
"Anak yang baik termenung apalagi, cepat pergi telepon temanmu itu" Julia panik, ini adalah kesempatan yang bagus untuk berteman dengan tuan putri keluarga Su, jika sampai melewatkan hal ini, maka tidak akan memiliki kesempatan seperti ini lagi.
Clara Yu menggigit bibir terlihat sedikit ragu, pada akhirnya karena di paksa oleh Julia dia kemudian mengambil ponselnya dan langsung menelepon Tedy.
"Tuuutt~"
Suara dering telepon, hanya dalam waktu 3 detik Tedi sudah mengangkat telepon.
Clara menekan tombol pengeras suara, di satu sisi lain Julia tersenyum begitu melihat nama yang tertera di layar ponsel putrinya.
"Clara sayang, rupanya orang yang memberikanmu Crytal Heels itu adalah Tedy bachtiar, Tedy itu anak yang baik-baik, putriku kamu harus menjaga hubungan baik dengan dia"
Julia sengaja bersuara keras, tidak lupa dia mengatakan kalimat itu sambil melirik Edi, dibandingkan Tedy, Edi hanyalah butiran debu di mata julia.
Tedy pernah mengatakan, kalau Julia bersedia menikahkan putrinya dengan lelaki itu, dia akan menawarkan maskawin sebesar 40 miliar.
Di seberang telepon Tedy,justru sedang berjongkok, dipinggir jalan. Belum lama ini dia baru saja menerima telepon kalau keluarga Simon menarik kembali seluru pendanaannya dari Tedy.
Detik itu juga, Tedy nyaris jatuh pingsan, tanpa dukungan keluarga Simon, dia tidak bisa apa-apa, pihak keluarga Simon mengatakan kalo Tedy menyinggung orang yang salah,
Hingga sekarang, Tedy masih tidak terpikirkan siapa yang telah dia singgung.
"Tedy, aku ingin bertanya padamu, apakah kamu masih bisa membelikan sepadang Crystal Heels?"tanya Clara
Meskipun bagi Tedy saat ini dunianya nyaris hancur, dia tetap saja berusahaa tersenyum begitu mendengar suara Clara "Clara, maksud kamu sepatu imitasi itu?"
"imitasi?" Clara dan Rahel, saling bersitatap tidak mungkin, masa sepatu imitasi tidak bisa dibedakan dengan yang asli?
"iyah, bukannya aku membelikanmu sepasang sepatu imitasi seharga 600 juta?" ujar Tedy.
"tapikan sepasang sepatu yang itu sudah dilempar oleh suamimu, aku masih menyimpannya di rumah kalo kamu mau"
__ADS_1
Mendengar penjelasan Tedy, membuat kedua gadis itu bertukar pandang kebingungan.
Jadi yang menghadiainya Crystal Heels ini bukan Tedy? Kalau bukan dia terus siapa yang relah menghadiahi Clara sepatu seharga 60 miliar?
Ketika telepon itu di tutup Clara terpikirkan satu hal, jangan-jangan yang menghadiahinya Crytal Heels adalah Edi?
tanpa sadar! Clara langsung menoleh ke arah Edi.
Pada saat itu Edi sedang memegang sendok, hendak menyuapkan makanan dari piringnya yang hampir kosong, sementara itu orang-orang yang semeja dengannya, tidak ada satupun yang menyentu piring mereka, orang-orang itu berusaha duduk menjauhi Tedy.
Clara menghela nafasnya apa yang dia pikirkan? Mana mungkin Edi mampu menghadiahinya barang semahal ini.
Setengah menit kemudian Edi, akhirnya menaruh sendoknya, dia menyeka mulut sambil memandangi Rahel.
Perempuan ini cukup menarik, Edi mendapati dia menggunakan sebuah gelang putih di pergelangan tangannya, semua orang tentu tahu kalo gelang itu mahal harganya, tetapi tidak semua dari mereka yang paham bahwa itu adalah gelang antik.
