
"Penjelasan? Mengapa aku harus menjelaskan padamu?" Edi berkata dengan dingin "pertama Clara adalah istriku, tolong jauhi dia, pergila menggila ketempat lain!"
"kedua istriku suka mawar aku akan membelikannya sendiri! Dia sangat cantik mawar-mawar itu tidak pantas untuknya. Aku akan mengirimkan mawar praha malam ini juga" teriak Edi yang tidak mau kalah
Siapa Tedy sampai dia berani menghinanya? Benar-benar laki-laki arogan dengan ego setinggi langit.
"brengsek apakah kamu terbelakang mental atau bodoh?" Tedy berbalik meneriaki Edi dengan penuh amarah "mawar praha harganya dua ratus juta satu tangkai, kudengar kamu meminta motor listrik kepada nenek Yu tadi malam? Orang tidak berguna sepertimu tidak akan mampu membelinya bahkan jika kamu menjual ginjal mu siapa yang memberikan mu keberanian untuk berpura-pura seperti ini?"
Mata Tedy sangat dingin dia menduduki posisi tinggi di company entertaimen, kapan seseorang berani berbicara seperti ini kepadanya.
Dan yang paling membuat Tedy kesal adalah Edi bukan hanya menghancurkan bunganya dia juga menyeret dewi pujaan nya kedalam lift! Apa yang sebenarnya ingin dilakukan Edi?
Memikirkan hal itu Tedy tiba-tiba mencibir dan bertekat untuk menang " Clara apakah kamu membutuh kan investasi 10 miliar? Aku dapat membantumu"
"apa" Clara bertanya dengan terkejut
Tedy berkata dengan riang "Clara aku tahu perusahaan mu membutuhkan uang tunai 10 miliar, kebetulan aku memiliki danah proyek untuk di investasikan. Asalkan kamu mau menemaniku makan siang hari ini. Investasi ini akan menjadi milik mu"
"apakah kamu serius?" Clara melepaskan tangan Edi tanpa sadar, perusahaan nya sangat membutuhkan dana saat ini dan tawaran Tedy tantu sangat menggiurkan untuknya.
Disisi lain Edi menahan diri untuk tidak meninju wajah tedy, kedua tangan nya terkepal erat disisi tubuh nya.
"kata-kataku dapat di percaya" Tedy tampak bertekat untuk menang, dia menatap Edi dengan mencemoh, Edi adalah suami yang tidak berguna, tentu saja yang bisa menolong clara saat ini hanya dirinya.
"Ok" Clara mempertimbangkanya sesaat dan akirnya menyetujui permintaan Tedy, tanpa suntikan dana kemungkinan besarperusahaan nya akan bangkrut.
"ayo Clara, mari kita pelajari proyeknya baik-baik dan diskusikan dimana kita akan makan siang nanti..."ujar tedy sopan
__ADS_1
"istriku kamu tidak boleh pergi bersamanya!" sebelum Clara dapat berbicara, Edi memelototi Tedy ekspresinya sangat galak "tedy aku peringatkan kamu jauh-jauh dari istriku!"
"hahaha apakah masalah ini bisah diputus kan oleh menantu yang tidak berguna?" tawa merendahkan itu lagi-lagi didapati oleh Edi "kenapa apakah kamu takut aku akan merebut istrimu?" Tedy tersenym mengejek
"ck,ck,ck... Manusia yang tidak berguna?" hina Tedy lagi.ia tentu saja tahu seperti apa posisi Edi di keluarga Yu "apakah kamu kira kamu mampu mengubah nasib mu?"
"aku...." ekspresi Edi berubah tp dia masih ingin mengatakan sesuatu.
Tetapi saat ini Clara berjalan keluar dari lift dan berkata dengan dingin "Edi jangan membuat masalah lagi"
"aku membuat masalah?" tanya Edi tertegun, ia tidak menyangka istrinya akan mengatakan itu padanya.
