! Mengendarai motor listrik memang terlihat lusuh, sudah waktunya membeli mobil...., pikir Edi dalam hati sambil memarkirkan motor liatriknya di depan gerbang perusahaan.
Dan pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara mesin mobil, dan segera setelah itu terdengar suara benturan yang hampir membuat Edi terlempar.
Melihat kebelankang, sebuah mobil porsche cayenne menabrak motor listriknya, mobil porsche itu tergores sedikit sedangkan bagian belakang motor listrik Edi penyok.
Astaga! Baterai motor listriknya baru saja diganti sekarang sudah rusak lagi?
Edi ingin menangis melihatnya, kemudian orang-orang mulai berkerumun disekitarnya menunjuk dan menyaksikan keramaian
__ADS_1
"bagaimana caramu berkendara?" seorang wanita yang cantik luarbiasa membuka pintu dan turun dari mobil porsche.
"wow....."
Terdengar suara seruan kekagumanorang-orang kemunculan wanita itu sangat menarik perhatian dia menggunakan gaun ketat sepinggul dan sepatu hak tinggi di bawah kakinya, tubuhnya sangat seksi, wanita seperti itu akan menjadi pusat perhatian dimanapun dia berada
"Andini?"
Edi berseru, Andini benar-benar datang kesini untuk menandatangani kontrak! Edi tersenyum, meskipun Andini menabrak dan merusak motor listriknya tapi untungnya tidak ada yang terluka Edi tidak berencana untuk memperhitungkan hal ini lagi,
Edi hendaj melangkag maju untuk menyapa Andini, dan pada saat yang sama, Andini juga melihatnya.
"Edi? Kenapa kamu ada disini?" tanya Andini sambil mengerutkan keningnya, setelah memikirkannya, Andini mengerti Edi pasti petugas keamanan Company entertaimen, batinya.
"apakah kamu buta? Bagaimana caramu berkendara?" Andini menggertakkan giginya dengan getir, mobil ini baru dibelinya selama seminggu, meski hanya tergores sedikit, Andini tetap merasa sakit hati karenanya,
"bukannya kamu yang menabrak motorku?" ujar edi tampak tak berdata,"mengapa justru menyalakanku?"
"ada apa?" tiba-tiba terdengar suara seorang pria paru baya, ketua keamanan berjalan debgan sekelompok petugas keamanan di balakangnya.
Memikirkan hal itu, ketua keamanan menunjuk Edi dan berteriak, "apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak tahu jika Company Entertaimen tidak mengijinkan kendaraan listrik?"
"ada aturan seperti itu? Siapa yang membuatnya?" tanya Edi dengan dingin.
"siapa yang membuatnya? Aku!" ketua keamanan mengambil satu langkah kedepan "cepat minta maaf kepada wanita ini!" bentaknya.
Mendengar kata-kata ketua keamanan, Andini tersenyum lalu menunjuk Edi dan berkata "apakah dia petugas keamanan yang baru?"
Ketua keamanan terkejut dan melirik Edi, anak ini memang memakai pakaian pedagang kaki lima dan naik motor listrik, dia pasti datang untuk melamar sebagai petugas keamanan.
"anda jangann khawatir, aku pasti tidak akan menerimanya!" ketua keamanan itu berkata pada Andini sambil menepuk dadanya, setelah berbicara dia melihat ke arah Edi, "hari ini hari pertamamu bekerja ya? Aku umumkan kamu telah di pecat.
__ADS_1
Budaya perusahaan ini tidak terlalu bagus, batin edi sambil menggelengkan kepalanya, seorang ketua keamanan saja berkata-kata sepedas ini.
"aku ingin melihat bagaimana caramu memecatku." Edi menyunggingkan sudut mulutnya dan berkata perlahan "apakah kamu berhak memecat orang?"
"kamu!" seru ketua keamanan sambil menunjuk Edi, apakah ada yang salah dengan anak ini? Memang dia tidak mempunyai hak untuk memecat, tetapi anak ini datang untuk melamar sebagai petugas keamanan, dan dia adalah ketua petugas keamanan, apakah anak ini masih bisa bekerja dengan nyaman disini.
"Edi, kamu benat-benar menjijikan" Andini menghentakkan sepatu hak tingginya berjalan ke depan Edi dan memberinya tatapan menghina "jika ketua keamanan tidak bisa memecatmu tentunya wakil manajer bisa memecatmu bukan?"
Berbicara sampai sini Andini mengeluarkan ponselnya, menulis sebuah pesan lalu mengirimnya, setelah beberapa saat, terlihat seorang wanita dengan pakaian formal berjalan keluar dari perusahaan dengan cepat.
Wanita berpakaian formal ini sangat cantik. Tingginya sekitar 1,65 meter dan berusia 30 an pakaian formal dan sepatu hak tinggi berwarna hitam membuatnya terlihat sangat feminin, dewasa sekaligus seksi.
"menejer rita."
Melihat wanita dengan pakaian formal ini, semua petugas keamanan dan staf membungkuk untuk memberikan salam, wanita ini adalah wakil manajer di Company Entertaimen, Rita.
"tante," Melihat kedatadangan rita, Andini melangkah maju untuk menyapanya, alasan Andini dapat menandatangani kontrak dengan Company Entertaimen adalah karena tantenya menjabat sebagai wakil manajer di Compamy entertaimen.
Rita mengangguk lalu menoleh dan menatap Edi, "minta maaf pada Andini."
Apa?
Edipun merasa lucu "mengapa aku harus meminta maaf? Kamu siapa?"
"otak orang ini pasti bermasalah wakil manajer saja tidak kenal" bisik beberapa karyawan.
"ya, masih tidak mau minta maaf, apakah dia ingin membuat masalah?"
Rita memandang Edi dengan dingin lalu berkata sambil mengertukan alisnya "kamu datang kesini untuk melamar menjadi petugas keamanan bukan? Siapa yang mempekerjakan kamu? Tidak masalah siapa orangnya kamu tidak mau minta maaf bukan? Kalau begitu sebagai wakil manajer aku putuskan kamu di pecat. Naik motor mu dan pergi dari sini."
"aku yang pergi?" Edi menunjuk dirinya sendiri dan berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
"apakah kamu tuli? Tidak mengerti apa dikatakan?"Andini menggertakkan giginya dengan kesal dan berkata dengan dingin "aku benar-benar sial bertemu dengan lalat sepertimu, kamu sudah membuat mobilku lecet dan aku tidak meminta ganti rugi cepat pergi darisini, aku tidak ingin melihatmu.
bersambung.........