Keluarga Simon memiliki banyak koleksi barang antik, semenjak usia enam atau tujuh tahun, Edi sudah bisa membedahkan mana yang barang antik mana yang bukan.
Gelang yang sekarang ada di tangan Rahel Su dirangkai dengan sangat halus dan rinci, menurut perkiraan Edi, gelang tersebut adalah kerajinan tangan dari dinasti tang tingongkok, saat ini harga gelang tersebut berkisar 40 miliar.
"semuanya harap tenang"
Oma, akhirnya naik keatas kepodium dia terlihat sangat bahagia.
"ayo Clara, katakan padaku bagaimana caramu bernegosiasi dengan Company Entertaimen?" begiti duduk oma tidak sabar untuk bertanya.
Clara pun berdiri dengan agak canggung, dia terdiam untuk waktu yang cukup lama.
Akhirnya dia membuka mulut "saya...... Mereka menghubungi saya untuk tandatangan kontrak, sebelum saya pergi ke Company Entertaimen, saat itu saya belum juga berdiskusi apapun dengan mereka, bahkan belum bertatap muka dengan presdir perusahaan itu!"
"woah!"
__ADS_1
Seluru ruangan langsung riuh rendah.
"jadi Clara Yu, belum melakukan apa-apa, sudah diminta untuk tanda tangan"
"kukira dia orang yang kompeten, ternyata cuma beruntung saja."
Mendengar bisik-bisikan orang di sekeliling, Heru pun sigap berdiri dan berkata "Oma, aku sangat terpesona dengan Company Entertaimen, hari ini Clara memang berniat hendak pergi ke perusahaan ini lagi"
"tapi, Company Entertaimen pasti merasakan ketulusan dari keluarga Yu, makanya mereka menerima kerja sama kita! Bisa jadi kalau bukan Clara yang pergi, perusahaan itu akan tetap menerima kita."
Dari perkataan Heru tersebut, dapat disimpulkan bahwa dia menudu Clara sudah menggembor-nggemborkan namanya sendiri, dia mengatas namakan dirinya untuk sesuatu uang tidak dia lakukan,
Tetapi Oma, memang terlalu mencintai Heru, apapun yang dikatakan lelaki itu pasti akan langsung di setujui, Oma mengangguk-angguk kan kepalanya dan berkata "Clara, keberhasilan ini berarti juga berkat kerja keras Heru"
Begitu mendengar ucapan Oma, Heru langsung membungkuk 90 drajat "Oma, sebagai keturunan dari keluarga Yu, aku Heru rella bekerja keras!"
"kabarnya baru-baru ini Company Entertaimen menanda tangani kontrak dengan artis baru Dewi Andani, rupannya sangat cantik, menurut perhitunganku Company Entertaimen pasti akan melakukan make-over pada Dewi Andini untuk mempromosikan artis baru itu."
"kalau misalkan tugas itu dilimpahkan kepada kita, kita pasti akan mendapat banyak uang, besok aku bersedia menggantikan Clara untuk bernego siasi dengan Company Entertaimen!"
"bagus!" Oma menganggukkan kepala "Oma, tidak akan membiarkan usahamu sia-sia karena sudah bekerja keras"
Di lain pihak, Julia dan Clara saling memandang satu sama lain, mereka merasa sedih jelas-jelas pesta ini diselenggarakan atas keberhasilan Clara, tetapi malah Heru yang menjadi pusat perhatian.
Sekarang Company Entertaimen dan keluarga Yu, sudah berhasil menjadi mitra kerja sama. Maka dari itu rencana Heru besok untuk bernegosiasi pasti akan berhasil, meskipun seharusnya bukan dia yang berhak mendapatkan tugas ini.
Clara tidak berani membanta apa-apa meskipun dia merasa sangat sakit hati, namun bagaimanapun juga Heru adalah cucu kesayangan Oma,
"hahahah.... Para hadirin mari kita santap hidangan hari ini, saya yang traktir" Heru tertawa puas "pelayan ayo layani para tamu!" seru Heru
Bersambung.....
__ADS_1
~Like lah pembaca gaib~