Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
silver chard


__ADS_3

" berbicara tentang sepupuku kamu pasti mengenalnya dia adlah pak Tedy dari Company entertaimen disini dia lebi berkuasa dari pada langit bahaimana jika aku meminta mereka menyediakan anggur terbaik mereka?"


Tanpa menunggu jawaban Andini dimas langsung membunyikan bell servis saat pelayan datang dia terlihat tidak puas dan berkata "pelayan macam apa yang kalian berikan? Kenapa lama sekali baru datang? Cepat keluarkan anggur terbaik di hotel kalian"


Sang pelayan tertegun sejenak lalu terlihat agak ragu "pak, anggur terbaik dihotel kami agak mahal, saya kawatir...."


Brak! Dimas melemparkan kunci mobil audi di pinggangnya ke atas meja " apakah kami terlihat seperti orang tidak mampu membayarpesanan? Dan sepupuku adalah Tedy apakah kmu tahu siapa dia? Dia adalah sahabat terbaik bos kaliancepat bawakan anggurnya!"


Setelah berkata Dimas melirik wajah Andini ketika dia melihat ekspresi dewi yang terkejut, dia berpura-pura acu tak acuh, malam ini dia telah mengangkat egonya dimas tidak percaya sang dewi tidak menyukainya.


Edi tidak menyangka jika Dimas adalah sepupu Tedy, kedua bersaudara itu memiliki tempramen yang sama yang membuat Edi merasa menarik, dia pun memandang Dimas dengan penu minat dan ingin milhat permainan apa yang akan di mainkan Dimas.


Dengan segera pelayan itu membawakan dua botol anggur, lalu ia letak kan di atas meja Dimas dan berkata "apakah ad yang kurang pak?"


"Tidak ad cepat pergi darisini" teriak Dimas kepada pelayan


Awalnya Edi ingin berkata sesuatu setelah melihat gelagat Dimas dia pun menggelengkan kepalanya dan tidak berkata-kata namun sebaliknya dia berjalan ke sisi hannah dan berkata "apakah kamu Ingin pergi bersamaku?aku takut bentar lagi akan ada masalah disini,"


"ini...." hannah tampak ragu-ragu meskipun dia memiliki hubungan baik dengan Edi saat di sekolah, tapi saat ini jelas-jelas Dimas lah yang menjadi pemeran utama di acara malam ini, jika dia pergi sekarang bukankah hal itu akan sangat menyinggung perasaan Dimas?


Disisi lain saat Dimas melihat Edi masih berada disana ekspresinya menjadi sangat buruk "Edi kamu masih belum pergi juga? Menurut mu kamu siapa? Orang yang sukses? Jangan lupa kamu adalah menantu yang tidak berguna, dan kami merasa malu menjadi teman sekelas dengan orang sepertimu" ejek Dimas sambil melotot.


"benar teman-teman sekelas kita sudah menjadi orang sukses semua kenapa ad kamu yang begitu memalukan?"


"cepat pergi dari sini hannah dia adalah menantu yang tidak berguna, kamu jangan sampai dibodohi oleh nya"


Panggung malam ini adalah milik simon teman-teman sekelasnya telah bergaul di masyarakat selama beberapa tahun, mereka tidak memiliki kemampuan yang sebenarnya, namun memiliki kemapuan yang hebat dalam menjilat, pada saat ini mereka semua membantu Dimas menghina Edi.


Edi mengerutkan keningnya jika bukan karena menghawatirkan hannah akan terlibat dalam masalah, dia benar-benar tak ingin berlama-lama disini


Saat Dimas melihat Edi masih belum pergi juga, dia merasa kehilangan muka, dia mengeluarkan kartu bank dari dompetnya dan melemparkannya ke atas meja makan.


"Pelayan bayar dulu tagihannya karena ad orang yang tidak tahu diri, aku ingin memberi tahu dia bahwa makanan ini adalah sesuatu yang tidak mampu dia beli walaupun sudah bekerja se umur hidup"kata Dimas sambil mencibir


Melihat gerakan simon banyak orang yang tersentak.


