Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
hadiah Heru.


__ADS_3

"Hah?!" Clara menggentakkan kakinya ke lantai begitu dia melihat kotaj yang di sodorkan Edi. "hadiah apa ini? haribini ulang tahun Ke -70 Oma, jangan berani- berani kamu kasih barang sampah ini."


"ini bukan sampah" ujar Edi ringan


pria ini masih bisa bilang kalau itu bukan sampah? kotak macam apa itu?


Julia sudah tidak tahan lagi dia menunjuk Edi dan hendak memarahinya, tetapi tiba- tiba terdengar suara pengumuman.


"silakan anggota keluarga Yu untuk berikan hadiah panjang umur untuk Oma"


begiti suara itu terdengar, seluruh anggota keluarga Yu memasuki Villa, Julia memelototi Edu sambil menelan kata- kata yang tidak jadi dia lontarkan. mereka pun segera bergegas masuk ke dalam vila.


ketika itu semua tamu sudah duduk di kursi masing- masing, sang nenek menggenakan pakaian yang sangat mencolok, dia duduk di atas singgasananya dan tampak sangat bahagia.


"pak Sucipto dari Bima Sakti Grup silakan maju untuk mengucapkan selamat kepada, Oma!" ujar sorang pembawah acara di depan mikrofon.


tak lama. seorang pria paruh baya berjalan masuk, dia adalah Sucipto Saputra, dua memiliki aset hingga ratusan miliar dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan nenek, pria itu berjapan sambil di ikuti oleh seorang asisten wanita yang memegang sebuah kotak besar di tangannya.


"semoga Oma panjang umur!" ujar Sucipto sembati tersenyum, dia lalu membuka kotak yang berada di tangan asistennya.


tiba- tiba saja suasana menjadi riuh.


benda itu adalah guci dari dinasti Qing, tiongkok!


guci itu terligat sangat mewag dengan hiasn emas di pinggirannya dan mengingat guci ini berasal dari ratusan tahun yang lalu, harganya tidak mungkin kurang dari 2 miliar!

__ADS_1


benar- benar sebuah penghargaan yang sangat tinggi! haduah miliaran hanya untuk kado ulang tahun!


"silakan pak Sucipto untuk segera duduk agar kita bisa berpindah ke yang selanjutnya terimakasih pak Sucipto!"


seperti yang semua orang ketahui, nenek sangat menyukai barang antik, jadi dia pasti sangat menyukai hadiah itu, dengan hadiah itu. semua hadiah lainnya terlihat biasa saja.


hingga ketika tiba giliran Heru, perhatian semua orang langsung tertuju pada pria itu, semua orang disana sudah lama mendengar bahwa Heru akan memberikan hadiah besar saat nenek berulang tahun, bagaimanapun juga dia adalah cucu yang paling di sayangi nenek.


heru memegang sebuah kotak, dan setelah berjalan ke tengah- tengah ruangan lalu membungkuk pada nenek "Oma, Hery ucapkan semoga Oma panjang umur dan sehat selalu!" ujar Heru sambil tersenyum.


tidak ada seorang pun yang peduli dengan apa yang Heru katakan yang mereka pedulikan adalah kotak yang berasa di tangan pria itu, kotak itu tidak besar, seluruh kotak itu berwarna hijau yang terbuat dari giok berkualitas tinggu, mewah sekali! sebuah kotak kado yang terbuat dari permata giok berwarna hijau!


setelah Heru mengucapkan banyak ucapan selamat kepada nenek dia lalu menjentikkan jarinya, sketika seluruh lampu di ruangan itu mati, semua tirai di tutup rapat sehingga kini ruangan itu gelap total. seketika ruangan itu di penuhi hiruk- pikuk orang- orang yang saling berbisik satu sama lain.


selesai berkata seperti itu, Heru langsung membuka kotak gioknya, seketika semua orang langsung memekik tertahan.


terlihat di dalam kotak itu, ada sebuah night pearl yang sebesar genggaman tangan orang dewasa, meskipun tidak bisa menerangi ruangan itu seperti bohlam, tetapi cahata yang di keluarkan mutiara itu setara dengan delapan buah lilin.


berapa banyak uang yang harus di keluarkam untuk mendapatkan night pearl sebesar itu?! mungkin saja tidak kurang dari 4 miliar!


"iyah, iyah, iyah!" nenek tua itu tertawa senang, "Heru, Oma sayang sekali padamu! Oma tidak akan mengecewakanmu!"


semua orang di dalam ruangan itu bertepuk tangan, semuanya pasti sepakat kalau hadia ini adalah yang paling menyentuh, mutiara itu sangat besar dan sangat sulit mendapatkan barang seperti itu di kota D, semua orang ikut terharu melihat hadiah yang di berikan Heru untuk nenek, tetapi tiba- tiba saja Edi tidak bisa menahan gelak tawanya.


hahaha, apa Heru sedang melawak? orang lain mungkin tidak bisa mengetahuinya, tapi Edi bisa tahu jelas bahwa Night pearl itu harganya tidak sampai seratus juta mutiara berukuran besar itu tidak besar secara alami, melainkan memang sengaja di buat besar.

__ADS_1


sejak kecil hingga dewasa, apa benda yang tidak perna Edi lihat? Di kantor pusat milik keluarganya, di kantor presdir, semuanya ada Night pearl berukuran besar mutiara- mutiara itu harganya tidak kurang dari 4 miliar, meskipun tidak terlalu mahal, tetapi kalau punya uang, sangat mudah untuk mendapatkannya.


Night Pearl yang asli selalu dianggap sebagai harta karun, dulu hanya raja dan ratu yang bisa menggunakan Night pearl, setelah banyak orang yang membelinya orang- orang jadi memutar pikiran dan menggunakan cara kimia untuk membuat night pearl berukuran kecil menjadi besar.


night pearl buatan sangat jelas terlihat kalau ada lem di bagian tengahnya, Night pearl yang diberikan Heru ini, bukankah sangat terlihat jelas bekas lemnya?


"apa yang sedang kamu tertawakan?!" tiba- tiba Heru melompat turun dari atas panggung, lalu berteruak kepada Edi.


seketika semua mata beralih ke Edi.


"maaf aku nggak bisa menahannya" ujar Edi sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan. "night pearl pemberianmu telalu kelihatan palsu."


"apa kamu bilang?!" Heru kembali berteriak, wajahnya seketika merah padam.


sebenarnya Heru juga tahu kalau night pearl itu palsu, tetapi tidak ada seorang pun dari keluarga Yu pernah menyentuh barang mewah seperti Night Pearl, sehingga mereka tidak akan menyadari kalau mutiara itu palsu.


sekarang, kebohongan Heru baru saja diungkap oleh Edu, seketika muncul kekhawatiran di dalam hatinya.


"Edi jangan bicara omong kosong!"


Clara menepuk pelan lengan Edi. kalau sampai Edi mencari gara- gara dengan Heru pasti tidak akan membiarkan hidup Edi tenang.


seketika Heru mencibir "hey kamu hanyalah sorang menantu yang setiap harinya mendapatkan 400 ribu tentu saja kamu tifak paham mengenai night pearl, aku juga tifak peduli dengan komentarmu, kita lihat saja hadiah apa yang bisa kamu berikan untuk oma!"


sebenarnya, Heru diam- diam melihat kotak yang ber ada di tangan Edi, Dia lalu ter tawa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2