Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
Siva Yu


__ADS_3

namun m, baru- baru ini, entah apa yang terjadi, Edi sepertinya selalu berdiri di saat- saat Clara membutuhkannya, bahkan sekarang Clara tanpa sadar mendengarkan kata- kata Edi.


tak lama setelah itu, ponsel Clara kembali bergetar, itu adalah pesan balasan dari Edi pesan itu hanya berisikan beberapa kalimat pendek.


"Oma masih akan datang untuk memintamu secara langsung, seperti sebelumnya, tolak dia, Company Entertaimen tidak akan mengenal siapapun selain kamu. kamu percayalah padaku."


melihat tiga kata terakhir di pesan itu, Clara merasakan perasaan aman yang tidak dapat di jelaskan, tiba- tiba saja, Julia merenggut ponsel di tangan Clara.


"baiklah, ternyata kamu menolak Oma karena Edi yang menyurumu melakukannya?" dada Julia seketika bergejolak, dia menunjuk Clara sambil berkata dengan marah. "apa kamu gila?! bahkan kamu percaya kata- kata Edi?! aku beri tahu kamu, setelah ulang tahun Oma, kamu harus bercerai dengan dia!"


"Bu, Edi sudah menebak kalau Oma akan meneleponku..." ujar Clara ragu- ragu.


Julia semakin menjadi marah begitu mendengar perkataan putrinya, dia kembali memukul meja dengan keras.


"Clara, aku kasih tahu kamu, Edi hanyalah seorang laki- laki yang tidak berguna coba kamu lihat, menantu seperti apa dia? menantu laki- laki siapa yang menilainya tidak sampai puluhan miliar?"


Julia menjadi semakin kesal tapi begitu menyebut nama Edi, hatinya tidak bisa menahan gejolak amarah yang semakin melonjak.


sore harinya, nenek tua itu mengutus Irfan untuk datang bernego siasi.


Irfan Yu adalah seorang pemimpin dari generasi ke dua keluarga Yu, dia adalah nomor ke dua setelah Heru, hasilnya setelah dia tiba di Company Entertaimen, tanpa sempat berbicara apa- apa dia langsung di datangi oleh petugas keamanan.


setelah Irfan kembali ke kediaman Yu, nenek tua itu baru menjadi benar- benar panik.


sebenarnya apa yang terjadi? apa benar Company Entertaimen hanya mengenal Clara?


nenek duduk di atas kursi, sambil menghisap rokok nya satu per satu.


"Oma aku ada ide." tiba - tiba saja, Heru berjalan mendekat ke arah nenek.

__ADS_1


"Oma, aku pikit, Clara hanya mengandalkan kecantikkannya saja, sehingga dia bisa bernegosiasi dengan perusahaan itu." ujar heru


"bisa di lihat dari sini bahwa presdir Company Entertaimen adalah seorang penyendiri. di keluarga Yu, bukan hanya Clara saja yang Cantik, Siva juga cantik, coba Oma suruh kak Siva pergi untuk mencobanya."


memang ada dua wanita di dalam keluarga Yu yang sudah di akui kecantikannya.


satu adalah Clara, dan satu lagi adalah Siva.


menurut silsilah keluarga, Clara harus memanggil Siva dengan sebutan 'kakak'


Usulan dari Heru ini di setujui semua orang dan nenek keluarga Yu itu mengangkat tangnya dan berkata "biar Siva Yu pergi ke Company Entertaimen besok."


Ke esokan paginya Siva Yu pergi sendiri ke Company Entertaiment.


Siva berdiri di pintu masuk Company Entertaimen dia kini menggenakan rok mini ketat yang membuatnya terlihat sangat menawan, bangak paparazzi yang mengambil fotonya karena mereka mengira Shakir Adalah artis baru, bahkan penjaga keamanan juga mengira Siva adalah Seorang artis sehingga tidak berani menghentikan wanita itu.


