
sebenarnya, Heru diam- diam melihat kotak yang ber ada di tangan Edi, Dia lalu ter tawa dalam hati. Lalu berkata"kalau menurut mu ini adalah night pearl palsu, maka aku ingin lihat hadiah apa yang kamu siapkan untuk nenek."
Ini semua hanya untuk mengalihkan perhatian semua orang sebenarnya sejak awal dia sudah melihat kotak yang Rusak yang ada di tangan Edi.
Bahkan dari kotaknya saja sudah rusak, benda apa yang bisa di taruh di dalam nya? Jelas sekali kalau itu pasti benda murahan dari kios jalanan!.
Edi tidak mengatakan apapun, dia hanya menahan tawanya, Clara yang ada di sebelahnya sudah mulai pusing, bagaimana mungkin pria ini tidak bisa melihatnya, hari ini adalah hari ulang tahun ke -70 wanita itu. Bagaimana mungkin di hari seperti ini dia akan asal bicara, apa dia cari mati di rumahnya sendiri?.
Dia juga sudah tidak tahan, dia berjalan dan menunjuk hidung Edi "kalau kamu masih ingin tertawa, maka keluar saja kamu.?
Melihat istrinya sudah mulai marah, Edi juga tidak berani tertawa, lagi pula akan sangat buruk kalau di hari bahagia ini di marahi.
Melihat Edi sudah tidak tertawa, Heru merasa menyesal, itu adalah kesempatan yang bagus, kalau saja Edi masih melanjutkan, maka dia bisa menggunakan kesempatan itu.....
Waktu berjalan dengan sangat cepat, seketika saja sudah lewat setengah jam.
setelah lebih dari setengah jam, hampir semua hadiah sudah diberikan. meskipun hadiah orang- orang tidak terlalu mahal tetapi batang- barang itu tidak bisa di katakan murah bahkan harganya tidak ada yang kurang dari 400 juta.
salah satu hadiah yang menarik juga datang dari Siva Yu, dia memberikan sepasang gelang giok yang bisa dibilang tanpa cacat, hadia itu sangat indah.
setelah melihatnya, nenek juga tak hentinya memuji Siva, hasilnya setelah hadiah dari Siva nenek tua itu berkata kepada semua hadirin. "ngomong- ngomong, Siva adalah anak tertua dari generasi muda kami, dia juga adalah anak yang paling peduli dengan orang lain, sekarang dia belum punya pacar, siapa di antaea kalian yang mau melamarnya, silakan datang saja, tentu saja orang yang mau dekat dengan Siva tidak boleh terlalu keras kepala, bagaimanapun juga, nantinya dia akan jadi menantu kami, dan dia harus memiliki perangai yang baik."
setelah sang nenek selesai berbicara, wajah Siva seketika memerag, banyak juga hadirin yang tergoda akan perkataan nenek. Siva adalah wanita cantik yang memiliki setatus tinggi di keluarga Yu, dia adalah seorang dewi yang sangat bermartabat.
__ADS_1
setelah kembali, Siva duduk di samping Edi. kursi- kursi tamu di ruangan itu di susun berdasarkan tingkat senioritas anggota keluarga Edi sendiri kini merasa sangat beruntung bisa duduk di apit oleh dua dewi yang sama cantiknya, Clara dan Siva.
sebenarnya, Edi diam- diam mengangguk- anggukkan kepalanya ketika kedua gelang yang diberikan Siva di tunjukkan di hadapan nenek.
