Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
pak E Simon


__ADS_3

kenapa sih ini?! kok Yuli yang perkasa itu bisa begitu hormat pada Edi?! pandangannya benar- benar seperti seorang anak yang mengagumi ayah nya! mana mungkin si pecundang punya kemampuan hebat itu!


Clara juga berdiri terpaku, dia tidak lagi khawatir dirinya malah terkejut sangat terkejut.


"kak Edi aku benar- benar nggak tahu yang di bilang si bocah ini adalah kamu, kalau aku tahu, aku nggak akan datang ke sini"


Edi hanya terdiam, dan Yuli pun seketika takut dan terus- terysan memohon, kak Edi jangan marah ya, kak, aku mohon aku benar- benar nggak tahu....."


"sudah, sudah" Edi melambaikan tangannya dengan tidak sabar hatinya sudah cukup resah dengan masalah Clara, suara Yuli malah membuatnya semakin jengkel, Edi berbalik badan dan pergi meninggalkan.


gawat! hati Yuli gelisah, apa kak Edi benar- benar marah?


"habisi dia!' teriak Yuli kesal.


senua orang hanya memandang tidak ada yang berani melawan, setelah di pukuli berkali- kalu, akhirnya anak buah Yuli pun berhenti dan Heru tampak sudah tergeletak pasrah.


muka Heru babak belur dan air mata membasahi wajah nya "kak Yuli kenapa kamu memukuli ku.....?"


Yuli berkacak pinggang dan menendang tubuh Heru lagi "kenapa? kamu masih berani bertanya? kamu nggak tahu kak Edi itu sehebat apa?"


"dia hebat? dia hanya menantu nggak berguna keluarga Yu yang tinggal di rumah mertua!" cetus Heru tidak senang.


Heru benar- benar tidak menyangkah dirinya bisa di pukul tanpa sebab oleh orang yang dia panggil sendiri untuk membantunya.

__ADS_1


"menantu yang tinggal di rumag mertua?" Yuli mencibir.


Yuli sebenarnya ingin membeberkan identitas Edi bahwa Edi itu sebenarnya adalah anak keluarga Simon, tapi mengingat ayah angkat nya perna berkata bahwa Edi lari dari rumah, Yuli pun mengurungkan niatnya karena dia sendiri juga ragu apa status Edi sekarang.


Yuli menatap ke arah Heru dan mengancam "ingat ya kalau kamu berani macam- macam sama kak Edi, akan ku bunuh kamu!"


"ayo pergi!" Yuli menggerakkan tabgannya dan meninggalkan Villa bersama- sama dengan anak buahnya.


"kamu baik- baik saja kan Ru?" tanya parah tamu setelah Yuli pergi.


keparat! Heru berteriak kesal dalam hati, hari ini memang hari sial untuk Heru!


"Oma, Hery pemilik hotel mutiara timur sudah datang!"


semua pandangan terthnu pada pintu depan, tampak lima buah mobil rolls Royce berhenti di depan Villa, lalu tampak seorang pria paruh baya dengan jas rapi turun dari kursi belakang mobil dan berjalan sambil memegangi tongkat.


"wah Oma memang hebat bisa undang presdur Hery satang"


"iyah hebat....."


para tamu pun mulai sibuk bergosip, Hery adalah pria kelas atas di kota D , tidak ada yang pernah melihat miliarder ini datang ke pesta ulang tahun orang awam, dan hari ini pria ini datang ke pesta nenek?!


"Presdir Hery!"panggil nenek dengan muka terkejut, kok Presdir Hery bisa datang? Oma kan nggak undang dia?

__ADS_1


"maaf, apakah pak E. Simon ada di sini?" tanya Hery dengan tersenyum sambil berjalan menuju Villa, balakangnya di ikuti oleh puluhan pengawal berbaju Hitam.


"Pak E. Simon?" nenek keluarga Yu menggelengkan kepalanya dan bertanya orang- orang di samping dengan berkata "aku tidak pernah mendengar tentang orang ini, apakah kalian kenal dengan pak E Simon?"


Wajah orang- orang keluarga Yu menjadi bingung, Pak E, Simon, tidak ada yang bermarga Simon di antara para tamu yang di undang di sini.


Satu- satu nya yang bermarga Simon hanyalah Edi Simon, tapi bagaimana mungkin orang yang tidak berguna ini adalah pak E, Simon yang di cari oleh Hery Donka, tentu saja bukan dia.


tidak mendengar jawaban, Hery pun bertanya sekali lagi "apakah pak E Simon ada disini?"


semua orang masih saja menggeleng- gelengkan kepala mereka.


pria yang berdiri di pintu itu dalah Presdir Hery, mana mungkin pak E Simon yang dia cari adalah Edu si pecundang?


Hery kebingungan, nggak mungkin aku salah, aku sudah menyuruh orang menyelidiki keberadaan pak Edi, dan dia memang tinggal di kediaman keluarga Yu.


hati ini adalah ulang tahun Edi, maka Hery ingin langsung mengeirimkan hadiah ulang tahun itu ke Edi


samvil menghela napas kecewa, Hery pu. menyodorkan hadiah yang ada ri tangannya dan berkata, "Karena pak E simon tidak ada di sini, Hadiahnya aku taruh di sini saja yah" Hery berbalik dan pergi bersama pengawalnya


tidak lama setelah Hery pergi, semua orang tidak sabar dan mengelilingi nenek, nenek pun segera memberi isyarat agar kotak Hadiah Hery di buka.


semua orang tahu bahwa Hery adalah orang terkenal di kota D, bisa dilihat tadi, dia datang dengan mobil Rolls Royce dan belakangnya juga di ikuti oleh puluhan pengawal.

__ADS_1


Wuih! Hery datang khusus untuk kasih hadiah ke Oma! hebat yah Oma! tentu banyak tamu yang iri dengan nenek. ...


bersambung.......


__ADS_2