
nenek sedikit mengangguk dan berkata "Ra, hari ini kan ulang tahun Oma, kamu bisa nggak janji sama Oma untuk pergi ke Company Entertamen dan bernegosiasi? asalkan Company Entertaimen mau menyerahkan tugas make- over Andini ke kita, pasti keluarga Yu akan mendapatkan banyak ke untungan kamu janji sama Oma ya?"
"erm...." Clara terpaku dia tidak tahu harus menjawab apa hanya bisa diam- diam melirik ke arah Edi.
sebelumnya Clara sudah pernah bernegosiasi dengan Company Entertaimen tapi nenek malah memuji Heru, tentu saja Clara merasa tidak nyaman dan Edi pun memberi tahu Clara agar tidak setuju lagi dengan permintaan nenekm
ketika Clara menatap Edi tampak pria ini sedang menggelengkan kepalanya.
Clara menggerakkan gerahamnya dengan erat kalau aku dengar kata- kata Edi dan menolak oma di tengah- tengah keramaian ini maka....
Julia pun mendadak berditi dan berkata, "seperti yang Oma bilang, serahin saja masalah ini kepada Clara dia pasti tidak akan mengecewakan kita!"
"bagus lah kalau begitu" balas nenek sambil tersenyum.
tapi siapa sangka kalau Edi yang duduk diam di sebelah Clara itu bakalan berdiri dan berkomentar "tidak boleh!"
dua kata yang terlontar dari mulut Edi serasa menusuk telinga semua orang.
"sebelumnya Clara sudah pernah bernegosiasi tapi malah Heru yang mendapat pujian, sekarang Company Entertaimen nggak terima Heru lagi, kalian baru ingat sama istriku?" cetus Edi.
"kamu...... apa maksud mu?!" marah nenek sambil menunjuk ke arah Edi.
__ADS_1
semua anggota keluarga Yu menatap Edi dengan tatapan sinis seolah- olah melihat orang gila.
dia bodoh ya? sudah nggak punya kedudukan masih saja berani asal ngoce? dia hanya menantu yang tidak becus! lebih tepatnya dia hanya seekor anjing di kediaman Yu, bahkan si anjing pun hidup lebih bahagia dari pada dia!
"apa- apaan kamu?! sudah lama aku sabar denganmu!" teriak Heru marah dan berdiri di tempat.
"kamu kira kamu tuh siapa? nggak sadar sama omongan mu itu? apa hakmu mengontrol Clara? apa kamu sengaja bikin ribut di hari ulang tahun oma? pakai pakaian lusuh, kasih hadiah bobrok dan sekarang masih mau urus masalah keluarga kita? kusiksa kamu ya!" hujat Heru sambil berjalan mendekat dn mengepalkan tangannya seolah mau memukul.
Heru adalah cucu kesayangan nenek yang sudah terbiasa di manjain sejak kecil, sebab itu dia gampang emosian, waktu masih sekolah duly, dia sering berkelahi dan mendapat julukan bullier sekarang walau sudah terjun ke dunia masyarakat sifatnya masih saja sama suka berkelahi dan kenal debgan banyak gengster.
"gawat, Edu bakalan terkapar nih!"
"biarin saja nggak ada yang ingin bantu."
tapi Edi tidak berencana mengelak, dirinya hanya menyipitkan mata dan diam di tempat.
"cepat pergi, pergi sana!" desak Clara
sebenarnya Clara juga tidak menyangka kalau dirinya bisa kawatir sama pecundang ini mungkin karena sudah tiga tahun hidup bersama otomatis hatinya sedi jika melihat pria ini dipukuli.
"dengan kemampuan yang hanya begitu masih berani ajak berantem?" ucap Edi dengan nada dingin.
__ADS_1
Heru seperti anak jalanan yang mencoba berkelahi, kalau dia ingin menyakitiku dengan car itu, mimpi namanya, Edi tersenyum tipis.
anak keluarga Simon telah terlatih sejak kecil ketika berumur tujuh tahun Edi sudah belajar ilmu bela diri dan di latih oleh pelati handal selama setahun penuh, walau tidak bisa sekalihus melawan sepuluh orang, tapi untuk memukul dua atau tiga orang harusnya bukan masalah bagi Edi.
"bukk!" Edi mengangkat tangannya dan menghadang tinjuan dari Heru dan anehnya malah Heru yang berteriak kesakitan
"Ouch!"
Heru merasa dirinya seperti meninju piringan besi, lengannya kebas seketika dan tidak bertenaga dia terjatuh ke lantai dan menggerang kesakitan.
Apa?! semua orang tercengang gerakannya begitu cepat hingga mereka tidak sadar kapan Heru terjatu kelantai.
tidk ada yang menyangka bahwa Edi yang selama tiga tahun ini hanya melakukan pekerjaan rumah bisa memiliki kemampuan hebat seperti itu.
"Edi tunggu pembalasanku!" teriak Heru sambil mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang kemudian berkata " kak, bawah sekelompok anak buah! cepat kak!"
setelah menutup telepon Heru pun berusaha berdiri sambil menggerakkan gerahamnya, lalu menunjuk ke arah Edi dan berkata "jangan lari kamu! akan kusiksa kamu hari ini!"
keheningan mengelilingi ruangan tersebut, tidak ada yang berkomentar, mereka tahu bahwa Heru akan membalas dendam, dan panggilan telepon Heru barusan, tentu bukan hanya untuk menakut- nakuti edi saja!
semua orang tentu ingin menonton drama, yang semakin heboh semakin menyenang kan, tidak ada satu pun yang mengkhawatirkan keadaan Edim
__ADS_1
tapi anehnya Edi sama sekali tidak peduli dengan Heru dia menatap ke arah nenek dan berkata "Oma, Oma nghak sadar kalau ini nggak adil buar clara? Clara nggak akan ngulangin kejadian yang sama, Oma milih Clara. karena Company Entertaimen hanya menerima Clara sekarang"
"Clara nggak akan pergi ke Company Entertaimen untuk bernegosiasi lagi, Oma cari orang lain saja" ucap Edi ketus.