"gelang giokmu sangat menarik." Edi tampak sangat paham dengan apa yang dia gumamkan "bahannya benar- benar berkualitas."
gelang giok yang di berikan Siva terbuat dari bahan clear jadeite yang sangat mewah dan memiliki kualitas yang sangat baik, tingkat kepadatan, kehalusan dan tekstur yang di pancarkan semuanya menunjukkan kualitas tinggi diperkirakan harganya tidak kurang dari 800 juta.
ketika itu, Siva hanya duduk di kursi dan mendengar Edi bergumam pelan, tiba- tiba dia mengangkat pandangannya dan tidak bisa menahan untuk tidak menoleh ke arah Edi.
biasanya, Siva dan Edi seperti dua orang yang berasal dari dunia yang sangat berbeda, satu adalah Dewi yang agung, satunya lagi adalah menantu yang malang, tampaknya, setelah Edi menikah dengan keluarga Yu dia belum pernah sekalipun berbicara dengan Siva.
namun saat itu Siva tidak bisa menahan rasa ingin tahunya, dia lalu bertanya dengan penuh rasa penasaran. "kamu tahu Clear Jadeite?"
Siva sangat terkejut sebab Edi bisa tahu apa yang di berikan Siba untuk nenek, sementara anggota keluarga lainnya sama sekali tidak ada yang menyadarinya.
"1,2 miliar" ujar Siva.
Edi menggelengkan kepalanya pelan "terlalu mahal, nilaninya paling- paling hanya 800 jita- an."
"kenapa emangnya?"
keingintahuan Siva benar- benar meluap- luap, gelang itu sebenarnya dijual oleh sahabatnya kepada Siva, kata sahabatnya, gelang tersebut dijual kepada Siva tanpa mengambil keuntungan.
__ADS_1
Edi lalu berkata dengan suarah rendah, "ada beberapa elemen untuk menilai giok bentuknya kekuatannya, kejerniannya dan warna."
"gelangmu sudah bagus di tiga elemen pertama, tetapi warnanya tidak merata, harganya di pasarkan sekitar 900 juta, kalau kamu membelinya dari seorang kenalan paling- paling di berikan dengan harga 800 juta, kalau melebihi harga itu, dia mengambil untung banyak!"
Siva menatap Edi tanpa berkedip bahkan seorang ahlipun belum tentu berani berbicara dengan tegas seperti itu, namun, di mata orang lain, Edi adalah laki- laki yang tidak berguna, apa benar dia paham dengan masalah seperti ini?
"Oma Yu, ini hardiah dariku!" Tiba- tiba seorang pemudah berusia dua puluhan awal melangkah maju.
dia adalah cucu dari keluarga Riu, namanya samuel Riu, begiti kotak pemberiannya di buka banyak orang yang terpana melihatnya, di dalamnya ada sebuah cek, dengan tulisan "2.340.710.000"!!!
deretan angka ini, jika di baca terbalik dari atas maka akan berbentuk tulisan 'I Love U' meskipun agak unik, tetap saja nilainya lebi dari 2 miliar.!
"Oma, hari ini aku mau melamar seorang wanita, aku sudah lama sekali mengangumi Siva" ujar samuel terbata- bata.
Wah! semua mata seketika tertuju pada Siva.
ketika itu, Edu sedang berbicara dengan Siva mengenai batu giok, dan posisi duduk mereka sangat dekat.
sontak saja, wajah samuel tiba- tiba menjadi terperangah, Dia hendak melamar Siva tetapi wanita itu justru tengah asyik mengobrol dengan Edu kalau Siva sedang mengobrol dengan orang lain, mungkin saja Samuel tidak akan semarah itu, tetapi, kini wanita itu tengah mengobrol dengan Edu yang semua orang tahu adalah seorang pecundang!
"menjauh dari Siva!" ujar samuel penuh dengan Emosi dia menuding- nudingkan telunjuknya ke wajah Edi.
Edi hanya tersenyum tipis, tanpa menunggu siapa pun berbicara, Siva langsung berdiri dan berkata dengan tegas, "Oma masalah ini masih harus aku pertimbang kan"
__ADS_1
sekarang, tamu yang datang sangat banyak, dan Siva tidak bisa langsung menolak lamaran itu di depan banyak orang, meskipun Samuel adalah orang yang cerdas dan pintar dalam menjalankan bisnis tetapi tubuhnya pendek dan ini bukanlah tipe pria yang di sukai Siva.
bersambung....