Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
aku yang memberikannya


__ADS_3

Sebelumnya tidak ada orang yang mengingat ulang tahun Edi, semua orang di keluarga istrinya hanya merayakan ulang tahun nenek mereka, sehingga ulang tahun Edi sendiri di kesampingkan.


Tanpa di duga masih ada orang yang mengingat hari kelarinnya.


........


Pada saat yang sama di sebuah kafe pribadi yang terdapat di kota D, Tedy dan Clara duduk berhadapan.


Tidak banyak orang yang tahu tentang brita tentang kebangkrutan Tedy, Clara juga tidak mengetahuinya.


"Clara aku sudah memikirkannya." Tedy memandang Clara dengan penuh kasih sayang dan berkata "tiga hari kemudian adalah haro ulang tahun nenek keluarga Yu, aku akan melamarmu di depan semua orang keluarga Yu."


"kamu..." begitu mendengar Tedy berkata hendak melamar, Clara segera menaikkan kedua alisnya. "lupakan saja! Lagi pula aku belum bercerai"


Meskipun Clara merasa Edi adalah orang yang tidak berguna, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, pria itu sudah bekerja keras melakukan pekerjaan dirumah, dan meskipun dia banyak sekali melakukan pekerjaan rumah, dia sama sekali tidak pernah mengeluh.


Bahkan seorang anjing pun punya perasaan apalagi manusia?


Terlebih lagi beberapa kali akhir-akhir ini Edi sudah meminjamkan uang 10 miliar untuk menutupi kekurangan perusahaan.


Clara juga tidak bisa melupakan fakta bahwa ketika mereka mau tidak mau harus membayar tagihan masing-masing di Mutiara Timur, Edi harus mengeluarkan uang yang sudah dia tabung selama bertahun-tahun demi terhindar dari rasa malu.


Tedy kembali memandang Clara dengan penuh kasih "Clara, apa yang kurang dari aku dibandingkan dengan Edi? Dia hanyalah seorang pecundang! Kamu lihat saja tiga hari lagi ketika ulang tahun Oma, aku akan menyiapkan hadiah yang besar sebelum datang ke pesta ulang tahunnya. Hadiah ini pasti akan sangat disukai Oma, dengan begitu kalau aku melamar mu saat itu juga, aku yakin Oma pasti tidak akan menolaknya."


Clara perlahan mengangkat cangkir kopi dihadapannya, dan menyesapnya perlahan sebenarnya, aturan di keluarga Yu sangatlah ketat, dan neneknya adalah pemilik kekuatan terbesar, kalau sampai neneknya menyukai Tedy, Clara takut neneknya mungkin saja benar-benar bisa menyuruhnya untuk bercerai dari Edi.

__ADS_1


Sejujurnya Clara merasa kalau Edi adalah oranf yang tidak berguna, tetapi itu bukan berarti tidak ada rasa cinta diantara mereka, lagi pula mereka sudah menikah selama tiga tahun, mana mungkin tidak ada perasaan apa-apa.


"Aku tanya satu hal padamu" tiba-tiba Clara berbicara dengan serius.


"apa, Ra? Tanyakan saja!"


"sepasang Crystal Heels itu, benar-benar bukan kamu yang memberikannya?" Clara sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.


"Ra, kalau kamu mengungkit masalah ini lagi aku akan marah." ujar Tedy sambil menghela nafas berat, matanya menatap tajam kedua mata Clara.


"sepatuh yang aku berikan padamu meskipun imitasi harganya mencapai 600 juta, suamimu yang pecundang itu justru membuangnya. Ketika aku pulang keruma untuk melihat sepatu itu, aku baru tahu kalau dia sudah merusaknya."


Mendengar perkataan Tedy. Clara menggigit bibir bawanya erat-erat.


"yang aku maksudkan, sepasang Crystal Heels itu bukan kamu yang memberinya?" tanya Clara lembut.


Tedy seketika membeku di tempatnya dia lalu melihat ke arah bawah meja dan mendapati Clara meggenakan sepasang sepatu hak tinggi yang anggun dan elegan, itu adalah Crystal Heels.


Meskipun hanya melihat sekilas Tedy langsung terperangah, jika dibandingkan dengan sepatu imitasi seharga 600 juta yang dia berikan, harga sepatu ini jauh melampauinya.


Meskipun Tedy seorang pria, dia bisa merasakan kalau sepatu benar-benar asli, itu karena sepatu itu sangat menawan dan wanita manapun yang menggenakannya akan terlihat sangat menawan.


Galk!


Tedy menelan ludahnya enam puluh miliar! Harus diketahui kalau harga sepatu itu mencapai enam puluh miliar.

__ADS_1


Sepatu itu sangat istimewa sebab di produksi terbatas hanya 99 pasang di seluruh dunia, siapapun tidak bisa membelinya tanpa koneksi yang kuat dengan kalangan atas.


"apa kamu tidak merasa memberikan sepatu ini?" kini Clara bertanya lagi.


Clara benar-benar tidak terpikir siapa yang memberikannya barang semahal ini.


Memang bisa dibilang banyak orang yang mengejarnya tetapi Clara tahu bahwa sebagian besar pria yang mengejar-ngejarnya adalah orang-orang dari golongan menengah, jadi meskipun mereka mempunyai sedikit uang, mereka tidak mungkin bisa memberi hadia seharga enam puluh miliar.


Lantas siapakah Tedy sebenarnya?


Meskipun keluarga Simon tidak lagi memeberikan subsidi kepadanya dan dia sekarang sedang berasa di posisi bawah, tetapi dia adalah orang yang pandai mengamati,


Kalau Tedy tidak salah menebak, sepatu itu pasti diberikan orang lain kepada Clara, tetapi wanita itu pasti tidak tahu siapa yang memberikannya.


Hahaha! Apakah masih ada orang seperti itu yang memberikan barang secara diam-diam? Hahaha! Karena tidak ada nama pengirimnya maka Tedy siap jadi sosok yang memberikannya.


Hati Tedy seketika berbunga-bunga, dia lalu tersenyum genit dan berpura-pura tersipu malu."Ra, aku akan mengatakan yang sejujurnya, jadi sebenarnya memang aku yang memberikannya"


"Ah, benarkah?" Clara menatap Tedy sedikit tidak yakin, "tapi, tadi ketika aku bertanya kenapa kamu tidak mengakuinya?"


Tedy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia lalu berkata dengan tersipu-sipu "Ra, aku bukannya tidak mau mengaku, aku cuma takut kamu akan memarahiku"


"kenapa aku harus memarahimu?" tanya Clara.


Tedy menatap kedua mata Clara dengan penuh kasih sayang."karena aku tahu, didalam hatimu kamu sangat menyukai sepatu itu, aku sudah tahu sejak lama, Ra, sebenarnya aku ingin sekali memberikannya padamu lebih awal, tapi kamu juga tahu kan kalau aset perusahaannku hanya 60 miliar jadi aku membelikan sepasang sepatu imitasi kepadamu, tapi ketika aku memberikannya, aku malah sadar kalau kamu tidak menyukainya."

__ADS_1


Tedy lalu mengeluarkan ponselnya dan mengetuk-ngetuk layar beberapa kali dia lalu melanjutjan "jadi aku memutuskan untuk menjual perusahaanku dan membelikanmu sepatu ini, aku takut kamu akan mengataiku bodoh, Ra, kamu tahu kan, kamu dihatikulah yang terpenting, aku bukannya bodoh, aku cuma sangat menyukaimu, aku akan memikirkan berbagai cara untuk bisa membelikan barang-barang yang kamu sukai, ini semua karena aku sangat menyukaimu"


__ADS_2