
"hahahah.... Para hadirin mari kita santap hidangan hari ini, saya yang traktir" Heru tertawa puas "pelayan ayo layani para tamu!" seru Heru
Tak lama, dua orang pelayan yang menggunakan blus batik datang menghampiri sambil membawa buku menu.
"Selamat malam pak, bu, ini buku menu kami, kiranya bapak dan ibu ingin memesan anggur jenis apa?"
Heru melambaikan tangannya dengan bersemangat "tidak usah lihat menu nya, pesan saja anggur termahal di sini satu botol permeja! Ingat harus anggur yang paling mahal disini!"
Beberapa saat kemudian barisan pelayan datang dengan anggur di tangan mereka, lantas menuangkannya ke gelas-gelas.
Heru mengangkat gelasnya dan tertawa-tawa "para hadirin, hari ini kalian tidak boleh pulang kalau belum mabok mari semua bersulang!"
Sekarang Heru memiliki posisi yang sangat tinggi di keluarga Yu, semua orang tentu ingin mengambil hatinya, mereka bersuka cita ikut bersulang.
Setelah seluru hidangan dan anggur habis disajikan, dan malam sudah cukup larut, Heru pun melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan sambil terhuyung-huyung mabuk.
"berikan padahku tagihannya, gesek saja kartuku"
Malam itu, kebetulan Heru duduk di sebelah Rahel, dia berpikir akan lebih baik kalau dia membesar-besarkan suaranya sembari membayar tagihan, siapa yang tidak tertarik untuk memamerkan kekayaannya di depan wanita cantik seperti Rahel?
Saat melihat Heru mengeluarkan kartunya, banyak orang terkesiap.
Platinum card dari bank amethyst!
Mereka yang memiliki kartu debit bank amethyst setidaknya harus memiliki saldo minimum 2 miliar kalo jenis kartu Black Card minimal 10 miliar sementara Platimun card saldo minimalnya adalah 10 miliar.
Seluru aset milik Heru yu ada sekitar 20 miliar, tapi kekayaan yang dimiliki pembisnis biasanya tidak sesuai dengan saldo rekening yang dimilikinya, pembisnis cenderung lebi suka untuk berinvestasi, bukan menyimpan uang tunai.
__ADS_1
Selama bertahun-tahun Heru akhirnya bisa mengumpulkan uang tunai sebanyak 20 miliar, platinum Card ini pun baru dia buat kemarin, wajar saja kalau lelaki itu langsung ingin memamerkannya.
Seperti yang di duga, Rahel juga tanpa sadar memandangi Platinum Card di tangan Heru.
Masing-masing barang antik milik keluarga Su setidaknya seharga 4 triliunan, tetapi itu semua adalah uang ayah Rahel, meskipun Rahel Su kelihatannya seperti putri yang kaya raya, tetapi saldo rekening yang dimilinya kurang dari 20 miliar.
Jika dia ingin meminta dibelikan Crystal Heels, berarti sama saja dengan meminta ayahnya menjual 1 buah barang antik secara tunai.
Raut wajah Heru langsung bersemangat setelah melihat Rahel juga terpesona oleh padanya.
Lelaki itupun berkata kepada pelayan,"hari ini, semua meja aku yang terakti, kecuali meja yang di belakangku ini!"
Otomatis semua orang pun melihat kearah meja Edi, orang-orang yang duduk di meja itu adalah anggota yang memiliki posisi rendah di keluarga Yu, Heru sama sekali tidak takut menyinggung mereka.
"Edi tahu nggak, kenapa aku tidak mentraktir mu?" Heru bangkit dan menatap Edi.
Kemudian Heru langsung mengalihkan pandangannya pada Rahel "tidak usah kawatir Bu Rahel biar aku saja yang menghukum pecundang itu, harga makanan permeja setidaknya 20 juta mana bisa dia membayarnya!"
Rahel tidak mengucapkan apapun, hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.
