
begitu kembali kerumah, Julia langsung membuat banyak hidangan yang enak, biasanya memasak adalah urusan Edi, sehingga Julia sudah lama tidak berkutat di dalam dapur, tidak heran kalau tubuh wanita itu masih sangat terawat, di meja makan, dian bertanya kepada suaminya bagaimana ke adaan ketika pria itu tinggal di luar negri..
Supali bilang, hidup di luar negeri tidak lah menarik dia tiga kali sehari makan di hotel ber bintang, membicarakan bisnis dengan orang- orang kaya setiap hari, dia bicara dengan penuh kata berbungah- bungah sambil sebelah tangannya, mengeluarkan selembar cek dari dalam sakunya, Supali kemudian menuliskan beberapa kata di atas lembaran itu, lalu menyerahkannya pada Julia.
100 miliar!
begitu melihat cek itu, seketika senyum di wajah Julia merekah.
hahaha hari- hari sulit ini akhirnya berakhir juga. bahkan suaminya dengan mudah memberikan cek sebesar 100 miliar kepada Julia.
"Ra, ayah dengar kemarin ada masalah di perusahaan mu, katanya, ada kekurangan 10 miliar?" Supali berkata sambil memandang putrinya lamat- lamat.
"ketika ibumu menelepon beberapa hari yang lalu ayag jadi khawatir sekali tp waktu itu danah ayah masih ada di pasar saham, jadi ayah tidak bisa membantumu, sekrang sudah selesai, jadi ayah sudah bisa mengambil uangnnya dari pasar saham."
Supali berkata sambil melambaikan tangannya menuliskan beberapa kata di selembar kertas.
"ini juga cek 100 miliar, untuk mu." ujar Supali terkekeh kecil. "oh iyah, cek- cek ini tidak bisa di cairkan dalam waktu dekat, harus menunggu satu minggu lagi baru bisa di cairkan, karena ceknya baru berlaku setelah aku kembali ke luar negri."
memangnya ada aturan seperti itu?
namun, terlepas dari keraguan di hati Julia, mana mungkin dia tidak mempercayai kata- kata Supali?
wanita itu segera mengangguk dan tersenyum lebar pada suaminya.
setelah bertahan begitu lama, Julia akhirnya bisa merasakan kembali bangkit dari keterpurukannya. lusa ketika ulang tahun nenek, pasti tidak akan ada yang bisa merendahkannya dan keluarganya.
ting, ting!
__ADS_1
ketiga orang itu tengah asyik mengobrol dengan riang ketika ponsel Clara berdering, begitu mereka bertiga melirik ke layar ponsel Clara mereka langsung saling pandang satu sama lain.
di telepon Oma?
"ada apa?" tanya Julia penuh rasah curiga.
semua orang tahu kalau nenek tua itu sangat sibuk setiap harinya, hal kecil maupun besar, semanya harus berasa di bawah pengawasannya.
biasanya juga para kepala keluarga yang bisa menghubungi nenek, Nenek tua itu tifak pernah sekalipun menelepon anggota keluarga dari generasi muda, apa lagi Clara yang statusnya lebih rendah dari pada generasi muda lainnya dari keluarga Yu.
"aku nggak tahu, Bu," ujar Clara yang juga keheranan, dia laly segera mengangkat panggilan dari neneknya dan menekan pengeras suara.
"Ra?"
dari seberang telepon, suara nenek mulai terdengar.
wanita tua itu sengajah mengambil inisiatif untuk menelepon Clara terlebih dulu, walau sebenarnya diabenggan, tapi sekarang tidak ada jalan lain baginya, Company Entertaimen bilang mereka hanya mau bernegosiasi dengan Clara, dan tidak mau dengan orang lain.
begitu mendengar ucapan nenek, Julia seketika terperangah.
nenek tua itu sudah bertahun- tahun bertanggung jawab atas segala situasi , sejak kapan dia pernah meminta orang lain?! biasanya dia bisa dengan mudah menyuruh seluruh anggota keluarga Yu.
