Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
Balinese Procesion


__ADS_3

sekarang, tamu yang datang sangat banyak, dan Siva tidak bisa langsung menolak lamaran itu di depan banyak orang, meskipun Samuel adalah orang yang cerdas dan pintar dalam menjalankan bisnis tetapi tubuhnya pendek dan ini bukanlah tipe pria yang di sukai Siva.


sang nenek langsung mengerti perkataan Siva dia langsung tersenyum dan berkata "Samuel nanti setelah jamuan makan selesai, kita berdua akan membahas perihal ini lagi"


samuel masih terpaku pada Edi yang duduk di samping Siva, kedua matanya memerah.


sejak pertama kali melihat Siva Samuel langsung menyukai wanita itu.


Siva adalah tipe wanita yang sangat dingin dan jarang ter lihat berbicara dengan lawan jenis, mana mungkin Samuel tidak marah begitu melihat wanita yang di sukainya itu sedang mengobrol dengan antusias bersama Edi?


"Oma, Tedy datang!" tiba-tiba terdengar sebuah suarah dari dekat pintu ruangan itu.


seketika semua orang tertuju ke arah pintu masuk.


Tedy mengenakan setelan jas rapi, rambutnya yang di tata kebelakang membuatnya memiliki aura yang sangat kuat, sebuah kotak berukuran panjang berada di tangannya, dia berjalan dengan langkah lebar menuju hadapan nenek.


"Tedy datang juga" ujar nenek sambil tertawa gembira.


sama seperti semua orang, Tedy juga menyiapkan hadiah yang besar, sebab hari ini, dia ingin melamar Clara.


semua orang menatap kotak yang dibawa Tedy tanpa berkedip, bisik-bisik yang terdengar di antara para hadurin mewakili rasa keingin tahuan mereka sebab katanya Tedy sudah menyiapkan sebuah hadiah yang akan sangat disukai oleh nenek, sebenarnya, hafiah apa yang membuatnya begitu percaya diri?


Tedy sedikit membungkuk kearah nenek ketika itu , wajah nya terlihat sangat cerah, tetapi sebenarnya, hanya dia yang tahu kalau riwayatnya sudah tamat, keluarga Simon sudah mematakan rantai perekonomiannya dan mengeluarkannya dari perusahaan.


hari ini Tedy datang ke pesta ulang tahun nenek Yu dan menggunakan semua uang yang dia punya untuk membeli sebuah jas yang bagua sebab rencananya harus berhasil.

__ADS_1


"Oma, ada yang ingin Tedy sampaikan" Tedy berkata perlahan- lahan.


"aku jatuh cinta pada Clara sejak pandangan pertama, tetapi dia justru menika dengan laki- laki yang tidak berguna! seorang pecundang! setelah tiga tahun menika, selutuh masyarakat kota D meanggap masalah ini sebagai lolucon! Clara sudah cukup menderita, Oma, aku tidak tahan lagi melihatnya harus menanggung beban yang begitu berat hari ini apapun yang terjadi aku dengan segenap hati...." Tedy berhenti sejenak untuk menarok nafas panjang "aku mau melamar Clara!"


Hah?!


begitu Tedy selesali bicara terdengar grasak grisuk dari sisi hadirin, bukannya Tedy terlalu terus terang? dia tidak menyisakan harga diri Edi sedikit pun?


namun setelah di pikir- pikir, untuk apa Tedy menyidakan harga diri untuk Edi yang seorang pecundang ini? dia sama sekali tidak takut menyinggung perasaan Edi.


"dalam beberapa tahun belakangan, aku selalu memikirkan Clara," ujar Tedy "demi dia aku bisa menyerahkan segalanya, aku memang tidak berbakat setelah bertahun- tahun berusaha, asetku hanya mencapai 60 miliar, tetapi demi memenuhi keinginan Clara, aku menjual seluru asetku dan membelikannha Crystal hells!"


Apa?!


sepasang sepatu hak tinggi yang sangat anggun dan elegan menjadi fokus para gadirin tampilan yang sempurna serta mulia membuat semua orang menginginkannya, begitu indahnya sepatu cantik yang di kenakan seorang wanita cantik.


"itu kan sepatu Crystal Heels yang harganya 60 miliar! benar- benar mengejutkan!"


"benar, hanya ada 99 pasang di dunia tidak bisa mendapatkan sembarangan orang!"


"iri sekali, kalau aku bisa punya sepatu itu aku takut kalau aku akan memakainya ketika tidur."


banyak wanita yang membicarakan sepatu itu. Crystal Heel, hanya wanita buta yang tidak iri melihat Clara mengenakan sepatu itu, seketika semua wanita yang hadir di ruangan itu menarap Tedy penuh kekaguman.


Dian dan Supali berulang kali menganggukkan kepala mereka sambil menatap Tedy penuh kekaguman sementara itu, Edi mengerutkan keningnya dalam- dalan, apa Tedy ini salah bicara? kok dia bisa- bisanya begitu tebal muka? kenapa dia mengaku- ngaku membelikan Clara sepatu itu? Apa dia sudah gila?

__ADS_1


ketika itu, Tedy kembali membungkuk di hadapan nenek, "Oma, hari ini adalah hari ulang tahun Oma, ketika aku melamar, aku akan memberikan hadiah lain kepada Oma, ini adalah hadiah ulang tahun untuk Oma,"


Tedy langsung membuka kotak yang sejak tadi di bawahnya.


Wow!


seketika semua orang berkumpul, kembali terdengar bisik- bisik dari para hadirin.


"Ini..... ini...."


semua orang terperangah, bahkan nenek juga langsung bangkit dari singgasananya, dia lalu berjalan mendekati Tedy, di dalam kotak itu, adalah sebuah lukisan!


Tedy lalu melepaskan kain yang menutupi permukaan lukisan itu dan berkata dengan bangga "lukisan ini adalah Beline Procesion karya Lee Man Fong aku membelinya dari seorang teman dengan harga tinggi. aku tahu Oma sangat menyukai barang antik, jadi lukisan ini adalah hadiah dariku."


Apa?!


Edi juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bangkit dari kursi.


Balinese Procesion karya Lee Man Fong?!


bukannya beberapa hari yang lalu Dendi dan yang lainnta menghadiahkan ini untuk Edi?


Edi yakin, Dendi, Hery, dan yang lainnya tidak mungkin berani menghadiahkam sesuatu yang palsu padanya bahkan lukisan itu sudaj Edi pegang di tangan...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2