
"pak Edi saya akan melapor kepada kepala keluarga anda..."
"jangan tawar menawar padaku atau aku akan menghancurkan keluarga Simon"
Sebelum pihak lain selesai berbicara Edi menutup televon dengan bunyi "Plak"
.........
Diarea gold coast,setiap villa dirancang oleh desainer internasional terkenal, dari ubin hingga rumput dipilih dengan cermat, villa disini tidak bisa dimili hanya dengan memiliki uang,
Pada saat ini edi duduk di atas sofa di balkon dan di sebrangnya, duduk kepala keluarga Simon, Sumanto Simon, orang ini adalah pamannya supir nya baru saja menjemput Edi kemari.
Melihat pakaian Edi yang tidak rapi sumanto simon tersenyum dan berkata."Edi sudah berapa tahun tidak bertemu dengan mu gayamu semakin treding dari sebelumnya.."
"paman tidak perlu basa basi yang tidak berguna ini, kita langsung ke pokok pembicaraan saja, coba katakan bagaimana kamu ingin aku membantu keluarga dan menyelesaikan hal ini?" Edi berkata dengan data, dia bahkan enggan melihat wajah sumanto Simon.
"hehehe...Edi memang orang yang berterus terang, kalau begitu paman akan mengatakan dengan jujur..."sumanto simon tampak tidak berdaya saat ini, dia sendiri adalah seseorang yang disegani dan memiliki kuasa bedar di kota J, kata-katanya dapat mengguncang provinsi J sebanyak tiga kali.
Namun saat ini dia berbicara dengan sungkan, siapa suruh dia meminta bantuan orang lain?
"beberapa waktu lalu keluarga mengikuti trend dan berspekulasi di emas berjangka tapi akhirnya menderita kerugian sekarang rantai dana keluarga kita...."
"jangan bicara omongkosong berapa yang kalian butuh kan?"
"tidak banyak hanya 6 triliun..."
Sial sudut mata Edi berkedut enam triliun?, mengapa tidak pergi merampok saja sekalian?
"Um pak sumanto, masih ada yang harus aku lakukan aku pamit pergidulu..." Edi berdiri dan hendak pergi.
"Edi.." Sumanto Simon sontak menjadi cemas dan berkata dengan cepat,"keluarga sangat membutuhkan uang ini jika kita tidak mendapatkan uang ini, maka rantai dana kita akan terputus, dan keluarga besar kita akan hancur, mengenai permintaan mu aku bisa mengabulkannya.."
Edi memandang Sumanto dalam-dalm dan berkata dengan ekspresi tidak berdaya "aku sudah melihat ketulusan paman tapi pertanyaannya adalah darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu?"
__ADS_1
"Edi apakah kamu benar-benar ingin melihat keluarga ini hancur? Kamu memiliki 9 triliun di rekening luar negrimu kamu hanya perlu mengeluarkan sedikit maka kamu bisa menolong keluarga Simon" Sumanto Simon berseru dengan penuh kecemasan "seseorang tidak akan bisa melupakan asal-usulnya!"
Awalnya Edi masih tersenyum tetapi saat dia mendengar kalimat terahir Sumanto Simon wajahnya menjadi dingin "jika aku mengingat dengan benar semua orang di keluarga Simon sudah setuju bahwa aku tidak akan bisa menjadi penerus keluarga Simon?"
"padahal kalian semua tahu uang 16 miliar yang aku gunakan untuk membeli saham adalah hasil tabungan ku sendiri sedikit demi sedikit sama sekali bukan uang keluarga!"
''seluru keluarga Simon berjumbla ratusan orang, kalian secara terang-terangan mengusirku yang telah berjasa kepadah keluarga seperti anjing dan sekarang kamu datang dan mengatakan kepadaku untuk tidak melupakan asal usulku apakah kamu tidak merasa lucu?"
"kalian tidak pernah memikirkan sudah berapa banyak uang yang sudah aku hasil kan untuk keluarga di tahun-tahun itu? Menikmati hasil dividen yang aku peroleh, kalian memalingkan muka kalian dan tidak pernah menganggap jasaku sama sekali?"
"dalam beberapa tahun terahir ini aku menjadi menantu yang menumpang hidup dirumah mertua, dan hidupku tidak lebi baik dari seekor anjing, tidak ada anggota keluarga Simon yang datang menjengukku, bahkan sedekah pun tidak ad yang tertarik untuk memberikan nya padaku bukan?"
"jika bukan karena rantai dana keluarga mendapat masalah, apakah kamu kamu akan teringan dengan aku yang pernah menjadi ahli waris di keluarga ini?" Edi mengucap kan kata demi kata dengan emosi tertahan.
Sudut mata sumanto simon berkedut, lalu berkata dengan cepat "Edi ini memang kesalahan kami, kami minta maaf dan kami akan membuktikan ketulusan kami....."
"asalkan kamu bersedia membantu keluarga, aku dapat memutus kan dan mengangkatmu menjadi presdir di Company Entertaimen, berikan aku kartu identitasmu, besok kamu tinggal pergi ke Company Entertaimen, dan sekertaris akan mengatur segalanya untukmu"
Company Entertaimen di kelola oleh kakak iparnya selama ini, sekarang kepala keluarga berkata bahwa dia bersedia menyerahkan Company Entertaimen kepadanya!