Julia langsung berkata "Bu, ibu tidak perlu meminta, apa pun yang ibu mau, katakan saja!"
"Aku ingin meminta Clara... " nenek tua itu, terdiam untuk beberapa saat sebelum melanjutkan "aku meminta nya pergu ke Company Entertaimen untuk bernegosiasi agar kita bisa melakukan make over untuk Andini."
Julia seketika menjadi bingung, nenek tua itu sudah memberikan tugas itu untuk Heru, meskipun jelas- jelas itu adalah kerja sama yang akan Clara lakukan, tetapu nenek tua itu justru menyerahkan tanggung jawab itu pada Heru, namun sekarang mengapa nenek mengembalukan tugas ini pada Clara?
__ADS_1
meskipun Julia merasa hal ini tidak adil untuk putrinya, tetapi dia masih memasang wajah penuh senyum "Tidak masalah, Oma, nanti sore aku akan menyuruh Clara pergi ke Company Entertaimen."
bagaumanapun juga, nenek adalah sang kepala keluarga, dia sudah meminta Clara untuk menjalankan tugas ini dengan nada memohin, tentu saja hal ini membuat Julia merasa tersanjung, baginya, tidak asa alasan Clara untuk menolak permintaan neneknya.
berbeda dengan ibunya yang terlihat begitu bersemangay, tubuh Clara seketika bergetar, baru saja Edi mengirimkan pesan pasanya untuk menolak permintaan nenek jika wanita tua itu meneleponnya.
bagaimana Edi bisa tahu kalau nenek akan menelepon Clara? apa dia mencoba meramal?
Clara mengigit bibir bawahnya erat- erat, entah apa yang di pikirkannya kalah itu, dia justru berkata di telepon. "Oma, maaf, aku menolaknya karena Oma sudah memberikan tugas ini kepada Heru, jadi Oma suruh Heru saja yang pergi bernegosiasi."
"Apa?!" suara nenek terdengar sangat marah "Clara kamu pikir kamu sekarang sudah mampu berdiri sendiri? kamu benar- benar mengira kalau tidak ada kamu, keluarga Yu tidak akan bisa bekerja sama dengan Company Entertaimen?! kamu benar- benar besar kepala, ya?!"
sebelum nenek selesai bicara, Clara sudah menutup panggilan itu lebih dulum
dimeja makan Julia dan Supali saling pandang satu sama lain, sedetik kemudian, Julua langsung meledak di kursi makanya
"Ra, apa yang kamu lakukan?!" Julia mendobrak meja sambil meluapkan amarahnya.
"kamu tahuz kalau kamu sampai menyinggung perasaan Oma, bagaimana kamu bisa menjalani hidup di dalam Keluarga Yu?! Oma memang lebih menyukai Heru, tapu Heru memang lah anak yang bisa diandalkan! sekarang setelah Oma merendahkan diri dengan meneleponmu, dan memintamu untuk bernegosiasi, kamu masih bisa berpikir untuk menolaknya?!"
Clara menggigit bibir nya Erat- erat, ini semua karena Edi sudah lebih dulu mengirimkan pesan itu padanya, dia tidak tahu apa yang baru saja dia pikirkan, tetapi pasa saat itu, dia hanya mengikuti pesan Edi untuk menolak permintaan neneknya.
Clara mendengarkan omelan ibunya dalam diam, dan diam- diam dia mengeluarkan ponselnya dan tanpa sadar mengirimkan pesan pada Edi.
"aku sudah menolak permintaan Oma, sekarang apa yang harus aku lakukan?"
ya semua orang mengatakan kalau Edi adalah seorang pecundang dan laki- laki yang tidak berguna Clara juga merasa kalau Edi tidak tahu bagaimana harus bergerak maju untuk mengubah hidupnya sendiri dan melihat ini, Clara juga merasa sangat marah.
__ADS_1
namun m, baru- baru ini, entah apa yang terjadi, Edi sepertinya selalu berdiri di saat- saat Clara membutuhkannya, bahkan sekarang Clara tanpa sadar mendengarkan kata- kata Edi.
bersambung....