Shakira berjalan di sepanjanv koridor menuju kantor presdit, tetapi begitu hendak mengetuk pintu, dia melihat Haany berjalan keluar dari kantor presdir, pada saat itu hanny hendak membuatkan Teh untuk Edi. begitu dia membuka pintu, hanny langsung di kejutkan dengan kehadiran Siva di depan pintu, begitu tahu kalau Siva adalah orang kiriman dari keluarga Yu, Hanny segera mengusirnya dari perusahaan.


Siva selalu menolak orang lain, tetapi sekarang justru dia yang mendapatkan penolakkan dari orang lain, begitu nenek mengetahui tentang kejadian ini, kepanikan di dalam hatinya semakin menjadi- jadi.


*****


ke esokan harinya, di vila keluarga yu.


hari ini adalah hari ulang tahun nenek tua keluarga Yu, vila milik keluarga itu kini sudah sangat meriah, semua anggota keluarga dari berbagai wilaya bergegas kembali pulang untuk merayakan pesta ulang tahun nenek, berita ulang tahun ke- 70 nenek ini juga sudah menyebar ke seluruh penjuru kota.


ulang tahun ke -70, secara otomatis haruslah mengundang banyak orang meskipun keluarga Yu adalah kelyarga kelas dya, tetapu jumbla yang di undang ke pesta ini tidak main- main.


di luar Villa juga sudah terparkir banyak mobil. di depan sebuah mobil land Rover, Clara dan Julia berdiri sambil melirik jam tangan mereka dengan tidak sabar,

__ADS_1


ketika itu, sebuah sepedah listrik melaju ke arah mereka, begitu sepedah itu berhenti Edi langsung cepat- cepat berlari ke arah Clara dan Julia.


"macet, macet," ujar Edu sambil terengah- ngah.


sial! Edu meruntuk dalam hati.


awalnya dia menyuruh Hanny untuk menyupirinya tetapi jalanan benar- benar macet parah, di jembatan, macet hinggah satu jam, begitu melihat kalau pestanya sudah hampir di mulai Edi terpaksa mengeluarkan sepedah listriknya dari bagasi dan menggayuh sepedah itu sampai ke Villa keluarga Yu.


ngomong- ngiming, Keluarga Yu adalah keluarga yang terpandabg, begitu melihat ada orang yang mengendarai sepedah listrik, banyak tamu yang melihatnya dan mencibir.


"lihat orang itu Edi kan? dia kan menantu laki- lakinya keluarga Yu."


iyah itu dia, hahaha!"


"pecundang bisa menikah dengan Dewi Clara, berarti dia juga berharga!"


" hahaha, kamu tidak tahu saja, aku dengar dia dan Claea sudah menikah selama 3 tahun dan mereka tidur di lantai, hahaha!"


beberapa generasi muda dari keluarga Riu berkumpul untuk mengobrol, keluarga Riu sudah lama berteman dengan keluarga Yu merekah bahkan memiliki beberapa bisnis bersama, jadi keluarga Riu sangat mengenal baik keluarga Yu dan sebaliknya.


begitu mendengarkan obrolan ini, Clara merasa sangat malu dia lalu berkata pada Edi "lain kali. kalau kamu mau naik sepedah listrik, perkirlah di tempat yang agak jauh, memangnya kamu nggak melihay ada begitu banyak tamu?"


"Hm" Edi hanya bergumam sambil mengangguk dengan tak acuh.


melihat sikap Edj yang seperti itu, Julia seketika merasa sangat marah, Hari ini adalah haru yang khidmat, dan menantunya masih berani bersikap seperti itu, benar- benar muka tebal!


"oh iyah, kamu sudah menyiapkan hadiah untuk Oma kan?" tanya Clara dengan suara rendah


"sudah" ujar Edi sambil tersenyum, dia lalu mengeluarkan sebuag kotak kayu, kotak itu terlihat sangat usang.

__ADS_1


"Hah?!" Clara menggentakkan kakinya ke lantai begitu dia melihat kotaj yang di sodorkan Edi. "hadiah apa ini? haribini ulang tahun Ke -70 Oma, jangan berani- berani kamu kasih barang sampah ini."


bersambung...


__ADS_2