Ketika pelayan mengambil kartunya, Heru kembali berkata kepada Rahel "jangan kawatir, bu Rahel bukankah anda menyukai Crystal Heels? Aku mempunyai banyak teman, aku bisa meminta mereka untuk membelikannya"
Heru memang memiliki banyak koneksi, tapi di lingkaran pertemanannya banyak pula yang mengincar Crystal Heels adalah mimpi jika Heru berhasil mendapatkannya.
"terimakasih" Rahel tersenyum sopan dn mengangguk pelan.
"anda terlalu sungkan ini sudah seharusnya aku lakukan" Heru Yu tersenyum saat hendak melanjutkan pujiannya seorang pelayan menghampiri Heru Yu dengan langkah cepat, lalu membungkukkan badanya dan berkata "maaf tuan silakan pakai kartulain untuk melakukan pembayaran."
__ADS_1
"apa!" Heru Yu mengira dia salah dengar lalu berkata "kamu menyuruku menggunakan kartu lain untuk membayar?"
"benar tuan karena kartu anda ini....... saldonya tidak mencukupi, tidak cukup untuk melakukan pembayaran...."
Sang pelayan belum selesai berbicara Heru Yu langsung berteriak keras "omong kosong di dalam kartu ini ada 20 miliar bagaimana mungkin saldonya tidak cukup?"
"ma.....maaf tuan total tagihan yang harus anda bayar adalah 60 miliar"
Hahaha! mendengar harga yang disebutkan, Edi tergelak, Heru ini benar-benar konyol! Sebelumnya sebotol anggur di antarkan kesetiap meja, semua orang tidak tahu alkohol itu jenis apa, tetapi Edi tahu betul alkohol apa itu, itu adalah "Romani-Conti" harga eceran satu botolnya mencapai lebih dari 2 miliar dan totalnya mereka sudah membagikan lebih dari 30 botol!
"kalian main-main dengan ku yah?" Heru benar-benar panik, dia lalu berdiri dan berkata kepada seorang pelayan "keluarga kami ada 300 orang, dan sudah menghabiskan 60 miliar? Masa masing-masing orang menghabis kan 200 juta? Cepat panggil manajer kalian!"
Kedua pelayan di hadapan Heru berpandangan satu sama lain, serba salah, meski begitu salah satu dari mereka tetap pergi, untuk memanggil manajer, manajer hotel itu adalah seorang pria berusia 30 an dengan setelan jas rapi.
"kalian sudah merencanakannya ya?" Heru melangkah maju, dia berteriak sembari jari telunjuknya menuding wajah manajer itu "rata-ratanya menghabiskan 200 juta? Saya akan menuntut anda ke asosiasi konsumen!"
Manajer itu hanya berdiri dengan tenang dia sama sekali tidak terlihat panik.
Dengan suara yang tenang dia berkata pada Heru "maaf pak anggur yang anda pesan adalan Limitet-Edition dari "Romani-Conti",anggur ini hanya di produksi 800 botol pertahunnya, harga dipasaran berkisar 3,2 miliar, karena anda membeli lebih dari 30 botol jadi kami memberikan diskon"
"Brengsek!" Heru langsung menubruk manajer itu sambil menarik kera kemejanya "anggur Limitet-Edition? Dan kalian memiliki lebih dari 30 botol disini? Lagi pula siapa orang bodoh yang mau anggur ini!?"
Senyum formal di wajah manajer itu seketika lenyap, dia sudah menjadi manajer selama 6 tahun dia sudah bertemu banyak orang-orang terkemuka di kota D, tapi ini benar-benar kali pertamanya bertemu dengan seseorang yang tidak punya uang tapi berlagak sok kaya.
Manajer itu berusaha keras menstabilkan emosinya "pak saya katakan tiga hal kepada anda, pertama, tadi anda sendiri yang mengatakan bahwa anda ingin anggur terbaik, kami punya rekaman CCTV-nya, kedua, anggur yang kami sediakan benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya, terus terang saya tidak tahu kenapa bos saya memiliki begitu banyak stok anggur itu, ketiga, mohon sopan lah sedikit"
Bersambung........
__ADS_1