Silver chard ini adalah kartu perak bank konon hanya orang yang memiliki aset lebi dari dua miliar baru dapat mengajukan permohonan kartu tersebut.

__ADS_1


Tidak di duga Dimas sudah memiliki prestasi seperti itu di usia muda, benar-benar tidak boleh menilai orang dari penampilannya.


Disisi lain Edi malah terlihat miskin dan sangat terpuruk. Mengapa kesenjangan dianatara orang-orang bisa begitu beasar


Benar saja saat melihat kartu perak itu bahkan Andini pun tidak bisa menahan diri untuk melihat simon beberapa kali tampak nya pria ini memang memiliki kemampuan, batinnya


Melihat sorot mata kekaguman yang dipancarkan oleh sang dewi, ekspresi Dimas menjadi penuh kemanangan, pada saat ini dia menatap Edi dan melanjut kan "tidak, aku tiba-tiba beruba pikiran, makan malam ini dibayar sendiri-sendiri kecuali punya dia yang lainya biar aku yang bayar, buatkan dua tagihan untuk ku"


Pelayan itu mengangguk lalu turun untuk membuat tagihan.


Bahkan hannah pun meandang Edi dengan tatapan prihatin saat ini, jika Edi pergi lebi cepat hal ini pasti bisa di hindari, diperkirakan makan malam ini akn menelan biaya puluhan juta dan konsumsi rata-rata per orang yang hadir lebih dua juta apakah Edi mampu membayarnya.


Memikirkan hal ini hannah menghela nafas namun mengeluarkan kartu bank nya diam-diam bahkan jika dia harus menjaga perasan teman sekelasnya dia harus membantu melunasi tagihan Edi, untuk menghindari hal yang memalukan. Batin Hannah.


Pada saat ini terlihat pelayan yang tadi memegang kartu bank, memasuki ruangan dengan cepat bersama seorang pria yang tampak seperti seorang manajer.


Pelayan itu membungkuk kepada Dimas dengan wajah menyesal dan berkata "pak, maaf saldo kartu anda tidak mencukupi"


Dimas tertegun sejenak kemudian berseru dengan marah "kamu bercanda yah! Aku masih punya uang dua miliar di kartuku kamu bilang saldonya tidak mencukupi?"


"benar pak, maaf kan saya biaya makan malam ini menghabis kan 3.6 miliar. Kecuali bapak ini yang bayar sendiri, maka anda harus membayar 3,4 miliar......"


Mendengar ini Edi bersusah payah menahan tawanya, sunggu tidak sopan.


Dimas ini memang orang bodoh orang lain mungkin tidak akan mengenali dua botol anggor yang dia pesannya barusan namun Edi mengenalinya.


Itu adalah anggur eaton xIII yang terkelanl, itu adalah anggur kerajaan asal prancis yang terkenal dengan harga eceran sekitar 1,6 miliar, Dimas baru saja memesan dua botol sehingga harganya melebihi 3,2 miliar.


Dimas langsung sadar dari mabuknya saat ini, dia menunjuk pelayan dan berkata "kamu bercanda ya kita kurang dari 20 orang? Dan biayanya hampir 4 miliar? Konsumsi perorang 200 juta? Coba panggil manajer kalian aku ingin melihat seberapa gelapnya hotelkalian!"


Pelayan itu menghela nafas dengan ekspresi seolah-olah sudah menduga akan terjadi hal seperti ini. Dia melangkah mundur dan berkata "beliau ini adalah manajer kami"


"Ok!" sambil memelototi manajer berpakaian rapi di depannya Dimas berteriak " pakah hotel kalian sudah tidak ingin berbisnis lagi?konsumsi perorang 200 juta apakah kamu tahu siapa aku sepupuku adalah Tedy bachtiar?"


Sang Manajer itu tidak terburu-buru melainkan berkata dengan ramah "maaf pak untuk makanan biayanya kurang dari 20 juta, tapi dua botol anggur yang anda pesan ini adalah anggur import terbaik. Eaton 13, dan harganya 1,76 miliar anda memesan dua, totalnya adalah 3,52 miliar ditambah dengan biayayah makan, dan jumblah nya sedikit diatas 3,6 miliar, tapi mengingat pak Tedy kami telah membulatkan nya ke bawah..."