"apakah kamu tahu betapa pentingnya investasi ini terhadap ku?" Clara memandang Edi dengan tatapan kecewa, jika Edi juga sukses mungkin dia juga tidak perlu melakukan hal ini.
Sambil menghela nafas Clara mengikuti Tedy keluar dali lobi perusahaan dan masuk kedalam mobil BMW milik Tedy.
"istriku!'' melihat Clara yang masuk kedalam mobil Tedy, Edi segera mengikutinya dan berkata "istriku, kamu tidak boleh pergi bersamanya, aku punya uang, aku akan memberimu 10 miliar!"
"tapi...."
Tedy berjalan menghampiri Edi dan menepuk bahunya dan berkata dengan makna mendalam,"ada ap? Apa kamu mencari pekerjaan? Perlu aku perkenalkan perusahaan ku padamu? Kebetulan membutuhkan petugas kebersihan"
"apakah kamu ingin mencobanya gajinya tiga juta satu bulan" sambung Tedy saat Edy hanya terdiam "demi Clara bagaimana jika aku menambah kan enam ratus ribu?" Tedy berkata penuh makna.
"dibelakang Company Entertaimen adalah keluarga Simon kamu jangan melewatkan pekerjaan di perusaan sebesar itu, jika tidak kesempatan tidak akan datang dua kali, kamu harus memikirkanya baik-baik?"
Edi menepis tangan Tedy dan berkata dengan dingin "tidak perlu"
__ADS_1
"kamu benar-benar tidak tahu di untung!" Tedy menggelengkan kepalanya malas berbicara panjang lebar dengan Edi dia langsung membuka pintu mobil BMW dan duduk di dalam.
"istriku jangan pergi bersama aku bisa mendapatkan 10 miliar itu untukmu" Edi memandang Clara dengan tatapan penuh tekad, berharap Clara dapat berubah pikiran.
Sayang sekali Clara seolah-olah tidak melihat dan mendengar permintaan Edi, Clara tahu Edi tidak akan mampu membawakannya uang sebanyak itu apalagi dalam waktu semalam.
"Edi kamu jangan berteriak lagi jika kamu tidak memiliki uang, berhentila bermimpi..."Tedy berseru mengejek.
"menurutmu apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu Clara? Kamu punya uang 10 miliar? Kamu kenal presiden company entertaimen? Kamu sebaiknya memikirkan...kemana sebaiknya kamu pergi mengemis setelah di usir dari keluarga Yu......hahahaha!"
Tedy menurunkan kaca mobil dengan senyum menghina.
"Tedy apakah kamu kira kamu hebat karna punya uang?" Edi meraung
"maaf Edi, punya uang memang hebat, aku bisa meminta istrimu untuk pergi bersamaku hanya dengan sepatah kata...... Aku meminta Clara masuk kedalam mobil ku dia pun masuk ke mobilky"
Tedi kembali melanjutkan "aku akan meminta Clara untuk menceraikan mu dia pun akan mencerai kan mu!"
"hahaha....'' gelak tawa itu seakan mengijak harga diri Edi
Setelah Tedy pergi, Edi berdiri mematung di depan gerbang perusahaan dengan putus asa.
"seorang manajer proyek dari company entertaimen bisa meminta istriku masuk kedalam mobilnya? Dia juga bisa meminta istriku untuk menceraikan ku? Geram Edi dengan kudua tangan yang terkepal hingga buku-buku jarinya memuti.
"Company entertaimen hanyalah perusahaan dibawa keluarga Simon, dia bukan apa-apa"
Setelah berbicara seperti itu Edi mengeluarkan ponsel model lamanya lalu menghubungi orang yang sudah mengirimkan pesan teks kepadanya.
__ADS_1
"ini aku, aku bisa membantu keluarga Simon tp ad dua syarat!" katanya begitu panggilanya terjawab "mulai sekarang company entertaimen menjadi miliku"tandas Edi dengan yakin
"kedua bantu aku memesan seikan mawar prahaterbaik dan kirim ke agen periklanan Yu, dengan cara yang paling disukai wanita.