Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
itu punyaku


__ADS_3

Rahel sendiri sudah mulai mengoleksi barang antik sejak umur 7 tahun, dann selama 10 tahun ini dia belum pernah salah menilai, Gramafon ini jelas adalah barang autentik.


"kalian nggak salah?" tanya Rahel dengan lembut. "Gramafon ini..."


"itu punya ku" jawab Edi dengan suara lantang dan berjalan ke arah Rahel, kemudian merebut Gramafon tersebut dari tangan Rahel.


Edi berkomentar dalam hati apa- apaan sih? semua orang hanya tahu bahwa hari ini adalah ulang tahun oma, tapi siapa yang tahu kalau aku juga berulang tahun hati ini?


Edi mengepal erat tangannya, bukannya di ucapin selamat malah di hina seperti ini?! barang bagus seperti ini nggak di hargain bagusan nggak usah di kasih!


"punya mu?" Rahel menatap Edi dengan terkejut.


bukankah pria ini yang memberiku tempat duduk di hotel Mutiara Timur? dengar- dengar dia adalah menantu yang tinggal bersama mertua di kediaman keluarga Yu, mana mungkin barang antik ini milik dia? Rahel bertanya- tanya dalam hati.


"iyah, Bu Rahel, barang bobrok itu memang milik dia! selain pecundang ini siapa lagi yang berani memberikan barang tak bermutu seperti itu!" teriak Heru.


"seberapa bobroknya barang yang ku kasih ini, masih lebih berharga di banding Night pearl yang kamu kasih" cibir Edi.


"sia-sia ima begitu menyayangimu apa kamu nggak malu hanya hadiahin mutiara sintesus berharga jutaan itu? kalian nggak suka Gramafon ku ini, kan? terserah aku simpan kembali" ucap Edi sambil mengangkat kembali hadiahnya.


"kamu gila?!" marah Heru "siapa bilang hadiahku hanya bernilai jutaan?! jaga omonganmu itu jabgan sampai ku pukul kamu!"


"sudah- sudah" nenek akhirnya bersuara "jangan ribut lagi hari ini hari yang indah, ada yang ingin Oma bicarakan"


Heru mendekati Edi dan meludahinya kemudian kembali ke tempat duduk.

__ADS_1


sebagai tamu terhormat, Rahel seharusnya duduk di paling depan, akan tetapi dia malah mengikuti langkah Edi dan berdiri di samping kursi pria tersebut.


"tante Julia, boleh nggak aku duduk di sini?" tanya Rahel sanbil melihat ke ara Julia.


"tentu saja boleh" jawab Julia sambil tersenyum.


"Edi berikan tempatmu untuk Bu Rahel!" perinta Julia.


"ehh bukan tante Julua salah paham maksudku aku ingin duduk di samping pria ini boleh nggak?" tanya Rahel sekali lagi sambil tersipu malu dan menunjuk ke arah Edi.


Apa!?


walaupun suara Rahel cukup kecil tapi orang- orang di sekitar meja tentu bisa mendengar kenapabbidadari ini ngotot duduk di samping pecundang itu?


Edi sempat terheran- heran, biasanya para wanita sengaja menghindarinya, mengapa Rahel malah memilih untuk duduk di samping nya?


"Bu Rahel, Edi ini pria nggak berguna kamu jangan marah sama dia ya, biarin saja dia" Julia berusaha membujuk.


"bukan gitu tante Julia." bibir merona Rahel sedikit terangkat dan dia melanjutkan. "aku hanya ingin mengobrol bersama dia."


kata- kata yang keluar daru mulut Rahel membuat suasana lebih ricuh lagi!


apa sih yang perlu di bicarakan? melihat pria miskin seperti dia saja sudah membuat orang merasa jijik! mana mungkin mereka ada topik yang sama! Julia ragu sejenak lalu mengangguk- angguk dan mempersilakab Rahel duduk di tempatnya, dirinya pun terpaksa pindag ke tempat lain.


pada saat bersamaan Clara pun melihat ke arah Rahel.

__ADS_1


walaupun Clara selalu merasa bahwa Edi itu tidak berguna dan tidak mungkin ada wanita yang menyukainya, tapu mendengar kata- kata Rahel barusan, benar- benar membuar hati Clara tidak nyaman.


insting wanitanya berkata bahwa Rahel pasti ada maksud tertentu hingga bisa memilih untuk duduk di samping suaminya.


saat ini ada tiga wanita cantik sedak duduk di sebelah Edu, Rahel, Clara, Siva,.


hampir setengah dari pria yang ada di sana terus- terusan memandang tiga wanita cantik itu memang boleh di katakan bahwa ketiga wanita iniMasing- masing meliki kelebian dan kekurangannya masing- masing ini benar- benar sangat menarik.


Rahel membenarkan rambut yang berantakkan di telinganya dan berkata dengan lembut "hallo namaku Rahel Su...... "


Begitu kata- kata itu baru saja dilontarkan, dia melihat bahwa Edi tidak menatapnya sama sekali.


Ini membuat Rahel sedikit marah, dirinya mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya, pria itu sama sekali tidak memandangnya apakah tampang dirinya jelek?


BagaiMana mungkin siapa di kota D yang tidak tahu bahwa keluarga Su mempunyai seorang gadis yang sangat cantik.


Rahel juga memiliki sifat yang keras kepala, kamu mengabaikanku kan? Maka aku akan berbicara denganmu!


tapi pada saat ini, nenek tersenyum dan berdiri sambil memegang segelas wine lalu berjalan ke arah Clara, melihat nenek berjalan mendekar, para tamu tentu segera berhenti makan.


"Ra, ada yang ingin Oma katakan" kata nenek dengan perlahan.


"iya, Oma?" tanya Clara.


nenek sedikit mengangguk dan berkata "Ra, hari ini kan ulang tahun Oma, kamu bisa nggak janji sama Oma untuk pergi ke Company Entertamen dan bernegosiasi? asalkan Company Entertaimen mau menyerahkan tugas make- over Andini ke kita, pasti keluarga Yu akan mendapatkan banyak ke untungan kamu janji sama Oma ya?"

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2