"ok baiklah kalau begitu" ujar Edi setelah memikirkannya senjenak, dia tidak terlalu peduli dengan masalah keluarga Simon, namun yang terjadi pagi tadi masih membekas di benak nya, jika dia tidak mengambil kembali perusahaan itu bahkan seekor kucing atau anjingpun dapat menginjak kepalanya
"jangan kawatir aku akan mengurus semua masalah ini sendiri kamu tinggal pergi untuk tanda tangan besok, selain itu aku juga telah mengatur mawar praha yang kamu ingin kan....."sumanto simon mendesah.
Tanpa bantuan Edi bahkan jika kekurangan danah kali ini tidak menghancurkan keluarga Simon, diperkirakan juga bisa membuat bisnis mereka tersendat-sendat.
Edi tidak terlalu memperhatikan detailnya jika sumanto simon tidak bisa mengatasi hal yang sepeleh seperti itu, dia tidak layak berada di dunia bisnis lagi, batin Edi
"oh iyah aku pinjam setelan ini" Edi sudah hendak pergi saat melihat setelan melihat setelan baru di atas sofa matanya berbinar.
Malam ini kebetulan dia akan menghadiri reuni sekolah menengah nya dia sudah pusing memikirkan pakaian yang sebaiknya dia pakai untuk menghadirinya, jadi sebaiknya pinjam saja dulu, Edi memutuskan.
"tidak apa-apa Edi jika kamu suka ambil lah, ini adalah hadiah dari armani labelnya saja masih belum di gunting" Sumanto mengangguk dengan santai.
__ADS_1
Meskipun setelan itu sangat mahal tetapi jika dibandingkan dengan uang 6 triliun sama sekali bukan apa-apa, tentu saja sebagai kepala keluarga Simon yang terhormat, sumanto Simon tidak peduli dengan hal sekecil itu.
Tanpa berpikir banyak Edi langsung pergi ke ruangan ganti untuk mengganti setelannya, melihat sandal di kakinya, Edi melirik lemari sepatu sumanto dengan jijik.
Lelaki tua itu sepertinya memiliki kaki yang bau, baju baru tidak masalah, tetapi dia sama sekali tidak tertarik untuk meminjam sepatu Sumanto biarlah dia tetap memakai sandalnya.
Direuni kelas menaengan malam ini dikabarnya semua alumni akan hadir, bahkan wali kelas yang cantik di tahun itu juga akan hadir, Edi sangat berharap dapat bertemu dengan mereka.
.......
Edi menyandungkan sebua lagu seraya meninggal kan area villa menuju hotel platinum dengan mengendarai motor listriknya yang sudah butut. Beberapa saat lagi teman sekelas sekolah menengahnya akan berkumpul disana,Edi takut dia akan terlambat jika terlalu lambat.
"tut-"
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang sangat kencang, sebuah mobil porche berhenti di samping Edi lalu jendela mobil perlahan di turunkan.
Edi melihat ibu mertuanya julia melepas kacamatanya dan menatap dingin kearah nya yang sekarang beradah dipinggir jalan dengan kikuk.
Meskipun Julia adalah ibu mertua Edi, namun karena dia merawat dirinya dengan baik dia terlihat seperti wanita berusia tiga puluhan penampilannya terlihat bermartabat dan eleggan, di wajah nya juga terlihat seberkas kecantikan clara yang menawan itu.
Namun pada saat ini ibu mertuanya memelototi Edi dengan dingin dan berkata "dari mana asalnya pakaian mu ini?"
Selama tiga tahun ini ibu mertuannya adalah orang yang paling ditakuti Edi "Bu, ini aku pinjam dari seorang teman" Edi berbisik rendah.
"oh? ternyata kamu masih punya teman?" julia mencibir ''seseorang telah memberi tahuku hal yang terjadi di perusahaan hari ini, karena kamu pintar membuat masalah dari padah menyelesaikan masalah, kamu bisa berkemas malam ini dan mengambil akte cerai besok, jangan kawatir aku akan memberikan kompensasi untukmu"
Edi berketar karna terkejut dia menundukkan kepalanya dan berkata "tapi.... bu....aku benar-benar suka sama Clara aku tidak bisa hidup tanpanya"
Mendengar kata-kata Edi julia mencibir "jangan panggil aku ibu, aku tidak punya nasib itu jika aku benar-benar menjadi ibumu takutnya kuburan leluhurku keluargaku pun akan meledak"
"dan kamu juga bilang suka sama anak perempuanku? Apa yang kamu miliki untuk menyukainya? Perasaan suka yang tidak berguna? Apalagi yang kamu bisa selain mencuci kaki dan membersihkan rumah? Tahukah kamu selama tiga tahun terkhir, masa depan anak ku tertunda gara-gara kamu."
"baru saja Tedy menelepon ku dan mengatakan bahwa asalkan dia bisa menika dengan Clata bersedi mengeluarkan 20 miliar sebagai uang pertunangan apakah kamu tahu barapa banyak uang itu? Aku kawatir bahwa ada berapa angka nolnya saja kamu tidak tahu!"
__ADS_1