"percaya tidak aku akan membunuhmu" Dimas terbakar amara dan merai kemeja sang manajer "kalian punya anggur yang harganya lebih dari 1,7 miliar, kalau pun ada siapa yang mau membeli anggur semahal itu? Percaya atau tidak aku akan panggil polisi"

__ADS_1


Manajer itu menenangkan emosinya dan melepaskan tangan Dimas perlahan


Sang manajertelah menjabat posisinya ini selama beberapa tahun, dan dia sudah bertemu dengan orang terpandang di kota D, namun ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan orang yang berpura-pura sebagai orangkaya.


"Kedua sebelum menyajikan anggur pelayan kami juga sudah berusaha mengingat kan anda mengenai harganya dua kali tetapi anda tidak peduli, ke tiga hal ini bisa di buktikan dengan rekaman cctv, jika anda ingin melapor polisi silakan.


Plok! Plok! Plok!


Selesai berkata manajer itu menepuk tangannya dengan lembut tiga kali


Segera pintu ruangan dibuka dengan suara gaduh dan selusin pri berotot bergegas masuk semuanya terlihat bengis,


Pada saat keaman melapor padanya tadi sang manajer sudah merasakan akan ada orang yang membuat masalah, oleh karena itu dia langsung membawa pasukan keamanan bersamanya,


Kringat dinginpun menetes di sekujur tubu Dimas, dia gemetar sedikit lalu berkata sambil menggertakkan giginya "dimana bos kalian? Aku ingin bertemu dengan bos kalian! Kalian menjalankan hotel gelap"


"maksud mu aku menjalankan bisnis gelap?"


Tiba-tiba, terlihat seorang pria muda menggenakan pakaian putih dan berambut cepak dan memegang dua buah bola di kedua telapak tangannya


Pria itu memakai kacamata bergagang emas dan pakaiannya terlihat tidak rapi namun aura bengis yang dia pancarkan membuat orang menahan nafas tanpa sadar saat melihat nya.


Bos hotel platinum, azkara. Juga dianggap sebagai salah satu konglo merat di masyarakat laut selatan hotel platinum ini adalah salah satu indrustri yang dimilikinya.


Awalnya Dimas masi ingin mengutuk namun keringat dingin terus mengucur di wajah nya dengan deras, ini azkara dia seorang mafia.


Tadinya Dimas hanya membual mengatakan bahwa Tedi dan azkara adalah sahabat tetapi sebenarnya dia tahu bahwa Tedy bukan lah apa-apa di depan Azkara.


Sebagai seorang di kelas pekerja, bagaimana dia mampu menyinggung Azkara.


Melihat bos datang sang manajer berkata dengan dingin "pak, saya lihat anda bisa mengeluarkan kartu perak dan kunci mobil audi, tentunya anda bukan orang yang tidak mampu membayar, anda sendiri yang meminta anggur terbaik dan memesan dua botol sekaligus apakah anda ingin menyangkal sekarang?"


"tidak brani, tidak brani!" Dimas berkata dengan cepat "kami bayar, kami bayar!"


Sambil berkata dia memandang teman-teman sekelasnya dengan maksud meminta bantuan, kartu bangnya hanya memiliki saldo 2 miliar dan itu adalah kekayaan bersih yang telah di tabungnya selama beberapa tahun dan dia masih harus membayar cicilan mobil audi yang dibelinya dengan pinjaman.


Sekarang Dimas disuru mengeluarkan hampir empat miliar sekaligus, bagaimana mungkin ia mampu mengeluarkannya?

__ADS_1


teman teman sekelasnya yang tadinya masih mendukungnya sekarang sibuk meandang kearah lain, tadinya Dimaslah yang pura-pura jadi orang kaya dan memesan anggur termahal, apa maksudnya? sekarang menyuru mereka membayarnya mustahil!


besambung........


__ADS_2